Ku Rebut Istrimu]

Ku Rebut Istrimu]
Bagaimana ini?


__ADS_3

Bulan rupanya sudah berganti.


Hari demi hari yang dilewati dua pasangan Suami istri, si Bos dan Sekretarisnya berjalan dengan keindahan dan kebahagiaan yang hakiki.


Satu bulan sudah Ken menikahi Rimbun. Dan kini mereka sudah tinggal dirumah Nathan sesuai kesepakatan bersama.


Rimbun senang, karena dia tidak akan kesepian saat Ken pergi. Begitu juga dengan Mira.


Ken,


Pria itu lebih merasa lega saat harus meninggalkan istrinya.


Waktunya berjalan begitu sempurna. Tiap nafasnya dipenuhi bunga bunga bermekaran yang indah ibaratnya.


Saat pulang, disambut senyuman manis si Jelek yang semakin hari semakin terlihat manis dan seksi di mata Ken.


Suatu sore, Rimbun bertanya kepada Ken yang sudah duduk manis di Sofa. Rimbun mendekat, merebahkan kepalanya di dada Ken.


"Saat kita menikah, kau tidak mengucapkan janji pernikahan seperti yang Tuan Nath lakukan?"


Ken menunduk, sedikit mengangkat dagu Rimbun. Mengecup bibir mungil itu.


"Aku mengucapkan."


"Dalam hati?"


Ken tergelak.


"Tebakan yang baik."


"Hem, sudah ku duga. Tapi, Kau sendiri yang mendengarnya!" Menunjuk kening Ken.


"Tuhan mendengarnya sayang.. Dan itu lebih baik, daripada sejuta Manusia yang mendengar. Jika aku ingkar, maka Tuhan yang akan mengadili ku."


"Ya Ampun..! Aku bahagia." Rimbun melingkarkan tangannya ke pinggang Ken.


"Aku juga sangat bahagia, Jelek." mendekap erat.


Mira,


Hari hari yang dilaluinya berjalan istimewa. Masa lalu yang sakit baginya itu, sudah tidak membekas lagi. Semua benang kusut dalam hidupnya, terurai secara langsung saat Pertama kalinya Nathan menikahinya.


Nathan, sungguh benar telah mengganti semua air mata Mira dengan kebahagiaan.


Bukan hanya kasih sayang dan cinta yang sanggup Nathan berikan pada Bekas istri orang itu, namun seluruh yang Nathan punya. Jiwa raga dan sisa hidupnya sudah ia persembahkan untuk Mira.


'Istrimu Semangatku' kini terganti, 'Istriku Semangatku' sekarang.


Dulu sempat mengajak 'Selingkuh Yuk', sekarang menjadi, 'Bikin dedek bayi Yuk!'.


Tanpa ragu, tanpa takut. Walau selalu, Anda belum beruntung. Harap Coba lagi!


Mereka terus mencoba dan mencoba lagi, tanpa menyerah.


Pagi hari,


Dua Pelayan Wanita, sudah siap mengantar sarapan ke dua kamar yang tentunya berbeda. Sudah menjadi kebiasaan mereka untuk sarapan di kamar masing masing dengan sang istri masing masing. Lalu Malam hari, baru mereka akan makan bersama di meja makan. Atau sesekali mereka akan pergi untuk makan di luar.


"Sayang.. Sesuap saja." Ken merayu Rimbun yang tidak mau menyentuh sarapannya.


"Aku tidak ingin Ken. Nanti aku akan sarapan jika sudah mau."


"Apa kau sakit?" Ken cepat memeriksa kening dan leher Istrinya. Cukup khawatir dengan selera makan Rimbun yang tiba tiba saja menurun drastis tidak seperti biasa.


"Tidak apa apa. Aku tidak sakit."


"Ah, baiklah. Tapi nanti kau harus makan ya. Jangan sampai tidak. Agar bertenaga dan fit nanti malam."


Rimbun seketika melotot, "Apa maksudnya?"


"Hehe, tidak kok! Aku makan ya?" cepat menyuap mulutnya, melirik Rimbun yang sudah bersungut-sungut.


Baru saja beberapa suap, Hp Ken berdering. Rimbun melirik.


"Tuan Nath." mengulurkan Hp pada Ken.


[Baru saja aku mulai sarapan, Tuan. Bersabarlah.] ucap Ken saat menggeser tombol hijau.


[ Ken, tolong aku. Tolong!] nada penuh panik dari sana.


[ Tuan, ada apa?] cepat berdiri.


[Mira Pingsan Ken, Tolong..]


[Ba,baik. Aku kesana!]


Ken mematikan panggilan.

__ADS_1


"Nona Pingsan. Kita kesana." menoleh pada Rimbun yang seketika ikut berdiri.


Tanpa menjawab, Rimbun pun terburu mengikuti langkah lebar suaminya.


"Apa yang terjadi?" Tanya Ken setelah berada di kamar Nathan. Mendekati Nathan yang sudah memeluk Mira dengan bersimpuh di lantai.


"Aku tidak tau Ken. Mira tiba tiba pingsan." jawab Nathan penuh kecemasan.


"Kita bawa ke rumah sakit Tuan."


"Iya. Iya. Bantu aku, siapkan mobil."


"Baik, Baik. Ayo sayang." Ken mengajak Rimbun untuk segera bergegas. Sementara Nathan siap mengangkat tubuh Mira.


Glubrak!!!"


"Rimbun!" Ken yang baru saja hendak melangkah, begitu terkejut melihat istrinya sudah terkulai di lantai.


"Astaga! Apa yang terjadi?" cepat menolong Rimbun.


"Sayang.. sayang. Kau kenapa?" menepuk nepuk pipi Rimbun yang sudah tak sadarkan diri.


"Ken, kenapa dengan istrimu?" tanya Nathan ikut terkejut juga. Dia mengurungkan niatnya untuk mengangkat tubuh Mira.


"Tidak tau Tuan."


"Apa yang terjadi pada istri kita? Kenapa mereka bisa pingsan dalam waktu bersamaan begini?" Nathan benar benar panik. Mengusap wajah Mira, kemudian melirik Ken yang juga melakukan hal yang sama.


"Entah Tuan. Apa yang terjadi pada mereka?"


Kedua pria itu dibuat bingung oleh situasi.


"Panggil Fic!" teriak Nathan.


"I,iya. " Jawab Ken cepat berdiri.


"Bodoh! Angkat istrimu ke atas ranjang dulu Ken. Kau ini bagaimana sih?" Nathan kembali berteriak.


"Astaga! Aku lupa!" Ken cepat meraih tubuh Rimbun dan membaringkannya di atas ranjang Milik Nathan.


"Nona juga Tuan!" Ken kini yang mengingatkan Nathan.


"Ah, iya. Tentu saja." Cepat mengangkat tubuh Istrinya dan membaringkannya tepat di samping tubuh Rimbun.


"Panggil Fic!" Nathan menoleh pada Ken.


Tanpa menjawab, Ken merogoh hpnya, segera menghubungi Fic untuk ke kamar Nathan sekarang juga.


Kebingungan dengan apa yang terjadi pada para istri mereka yang tiba tiba pingsan dalam waktu bersamaan.


Apa ada yang meracuni mereka?


Dua pria itu sama menebak, duduk di sebelah istri masing masing, mengusap wajah mereka dan menggenggam erat tangannya.


"Mira.. Sayang. Kau kenapa? Jangan membuatku takut."


"Jelek. Kau kenapa Jelek! Bangun. Maafkan aku ya. Apa kau begini karena aku?"


"Apa ada yang ingin mencelakai mereka Tuan?" ucap Ken.


"Bisa jadi. Ada musuh di dalam selimut."


Hanya selang beberapa detik, Fic sudah datang.


"Tuan, ada apa ini?" Fic pun tak kalah panik, ketiga melihat dua Nona nya sudah terkapar di ranjang dalam keadaaan tak sadarkan diri itu.


Nathan dan Ken sama sama melotot ke Arah Fic.


"Kau beri makan apa mereka hah!" hampir bersahutan.


"Tidak ada Tuan, tidak ada. Nona Mira dan Nona Rimbun, makan makanan yang seperti biasa. Tidak ada yang lain atau berubah. Semua makanan sudah lulus uji tes Lucky." jawab Fic dengan wajah pias, mengangkat kedua tangannya.


"Pasti ada yang ingin mencelakai mereka! Tanpa kita sadari. Kita kecolongan Tuan!" Ken menoleh pada Nathan.


"Bangsatt! Siapa orangnya? Cari mati mereka!" Nathan mengepalkan tangannya.


"Kau panggil Dokter! Aku dan Fic akan mengusut semua ini." ucap Ken.


Nathan mengangguk setuju, cepat menghubungi dokter pribadi mereka.


"Pergilah Ken, aku akan menjaga mereka."


"Baik."


"Jangan lama lama."


"Tidak. Aku hanya akan ke dapur dan memeriksa Cctv." jawab Ken.

__ADS_1


Ken dan Fic cepat beranjak keluar kamar untuk menyelidiki kasus ini.


Nathan sendiri masih duduk disisi Mira. Menyeka wajah Mira yang berkeringat.


Mira terlihat bergerak pelan.


"Mira. Kau sudah sadar?"


Mira membuka mata perlahan.


"Nath. Apa yang terjadi?"


"Kau tiba tiba pingsan Mira. Apa yang kau rasakan?" tanya Nathan.


"Aku pusing sekali Nathan. Aku pusing." keluh Mira.


"Apa kau mual?"


"Iya, aku mual." Mira menoleh kesamping, terkejut saat mendengar suara eluhan wanita.


"Rimbun. Nath, Rimbun kenapa? Kenapa dia ada di ranjang kita?" tanya Mira spontan.


"Dia juga pingsan saat mereka hendak menolongku membawamu ke rumah sakit."


Rimbun kini sudah duduk, mengedarkan pandangannya.


"Ken, dimana Ken Tuan?" memegangi pelipisnya.


"Tenanglah Rim, Ken dan Fic, sedang memeriksa Cctv. Apa kau juga merasakan pusing?" tanya Nathan.


"Ah iya. Pusing sekali. Aku, aku.." Rimbun tiba tiba menutup mulutnya, cepat menuruni ranjang dan berlari ke kamar mandi.


Hoek....! Hoek....!


Suara Rimbun, memuntahkan isi perutnya.


"Nath, Rimbun. Bantu dia."


"I, iya." Nathan cepat turun.


Baru saja satu langkah.


Hoek...!


"Mira." menoleh, Mira sudah membungkam mulutnya sendiri.


"Kau juga mau muntah?"


Mira mengangguk.


"Astaga!" Sungguh, Nathan panik.


"Bagaimana ini?"


"Kotak sampah! Ambil Nath. Cepat!"


"Ah, iya." Tanpa berpikir lagi, Nathan menyambar kotak sampah.


Hoek....! Hoek....!


Seketika Mira, menumpahkan semua isi perutnya.


"Keluarkan, keluar kan semua." Nathan memijit tengkuk Nathan.


Hoek...! Hoek...!


Suara yang di dalam Kamar Mandi.


"Rimbun." Nathan menoleh ke arah sana.


Rimbun terlihat sempoyongan, bersandar di pintu.


Nathan cepat beranjak.


"Rim." ingin menolong.


"Nath." Mira menahan tangannya.


"Mira." menoleh pada istrinya.


"Pusing sekali."


Sungguh Nathan saat ini benar benar kacau, berdiri berpaku di tengah tengah dua wanita yang sama pucatnya itu. Menoleh pada Rimbun yang lemas , menyandarkan kepala dan punggung di pintu sambil memegangi kepala dan perutnya.


Kemudian menoleh pada Mira, yang terus merintih dengan memegangi perut dan pelipisnya.


Nathan memijat kepalanya sendiri.

__ADS_1


bagaimana ini? bagaimana ini? Siapa yang harus ku tolong duluan? Rimbun, Mira. Kalian kenapa?


"Ken..! Cepat kembali! Aku tidak sanggup!"


__ADS_2