Ku Rebut Kembali Karena Dia Miliku

Ku Rebut Kembali Karena Dia Miliku
Chapter 48


__ADS_3

Entah jam berapa semalam Davin pulang dari apartemen istrinya. Pagi ini dia sudah dibuat bangun pagi-pagi sekali. Karena hari ini adalah hari pernikahannya dengan Renata sekaligus hari kejutan terbesar untuk Renata.


Davin mengenakan tuxedo berwarna hitam, kemeja putih dihiasi dasi kupu-kupu berwarna navy. Dia sangat tampan, bahkan mengalahkan ketampanannya dari biasanya.


Renata masih di rias di dalam kamarnya oleh mua terkenal yang dia sewa. Renata mengenakan kebaya berwarna navy, senada dengan dasi kupu-kupu milik Davin.


Davin tidak ingin melihat Renata, dia langsung turun ke lantai bawah. Karena disana sudah banyak orang yang berdatangan ke rumahnya.


Orang-orang yang berdatangan melihat papan karangan bunga yang sangat besar bertuliskan "Welcome my wife". Merek semua berfikir, papan karangan bunga itu sudah pasti dari Davin untuk istrinya.


Retno menyalami teman-teman arisannya yang di undangnya di pernikahan mewah putrinya. Sekaligus dia ingin pamer, menantunya adalah orang kaya raya.


"Jeng Retno, putrimu sangat pintar mencari suami. Bukankah Davin adalah salah satu pengusaha sukses di Indonesia?" ucap salah satu teman arisan Retno.


"Jeng Mirna bisa saja, yang namanya jodoh ya tetap jodoh, bukan begitu jeng?" ucap Retno tersipu malu sambil memamerkan perhiasannya yang hampir dipakainya semua seperti toko perhiasan berjalan.


Davin keluar menyapa semua tamu undangan. Semua mata terpana, akan ketampanannya hari ini.  Matanya melihat sekeliling mencari seseorang, entah siapa yang sedang dia tunggu.


Bagas juga hadir, dia berjalan sendirian mencari seorang wanita yang selama ini menjadi budaknya. Hingga matanya menemukan Mita sedang keliling membawa minuman yang diberikannya kepada semua tamu undangan.


"Hai cantik!!" suara seseorang menggodanya. Bahkan ada juga yang mencolek pipinya, membuat Mita risih. Mita menghindar, namun tangannya di cekal oleh salah satu tamu undangan. Bagas yang masih memperhatikannya dari kejauhan pun mengepalkan tangannya.


"Maaf tuan, saya harus melanjutkan pekerjaan saya!!" tolak Mita halus. Namun pria-pria itu tetap saja menggodanya.


"Lepaskan dia!!" suara berat seseorang membuat pria-pria itu melepaskan Mita. Mita menoleh, dia tersenyum karena Bagas yang datang menolongnya.

__ADS_1


Sedangkan pria-pria yang tadinya menggoda Mita, pergi begitu saja. Mereka tidak ingin berurusan dengan Bagas. Karena mereka tahu siapa Bagas dan orang seperti apa dia.


Mita menunduk, berjalan melewati Bagas sambil berucap dengan nada pelan. "Terimakasih atas bantuannya, pak Bagas," ucap Mita, lalu dia melanjutkan pekerjaannya memberikan minuman pada semua tamu.


"Hei, tunggu! Apa kau tidak menawariku minum?" tanya Bagas, membuat Mita berbalik menghampiri Bagas. Bagas tersenyum, namun senyumnya tidak terlihat. Melihat budaknya sangat patuh padanya, membuat Bagas merasa senang.


Mita mempersilahkan Bagas untuk mengambil segelas minuman, sebelum dia kembali bekerja. Bagas bukannya memperhatikan tangannya yang sedang mengambil minuman. Dia malah memperhatikan ekspresi Mita saat ini.


"Lama tidak bertemu denganmu, kau semakin jelek. Besok tugasmu di tempat ini selesai


Mita langsung menatap Bagas dengan ekspresi senangnya. Dia ingin berucap terimakasih, namun Bagas lebih dulu menyela ucapannya.


"Kau pindah bekerja di tempatku, bukankah kau adalah budakku selamanya?" ucap Bagas menyeringai, melihat perubahan raut muka Mita.


Bagas mendekatkan wajahnya, dia menundukan tubuhnya menatap Mita. Karena gadis di depannya memiliki tinggi sebatas dadanya. Jadi mau tidak mau, Bagas harus menundukan wajahnya agar bisa menatap Mita.


Mita mendadak gugup serta ketakutan. Dia segera menggeleng agar Bagas tidak salah paham padanya. Sehingga mampu menjadi masalah untuknya kedepannya.


"Senang, pak. Saya sangat senang bekerja di tempat pak Bagas. Setelah acara ini selesai, saya akan mengemasi barang-barang saya dan pindah ke tempat pak Bagas," ucap Mita tanpa titik dan koma, saking takutnya dengan Bagas.


"Good girl, pergilah!!" bisik Bagas. Mita langsung menarik nafas sebanyak-banyaknya. Karena dia seperti kehabisan pasokan oksigen di dalam tubuhnya ketika bertatap muka dengan Bagas tadi.


Mata semua tamu termasuk Bagas, teralihkan karena suara Mc menyambut semua tamu undangan. Di panggung, Davin dan Renata sudah duduk berdampingan menunggu kedatangan penghulu.


"Kita sambut dengan tepuk tangan yang gemuruh untuk kedua mempelai yang berbahagia. Sebelumnya saya mewakili mbak Renata yang sebentar lagi berganti status menjadi nyonya Damian. Apalagi saat ini mbak Renata sedang mengandung pewaris Damian," ucap Mc itu penuh percaya diri, mengumbar aib seolah bukan aib melainkan kabar bahagia.

__ADS_1


Tentu saja dia percaya diri, karena dia dibayar mahal untuk menyebarkan berita itu kepada semua tamu undangan. Jangan tanya Renata dan Retno yang membayarnya, karena jawabannya tentu bukan.


Bahkan Retno dan Renata saling pandang karena terkejut. Bahkan para tamu undangan membicarakannya dengan perkataan yang buruk. Wanita murahan lah, berzina lah, dan lain sebagainya.


Bagas yang mendengarnya pun tersenyum puas, melihat Retno dan Renata di permalukan di depan umum. 


Tapi bukannya malu, Renata malah mengambil alih microphone dan mengeluarkan ucapannya. Dia tersenyum menyapa para tamu undangan. Sambil mengelus perutnya yang sedikit membuncit, seolah dia bangga mengandung sang pewaris.


"Yang dikatakan Mc ini benar, saya sedang mengandung pewaris Wings Corporations, bukankah begitu, mas?" tanya Renata pada Davin. Davin hanya diam saja, karena dia merasa malu. Apalagi semua mata memandang ke arahnya tanpa terkecuali.


Tak banyak dari mereka bertepuk tangan demi menghargai Davin. Tapi mereka tidak membenarkan cara Davin dan Renata berzina dan hamil di luar nikah.


Suara sepatu high heel terdengar nyaring di lantai keramik itu. Bertepatan dengan penghulu yang baru saja tiba.


Seseorang memandang ke arah panggung dari kejauhan. Seorang wanita cantik yang juga mengenakan gaun panjang berwarna navy.


Tidak ada janjian mengenakan gaun yang berwarna sama dengan si mempelai wanita. Mungkin hanya kebetulan atau memang benar-benar di sengaja.


Semua tamu undangan duduk di kursi yang telah disiapkan. Semua berfokus melihat ke atas panggung, ketika penghulu memberi sedikit wejangan untuk calon pengantin.


Penghulu minta Davin menjabat tangannya sebelum ijab qobul diucapkan. Renata tersenyum bahagia, karena beberapa menit lagi, statusnya akan resmi menjadi nyonya Damian.


"Saudara Davin Damian. Tolong ikuti ucapan saya baik-baik!!" ucap penghulu, Davin mendengarkan baik-baik.


Si penghulu mulai membimbing Davin mengucapkan ijab qobul. Davin mulai membuka mulutnya, dia mulai mengucapkan ijab qobul. Tetapi suara seseorang menghentikannya dan semua orang menoleh ke arahnya.

__ADS_1


Tak jauh dari panggung, ada seorang wanita cantik sedang memandang ke arah Davin dan Renata. Dia tersenyum menyeringai, serta tatapan tajamnya tertuju pada Renata.


"Pernikahan ini tidak akan pernah terjadi dan tidak syah. Saya, selaku istri syah Davin Damian, menentang pernikahan ini terjadi. Apalagi dengan wanita yang telah menghancurkan rumah tangga saya. Mencelakai saya dua kali hingga tersebar kabar kematian saya. Renata, apa kamu terkejut melihatku masih hidup?" ucap Vey, tersenyum namun matanya yang tajam mampu menembus pada  jantung Renata saat itu juga.


__ADS_2