![Ku Rebut Istrimu]](https://asset.asean.biz.id/ku-rebut-istrimu-.webp)
Sudah sehari semalam Mira berada di ruang Perawatan itu.
Ken dan Fic, bolak balik untuk pergi dan kembali lagi ke rumah sakit. Mungkin ada hal yang mereka harus urus diluar sana.
Sementara Nathan, sedikitpun tidak bergeser dari sisi Mira, kecuali hanya mandi berganti dan kembali duduk di samping Mira.
Seperti sekarang ini, Nathan sudah ada lagi di samping Mira kembali, dengan tangan yang tak lepas dari jemari wanitanya itu.
Nathan melirik Fic yang sudah datang dari tadi.
"Apa Ken belum kembali?" tanya Nathan.
"Sebentar lagi Tuan, Tuan Ken sudah hampir sampai." jawab Fic.
"Oh." dengus Nathan.
"Sebaiknya Tuan Nath makan dulu. Biar saya yang berganti menjaga Nona." saran Fic.
"Mana bisa Fic. Aku sama sekali tidak bisa menelan makanan sedikitpun. Aku terlalu resah." jawab Nathan, tapi menatap Mira yang hanya tersenyum tipis padanya.
"Makanlah Nath. Kau akan sakit jika begitu." ucap Mira.
"Iya Tuan. Aku sungguh mengkhawatirkan kesehatanmu." Fic pun menambahkan.
"Tunggu Ken. Aku akan makan setelah Ken kembali."
Mendengar jawaban dari Nathan, mereka hanya bisa diam. Tidak bisa lagi memaksa Nathan. Padahal dari kemarin, dari pertama masuk ke rumah sakit ini, sedikit pun Nathan belum memakan apapun juga.
Terdengar pintu di buka. Mereka menoleh secara bersamaan. Ken muncul dari balik pintu, langsung mendekat dan duduk di samping Nathan.
"Bagaimana keadaan Nona?" Tanya Ken pada Nathan.
"Aku sudah lebih baik Ken." Mira yang menjawab.
"Ah, syukurlah. Kalau begitu, hari ini kita bawa Nona pulang, Tuan. Kita akan melanjutkan perawatan Nona di rumah saja. Itu akan lebih memudahkan kita untuk menjaganya." ucap Ken.
"Kau benar. Baiklah." Jawab Nathan, kini beralih pada Mira.
"Kita pulang sayang..!"
Mira hanya mengangguk pasrah. Dia sudah yakin pada pria pria itu. Mereka sudah pasti akan melakukan yang terbaik untuk dirinya.
"Kalau begitu, sekarang saja Tuan. Fic akan membantumu berkemas. Dan aku akan mengurus Administrasi nya." sahut Ken segera beranjak kembali.
Dan akhirnya mereka segera berkemas setelah Ken selesai berbicara pada pihak rumah sakit.
**
Tak begitu lama, Mobil yang di kendarai Ken sudah berhenti di depan Rumah Besar milik Nathan. Sementara Fic yang sudah pulang lebih awal dari mereka terlihat keluar dari pintu untuk menyambut.
Ken cepat membukakan pintu untuk Nathan yang sudah menggendong Mira.
Mira sempat melirik beberapa pelayan yang ikut menyambutnya. Terlihat oleh Mira, ada beberapa wanita disana dengan pakaian Pelayan diantara beberapa Pelayan Pria.
"Selamat datang kembali di Rumah Nona. Semoga Nona cepat pulih seperti sedia kala." ucap para pelayan Pria, yang hanya dibalas senyuman ramah dari Mira.
Dan dengan sigap Para Pelayan wanita itu mengikuti langkah Fic yang menyertai langkah kaki Nathan sampai ke kamar.
Fic membukakan pintu. Dan satu pelayan wanita masuk terlebih dahulu untuk menata bantal.
__ADS_1
"Silahkan Tuan." ucap pelayan wanita itu.
Nathan segera merebahkan tubuh Mira dengan posisi sedikit bersandar di tepian ranjang.
"Buatkan Susu hangat untuk Nona." perintah Fic pada satu Pelayan.
"Baik Tuan."
"Tuan. Aku harus ke dapur. Jika ada perlu, anda bisa memanggil segera." ucap Fic pada Nathan yang mengangguk saja.
"Kalian berdua, tinggal disini saja untuk menjaga Nona. " ucap Fic pada dua pelayan wanita yang masih tertinggal di situ.
"Suruh mereka keluar saja Fic. Aku bisa menjaga Nona sendiri." ucap Nathan.
"Ah baiklah Tuan." Fic akhirnya berlalu bersama para pelayan. Sementara Ken, baru saja melangkah masuk, dan menghampiri.
Ken menarik kursi untuk duduk di dekat Nathan. Menghela nafas kemudian tersenyum pada Mira yang juga tersenyum padanya.
"Bagaimana keadaanmu Nona? Apakah sudah lebih baik?"
"Iya Ken. Aku sudah lebih baik."
"Syukurlah. Cepat sembuh. Aku sudah tidak sabar melihatmu memakai gaun pilihan Tuan Nath." ucap Ken.
"Kau sudah menyiapkan Gaun untuk Kita?" Mira menoleh pada Nathan.
"Tentu saja. Tapi sayangnya, Ken harus mengundur harinya. Mengundur sampai kau benar benar pulih." sahut Nathan.
Mira hanya membalas dengan senyuman getir.
"Ken. Apa kau mengganti para pelayan dengan wanita wanita tadi?" tanya Mira.
"Darimana kau tau?"
"Fic, bicara padaku Mira. Dan Ken, langsung mencarikannya untukmu." sahut Nathan.
"Ah, iya. Terimakasih. Asal jangan memecat satu pun dari mereka."
"Ken tidak mungkin melakukan itu. Mereka orang lama dirumah ini. Jika pun harus memecat mereka, Ken akan menempatkan mereka ke tempat yang lebih baik, tentunya dengan gaji yang lebih dari disini."
Mira kembali tersenyum, lega setelah mendengar penjelasan Nathan.
"Tuan. Apa hari ini kau akan pergi?" tanya Ken yang tentu sudah dipahami langsung oleh Nathan.
"Ya. Lebih cepat itu lebih baik."
"Baiklah, kalau begitu aku akan membawa Rimbun kemari untuk menemani Nona. Rimbun bisa diandalkan. Dan kurasa mereka akan cocok. Sementara aku akan menemanimu."
"Siapa Rimbun Ken?"
"Dia.."
"Dia gadis yang sudah menyita hati Ken, Mira. Kau tau tidak ya, Jika sekretaris laknat ku ini sedang jatuh cinta pada gadis yang pernah menyelamatkan nyawanya tempo lalu." ucap Nathan.
"Benarkah?"
"Jangan dengarkan ucapannya Nona. Itu hanya fitnah."
"Kau bilang fitnah. Jika terjadi nyata. Aku tidak Sudi mengantarmu untuk melamarnya!" tuding Nathan.
__ADS_1
"Jangan begitu Tuan. Aku kan sudah membantumu mempersiapkan hari pernikahanmu lho..!" bantah Ken.
"Makanya.. Jangan munafik jadi orang. Aku tau siapa kamu itu. Fackboy berkelas. Mana mungkin bisa tunduk pada gadis pemulung macam Lebat itu jika bukan karena kau menaruh hati padanya."
"Rimbun Tuan. Bukan Lebat." bantah Ken lagi.
"Rimbun dan Lebat, bukan kah sama Mira?" Nathan mencari keyakinan pada Mira.
"Ah iya. Sama."
"Tuh kan. Sama Ken. Kira kira apanya yang lebat ya?"
"Nath, kau ini. Tidak sopan!" Mira menyodok perut Nathan.
"Kau ingin tau Tuan?" bisik Ken.
"Hah! Kau sudah melihatnya? Astaga..!" Nathan mendelik.
"Hus.. bukan itu."
"Lalu?"
"Yang Lebat hutangnya. Aku sampai geleng kepala."
Nathan terbahak. "Haha.. Kupikir kau sudah mengintip, apanya yang lebat." kedua pria itu tertawa menistakan Rimbun.
"Kalian ini? Sudah sinting!" umpat Mira, yang akhirnya ikut tertawa juga.
"Apa kau tau Mira. Yang namanya Rimbun itu. Gadis pemulung dengan rambut keriting dan kulit sawo matang. Tapi sekarang setelah di make over oleh Ken, jadi cantik sekali. Ken tergila gila padanya. Sayang nya, gadis itu sangat kurang ajar pada Ken. Kau tau, baru pertama ini Ken tunduk pada seorang gadis yang suka menuding hidungnya."
Ketiganya tertawa tawa.
"Ken, mengikuti jejak mu Nath. Bucin." ucap Mira, di sela ketawanya.
"Kita bucin Ken. Astaga!" kembali mereka tertawa.
Kemudian seketika mereda tertawanya, ketika deringan hp milik Ken berbunyi.
Ken cepat menyisih untuk mengangkatnya.
"Kita pergi sekarang Tuan." ucap Ken setelah mengangkat panggilan.
Nathan mengangguk, menoleh pada Mira.
"Kami akan ke kantor sebentar. Ada urusan penting. Sudah itu langsung pulang, sambil Ken menjemput Rimbun untuk menemanimu." ucap Nathan.
Mira mengangguk. "Kau harus makan dulu Nath."
"Ya. Di kantor nanti, aku akan makan. Percayalah." Nathan mencium lama kening dan wajah Mira sebelum beranjak.
Ken hanya bisa menatap itu, sambil hatinya dipenuhinya rasa iri.
'Kapan aku bisa mencium Rimbun seperti itu.'
'Haha.. Kenapa pikiran ku sejauh itu. Aku sudah Gila!'
Ken memutar tubuhnya dan keluar dahulu dari kamar Nathan.
___________________
__ADS_1