Ku Rebut Istrimu]

Ku Rebut Istrimu]
Playboy Cap Curut!


__ADS_3

Sekitar jam Enam Sore,


Tidak seperti biasa. Ken sudah duduk dihadapan Nathan Dan Mira bersama Rimbun. Nathan dan Ken duduk berhadap-hadapan. Begitu juga dengan Mira dan Rimbun.


Mimik wajah yang nampak begitu serius terlihat pada Ken.


"Bagaimana Ken? Apa kau benar benar serius jika malam ini juga kita akan melamar Rimbun?" Tanya Nathan, pria itu ingin terkikik dalam hati. Serasa menjadi orang tua pengganti bagi Ken.


Ken melirik Rimbun. Gadis itu nampak begitu santainya. Dengan sesekali tergelak tanpa beban, bercanda dengan Mira.


"Ah, iya Tuan. Kurasa, lebih cepat itu lebih baik."


"Tapi kenapa harus terburu buru. Apa kau tidak perlu persiapan khusus?" tanya Nathan, lagi.


Ken menarik nafas, sekali lagi melirik Rimbun yang masih saja asyik dengan Mira.


"Al', Kakak kandung Rimbun, sepertinya kurang menyukaiku. Jika dibiarkan berlama lama, aku sedikit khawatir jika pria itu akan menghalangi hubungan ku dengan adiknya."


"Benarkah?"


"Sella itu, salah satu dari teman Al'. Ya mungkin, dia banyak bercerita tentang aku pada Al'. Itu sebabnya, Al' jadi membenciku." jelas Ken.


Nathan kali ini tergelak.


"Kenapa tertawa?" Ken langsung melotot.


"Tidak. Aku hanya sedikit khawatir. Masa lalu mu akan membuatmu kesulitan dalam mendapatkan hati keluarga Rimbun."


"Itu tidak penting Tuan. Yang terpenting adalah, Rimbun sudah mau menerima aku. Dan masalah masa lalu ku, Rimbun sudah tau sejak awal. Dia sudah tau alasanku punya banyak pacar." jelas Ken.


"Ah iya. Kau benar Ken. Yang terpenting adalah Rimbun sendiri. Jika dia menerima mu apa adanya, maka itu tidak akan sulit."


"Baiklah. Jika tidak butuh persiapan khusus, maka malam ini kita akan pergi ke Rumah keluarga Rimbun untuk melamarnya."


Mendengar ucapan serius dari Nathan, Mira dan Rimbun menghentikan obrolan tidak penting mereka. Kini menoleh pada Kedua pria di samping mereka itu.


" Jadi ini serius Nath. Kita akan melamar Rimbun malam ini juga?" tanya Mira.


"Iya sayang? Kenapa? Kau keberatan?" Nathan menoleh pada istrinya.


"Mira. Apa kau sedih, karena dulu aku tidak melamar mu?" Nathan cepat meraih tangan Mira.


"Ah, mana mungkin Nath. Meskipun tidak ada acara lamaran khusus darimu, tapi kau kan secara langsung memintaku kepada Ayah. Dan kenangan di kampung saat itu, sungguh membuatku terkesan sekali. Apa kau tau, sampai kapan pun aku akan mengingat kejadian itu." jawab Mira.


Ken kini yang terkikik.


"Kenapa tertawa?" Ganti Nathan yang melotot ke arah nya.


"Bukan hanya Nona saja yang mengingat itu, aku pun selalu terkenang. Saat dimana seorang Nathan di pukuli habis habisan oleh calon mertuanya."


Ken dan Mira pun tertawa, sementara Nathan mengepal geram dengan bibir yang bersungut-sungut.


"Seumur hidup ku, baru saat itu aku melihat Tuan Nath berlutut memohon ampunan." Ken kembali tertawa.


"Sudah diam!" bentak Nathan , tidak juga membuat Ken berhenti tertawa.


"Kau tau Mira. Itu semua kulakukan demi wanita yang ku cintai." merengkuh tubuh Mira.


"Aku percaya Nath. Kau melakukan itu karena kau Pria sejati." Mira membalas pelukan Nathan.


"Kau dengar itu Ken? Aku pria sejati. Tidak seperti kau!" Nathan menunjuk Ken.


Ken yang masih tertawa, tiba tiba berhenti ketika Rimbun menepuk bahunya dengan cukup keras.


"Jangan menertawakan orang lain. Kau tidak ingat dirimu sendiri?"

__ADS_1


Ken menoleh. "Aku, kenapa dengan aku? Setidaknya aku tidak pernah berlutut dihadapan siapapun."


"Oh, ya??" Rimbun mendekat.


"Siapa ya? Aku pernah melihat seorang pria berlutut pada gadis jelek untuk memohon ampunan. Dia bahkan mengancam untuk bunuh diri jika tidak dimaafkan dengan mengangkat kursi kayu tinggi tinggi dan siap memecahkan kepalanya sendiri. Bukan kah itu lebih dari memalu..-"


Plup!


Ken cepat cepat membungkam mulut Rimbun.


"Diam Rimbun! Jangan membuatku malu di depan Tuan Nath dan Nona!" wajah Ken kini memerah.


"Em.. Em.." Rimbun melepaskan tangan Ken.


"Kau ini, kasar sekali padaku?"


"Jangan membicarakan aibku." ucap Ken.


"Makanya, jangan menertawakan kekonyolan orang lain, jika dirimu lebih konyol!" tuding Rimbun.


Nathan dan Mira saling menoleh.


"Apa yang di lakukan Ken, Rim? Apa dia juga.."


"Ah, tidak Nona. Tidak apa apa. Itu bukan apa apa." Ken cepat memotong pertanyaan Mira.


"Rim? Apa yang dilakukan Ken?" kini Nathan yang bertanya.


"Dia.."


Plup!


Ken kembali membungkam mulut Rimbun.


"Buahaha...." Nathan tertawa keras.


"Kau ya? Ternyata kau punya rahasia cukup memalukan yang lepas dari pengetahuan ku Ken?" Nathan menuding.


"Tidak Tuan. Itu, itu hanya salah paham saja."


"Salah paham apanya? Jelas jelas kau.."


"Sudah Rimbun. Itu kan sudah berlalu, dan kau juga sudah memaafkan aku." Ken kini memohon pada Rimbun. Ken sungguh akan merasa malu, jika Nathan dan Mira sampai tau kejadian di Villa itu, dimana Ken pernah menangis berlutut di kaki Rimbun hanya untuk meminta ampunan pada Rimbun akan perbuatan yang ia sengaja. Bahkan Ken mengancam akan menabur otaknya sendiri.


"Eh, tidak bisa. Enak saja kau!" Nathan kini menunjuk Ken.


"Tidak boleh ada Rahasia di antara kita Ken! Aku saja, apapun aibku kau selalu mengetahuinya. Ayo Cerita!" Nathan memaksa.


Rimbun hanya tersenyum puas ke arah Ken yang makin memerah saja wajahnya.


"Sudahlah Nath! Kau jangan begitu. Mungkin Ken ingin menyimpan rahasianya sendiri. Kau tidak boleh memaksanya bercerita." Mira menarik tangan Nathan yang sudah berdiri.


"Tidak bisa Mira! Selama ini, tidak ada rahasia diantara kami, dan sampai kapanpun tetap tidak boleh ada rahasia, meskipun itu memalukan sekalipun."


"Terserah kau saja. Aku harus menemui Ayah. Mumpung Ayah masih disini, Aku akan memintanya Ayah untuk menjadi wakil orang Tua Ken melamar Rimbun." ucap Mira, yang langsung disetujui oleh mereka.


"Kau benar Mira. Pergilah menemui Ayah dulu bersama Rimbun. Kami nanti akan menyusul. Aku ingin berbicara sebentar dengan Ken." pinta Nathan.


"Eh, aku ikut Nona. Aku kan yang berkepentingan." Ken cepat menyela untuk menyelamatkan diri dari Nathan.


"Tidak. Kita menyusul nanti. Biar Mira berbicara dulu pada Ayah." Nathan menahan tangan Ken. Rimbun terkikik melihat itu.


Mira kemudian mengangguk. "Jangan bertengkar ya?" Mira mengingatkan.


"Tidak akan sayang. Ayo cepat lah."

__ADS_1


Akhirnya Mira beranjak bersama Rimbun untuk menemui Ayahnya.


Setelah melirik punggung dua wanita itu sudah menjauh, Nathan kembali menoleh pada Ken.


"Ayo ceritakan padaku?"


"Apa sih Tuan? Itu tidak penting!"


"Itu penting bagiku! Bercerita, atau kau akan ku hajar!" Nathan menekan pundak Ken hingga terduduk di sofa. Nathan pun segera duduk disampingnya.


"Kau ini kenapa pemaksaan sekali sih?"


"Aku tidak peduli! Kau saja tau tentang semua aibku, bahkan dari yang super aib sekalipun!" Nathan masih saja tidak terima jika harus ada rahasia diantara dia dan Ken.


Ken menarik nafas, kemudian mau tidak mau menceritakan apa yang pernah dia lakukan dihadapan Rimbun beberapa waktu yang lalu.


Terdengar suara tertawa Nathan menggelegar, sambil menepuk nepuk pahanya sendiri.


"Ternyata kau sangat konyol Ken. Bahkan melebihi aku! Dasar Bucin!"


"Ck, Entah lah. Wanita memang sudah membuat kita Gila Tuan." sahut Ken.


"Tapi mereka, bisa membuat kita bahagia, Ken." sahut Nathan.


"Kau benar, Tuan. Anda sudah bahagia bersama Nona. Dan sekarang, giliran aku." Ken berdiri, meraih lengan Nathan.


"Ayo Tuan. Sudah saatnya kau menemaniku untuk berjuang mendapatkan cintaku." ucap Ken.


"Tentu saja Ken. Tentu saja. Aku akan ada di samping mu selalu. Seperti halnya kau yang selalu ada di sampingku." Nathan pun berdiri. Dan keduanya kini melangkah menyusul dua wanita tadi.


"Tuan." sambil melangkah, Ken mendekatkan wajahnya ke telinga Nathan.


"Kau kan sudah mengalaminya, kau pasti sudah berpengalaman. Beri aku sedikit bocoran. Kira kira, bulan madu itu seperti apa ya?"


Nathan tergelak dan menghentikan langkahnya.


"Kau mau tau?"


Ken mengangguk semangat.


"Seluruh sendimu akan ngilu semua. Kau akan cepat lelah dan mengantuk. Dan saat kau melangkah, lulutmu akan gemetaran."


"Hah! Sampai seperti itu?" Ken terbelalak.


"Haha.. Tentu saja. Tapi kau tidak akan bisa tidur, sebelum ku melakukannya ritual penting itu. Percayalah. Kau tidak akan bisa tidur!"


Kali ini Ken yang tertawa keras.


"Semoga aku tidak sampai seperti itu. Aku kan perkasa!"


"Heh, kau mau bilang kalau aku tidak perkasa begitu?" Nathan melotot.


"Kau, akan merasakannya nanti. Bahkan kau akan berjalan merangkak di buat Rimbun. Gadis itu apalagi. Sangat Bar Bar, tidak seperti Mira yang lembut." ucap Nathan.


"Hah! Kau benar Tuan. Astaga! Rimbun itu sangat keras. Bisa bisa aku yang akan KO!" sahut Ken.


Kedua pria itu tertawa tawa sambil melangkah.


"Dasar Ken. PlayBoy cap Curut! Takut pada gadis seperti Rimbun. Haha... Ken , Playboy cap Curut!"


Ken masih tertawa, tidak menanggapi umpatan Nathan. Keduanya tertawa, hingga tertawa mereka berhenti ketika sudah berada di ujung tangga.


Fokus kembali pada lamaran Ken malam nanti.


________

__ADS_1


__ADS_2