Ku Rebut Istrimu]

Ku Rebut Istrimu]
Para Pejantan Tangguh!


__ADS_3

Flashback!


Ken berziarah ke makam kedua orangtuanya.


Duduk bersimpuh diantara dua batu nisan. Terdengar Khusuk memanjatkan doa doa.


Cukup lama, hingga kemudian mengusap kedua nisan itu.


"Ayah , Ibu. Lihatlah! Kami sudah berhasil. Perusahaan Edoardo, jaya di tangan kami. Maju dengan begitu pesat atas perjuangan kami." terdengar Ken berucap.


"Aku berdiri di sisi tuan Nath, bukan hanya sebagai pelayannya saja. Melainkan sebagai sahabat sekaligus saudara. Kalian tidak perlu khawatir. Aku akan menemaninya sampai batas usiaku."


Ken terlihat berdiri.


"Aku pulang ya? Aku akan sering sering mengunjungi kalian." kemudian memutar tubuhnya untuk melangkah keluar TPU.


Baru saja hendak mendekati mobil, Ken menoleh. Mendengar suara isakan tangis seseorang di ujung sana.


Anak laki laki itu sedang terisak di atas gundukan tanah yang masih memerah. Pertanda jika kuburan itu baru.


"Ayah. Kenapa kau juga harus pergi? Kemarin Ibu, sekarang Ayah. Lalu, aku harus hidup dengan siapa? Kenapa tidak membawaku serta Ayah, Ibu!" meraung raung di atas gundukan.


Ken tak tahan melihat itu. Anak laki laki sekitar berusia sepuluh tahun itu tak berhenti meraung.


Ken mendekat, menepuk bahu sang anak laki laki.


"Kau itu laki laki. Kenapa cengeng sekali?"


Anak itu mendongak.


"Kakak. Saya tidak punya lagi orang tua. Saya sedih." jawab anak itu, menatap Ken dengan seksama dari ujung kaki hingga rambut Ken.


"Aku juga tidak punya orang tua lagi. Aku tidak bersedih seperti mu. Karena aku tau, Tuhan lebih menyayangi mereka." ucap Ken.


"Kakak bisa berbicara begitu karena kakak orang kaya. Orang tua kakak, mungkin meninggalkan banyak kehidupan yang layak untuk kakak. Tapi saya. Saya bahkan tidak ada tempat untuk pulang kemana." jawab anak itu berdiri dengan lantang.


Ken tergelak, menepuk bahu anak itu.


"Kau pikir, dulu hidupku seperti ini?" Ken sedikit berjongkok untuk mensejajarkan kepalanya dengan anak itu. Ken mengangkat dagu anak itu dengan telunjuk.


"Kita ini laki laki. Hidup sendirian tidak semenakutkan yang kau bayangkan. Jika kau mau dan punya tekad yang kuat. Maka kita akan menjadi pejantan yang tangguh! Tapi jika kita lemah dan tak punya keinginan untuk maju, maka kita akan jadi sampah yang diinjak manusia lain." ucap Ken , berdiri kemudian melangkah pergi memasuki mobilnya.


Ucapan Ken membuat anak laki laki itu tertegun. Rasa kagum pada sosok Ken begitu besar.


"Jika benar kakak itu hidup sendirian, dia sungguh keren! Bisa sesukses itu. Aku ingin sepertinya."


Suatu hari, Anak itu sengaja mencari keberadaan Ken.


Saat mengetahui jika Ken adalah Sekretaris Utama Perusahaan Edoardo. Sekertaris paling keren di kota itu, terbersit pikiran di otak anak itu untuk mengintip.


Selama seminggu, Anak itu terus mengamati langkah lebar Ken yang keluar masuk gedung perkantoran tanpa berani mendekat. Hanya sebatas mengamati dan mengagumi dari balik gerbang.


Hingga suatu sore, anak itu memberanikan diri menghadang mobil Ken saat keluar gerbang perkantoran.

__ADS_1


Ken tersenyum, masih mengenali wajah anak itu dengan baik. Ken pun turun dari mobil untuk menyapa.


"Apa yang kau perbuat? Apa kau ingin meminta uang padaku?" tanya Ken sedikit angkuh. Dia tau, jika selama seminggu ini anak itu terus menunggunya di gerbang. Ken sengaja tidak ingin menyapa. Menunggu keberanian anak itu untuk datang padanya sendiri.


"Kakak!" Anak itu mendekat. Menggenggam lengan Ken.


"Ajari Aku menjadi Pejantan Tangguh sepertimu."


Mendengar itu Ken tergelak.


"Apa kau bisa dipercaya?"


"Aku Berani bersumpah. Demi nama Ibu dan Ayahku. Jika kau bersedia mengajariku, maka aku akan mengabdikan sisa hidupku untukmu Kakak Tuan." anak kecil itu berlutut.


Ken tersenyum simpul, menatap anak itu. Entah kenapa, sejak pertama menemukan anak ini Ken sudah begitu tertarik dengannya.


Kemudian mengangkat bahu anak itu.


"Siapa namamu?"


"Fic." anak itu menjawab tanpa mengangkat wajahnya.


Ken kembali tersenyum. Mengangkat bahu Fic kecil. "Bangunlah!"


Fic kecil berdiri. Membalas tatapan mata Ken.


"Panggil aku Tuan Ken." Ken mengulurkan tangannya. Fic kecil menyambut dengan bangga.


"Tuan Ken!"


Sejak hari itulah, Ken membawa Fic ke rumah Nathan. Memperkenalkannya kepada Nathan dan seluruh penjaga serta pelayan yang saat itu hanya terdiri dari pria pria tangguh pilihan.


Hanya ada satu pelayan wanita saja pada saat itu, yaitu Bu Darsih. Wanita separuh baya yang merupakan pelayan peninggalan orang tua Nathan.


Sam kepala pelayan yang berusia sudah cukup renta. Serta Roy, ketua dari Genk anak buah Nathan juga yang berada di tempat lain.


Nathan menerima Fic secara baik, setelah Ken menjelaskan maksud dari tujuan Ken membawa Fic ke rumah besar itu.


Ken hanya ingin, punya satu orang yang bisa dijadikan andalannya.


Mendidik Fic dari kecil, sudah pasti akan membuahkan hasil sempurna nantinya.


Fic kecil kemudian hidup dengan baik di tengah tengah para pria hebat itu. Pria pria hebat yang senasib dengannya, Yatim piatu seperti dirinya.


Tumbuh sempurna dengan didikan kuat dari mereka.


Tanpa melanjutkan sekolah yang pernah berhenti di bangku kelas lima sekolah dasar saja, tak membuat Fic bodoh. Fic bahkan pintar melebihi anak SMA pada umumnya.


Didikan Ken dan Nathan yang super kuat dan ketat membuat Fic tumbuh lebih cepat dewasa dari usia yang sebenarnya. Bahkan pada saat berusia tepat lima belas tahun. Tubuh Fic sudah besar. Tinggi badannya sudah sejajar dengan Ken.


Dan saat itu, kepala pelayan Sam tutup usia. Fic mendapat kehormatan untuk menggantikannya.


Usia remaja, tak nampak di wajah dan tubuh Fic. Pikiran bocah pun, tidak ada sama sekali di sifatnya. Dewasa, pintar, sopan dan cekatan.

__ADS_1


Tubuhnya berotot dan kuat, otaknya cerdas dan lincah. Tak jarang Fic ikut turun tangan ke kantor jika Ken sedang membutuhkan bantuan.


Menggenggam pistol bahkan menggunakannya pun sudah menjadi keharusan yang ditetapkan untuk Fic.


Fic bisa diandalkan!


Fic bisa dipercaya!


Flashback Off.


"Jadi usia Fic sekarang, belum ada Delapan belas tahun?" Mira begitu tercengang saat mendengar Nathan bercerita tentang Fic.


"Benar Mira. Mungkin karena didikan baik fisik maupun mental begitu kuat untuknya, membuat Fic tumbuh dua kali lipat dari usia yang sebenarnya."


Mira jelas mengingat, bagaimana Fic pernah menyelamatkannya. Tembakan pistol dari Fic bisa begitu tepat mengenai tangan Ricard yang hampir saja melubangi perutnya.


Ketika Fic mengangkat tubuhnya dengan begitu enteng dan membawanya berlari ke mobil untuk membawanya ke rumah sakit.


Lalu raut wajah ketakutan dan cemas luar biasa dari Fic masih terbayang jelas di ingatan Mira. Dan tangisan Fic saat itu bisa menggambarkan usia remajanya.


Fic menangisi Mira sepanjang perjalanan. Takut Mira tidak selamat, takut mendapat murka dari Nathan.


"Tapi Fic pernah mengatakan padaku, jika ia sudah berada disini sejak orang tuamu masih ada?"


"Dia hanya bergurau Mira. Dia selalu mengatakan itu pada semua orang baru. Dia tidak ingin banyak yang tau asal usulnya. Sebagian orang hanya tau, jika Fic adalah anak dari Tuan Sam. Kepala pelayan milik Ayahku. Tuan Sam Sendiri yang menginginkan Fic untuk menggantikan dirinya. Selama itu, Tuan Sam sendirilah yang mengajari Fic tentang tugas Kepala pelayan." jelas Nathan.


"Ah, jadi begitu. Artinya hampir dari kalian semua adalah anak yatim piatu?"


"Tepat sekali. Haha, kami semua senasib." sahut Nathan.


"Fic juga pernah mengatakan, jika tidak pernah ada orang baru disini. Maksudnya semua adalah orang lama?"


"Ya. Semua orang lama. Yang di maksud orang baru hanya dari kerabat mereka sendiri yang kebanyakan menggantikan posisi mereka karena usia." kembali Nathan menjelaskan.


"Mulai hari ini Fic, akan mengantikan kami untuk sementara waktu di Perusahaan." ucap Nathan.


Mira mengangguk setuju.


"Fic pasti bisa di percaya Nath." menepuk halus punggung suaminya.


"Dia sama seperti kami, tidak memiliki orang lain selain kami."


Kini Fic, berdiri kokoh untuk Nathan dan Ken. Menggantikan mereka untuk mengawasi Perusahaan. Sementara Nathan dan Ken bisa fokus pada masa ngidam para istri tercinta mereka yang rewel.


_______


Kenapa membahas Fic?


Karena setelah cerita Istrimu Semangatku ini usai., akan ada karya baru yang langsung rilis.


Para Pejantan Tangguh milik Tuan Putri!


Apa peran Fic?

__ADS_1


Tentu penting sekali. Fic bukan sekedar figuran. Fic juga bukan sekedar Kepala pelayan lagi nantinya. Lalu siapa?


Tunggu di Season kedua.


__ADS_2