Ku Rebut Kembali Karena Dia Miliku

Ku Rebut Kembali Karena Dia Miliku
Chapter 6


__ADS_3

Vey baru akan beranjak mengambil tas kerjanya yang terletak di meja kerjanya. Tiba-tiba Davin menahannya dan dia pun berdiri lalu memojokan Vey di pojok ruangan kerjanya. Lalu Davin mencium bibir Vey secara bebas. Davin terus memperdalam ciuman nya, sehingga dia tidak memberi celah pada Vey untuk memberontak.


Davin sungguh di luar akal sehatnya, yang dirasakan saat ini, bibir Vey sangat familiar baginya. Bibir Vey mengingatkanya pada seseorang yang tidak jelas di ingatanya.


Vey memeluk erat tubuh suaminya, sambil menikmati ciuman dari suaminya. Bahkan jemari tangan Davin mulai nakal. Mencari sesuatu yang terdapat pada diri Vey. Vey membiarkan saja, karena Davin adalah suaminya. Vey cukup menikmatinya saja, sesuatu yang tidak pernah lagi mereka lakukan semenjak kecelakaan itu terjadi.


Andai waktu itu Renata dan ibu tirinya tidak mencelakai mereka. Sudah pasti saat ini kebahagiaan mereka terasa lengkap karena hadirnya buah hati mereka di dunia.


"Ini gila, aku benar-benar menjadi gila!!" Davin melepas pagutannya lalu menjambak rambutnya karena frustasi.


Vey melepas tangan Davin yang menjambak rambutnya sendiri. Lalu dia menangkup kedua pipi suaminya dan menciumnya kembali. Bahkan Vey meminta Davin melakukanya. Sekuat tenaga Vey akan mencoba melawan hasutan dari dua rubah betina yang membuat suaminya menjadi seperti ini.


Vey mengarahkan tangan Davin ke arah pinggangnya. Davin pun mencium kembali Vey, tentunya dengan ciuman yang lebih panas dari ciuman sebelumnya. Davin membawa tubuh Vey mendekat ke arah sofa lalu menindihnya. Sehingga posisi tubuh Vey saat ini berada tepat di bawah tubuh Davin.


Tidak puas hanya mencium bibir Vey, ciuman Davin turun ke leher Vey. Tangannya mulai meraba bagian tersembunyi dari tubuh Vey. Namun tiba-tiba bunyi suara ponsel milik Davin menghentikan mereka berdua.


Davin bangkit lalu melihat siapa si penelpon. Vey melirik, ada nama Renata di layar ponsel suaminya. Dia merasa kesal, karena lagi-lagi wanita rubah itu mengganggu waktunya bersama Davin. Davin mengangkat panggilan telepon dari Renata. Ternyata Renata menyuruhnya pulang dan bodohnya Davin menurut begitu saja.


Vey sampai berfikir. Ramuan apa yang Renata dan ibu tirinya berikan kepada Davin. Sehingga Davin begitu tunduk pada perintahnya. Atau mungkin mereka melakukan guna-guna agar Davin tunduk pada semua perintahnya.

__ADS_1


Vey mendengus kesal, lalu bangkit menuju meja kerjanya dan mengambil tasnya. Dia menunggu Davin selesai bicara lalu mereka pulang bersama.


Di perjalanan Vey hanya diam, menahan kekesalan kepada Renata. Davin juga terlihat terburu-buru saat mengendarai mobilnya. Bisa dilihat dari kecepatannya saat mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sehingga waktu tempuh dari kantor ke apartemen Vey yang seharusnya 15 menit. Bersama Davin, 7 menit pun kini Vey telah sampai di bawah apartemennya.


Walaupun dalam keadaan kesal, Vey mengucapkan terimakasih kepada Davin. Dia memaksakan senyum lalu memberitahu nomor apartemenya. Siapa tahu sewaktu-waktu Davin membutuhkanya, Davin bisa langsung menemuinya ke apartemenya.


Davin menyuruh Vey turun, karena dia sudah tidak punya waktu lagi. Itu hanya alasan Davin, meskipun bukan sepenuhnya alasan. Bagi Davin, memandang wajah Vey lama-lama, membuatnya merasa frustasi. Entah kenapa Vey bagaikan magnet bagi Davin. Pesona Vey mampu menarik seorang Davin kedalam pelukannya.


"Cup!!" Vey memberi sebuah kecupan singkat tepat di kening suaminya. Dia berkata. "Ingat aku terus, dan mimpikan aku malam ini," ucapnya sebelum dia keluar dari mobil Davin.


Vey tersenyum setelah mobil suaminya pergi. Dia bergumam "Akhirnya aku bisa kembali menaklukanmu, Mas. Sebentar lagi rumah tangga kita akan utuh seperti dulu."


Wajar saja dulu rumah tangga mereka begitu harmonis. Vey sangat melengkapi hidup Davin selama ini. Vey adalah paket lengkap sebagai seorang istri. Meskipun penampilan Vey yang dulu berbeda jauh dengan penampilan Vey yang sekarang. Vey tetaplah Vey, wanita yang memiliki banyak kesempurnaan pada dirinya.


"Ada apa sih, sayang?" Tanya Retno.


"Mas Davin nih, Ma. Tidak biasanya dia lembur hingga selarut ini."


"Sudahlah, biarkan saja. Dia bekerja mencari uang juga untuk kita. Kita bisa berbelanja dan membeli segala hal yang kita inginkan, bukan?"

__ADS_1


Hanya uang dan uang yang berada di dalam otak Retno. Harta adalah segalanya baginya, bahkan si tua bangka suaminya tidak di pedulikan. Baginya bisa berbelanja barang-barang branded dan memamerkannya kepada teman-teman arisanya sudah lebih dari cukup.


"Tapi aku takut wanita itu akan datang ke kantor Davin dan menceritakan segalanya, ma. Mama tahu bukan, wanita itu telah kembali dan nekat datang ke sini tempo hari?"


"Mama pastikan semua itu tidak akan terjadi, sayang. Kalau perlu kita cari tahu di mana tempat wanita itu tinggal, kau mau?" Tanya Retno menghibur putrinya. Tawaran Retno bukanlah hal buruk bagi Renata. Renata Pun menyetujui tawaran ibunya untuk menyelidiki tempat tinggal Vey.


Suara mobil Davin memasuki garasi yang terletak di samping rumahnya. Renata bergegas keluar menemui Davin. Dia mengendus endus kemeja Davin. Takutnya seperti kecurigaanya, Vey datang menemui Davin dan mencoba merayu Davin.


"Apa yang sedang kau lakukan, Ren?" Tegur Davin yang sudah menduga sebelumnya.


Untung saja Davin sempat mengganti kemejanya dengan kemeja cadangan yang selalu ada di dalam mobilnya. Sebelumnya dia sudah menduga, aroma Lily di tubuh Vey melekat di kemejanya dan sudah pasti membuat Renata menaruh curiga kepadanya.


Ternyata semua memiliki kelicikan dan trik masing-masing. Bahkan Davin pun bisa mengalihkan kecurigaan si rubah betina seperti Renata. Lega karena dugaanya salah, Renata Pun bisa sedikit lega lalu mengajak Davin masuk ke dalam rumah.


"Masuklah, kau pasti lelah, sayang!!" Ajak Renata.


Mereka belum menikah, tetapi Renata selalu minta tidur bersama dengan Davin. Itu adalah cara Renata menjerat Davin agar selalu lengket dengan nya. Tetapi hati tetaplah hati dan tahu di mana hati itu harus diberikan kepada pemiliknya. 


Meskipun Davin amnesia, sedikitpun dia tidak memiliki rasa cinta kepada Renata. Davin hanya berfikir, bersama Renata adalah bentuk balas budinya karena wanita itulah yang selama ini menemaninya.

__ADS_1


Berbeda dengan yang dirasakan Davin pada Vey. Entah kenapa berdekatan dengan Vey, mampu membuat hati Davin bergetar. Vey sangat familiar baginya, namun sampai saat ini Davin belum menemukan jawabannya. Apa lagi ciuman nya bersama Vey tadi, membuat sisi liar pada dirinya keluar begitu saja. Davin seperti menemukan jati dirinya di saat bersama Vey. Hal yang tidak pernah dia temukan di saat bersama Renata.


Bagi Davin, Renata adalah wanita yang sangat lembut dan lemah. Sedangkan Vey adalah wanita yang penuh energik, pintar dan pemberani. Padahal jauh dari penilaian Davin, Renata adalah wujud palsu dari si rubah betina. Semua sikap Renata pada Davin hanyalah kepalsuan belaka. Dan itulah salah satu misi Vey untuk membongkar kedok dua rumah betina yang telah menghancurkan rumah tangganya.


__ADS_2