![Ku Rebut Istrimu]](https://asset.asean.biz.id/ku-rebut-istrimu-.webp)
Nathan menghampiri Ricard yang masih menganga.
"Kau kenapa memperhatikan kekasihku sampai seperti itu? Seperti melihat hantu saja."
"Oh, dia cantik ya? Haha.. tentu saja. Kalau dia tidak cantik, mana mungkin menjadi pacar seorang Nathan Edoardo." sambung Nathan.
"Nath.. mana mungkin dia pacarmu? Kau, kau belum tau siapa wanita itu. Aku mengenalnya!"
Protes Ricard.
"Hah, jadi kau mengenalnya?" Nathan pura pura terkejut kemudian menoleh pada Mira.
"Sayang.. dia mengenalmu. Apa kau merasa mengenalnya?"
Mira tak mengangguk ataupun menggeleng, dia memilih diam dengan mata yang begitu penuh kebencian melirik Ricard.
"Dia tidak mengenalmu Ricard. Kau salah orang mungkin?"
"Nathan! Percaya padaku. Aku tau siapa dia. Dia wanita jalangg!"
Bug...!
Satu tendangan milik Nathan melayang ke tubuh Ricard yang langsung membuat tubuh pria itu ambruk ke lantai. Nathan menghampirinya, mencengkeram kerah baju milik Ricard dan membangunkannya.
"Sekali lagi kau bicara hal buruk tentang kekasihku, aku akan membuatmu tidak bisa bicara lagi bangsatt.!" mendorong kasar.
"Nath, kau harus dengarkan aku!" teriak Ricard sambil memegangi perutnya yang nyeri akibat tendangan Nathan.
"Apa? Dengar apa hah? Katakan, apa yang kau tau tentang Mira kekasihku? Cepat katakan!"
"Mira, wanita itu sudah.._"
"Menikah? Haha.. aku tau itu. Mira memang sudah menikah. Menikah dengan pria brengsek yang menelantarkannya. Lalu kami bertemu dan aku jatuh cinta padanya."
"Ada masalah hah! Lalu apa masalahnya?? Katakan. Ayo Katakan!!" bentak Nathan.
Ricard kembali terbelalak.
"Jadi, kau tau.._"
"Ya. Aku tau, aku tau semua tentang Mira dan apa yang sudah terjadi padanya. Ibunya mati karena ditabrak pria yang menikahinya bukan? Ayahnya saat ini lumpuh akibat tabrakan itu juga. Dan pria itu tidak bertanggung jawab atas hidup Mira setelah menikahinya bahkan membiarkan dia berjualan asongan untuk bertahan hidup di kota yang belum pernah dia kenal ini!" Nathan menunjuk kasar.
"Lebih parah lagi. Suaminya menjadikan Mira sebagai penebus hutangnya di bos Rentenir!"
Sekali lagi Ricard tercengang. Jantungnya hampir saja berhenti.
'Apa jangan jangan Nathan juga tau kalau aku pria itu?'
"Beruntung aku tepat waktu menyelamatkan Mira dari bos rentenir itu dan membawanya pulang ke rumahku." ucap Nathan, kembali menghampiri Ricard.
"Aku tau, aku mengerti kegelisahan mu Ricard. Kau sangat peduli dengan hidupku, dengan pertemanan kita ini. Kau tidak perlu khawatir akan hubunganku dengan istri orang ini Ricard. Karena aku sudah mengumpulkan banyak bukti kejahatan suami Mira untuk tuntunan perceraiannya di pengadilan Agama. Bos Rentenir itu, bahkan bersedia dengan suka rela untuk menjadi saksi."
Darah di tubuh Ricard semakin berdesir hebat, otaknya hampir saja beku mendengar semua ucapan Nathan.
__ADS_1
"Ya, aku memang harus membantunya. Karena Mira sudah menjadi pacarku. Tentu saja, tentu saja aku harus membantunya untuk segera bercerai dari suami laknatnya itu. Karena aku ingin segera menikahinya. Jadi, jika kau mengenal siapa suami Mira. Sampaikan padanya, jangan coba coba mempersulit perceraiannya atau dia akan mendekam di penjara!"
"Katakan juga padanya, berani menyentuh sedikitpun kulit Mira, maka tanganku ini sendiri yang akan menghukumnya. Kau mengerti Ricard!"
Ricard hanya menunduk,melirik Mira dengan lirikan yang cukup sadis. Tangannya terkepal keras.
"He, kau kenapa menatapnya dengan tatapan penuh kebencian seperti itu? Kau ada masalah dengan kekasihku?"
Ricard tidak bergeming.
"Heh, berhenti menatapnya seperti itu atau ku congkel matamu hah!" Nathan kembali menarik kerah baju Ricard dan mendorongnya.
"Brengsekk kau Nathan!"
"Apa kau bilang? Aku brengsekk?"
"Kau yang brengsek! Aku ingin tertawa jadinya." sambung Nathan.
"Ah, baiklah. Berhubung kau adalah teman baikku, aku ingin sedikit bercerita tentang pertemuan pertamaku dengan Mira."
"Kau masih ingat saat kita berkumpul di Kafe? Seseorang berusaha mencelakai ku dengan menabur semacam obat bius di minumanku. Mungkin dia berharap aku akan mengalami kecelakaan. Sayangnya, aku malah dipertemukan dengan Mira di taman. Dia yang menolongku dari pingsan ku. Kau mau tau dengan apa dia menolongku?" senyum penuh kesinisan milik Nathan.
"Ciuman." bisik Nathan.
"Sebab itu aku jatuh cinta seketika padanya, karena dia wanita pertama yang berhasil menciumku."
Mata Ricard semakin memerah.
"Kau gila Nath. Kau gila! Ternyata kau tidak lebih seperti pria rendahan yang menjalin hubungan dengan istri orang. Kau menyelingkuhi istri orang. Kau akan mempermalukan dirimu sendiri Nathan!"
"Tutup mulutmu!"
"Kau yang Gila! Kau yang akan malu dengan seluruh kemunafikan mu sendiri Ricard!" Nathan mendekat , mencengkeram kembali kerja baju Ricard dan mendekatkan wajahnya.
"Kau suaminya bukan? Aku tau itu." bisik Nathan membuat Ricard kali ini benar benar bungkam.
Nathan melepaskan tangannya.
"Nath, Kau...?"
Nathan tersenyum sinis.
"Maafkan lah temanmu yang brengsek ini. Aku mencintai istrimu." menoleh sebentar pada Mira.
"Ya.. mau bagaimana lagi. Sekarang ini, Istrimu menjadi Semangatku, kawan!" ucap Nathan mirip seperti saat ia memperagakannya di depan Ken saat di meja makan siang tadi, sambil terus terpingkal.
"Satu lagi. Kau benar. Aku harus berterima kasih banyak padamu. Obat perangsang mu malam itu, membuat aku bisa tau, jika ternyata istrimu masih perawan."
"Hah! Kau sangat bodoh. Wanita secantik Mira,semulus Mira, dan sebaik dia, kau anggurkan begitu saja dan lebih memilih wanita murahan yang sering bergonta-ganti pria seperti Kayla." bisik Nathan kembali, tepat di telinga Ricard.
"Bedebah kau Nath! Aku akan menghancurkan mu! Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia!" teriak Ricard.
Nathan terkekeh. "Aku tunggu! Kita lihat saja nanti. Siapa yang akan hancur." menepuk bahu Ricard yang langsung menepisnya dengan kasar.
__ADS_1
Nathan hanya kembali tersenyum sinis, "Ada kabar baik yang harus kau dengar."
Nathan kembali mendekat.
"Ken, sudah mendapatkan rekaman asli Cctv milik hotel yang sempat kau sabotase itu." bisik Nathan kembali kemudian menghampiri Mira yang masih berdiri menyimak perseteruan dua pria itu.
"Kita pulang sayang? Jangan hiraukan suami laknat mu itu. Biarkan dia menyesal sudah membuatmu menderita dan meyiapkan dirinya untuk mendekam di penjara." langsung membopong tubuh Mira. Berjalan dengan santainya di samping Ricard yang masih memerah padam.
"Minggir Anjjing..! Jangan menghalangi langkahku." teriak Nathan.
"Tidak tau apa aku sedang menggendong pacarku? Tubuhnya berat, bodoh!"
Bug...!
Nathan sengaja menyepak tubuh Ricard menggunakan kaki Mira yang ia gendong itu.
"Tidak tau ya, kalau kekasihku ini semakin hari semakin montok saja." gumam Nathan sambil terus melangkah meninggalkan Ricard yang mengeram dengan segala perasaan bercampur aduk itu.
"Kau mengataiku gemuk ya?" ucap Mira sambil memukul kecil dada Nathan.
"Haha.. tidak Mira. Kau bukan bertambah gemuk, tapi makin berisi. Mungkin karena kau banyak makan makanan bergizi atau mungkin karena pupuk cair dariku malam itu ya?" sahut Nathan.
"Nath, kau ini?" wajah Mira mendadak merah karena malu.
"Eh, benar Mira. Kata orang yang sudah berpengalaman begitu. Kalau pupuk cair dari pria itu bisa membuat tubuh wanita semakin montok."
"Nathan, diam!" membungkam mulut Nathan dengan tangannya.
Keduanya terdengar cekikikan sepanjang Nathan berjalan menuju mobil mereka.
Ricard, tentu saja semakin geram. Menatap sinis langkah Nathan sampai memutar kepalanya.
"Mira, Mira wanita sialan itu!!"
"Nathan brengsekk!!! Kau sudah permalukan aku di depan wanita pembawa sial itu. Lihat saja, lihat saja! Aku akan membuat kalian menyesal!
"Arg....!" menjambak rambutnya sendiri.
Sungguh dia tidak menyangka jika yang ada dibelakang Mira selama ini tenyata adalah Nathan.
Pantas saja, Mira berani menentangnya. Pantas saja Mira bisa menyewa Pengacara ternama untuk menggugatnya.
Ternyata Nathan!
Sungguh diluar nalar bagi Ricard.
Ricard benar benar dibuat Frustasi. Apalagi ketika memikirkan tentang jebakannya di malam ulang tahun Kayla.
"Nathan, kau ternyata melakukan itu dengan Mira! Bangsatt!! Kenapa bisa sesial ini hidupku!"
________
[ Jangan lupa jempolnya kak! Takut ketinggalan. Dan komentar sebanyak banyaknya buat energi tambahan semangat untuk update ]
__ADS_1