![Ku Rebut Istrimu]](https://asset.asean.biz.id/ku-rebut-istrimu-.webp)
Mereka sudah berada di mobil yang melaju dengan sengaja di lambankan oleh Nathan.
Sesekali melirik istri orang yang berada disampingnya itu.
Yang dilirik masih terlihat diam, entah kenapa. Mungkin Mira masih memikirkan pertemuan tidak sengajanya tadi dengan suaminya, tentu ada ketakutan dihatinya. Coba saja jika Nathan tidak ada. Bisa jadi Mira sudah berada di rumah Ricard kembali. Rumah yang merupakan Neraka baginya itu.
"Kau tidak apa apa?" tanya Nathan, menatap Mira sebentar.
Mira hanya menggeleng saja.
"Maafkan aku, sudah berbuat kasar pada suamimu tadi."
"Aku malah ingin menginjaknya Nath."
"Hah!" Nathan tercengang, kemudian terkekeh.
"Jangan Mira! Harusnya tidak boleh."
"Kenapa? Aku membencinya Nath. Kau tidak tau bagaimana dia memperlakukan aku selama ini. Apalagi jika mengingat dia menyuruh pria pria itu membawaku. Aku sungguh sakit."
"Maka dari itu, harusnya tidak boleh. Tidak boleh ragu maksudnya.Haha..!" Nathan tertawa.
"Nathan! Kau selalu bercanda di saat serius." Mira memukul kecil lengan Nathan.
"Kenapa tadi kau tidak melakukannya jika ingin menginjaknya?"
"Kaki ku kecil, mana bisa menyakitinya." Sahut Mira.
"Aku bisa memegangi tubuhnya, bila kau mau. Kau bisa menginjaknya sesuka hatimu, seperti dulu dia pernah menginjakmu." ucap Nathan.
"Tapi baiklah, kau tidak perlu menginjaknya sayang. Dia sudah sakit dan malu di depanmu karena kenyataan yang harus ia ketahui tadi. Bahwa aku yang ada di belakangmu selama ini. Saat ini dia pasti sedang menyesal. Dan ketar ketir menanti tuntutanmu dan dariku kelak."
"Kau benar." sahut Mira membenarkan ucapan Nathan, melihat ekspresi wajah Ricard tadi yang begitu terkejut dan panik ketika melihat Nathan dan mendengar seluruh ocehan dari Nathan.
"Bagaimana tadi? Kekasihmu ini keren kan?" Nathan kembali menggoda Mira.
"Kau keren. Sangat keren. Mana ada coba orang lain sepertimu. Berani mengakui langsung di depan suami selingkuhannya. Sudah merebut, malah mengancam dan marah marah pula."
Nathan kembali tertawa mendengar itu.
"Sudah pernah ku bilang, aku akan mengatakan itu di depan suamimu."
Mereka kembali tertawa.
"Ah Nath, kita pulang saja ya? Aku sepertinya tidak ingin jalan jalan dulu hari ini. Lain kali saja." pinta Mira.
Nathan mengangguk saja. Ia paham dengan perasaan Mira, walau bagaimanapun juga Mira baru saja bertemu dengan suaminya. Itu pasti sudah mengganggu mood nya.
Nathan meraih tangan Mira. Membawanya ke pipinya.
"Semua akan baik baik saja. Kau tidak boleh khawatir lagi." ucap Nathan, sesekali mencium tangan Mira.
Mira mengangguk kecil."Terkadang aku masih khawatir. Aku takut Ricard mencelakaimu."
sorot mata Mira masih menyimpan kekhawatiran yang cukup.
"Itu tidak mungkin terjadi. Kau percaya kan?" Nathan menggenggam tangan Mira dengan satu tangannya.
Mira hanya mengangguk.
"Kau sudah menelpon Ayahmu?" tanya Nathan.
"Sudah kemarin."
"Bagaimana kabarnya?"
"Jauh lebih baik Nath. Kaki Ayah, sudah bisa bergerak. Terimakasih sudah menyewa dokter khusus untuk Ayahku." ucap Mira.
Nathan mengangguk, "Tidak apa apa. Semoga Ayahmu cepat sembuh seperti sedia kala."
__ADS_1
Mira tersenyum di iringi anggukan. Dia begitu bersyukur dipertemukan dengan Nathan. Wanita mana yang mampu menolak pria ini? Sudah tampan, baik, perhatian, kaya pula. Dan tanggung jawabnya itu begitu besar.
'Aku sungguh beruntung. Di cintai oleh Nathan.'
"Mira. Kau harus sering sering menghubungi Ayahmu. Pakai hp yang ada dikamar itu. Lakukan panggilan video juga, agar Ayahmu bisa melihat jika kau baik baik saja disini. Jika kau sering menghubunginya,kau juga bisa mengetahui perkembangan kesehatan Ayahmu kan?"
"Iya Nath. Tapi maafkan aku, aku belum menceritakan tentang kita."
"Jangan. Kau jangan menceritakan apapun dulu padanya, nanti itu hanya akan membuatnya kepikiran. Jika waktunya sudah tiba, kita akan menceritakannya bersama. Aku akan mengantarmu pulang. Aku akan menemui sendiri Ayahmu secara langsung." sambil menciumi tangan Mira.
A.. Sungguh, hati Mira ingin berteriak kencang saking senangnya. Kekhawatirannya terkalahkan oleh ucapan Nathan yang selalu mampu membuatnya terbang ke awan itu.
Epilog.
Hampir saja Ken tersedak minuman yang baru saja ia teguk itu. Minuman dari mulutnya sampai keluar.
"Uhuk... uhuk...!" terbatuk batuk.
"Tenangkan hatimu Ken. Anteng no piker mu Le..! Ayolah!" canda Nathan, sambil menepuk nepuk punggung Ken.
Ken menoleh, melirik Nathan.
"Buahahaha...ha..ha..ha....!" seperti prediksi kita, Ken tertawa terbahak bahak. Saking terbahaknya sampai mengeluarkan air mata sambil memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa terlalu keras.
"Hust.. Ken. Lihat Mira, dia ikut tertawa karena kau." menunjuk Mira yang sedang memeriksa hasil belanjanya tadi di sofa lain, juga tertawa melihat tingkah Ken.
"Aku sungguh tidak bisa membayangkan ekspresi wajah Ricard seperti apa tadi saat anda memakinya."
"Sudah ku bilang, persis apa yang kau peragakan. Mana mungkin.. Mana mungkin!"
"Huahaha..!" Ken kembali tertawa.
"Astaga... hadeh!" Ken mengatur nafasnya.
"Berarti anda tadi membacot panjang lebar padanya?"
"Bukan hanya membacot, tapi banyak bacot!"
"Bedebah kau Nath! Aku akan menghancurkan mu! Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia!" Nathan meniru ucapan Ricard tadi.
"Lalu ku jawab, Aku tunggu! Kita lihat saja nanti. Siapa yang akan hancur! Lalu ku tepuk bahunya, eh langsung di tepisnya tanganku dengan kasar. Kurang ajar kan dia!"
"Dia memang kurang ajar. Jika aku berada disana, aku pasti sudah meludahi mulutnya." ucap Ken.
Mereka kembali tertawa menistakan Ricard.
Jika disini, Nathan, Ken dan Mira sedang menertawakan kejahatan Ricard yang selalu gagal. Lain yang terjadi di tempat Ricard.
Pria itu membanting semua barang yang ada di kamarnya. Marah, kesal sekaligus malu bercampur di dadanya.
"Brengsek kalian! Argh.....!"
"Apa yang harus aku lakukan?" Ricard nampak berpikir keras.
"Apa aku perlu mengatakan pada semua orang tentang skandal Nathan dengan Mira?"
"Tapi, Kalau sampai Nathan mengatakan pada semua orang dan teman temanku tentang pernikahan ku dengan Mira. Bisa gawat! Itu akan menghancurkan nama baikku dan Perusahaan ku. Bisa bisa mereka akan menjauhi ku dan menghentikan kerja sama denganku."
"Dasar sial! Nathan! Dia selalu jauh di depanku." kembali mengumpat.
Ricard meremas rambutnya.
"Ken. Pria itu. Aku harus menyingkirkannya terlebih dahulu jika ingin menghancurkan Nathan. Pria itu, ya.. Ken yang selalu ada di samping Nathan, seperti memiliki seribu mata."
"Baiklah. Aku harus mencari cara untuk menyingkirkan Ken!" Ricard mengepalkan tangannya, kembali membanting barang yang ada di kamarnya.
"Ric, kau kenapa?" tiba tiba Kayla muncul dan menahan tangan Ricard.
" Ya Tuhan Ric, Apa yang terjadi?" Kayla nampak bingung melihat kamar itu sudah berantakan.
__ADS_1
Ricard menoleh,
"Kayla. Kau tau, aku tadi bertemu dengan wanita sialan itu!"
"Mira maksudmu?"
"Ya!"
"Lalu kenapa? Kalau hanya bertemu dengannya kenapa kau sampai seperti ini Ric?"
"Apa kau tau, siapa yang sudah mendukung Mira hingga dia berani kabur dariku dan menentang ku?"
Kayla menggeleng.
"Nathan. Nathan yang selama ini di belakangnya, Kayla!" ucap Ricard keras.
Kayla pun sempat terkejut. "Kau tidak salah Ric? Tapi bagaimana mereka bisa bertemu dan dekat? Dan mana mungkin Nathan mendukung Mira yang hanya wanita biasa itu?" tanya Kayla penuh rasa tak percaya.
"Aku juga tidak mengerti. Tapi apa kau ingat saat kita kerumah Nathan waktu itu?"
"Ya. Ada apa memangnya?"
"Wanita yang kita lihat di ujung tangga itu. Yang Nathan bilang kekasihnya itu? Dia Mira. Ternyata Mira, Kayla!"
"Hah! Yang benar Ric?"
"Sungguh Kay. Mira itulah kekasih Nathan! Pacar Nathan yang dia maksud!"
Kayla sungguh tercengang. "Mana mungkin Ric, mana mungkin Nathan menyukai gadis desa macam Mira? Sungguh mustahil!"
"Tapi itu kenyataannya Kay, lebih parahnya lagi, Nathan sudah tau tentang Mira. Jika Mira itu adalah istriku. Dia tau tentang pernikahan kami dan dia yang membantu Mira untuk menggugat cerai aku sampai menyewakan Mira seorang pengacara!"
"Apa?" suara terkejut milik Cesilia yang baru saja masuk.
Keduanya seketika menoleh. Sama sama terkejut juga.
Ricard langsung menoleh pada Kayla.
"Kau mengajak Cesilia?"
"Maafkan aku Ric,"
"Kenapa tidak bilang dari tadi bodoh!" umpat Ricard semakin emosi.
"Aku sudah menyuruhnya menunggu di bawah." sahut Kayla.
Kayla langsung menghampiri Cesilia.
"Ces, kenapa kemari?"
Cesilia langsung menatap asing pada Kayla dan Ricard secara bergantian.
"Kay, jadi Ricard... Dia.. Sudah beristri?" menunjuk Ricard yang hanya bisa terbungkam.
"Ces, dengarkan aku. Ini tidak seperti yang kau pikirkan." ucap Kayla.
"Kalian menyembunyikan hal sebesar ini dari kami semua? Hah! Ada apa ini sebenarnya Kayla? Atau karena inilah pernikahan kalian ditunda?"
"Ces, dengarkan aku dulu. Ku mohon, hanya kau saja yang mengetahuinya. Plise Ces. Kau teman kami bukan?"
"Kalian benar benar sudah gila. Kau gila Kayla. Kau tidak waras. Mempertahankan hubungan dengan orang yang sudah beristri!" Cesilia menunjuk Ricard lalu melangkah pergi.
"Ces, tunggu!" Kayla langsung menyusul.
"Argh....!" Ricard kembali berteriak.
"Kacau semua!"
________________
__ADS_1
[ Jangan lupa like, dan komentar yang banyak kakak! Biar Author semangat untuk Update]