![Ku Rebut Istrimu]](https://asset.asean.biz.id/ku-rebut-istrimu-.webp)
Bulan sudah berganti, kemudian berganti lagi. Kesusahan dan kerepotan dua pria hebat itu sudah terlewatkan.
Tiga bulan ini sudah berlalu, kini mereka bisa bernafas dengan lega. Mira dan Rimbun sama sama tidak rewel lagi. Masa mengidam mereka sudah berakhir.
Baik Nathan maupun Ken telah terbebas. Bisa kembali ke Perusahaan lagi, pagi dan sore kembali.
Fic tentu juga bernafas lega, kembali menjadi kepala pelayan seutuhnya. Tidak seperti hari hari kemarin yang berat. Dua pekerjaan dobel yang berat harus ia tanggung. Perusahan dan juga rumah besar Nathan.
Mira terlihat segar bugar, dengan wajah semakin cerah dan badan sedikit mulai menggemuk.
Nathan sungguh menyukai perubahan itu. Tiap kali ingin memeluk istrinya. "Kau montok sekarang sayang. Aku jadi ingin terus memelukmu."
"Kau meledak ku?" matanya sudah melotot.
"Meledek bagaimana? Aku sedang memujimu Mira!"
"Pria itu kebanyakan suka wanita bertubuh seksi, yang langsing bukan gemuk!"
"Itu pria lain. Kalau aku tidak. Aku lebih suka kau gemuk! Empuk di peluknya." jawab Nathan, kembali memeluk.
"Jadi maksudmu? Kemarin kau tidak suka karena aku kurus?" kembali melotot.
"Astaga! Ya bukan begitu. Kau kurus, kau gemuk, gembrot sekalipun aku suka. Aku suka semuanya. Sangat suka." sudah merasa serba salah oleh ucapannya sendiri.
"Benar?"
"Iya."
"Sampai aku tua?"
"Sampai kau bongkok!" mencium pipi Mira.
"Yang benar, sampai aku bungkuk?"
"Tentu saja. Saat kau bungkuk nanti, aku juga sudah bungkuk. Jadi kita sama sama sudah bungkuk." keduanya kini tertawa penuh bahagia.
Lalu Rimbun,
Istri kecil sang Sekretaris itu tak lagi muntah. Semua sudah kembali seperti semula.
Namun ada yang aneh, Rimbun terlihat semakin kurus. Padahal porsi makannya lebih banyak dari biasanya. Dua kali lipat malah!
Perutnya lebih besar dari ukuran usia kehamilan yang sebenarnya. Dua kali lipat juga, saat ini kandungannya baru memasuki bulan ke empat. Namun seperti sudah tujuh bulan saja.
Di tunjang dengan tubuh semakin kurus dan wajah yang semakin hari semakin memucat saja, Rimbun seperti orang yang sedang sakit.
"Sayang.. apa kau baik baik saja?" Ken sering bertanya dengan nada khawatir.
"Aku baik baik saja. Kenapa?"
"Apa tidak merasakan keluhan apapun?" Ken kembali bertanya, masih dengan nada khawatir.
"Ya. Aku terus merasa kelaparan. Padahal aku makan sudah sangat banyak. Aku juga merasa lemah sekali Ken?"
Ken duduk disisi Rimbun. Kemudian meraih tubuh Rimbun, beberapa kali mencium kepala istrinya. Mengelus perut buncit Rimbun.
"Hari ini aku akan mengajakmu ke rumah sakit. Aku hanya ingin tau keadaanmu dan bayi kita saja agar aku tenang."
Rimbun hanya mengangguk.
Kemudian Ken melangkah untuk menemui Nathan.
Kedua pria itu sudah duduk berhadapan di ruang tengah.
"Aku mengkhawatirkan keadaan Rimbun. Dia makan sangat banyak Tuan! Tapi tubuhnya semakin hari semakin melemah. Rimbun juga selalu kelaparan, aku jadi khawatir." ucap Ken.
Nathan masih terdiam, seperti sedang berpikir.
"Nona Mira terlihat sangat bugar, badannya juga menggemuk. Setahuku, semua wanita hamil akan menggemuk. Bukan malah mengurus seperti Rimbun?" Ken kembali bicara.
"Kau benar Ken. Kita patut mencurigainya. Perut istrimu juga sangat besar untuk usia kehamilannya saat ini. Bukan kah mereka berdua hanya beda dua Minggu saja?" kata Nathan membenarkan kekhawatiran Ken.
"Tuan. Aku takut, Rimbun tidak hamil. Tapi Rimbun... " Ken menjeda kalimat.
"Bagaimana kalau Rimbun sakit?"
"Mulut mu Ken!" Nathan cepat memotong.
"Bukankah Rimbun sudah melakukan USG. Dokter sudah memastikan jika istrimu hamil!"
"USG dalam trimester pertama belum tentu jelas Tuan! Karena belum terlihat bagaimana bentuk sang janin. Apalagi saat itu, baru satu bulan kehamilan." jawab Ken.
"Kalau begitu, kita bawa Istrimu ke rumah sakit sekarang." Nathan berdiri, disusul Ken yang langsung mengangguk.
Keduanya kini melangkah ke kamar masing masing. Dan tidak lama kemudian sudah kembali keluar bersama sang istri tercinta.
Dua pasangan suami istri itu kemudian melangkah pasti untuk ke Rumah sakit guna memeriksakan kandungan Rimbun kembali.
"Ken, bagaimana jika aku tidak hamil? Bagaimana jika ternyata ini bukan bayi?" Rimbun mengelus perutnya.
Ken menoleh, menarik nafas berat. Kemudian meraih tangan Rimbun dengan tangan kirinya. Menariknya untuk membawanya ke pipi.
__ADS_1
"Apapun yang terjadi, tidak perlu takut! Ada aku Jelek! Aku bersama mu. Jangan takut. Kita akan mengahadapi semua ini sama sama."
Nathan dan Mira yang duduk di jok belakang mereka sedih mendengar obrolan mereka.
"Nath, Rimbun."
"Jangan dulu berpikiran buruk Mira. Kita lihat saja nanti. Semoga semua baik baik saja."
Epilog!
Mereka sudah berada di Ruangan Khusus rumah'sakit. Nathan dan Mira menunggu diluar. Sementara Ken dan Rimbun berada di dalam ruang pemeriksaan.
Dokter sudah mulai melakukan USG pada kehamilan Rimbun. Setelah beberapa saat, Dokter wanita itu menoleh pada Ken yang duduk di ujung dekat kaki Rimbun.
"Apa yang terjadi pada istriku Dok?" Ken cepat berdiri dan mendekat.
Dokter mengulas senyum.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan Tuan Ken."
"Apa istriku benar benar hamil?" Ken kembali bertanya.
"Tentu saja. Istri anda benar benar hamil, hanya saja.."
"Hanya apa?" Ken tak sabar lagi.
"Nona Rimbun, mengandung bayi kembar tiga sekaligus! Ini luar biasa Tuan!" Dokter merasa kagum.
"Hah, apa?" Ken sontak tercengang. Rimbun yang masih dengan posisi terbaring pun langsung menoleh.
"Lihatlah Tuan. Ada tiga janin di dalam rahim Nona." menunjuk Portabel 4D dihadapannya.
"Jadi istri ku hamil tiga bayi kembar sekaligus?"
"Benar Tuan! Itu sebabnya, perut Nona lebih cepat membesar dan Nona merasa lemah."
Dokter itu berdiri, dan menyisih. "Saya akan membuatkan beberapa resep Vitamin untuk Nona. Agar Nona tetap bisa bugar selama kehamilannya ini."
"Ken. Bayinya kembar tiga?" wajah Rimbun memucat. Kini duduk di sisi ranjang.
"Iya Jelek. Kau hamil bayi tiga sekaligus. Ah, senangnya aku! Anakku nanti langsung tiga!" Ken memeluk Rimbun dengan Bahagia.
"Apa nya yang senang!" Rimbun mendorong tubuh Ken.
"Rim, kau tidak senang?" Ken menatap wajah istrinya yang bersungut-sungut itu.
"Aku tidak mau Ken? Masa iya aku harus melahirkan dan merawat tiga bayi sekaligus?" memukul mukul dada Ken.
"Ah baiklah, jika kau tidak suka. Aku akan membuang dua bayinya nanti setelah kau melahirkan. Aku bisa memberikan pada orang lain, atau menaruhnya di Panti Asuhan."
Seketika mata Rimbun membulat!
"Kau bicara apa? Kau akan membuang anak mu sendiri Ken? Kau tidak waras!" Rimbun meninju bahu Ken dengan cukup keras.
"Orang tua macam apa kau ini! Kau tega!" Rimbun menjerit.
"Bagaimana lagi? Ibunya keberatan." sahut Ken, mengusap bahunya.
"Hehe, aku kan hanya bercanda Ken. Aku tidak serius. Aku hanya sedikit syok saja tadi." sahut Rimbun, dia merasa menyesal dan bersalah.
"Jadi kau mau menerima Mereka?" Wajah Ken begitu riang.
"Tentu Ken, mereka kan anak kita. Mau kembar Lima juga tidak apa apa."
"Ah, Jelek ku!" Ken memeluk Rimbun.
"Aku Bahagia, aku senang. I love you jelek. Aku mencintaimu. Aku mencintai mereka." Ken mengangkat wajah Rimbun. Menciumnya beberapa kali lagi.
"Tidak usah khawatir. Kita akan merawat dan menjaga mereka bersama. Kau tidak akan kesusahan. Percayalah padaku."
"Aku percaya Ken. Aku percaya." kini Rimbun tersenyum.
Nathan dan Mira , rupanya sudah berdiri di belakang mereka.
"Bayi kalian kembar?" Nathan bertanya.
"Tuan." Ken menoleh.
"Benarkah bayi kalian kembar?" Mira kini yang bertanya.
Ken dan Rimbun mengangguk bersamaan.
"Rimbun, mengandung bayi kembar tiga sekaligus Tuan."
Nathan dan Mira sama terbelalak.
"Kau keren Ken. Kau hebat. Luar biasa!" Nathan tiba tiba memeluk Mira.
"Semoga bayiku juga kembar!"
"Nath!" Mira mengguncang lengan Nathan.
__ADS_1
"Eh, tidak. Maksudku, kembar atau tidak, bukan masalah. Ah, tapi aku senang mendengarnya. Aku senang Ken! Kau hebat!"
Mereka terlihat sangat bahagia.
"Laki laki atau perempuan?" Nathan kembali bertanya.
Belum sempat Ken menjawab, dokter sudah masuk kembali ke dalam ruangan itu.
"Usia kandungan Nona Rimbun, baru memasuki 16 Minggu. Jenis kelaminnya belum terlihat begitu jelas Tuan! Jadi untuk memastikannya kita perlu menunggu usia kehamilan sekitar 18 Minggu." Dokter yang menjawab.
"Perlu di ketahui bahwa Nona Rimbun mengandung bayi kembar yang tidak identik. Dalam artian, jenis kelamin bayi bisa saja berbeda jenis dan berbeda wajah. Lain dengan kembar identik yang pada umumnya akan berjenis kelamin sama, dengan wajah yang mirip juga." tutur sang dokter.
"Apapun itu Dok. Tidak masalah bagi kami. Mau kembar Indentik ataupun tidak. Mau perempuan semua , laki laki semua atau berbeda. Yang penting semua calon Bayiku dan istriku sehat." jawab Ken.
Dokter tersenyum, menyerahkan resep untuk Rimbun.
"Saya sarankan, Nona Rimbun untuk melakukan operasi Caesarr dalam kehamilan 36 Minggu saja. Usia itu sudah cukup untuk melakukan tindakan Caesar tanpa harus menunggu waktu kelahiran normal atau kontraksi datang. Agar kondisi Nona Rimbun tidak terlalu payah. Karena walau bagaimanapun juga, Nona Rimbun mengandung bayi kembar tiga sekaligus. Itu memang berpengaruh pada kondisi kestabilan kesehatan sang Ibu. Apalagi, Nona Rimbun saat ini kondisinya terbilang cukup lemah." ujar Dokter.
"Bagaimana baiknya saja Dokter. Kami akan menurut." jawab Ken yang juga disetujui oleh semua.
Epilog!
Mereka melangkah Kembali kerumah dengan senyum bahagia yang tidak surut dari bibir.
Ken, begitu bahagia. Tanpa ada sedikitpun rasa cemas atau khawatir saat nanti harus merawat tiga bayi sekaligus.
Dalam hati Mira, sedikit takut. Takut bayinya ikut kembar juga. Diam diam, Mira berdoa agar bayinya hanya akan satu saja.
____
Hari berganti begitu lambat bagi mereka. Baik Nathan maupun Ken sama sama gelisah menunggu setiap bulan yang mereka lewati.
Ada sedikit kekhawatiran di hati Nathan, jika bayinya kelak perempuan. Siapa yang akan menjadi Penerusnya? Sementara Ken sendiri sudah pernah berjanji, jika Nathan gagal mempunyai Seorang Putra, walaupun Ken yang berhasil memiliki Putra sekali pun, tidak akan mungkin menjadikannya sebagai Penerus untuk perusahaan Edoardo.
Ken sudah memegang sumpahnya, untuk setia berdiri di sisi Nathan bahkan untuk keturunan mereka. Dalam arti, apapun itu, tetap hanya berdiri di samping. Bukan di depan!
Hingga waktu yang di tunggu itu benar benar tiba.
Tibalah waktunya untuk Rimbun melakukan Operasi Caesar yang sudah mereka sepakati dari awal.
Operasi pun berjalan lancar tanpa hambatan. Dan tiga bayi kembar milik Ken tenyata berjenis kelamin laki laki semua!
Senyum kemenangan terukir di ujung bibir Ken dan Nathan.
"Selamat datang, calon Pria Pria Tangguh. Selamat datang di dunia Kalian yang penuh tantangan ini!" Tangan lebar Nathan menerima salah satu dari bayi Ken.
Mira ikut tersenyum. "Bagaimana jika bayimu juga laki laki Nath?"
"Bagus donk. Artinya mereka akan menjadi Empat Serangkai! Bukankah itu keren? Perusahaan Edoardo, akan mempunyai penerus Empat serangkai." ucap Nathan dengan bangga.
Itulah, pemikiran Nathan yang sengaja ia buat untuk menenangkan hatinya sendiri. Hingga di kemudian hari, saat tiba hari persalinan Mira yang menegangkan bagi semua.
Ken, Rimbun sama tegangnya. Harap harap cemas menunggu perjuangan Mira di dalam sana dengan persalinan Normal tanpa ingin menjalani Operasi Caesar dari awal.
Erangan Mira terdengar berkali kali, membuat Mereka semakin menegang.
Nathan yang berada di dalam sana. Duduk meremas rambutnya sendiri. Tiap kali Mira mengerang, seluruh saraf di tubuh Nathan seperti tercabut saja.
Rasa takut, cemas, khawatir bercampur menjadi satu. Tapi Nathan tetap berusaha tegar, menutupinya dengan sangat rapat. Sesering mungkin mengusap keringat dingin di wajah dan leher Mira.
"Sayang. Apa kau masih kuat?" mencium kepala Mira.
"Iya Nath. Tidak usah khawatir. Aku kuat!"
Hingga saatnya tiba. Teriakan panjang dan kuat dari Mira menggelegar menembus tembok. Disusul tangisan bayi yang seketika pecah memenuhi Ruangan.
Dokter tersenyum lega.
"Selamat Tuan. Bayi anda lahir dengan sempurna." mengangkat bayi di tangannya.
Tidak bisa lagi berkata apa apa, Nathan seketika memeluk Mira dan menumpahkan air matanya. Sedari tadi dia sudah menahan itu.
Tidak mempedulikan bayinya, Nathan terus mendekap Mira.
"Sayang, kau berhasil. Kau berhasil. Maafkan aku. Maafkan aku, kau harus berjuang sesusah itu demi melahirkan anak ku. Maafkan aku Mira." Tersedu.
"Nath. Jangan menangis, aku tidak apa apa. Aku baik baik saja." Mira bersuara pelan.
"Ah iya Sayang. Kau wanita yang kuat. Kau tangguh Mira. Terimakasih sudah melahirkan anakku." Nathan masih menangis, tapi kali ini tangisan bahagia.
"Tuan. Bayi anda Perempuan." Suster mendekat, mengulurkan bayi Nathan yang sudah selesai di bersihkan.
Nathan segera menyambut, setelah menyeka air matanya. "Putriku." Nathan tersenyum. Menoleh pada Mira.
"Rupanya kau gagal Nath. Bayimu perempuan."
"Siapa bilang Tuan Nath gagal!" Ken dan Rimbun sudah berdiri disana. Berjalan mendekat.
"Tidak perlu khawatir Tuan, Nona. Ada Calon Para Pejantan Tangguh yang akan setia menjaganya untuk tetap menjadi Pemimpin sejati, Penerus Perusahaan Edoardo!"
"Kau benar Ken! Para Pejantan Tangguh Milik Tuan Putri!"
__ADS_1
\_Tamat\_