Ku Rebut Istrimu]

Ku Rebut Istrimu]
Sang Fackboy bercerita.


__ADS_3

"Ken, siapa lagi dia? Kau bilang tidak suka ada wanita manapun yang masuk ke ruanganmu. Lalu dia? Jangan bilang jika dia juga pacarmu!" tanya Sella, melirik tangan Ken yang sudah menggenggam erat tangan Rimbun.


"Dia memang bukan pacarku. Tapi calon istriku. Iya kan sayang?" menoleh pada Rimbun yang seketika menarik wajahnya mundur.


"Bu, bukan! Bukan.." Rimbun reflek menjawab, beruntung sempat melirik wajah Ken yang sudah melotot ke arahnya.


"Bukan urusanmu maksudnya. Mau aku pacarnya atau calon istrinya itu bukan urusanmu." Rimbun akhirnya berkata demikian pada Sella.


"Kau bilang apa? Bukan urusan ku?" Sella mendekat.


"Wanita murahan! Kau tau, Ken itu milikku. Kau yang merebutnya dariku. Dasar pelakor!" Bentak Sella, membuat Rimbun terbelalak.


"Eh, Ngatain aku Pelakor. Siapa yang merebutnya? Kalau dia milikmu, Ambil saja. Aku juga tidak mau kok?" sahut Rimbun ringan. Membuat Ken sungguh geram dengan jawaban Rimbun.


'Astaga...! Kenapa malah menjawab begitu bodoh?'


"Ken!" Sella beralih menoleh pada Ken.


"Kau membohongiku?"


"Ck, siapa yang bohong?" elak Ken, kini menoleh pada Rimbun.


"Sayang.. Aku ini sangat mencintaimu. Dari sekian banyak wanita, kau saja yang aku pilih untuk aku nikahi. Jangan bilang kau tidak mau denganku. Aku sedih mendengarnya." Ken memeluk Rimbun dari belakang.


Rimbun langsung meradang. Jantungnya tiba tiba berdegup kencang.


'Ini? Tuan Ken berpura pura tapi seperti sungguhan sih? Menyebalkan!'


Rimbun hendak berontak, tapi Ken cepat berbisik padanya.


"Bantu aku, atau kau akan dipecat!"


Rimbun merinding dengan bisikkan Ken. "Eh, i,iya." berbisik juga.


Kemudian menatap Sella.


"He, kamu. Aku ini sebenarnya, memang bukan pacar Tuan Ken. Tapi, tapi.. Ya.. Begitulah. Aku calon istrinya. Dia sudah terlanjur melamar ku. Langsung di depan orang tuaku!"


"Kau pasti bohong! Kau baru saja mengatakan jika kau tidak mau dengan Ken!" teriak Sella ,tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Rimbun.


"Ya mau bagaimana lagi. Ayahku sudah menerimanya. Masa iya aku tolak. Aku tidak mau jadi anak durhaka."


'Hiya,.. Maafkan Rimbun Ayah! Aku harus berbohong!!' pekik hati Rimbun.


"Ken! Kau hanya ingin mempermainkan ku? Kau mengatakan jika tidak bisa mencintai siapapun wanita!" Sella masih saja bertahan.


"Itu benar, aku memang tidak pernah mencintai wanita manapun kecuali dia ini." menciumi pipi Rimbun yang langsung meremas pinggang Ken.


Ken rasanya ingin menjerit, tapi hanya bisa menahan remasan tangan Rimbun. Segera menahan tangan itu sambil meneruskan kecupannya.


"Sayang.. Bukankah hari ini kita akan pergi jalan jalan? Sebaiknya kita bersiap dan jangan hiraukan dia." Ucap Ken masih diposisi yang sama.


Melihat itu tentu Sella tak tahan dan cepat angkat kaki dengan meninggalkan sumpah serapahnya.


"Kau keterlaluan Ken. Sia sia selama ini aku bertahan denganmu. Ku pikir kau akan memilihku. Dasar Fackboy!"


"Dan kau!" menunjuk Rimbun.


"Kau akan menyesal wanita murahan! Lihat saja, Ken pasti akan memutuskan mu juga, sama sepertiku setelah dia mendapatkan yang baru!" teriak Sella membanting pintu dan berlari meninggalkan mereka.

__ADS_1


Rimbun langsung melepaskan diri, mendorong tubuh Ken dengan kuat sampai terpelanting ke sofa.


"Hah.. Hah.. Apa yang kau lakukan? Kenapa menciumi ku? Kau cari kesempatan ya?" bertubi tubi memukuli Ken dengan bringas.


"A..a.. Sudah. Sudah! Maafkan aku, namanya juga bersandiwara harus benar benar sempurna Rimbun. Kenapa memukuliku?"


Rimbun berhenti, membanting tubuhnya di sofa.


"Aku malah ingin membunuhmu jadinya!" berteriak.


"Kau ini, badanku sakit semua! Tadi kau sudah meremas pinggangku, sekarang malah memukuli ku. Dasar asisten kurang ajar. Aku akan melaporkan mu pada polisi atas tindak kekerasan mu!" ucap Ken, memijat tubuhnya yang kena amukan tangan Rimbun barusan.


"Laporkan saja! Aku juga akan melaporkanmu atas pelecehan yang sudah kau lakukan padaku!" Rimbun balik mengancam.


"Astaga! Jangan begitu donk Rimbun! Ubun ubun yang manis. Kita berdamai saja ya?" rengek Ken.


"Mana bisa!"


"Ah, begini saja. Sebagai gantinya, kau boleh menciumku juga, sepuasmu. Bagaimana?" menyodorkan wajahnya.


Bukannya mendapat ciuman dari Rimbun malah tamparan yang mendarat.


"Ya Tuhan!" Ken mengusap pipinya.


"Aku tidak Sudi! Mencium Pria playboy bekas banyak orang macam kamu."


"Enak saja! Meskipun pacarku banyak, tidak ada yang sampai menyentuhku. Harusnya kau beruntung mendapatkan ciuman pertama dari pria tampan seperti ku, jelek!" Ken kesal dan berdiri.


"Terserah kau saja Tuan Ken. Aku akan mengundurkan diri dari pekerjaan ini. Aku tidak mau terlibat urusan dengan dosa dosamu!" Rimbun juga berdiri dan segera beranjak.


Tentu Ken jadi kalang kabut.


"Aku akan membayarnya. Aku akan mencari pekerjaan tambahan. Jangan khawatir. Aku akan membayarnya Tuan Ken?" menarik paksa tangannya dan kembali melangkah.


"Astaga! Bocah ini nekat!" Ken berlari, menutup pintunya dengan cepat dan menghalangi pintu dengan tubuhnya.


"Kau tidak boleh pergi! Maafkan aku ya?"


"Minggir!"


"Rimbun yang manis.. Tolong maafkan aku."


"Tadi kau bilang aku jelek!"


"Eh, tidak. Kau manis kok. Yang jelek yang kemarin. Yang sekarang sudah manis. Ayolah, kita berdamai." iba Ken. Sungguh tak pernah dalam hidup Ken mengiba dan merengek seperti ini. Terlebih dihadapan wanita. Itu belum pernah terjadi dalam hidup Ken.


Tapi kali ini, melihat Rimbun marah, hatinya mendadak porak poranda. Tanpa Ken sadari dia terus merengek pada Rimbun.


'Sebagai Seorang Fackboy, harga diriku sungguh hancur. Sial! Ah, tapi mau bagaimana lagi. Dari pada si jelek ini pergi, aku makin berdosa nanti.'


"Ayo lah Rimbun!" kini memegangi kedua tangan Rimbun.


"Aku memang bisa memaafkan perbuatan mu padaku, tapi bagaimana dengan perbuatan mu pada wanita wanita itu. Kau keterlaluan Tuan Ken. Kau mempermainkan perasaan wanita. Dan sudah berapa wanita yang kau sakiti hah??"


"Itu, tidak seperti yang kau pikirkan jelek! Eh, manis."


"Tidak seperti yang kau pikirkan bagaimana. Sudah jelas jelas wanita tadi sampai menangis dan menyumpahi mu. Aku juga kena sumpahnya."


"Kau tidak tau cerita yang sebenarnya, Jelek. Eh, manis."

__ADS_1


"Kalau jelek, jelek saja. Tidak perlu manis manis!" Rimbun semakin kesal.


"Manis, sungguh manis. Kau harus dengar cerita ku dulu. Baru bisa menyimpulkan apakah aku ini Fackboy sungguhan atau tidak. Aku tidak pernah menyakiti hati siapapun yang ada aku yang tersakiti." jelas Ken.


"Mana ada!" Rimbun sadis.


"Ada! Ayo duduk dulu. Kita bicara dari hati ke hati." sungguh Ken ingin menertawakan dirinya sendiri. Geli dengan segala rayuannya.


'Sumpah, baru ini aku merayu wanita!!!'


Ken menarik lembut tangan Rimbun agar duduk.


"Kau harus tau alasannya kenapa aku jadi seorang Fackboy Rimbun."


"Memang seorang Fackboy punya alasan juga?" Rimbun masih sadis.


"Tentu saja. Bukan kah kau juga pernah mengatakan jika setiap orang punya masalahnya masing masing?"


Rimbun menoleh, kali ini dengan tatapan serius. "Lalu apa alasan anda, masalah anda, sampai anda tega menyakiti banyak wanita??"


"Rim, sudah kubilang jika aku tidak pernah menyakiti siapapun. Aku akan bercerita, dan ini hanya padamu karena kau sekarang adalah Asistenku. Kau perlu tau untuk kelanjutan kerjasama kita ke depannya."


"Alah, pasti mengarang lagi." celoteh Rimbun.


"Sumpah Bun, ini bukan karangan. Jadi begini."


Ken menarik nafas dahulu sebelum melanjutkan ucapannya. "Tuan Nath, terkenal sangat dingin pada setiap wanita. Kedekatan kami lebih dari sekedar Bos dan Bawahan. Bahkan melebihi persahabatan. Hingga suatu hari, pernah tersebar gosip diantara teman temannya jika kami mempunyai hubungan spesial. Untuk menghilangkan gosip tidak benar itu, aku kemudian memutuskan untuk mencari banyak wanita yang ku jadikan pacar bohongan. Dengan, timbal balik." ucap Ken.


"Mereka memberikan status padaku, sedang aku memberikan uang untuk mereka. Aku tidak pernah mengobral janji atau cinta. Aku tidak pernah memberikan waktu atau cintaku pada mereka kecuali hanya status dan uangku saja. Siapapun yang datang padaku, asal cantik aku terima. Tidak ada satupun yang tersakiti karena kita punya kesepakatan."


"Lalu wanita tadi? Dia terlihat sangat kecewa padamu Tuan Ken??"


"Ah, iya, itu masalahnya. Satu satunya wanita yang bandel hanya Sella tadi. Rupanya dia mengharap lebih padaku. Dia susah untuk kuputuskan. Padahal, apa kau tau, pacar dia banyak! Sering gonta ganti pria. Makanya aku harus berusaha keras untuk memutuskannya." jawab Ken.


"Lalu kenapa sekarang memutuskan pacar pacarmu? Bukankah kau sendiri yang menginginkan punya pacar banyak?"


"Karena itu, sekarang sudah tidak penting lagi. Tuan Nath sudah punya kekasih. Sebentar lagi akan menikah. Gosip murahan itu tidak akan ada lagi. Jadi aku tidak perlu berpura pura mempunyai pacar lagi." jelas Ken, dan Rimbun sedikit bisa mempercayai penjelasan dari Ken.


"Astaga..!" tiba tiba Ken berteriak sambil menepuk keningnya sendiri. Rimbun sampai terkejut.


"Ada apa lagi?"


"Hari ini, aku harus menyiapkan keperluan pernikahan Tuan Nath. Hampir terlupakan gara gara kau merajuk!" tuding Ken.


"Kok , aku jadi yang salah?"


"Sudah sudah. Cepat ikut aku. Kau harus membantuku. Ini sudah siang. Ayo cepat!"


"Kemana?" Rimbun bingung ketika Ken sudah menyeretnya saja.


"Pergi! Kemana saja untuk menyiapkan segala keperluan untuk pernikahan Tuan Nath."


"Aku harus ikut?"


"Tentu saja. Aku butuh bantuanmu. Ayo lah Rimbun. Aku bisa terlambat!"


Akhirnya, walau masih dengan perasaan dongkol Rimbun pun mengikuti langkah Ken.


_____________

__ADS_1


__ADS_2