Ku Rebut Istrimu]

Ku Rebut Istrimu]
Gadis Gila


__ADS_3

Ini sudah lebih dari pagi,


Nathan dan Mira masih mendengkur halus di kamarnya. Begitu juga dengan Ken.


Mereka semalam bergadang, merayakan kemenangan Nathan yang berhasil memaki dan mempermalukan Ricard.


"Astaga!" Ken terlonjak kaget ketika melirik Hp.


"Sial! Kenapa alarmnya tidak berfungsi sih??" kemudian cepat menyibak selimut dan menuruni ranjang. Berlari ke kamar mandi. Asal basah saja, kemudian sudah keluar lagi. Cepat cepat bersiap pergi.


Dret.....!


Langsung menyambar hpnya yang bergetar.


"Tuan."


"Kenapa tidak membangunkan aku. Aku kesiangan Bodoh!"


"Aku juga kesiangan Tuan! Mana bisa membangunkanmu!" bantah Ken.


"Lalu bagaimana ini? Aku saja belum mandi. Ah.. Mana Mira malah memelukku erat begini. Mana aku tega menyingkirkan tangannya."


"Sial! Mau pamer hah!" ketus Ken yang hanya dibalas ketawa oleh Nathan di sana.


"Sudahlah, hari ini anda dirumah saja. Aku akan pergi sendiri!"


"Tapi Ken, itu pertemuan penting."


"Urusan ku! Akan makin terlambat jika menunggumu!"


"Ah, baiklah. Aku menyusul mu nanti siang."


"Terserah kau saja Tuan!" Ken cepat mematikan panggilannya. Bergegas keluar. Berlari ke mobil.


Kemudian dengan cepat mengemudi.


Hanya butuh sepuluh menit, Ken sudah memarkir mobilnya dengan rapi di depan Perusahaan milik mereka.


Ken kemudian cepat Turun dan berlari kecil ke dalam.


Saking terburunya.


Brug...!


Ken menabrak seorang Office Girl yang sedang berjalan membawa minuman di atas nakas.


Sebagian Minuman itu tumpah di baju Ken, dan jatuh pecah berantakan di lantai. Ken sangat marah, menoleh pada Office Girl itu.


"Bodoh sekali!" umpat Ken, mengusap kemejanya yang kotor dan basah.


Karena mengingat waktu, Ken tidak ingin peduli dulu langsung melangkah kembali. 'Ini urusan nanti.' pikirnya.


Tapi baru saja melangkah, kemeja Ken di tarik dari belakang.


"Hei Tunggu! Kau harus bertanggung jawab Tuan!" office Girl itu sudah berkacak pinggang.


"Dari pagi saya sudah bekerja sangat lelah. Dan kau! Menabrak ku tanpa tanggung jawab! Cepat bersihkan ini. Enak saja mau pergi!" teriak office Girl itu kembali.


Ken langsung memutar tubuhnya, matanya begitu memerah, menatap Gadis itu dari ujung kakinya sampai rambut.

__ADS_1


"Kau bilang apa tadi?" menggulung lengan bajunya.


"Tanggung jawab! Bersihkan ini semua! Tidak dengar! Atau aku akan.."


"Akan apa?" Ken mendekat.


"Akan menghajar mu! Kau pikir aku takut padamu meskipun kau seorang pria?" Gadis itu mengepalkan tinjunya, namun seorang rekannya langsung menarik tangannya.


"Rim.." menarik gadis itu ke belakangnya.


"Maafkan dia Tuan. Dia belum mengenal anda. Maafkanlah dia. Biar saya yang membersihkan ini semua." iba gadis rekannya itu.


"Siapa namanya?" Ken bertanya.


"Rimbun Tuan. Dia baru disini. Sungguh!"


"Pantas saja dia kurang ajar!"


"He, kau yang kurang ajar!" gadis itu menuding Ken dengan lantang.


"Rim, sudah!" rekannya langsung menghalangi.


"Kenapa kau membelanya Siska? Dia yang salah!"


"Rimbun! Kau cari mati ya? Dia itu atasan kita!" bisik sang rekan, geram.


"Bodok amat! Siapapun dia aku tidak takut. Bukan bos saja belagu. Memang dia siapa? Masih sama sama buruh kan? Jadi jangan nge_sok! Minta maaf!" kembali si Rimbun berteriak ke arah Ken.


Ken sungguh dibuat emosi oleh gadis itu, segera melangkah menghampiri.


"Tuan Ken, anda sudah datang?" beruntung, seseorang pria menghampiri Ken, membuat Ken langsung menoleh kepada orang itu.


"Ah, baiklah. Suruh tunggu sebentar. Aku harus berganti dahulu." sahut Ken sambil melirik sadis pada gadis yang langsung gemetaran itu.


"Awas kau!" sempat menuding dahulu kemudian Ken cepat melangkah kembali meninggalkan tempat itu.


"Jadi dia itu?" wajah Rimbun mendadak berubah pucat penuh frustasi. Kakinya masih terlihat gemetaran.


"Aku kan sudah bilang kalau dia itu atasan kita bodoh! Kau malah menantangnya!!!" teriak Siska.


"Tapi kau tidak bilang jika dia Tuan Ken. Aku kan tidak tau? Belum pernah melihat wajahnya???" rengek Rimbun.


"Aduh... Entahlah. Pikirkan sendiri keselamatan mu. Aku tidak mau terlibat!!"


"Mana bisa seperti itu Siska. Aku pasti akan dipecatnya. Bantu aku Siska." Rimbun terus merengek.


"Itu sudah pasti, kau akan dipecatnya secara tidak terhormat. Kau tau, Tuan Ken itu sangat kejam dan tidak punya toleransi. Apalagi kau ini hanya karyawan baru disini!"


"Aduh.. bagaimana ini? Tolong aku Siska, tolong aku. Kalau aku sampai dipecat, bagaimana nasibku, bagaimana dengan hutang hutangku, aku banyak hutang Siska." menarik narik lengan Siska.


"Ah..Mana ku tau. Bisa apa aku memangnya? Kau pikir pangkatku apa disini untuk bisa menolongmu? Huh, dasar bodoh. Cari masalah saja bisanya!" maki Siska , kemudian pergi.


Rimbun tidak bisa lagi merengek pada temannya itu, terduduk lesu sambil memunguti pecahan gelas di lantai.


"Sial sekali sih nasibku. Baru saja akan mendapatkan gaji lumayan, malah terseret masalah kembali." ratapnya.


"Kenapa sikap arogan ku ini tidak bisa hilang dari diriku sih? Harusnya aku tadi bersabar saja. Siapa pun yang menabrak ku tadi, jangan dihiraukan. Siapapun yang membuat masalah, Biarkan saja. Cari aman, agar aku tetap bisa bekerja. Ah.. terlambat!" rimbun sangat menyesali sikapnya tadi.


Sementara Ken,

__ADS_1


Sudah selesai mengganti kemeja putihnya dan segera menemui Tamunya di ruangan khusus untuk para Tamu bisnis mereka.


"Maafkan aku Tuan. Aku terlambat." ucap Ken menyapa dua pria dihadapannya.


"Hampir satu jam kami menunggumu Tuan Ken!"


"Ah iya. Sekali lagi aku minta maaf. Tuan Nath mendadak sakit. Muntah muntah pagi tadi saat kami siap berangkat. Sampai pingsan Tuan!" jelas Ken berbohong.


"Hah, benarkah? Lalu bagaimana keadaan Tuan Nath sekarang?" tanya Satu orang itu dengan nada cukup khawatir.


"Aku baru saja membawanya ke rumah sakit. Tidak apa apa, hanya salah makanan saja. Sudah lebih baik, Sekarang Tuan Nath sedang beristirahat di rumah. Makanya Tuan Nath tidak bisa datang. Dan akhirnya aku jadi terlambat begini." ucap Ken, memperjelas kebohongannya.


"Tidak apa apa Tuan Ken? Yang penting Tuan Nath baik baik saja."


Ken mengangguk. Hatinya ingin terpingkal.


'Maafkan aku Tuan Nath. Terpaksa... Semoga kau tidak sakit beneran.! Aku berdosa padamu Tuan..!' jerit hati Ken.


Akhirnya Metting mereka selesai,


Tidak ada yang dipikirkan Ken selain gadis laknat tadi. Segera menyuruh bawahannya untuk memanggil Rimbun.


Epilog.


Rimbun menekuk lututnya dilantai sambil terus mengiba dan meminta maaf.


"Maafkan saya tuan Ken. Ampuni saja! Saya mohon. Saya sungguh tidak tau jika anda Tuan Ken!"


"Apa peduli ku hah! Kau sudah membuatku marah!" bentak Ken, menoleh pada bawahannya.


"Pecat dia! Dan jangan memberi gaji sepersen pun!"


"Baik Tuan!"


"TIDAK Tuan! Jangan pecat saya.. Anda boleh memukul saya, memaki saya atau menghukum saya. Tapi tolong jangan pecat saya Tuan! hiks..hiks..!" gadis itu menangis keras.


"Diam! Serat dia keluar!"


Pria itu langsung menurut, menarik tangan Rimbun.


"Ayo Nona Rimbun. Anda harus keluar."


"Tidak Tuan, tolong jangan pecat saya. Saya ini banyak hutang Tuan! Bagaimana saya mau membayar hutang hutang saya." Rimbun terus merengek, bertahan disisi pintu, ketika bawahan Ken menarik tangannya dengan paksa.


"Nona! Cepat, ayo keluar! Jangan membuat Tuan Ken semakin marah. Anda akan celaka!" ucap Pria bawahan Ken itu, terus menarik tangan Rimbun.


"TIDAK!!" Rimbun masih bertahan, menoleh pada Ken yang tersenyum sinis.


"Tuan Ken! Kau benar benar tidak punya hati. Memperlakuan orang miskin seenak jidat anda. Saya akan menyumpahi anda kalau begitu! Lihat saja. Anda akan datang sendiri kepada saya dan minta maaf! Lihat saja!" jerit Rimbun.


"Hah, bringsik!" Ken langsung mendorong tubuh gadis itu dan segera menutup pintunya.


"Buahahaha..." Seketika Ken tertawa geli.


"Menyumpahi ku? Dasar gadis gila. Sudah dekil kurang ajar pula!" duduk menyandar di kursinya.


"Aku yang akan mendatanginya dan meminta maaf? Pemikiran yang tidak normal. Jangan jangan gadis itu benar-benar sudah Gila!"


____________

__ADS_1


__ADS_2