Ku Rebut Istrimu]

Ku Rebut Istrimu]
Menjelang Pernikahan


__ADS_3

Hari yang telah lama dinantikan akhirnya datang juga.


Resepsi pesta pernikahan Nathan di adakan di Rumah Nathan sendiri. Tanpa menyewa gedung ataupun hotel. Padahal jika mau, dengan mudah Nathan bisa melakukan itu. Jangankan hanya Gedung,Villa dan Hotel bahkan Nathan punya.


Rupanya Mira keberatan untuk membesar besarkan pesta. Nathan mengalah. Memilih pesta yang tak terlalu meriah namun terkesan megah.


Undangan yang sudah disebar, cukup mengejutkan banyak orang.


Seorang Nathan Edoardo, kapan dekat dengan wanita? Kapan punya pacar? Kapan pula bertunangan? Kok, tiba tiba sudah menyebar undangan saja?


Begitulah, pertanyaan pertanyaan dari mereka yang menerima undangan.


Wanita mana yang beruntung bisa bersanding dengan Pengusaha Muda yang sangat Populer itu? Kira kira Putri dari Pengusaha yang mana? Atau dari luar Negeri Kah?


Tidak ada satu pun yang mendapatkan jawaban dari pertanyaan di otak mereka.


Selain Ricard dan Kayla, hanya ada satu saja orang luar yang tau siapa Mira calon istri Nathan, yaitu Cesilia. Dia lah, satu satunya orang luar yang sempat mengetahui siapa calon istri Nathan yang ternyata adalah Mantan Istri Ricard, kekasih Kayla sahabatnya sendiri.


Tapi untuk membuka mulut, Cesilia mana berani. Apa dia punya seribu nyawa?


Mengingat bagaimana Ricard saat ini berakhirnya dipenjara dan masih menunggu keputusan hakim yang mungkin saja akan berakhir dengan hukuman mati. Cesilia bergidik. Meskipun dia sempat kecewa karena penolakan Nathan yang terus menerus, Cesilia memilih untuk bungkam dan berjanji akan mengubur rahasia siapa Mira sebenarnya bahkan sampai ajal menjemputnya.


Kurang satu jam lagi, Nathan akan mengucapkan ikrar suci. Menikahi Mira untuk merubah Status mereka. Nathan yang tadinya Jomblo akan menjadi Sang Suami. Mira yang tadinya Janda Ricard, akan segera Sah menjadi Nyonya Nathan.


Para tamu undangan sudah mulai berdatangan. Memilih tempat duduk masing masing dan saling menyapa satu sama lain.


Keluarga para Pengusaha, para Pejabat, teman teman dari Nathan sendiri dan juga teman teman dari Sekretaris Ken. Sekretaris paling Populer di kalangan para sekretaris sekretaris Perusahaan lainnya di kota ini. Pesonanya bahkan tidak kalah dengan Bosnya yang menjadi Pria tertampan nomor satu itu. Sifat angkuh dan lebih dingin berlipat ganda dari Bosnya. Bahkan Ken satu satunya manusia yang bisa mengendalikan Nathan sebelum adanya Mira.


Semua mata tertuju pada Pria itu saat melangkah memasuki ruangan. Bukan hanya kagum dengan Seorang Ken, namun lebih terkejut saat melihat Ken menggandeng seorang wanita untuk melangkah mendekati Podium.


Pria yang tak jauh dari Bosnya itu, diketahui punya banyak wanita namun tak pernah peduli. Sejak kapan mau menggandeng wanitanya?


Itu belum pernah terjadi dalam hidup Ken, setiap ada acara apapun Ken akan datang sendiri jika tanpa Nathan.


Lalu ini,


Siapa wanita itu? Nampak cantik dan memukau mata. Tapi siapa dia? Tidak ada yang mengenali.


"Lepaskan tanganmu Tuan Ken? Mereka semua memperhatikan mu." bisik Rimbun, sibuk mengangkat gaun berkain lembut berwarna biru kalem yang jatuh membentuk tubuhnya. Dengan sepatu hitam tinggi yang sungguh mengubah delapan puluh derajat celsius penampilan si Jelek kesayangan Ken itu.


"Diam Jelek! Tegakkan kepalamu. Jangan menunduk pada siapapun. Dan jangan membuatku malu di depan mereka!" balas berbisik, mengangkat dagu Rimbun yang sedari tadi menunduk. Rimbun sengaja melakukan itu untuk menghindari pandangan semua mata yang tertuju padanya.


"Aku malu Tuan Ken!"


"Tidak perlu malu. Kau pacarku. Dan semua orang harus tau itu."


"Tidak harus tau kenapa?" bantah Rimbun.

__ADS_1


"Sudahlah. Ayo ikut ke Podium." menarik tangan Rimbun.


"Aku tidak mau ikut naik ke podium!" menahan lengan Ken.


"Ah, baiklah. Tunggu disini saja." Ken berhenti, memutar langkahnya untuk menarik kursi. Sambil sesekali melempar senyuman pada mereka yang tersenyum ramah padanya.


Rimbun menurut saja, duduk di kursi sana daripada harus ikut Ken naik ke atas Podium. Itu akan membuatnya semakin malu.


"Aku tinggal sebentar. Jaga matamu." ucap lembut Ken, namun penuh penekanan bagi Rimbun.


'Memangnya siapa yang akan ku lihat. Tidak ada yang ku kenal juga.'


Rimbun hanya mendengus saja, menatap punggung kekar yang kini melangkah menuju Podium kembali.


Setelah seorang MC selesai berbicara pada para tamu, kemudian mempersilahkan Ken untuk menyambut para tamu. Terdengar Ken berdehem sebentar. Kemudian dia menyapa para Tamu undangan sekedar berbasa basi untuk menyambut mereka.


Tak lupa mengatakan untuk bersabar menunggu kedua calon mempelai.


Selesai berbasa basi untuk penyambutan, Pria itu kembali pada Rimbun, duduk disebelah Rimbun. Meraih tangan itu tanpa beban dengan sesekali mencium tangan gadis itu tanpa malu sedikitpun.


Sesekali juga Rimbun memukul lengan Ken untuk sekedar memperingatkan jika aksi Ken sangat menjadi perhatian semua yang ada, terlebih para Reporter yang sengaja diundang ke Pesta ini.


Bahkan jepretan mereka yang memang diperbolehkan sudah berpuluh puluh kali tertuju pada mereka sejak pertama melangkah memasuki ruangan ini. Menjadi topik pembicaraan kedua yang terheboh, dan bakal menjadi berita viral kedua selain Pernikahan Nathan yang cukup mengejutkan dunia.


Dan ini, ini apa lagi? Sungguh, kemunculan gadis ini serta tingkah laku Ken pada gadis itu sangat menggemparkan mereka di tengah rasa terkejut akan pernikahan Nathan yang belum hilang.


"Ah, iya. Kau benar. Aku juga harus menemui Tuan Nath. Memastikan apakah dia sudah siap."


"Kalau begitu, ayo." Cepat berdiri, ingin segera berlalu dari pandangan yang terus memelototinya seperti sedang melontarkan pertanyaan secara tak langsung padanya.


Ken ikut berdiri, kembali meraih tangan Rimbun untuk membawanya melangkah.


"Hati hati. Kau ini!" bentak lirih Ken pada Rimbun yang hampir tersandung sepatunya sendiri. Beruntung Ken sigap menahan pinggang Rimbun sehingga masih aman.


"Kau yang salah. Kenapa memilihkan kostum seperti ini." kesal Rimbun melanjutkan melangkah. Tapi kali ini dengan genggaman tangan Ken di pundaknya.


"Kau yang salah! Kenapa tidak mau belajar memakai Gaun dan High Heels dari kemarin kemarin. Sudah tau mau menjadi Nyonya Ken, sudah pasti kau akan banyak acara seperti ini nantinya setelah Pesta ini." sahut Ken.


"Memang aku tau. Itu bukan rencana ku!" Rimbun menampol kenapa Ken.


"Hah!" cepat menutup mulutnya. Sambil celingukan.


Untung tidak ada yang melihat tindakan kurang ajarnya pada Ken.


"Maafkan aku Tuan. Tanganku refleks." ucap Rimbun, memukul tangannya sendiri. Menyesal sudah menampol kepala Ken.


Ken yang menghentikan langkahnya itu, melotot ke arah Rimbun.

__ADS_1


"Kau ini istri Durhaka, Tau!"


"Belum Tuan. Belum jadi istri."


"Ah iya, maksudnya itu. Pacar durhaka!"


"Maaf!"


"Sekali lagi kau begitu, lihat saja. Aku akan menghapus lipstick mu itu. Disini! Bila perlu di depan mereka."


"Hah!" Rimbun merinding.


"Maksudnya, menghapus.._"


"Dengan mulutku. Seperti ini contohnya." Ken langsung menarik tengkuk Rimbun.


"Jangan Tuan!" segera menutup mulutnya sendiri dengan tangannya.


Ken tersenyum sinis. "Kalau begitu yang lainnya saja."


Cup. Cup. Cup.


Secepat kilat Ken mencium pipi kanan dan kiri Rimbun, tak peduli ada beberapa pelayan yang tak sengaja lewat. Sempat menoleh pada Ken dan Rimbun.


'Huh. Sedang kasmaran begitu.' pikir salah satu pelayan.


'Jadi iri.' jiwa jomblo mereka meronta-ronta.


'Sempat sempatnya orang ini!' pekik Rimbun dalam hati.


"Bedak ku Luntur, tau!" umpat Rimbun. Kembali memukul Ken. Untung lengannya, bukan kepala lagi.


"Tidak mungkin."


"Tidak mungkin apanya! Kau tidak tau bagaimana pantatku panas duduk di kursi saat salon itu memasang makeup ku? Kalau luntur bagaimana? Aku akan terlihat jelek lagi dan kau akan malu membawa wanita jelek seperti ku."


"Rimbun? Tanpa makeup,kau tetap manis, Jelek. Siapa bilang Jelek."


"Kau sendiri yang bilang!!!" sudah mengepal tangannya.


"Sudah lah, ayo cepat. Lagian cuma disentuh sedikit saja, mana mungkin luntur sih? Lebay." ucap Ken meraih tangan Rimbun untuk melangkah kembali.


"Aku ke kamar Tuan Nath, dan kau ke ruangan itu. Nona Mira ada disana." Ken menunjuk sebuah ruangan Khusus.


_____________


Mohon maaf, atas keterlambatan updatenya. Masih lelah karena kesibukan Lebaran.

__ADS_1


Minal'aidzin walfaidzin semuanya!


__ADS_2