Ku Rebut Kembali Karena Dia Miliku

Ku Rebut Kembali Karena Dia Miliku
Chapter 66


__ADS_3

Meskipun harus menunggu berjam- jam lamanya, wanita itu tetap tidak ingin kehilangan jejak Vey. Hingga terlihat jelas di depan matanya, ketika Vey dan Mita baru saja keluar dari salon.


Vey dan Mita nampak tersenyum bahagia, karena puas dengan hasil perawatan di salon itu. Vey berencana mengajak Mita ke kantor Bagas, untuk menunjukan hasil perawatan tubuh mereka hari ini. Bagas pasti semakin terpesona melihat Mita semakin cantik.


"Kita langsung ke kantor kakakku, yu? Kamu duduk di sini saja, biar aku yang menghentikan taxi," pinta Vey.


Saat itu Mita duduk di kursi tunggu penumpang di halte bus. Vey tak jauh darinya, dia sedang melambai-lambaikan tangannya menghentikan taxi-taxi yang sedang lewat.


Sedangkan orang yang masih berada di dalam mobil tak jauh dari Mita dan Vey berada, sedang menatap tajam ke arah Vey. Dari tadi dia menunggu Vey untuk memberi pelajaran pada wanita yang telah membuatnya dipecat dari pekerjaannya.


"Kau harus ku beri pelajaran, Vey. Jangan kira kau bisa tertawa setelah ini!!"


Orang itu menyalakan mesin mobilnya dan menjalankannya dengan kecepatan tinggi. Vey masih melambai-lambaikan tangannya berharap ada taxi yang mau berhenti. Mita mendadak panik, ketika melihat mobil berkecepatan tinggi mengarah pada Vey.


"Vey, awas ada mobil!!" teriak Mita, menarik Vey untuk mundur tapi malah dirinya yang ditabrak oleh orang tersebut.


Sedangkan Vey jatuh dalam kondisi tengkurap dan ada beberapa luka di tangan dan betisnya. Vey mencari keberadaan Mita, hingga dia tersadar setelah orang-orang berlarian mengerumuni seseorang yang baru saja ditabrak mobil.


Ada dua orang yang membantu Vey berdiri. "Mbak gak papa? Apakah wanita yang ditabrak mobil barusan adalah temannya, mbak?"


"Deg!!" 


Setelah mendengar ucapan orang yang telah membantunya berdiri. Dengan kondisi kaki yang berjalan pincang, Vey menghampiri kerumunan orang-orang.


Vey meminta orang-orang memberinya cela untuk melihat korban tabrak lari itu. Setelah dia melihat orang itu, mata Vey langsung membuka karena keterkejutannya.


"Mita!!" teriak Vey.


"Mas, pak, tolong dia, tolong bawa dia ke rumah sakit, pak!!" pinta Vey, bahkan Vey sudah menangis melihat kondisi Mita yang di penuhi darah.

__ADS_1


Mita segera dibawa ke rumah sakit dengan bantuan orang-orang di sana. Vey sangat panik, dia segera menghubungi kakaknya dan juga suaminya.


Ponsel Bagas berdering saat dia sedang bersantai. Bagas segera mengangkat telpon dari adiknya. Terdengar suara Vey sangat panik dan sedang menangis. Membuat Bagas mendadak panik, takut terjadi sesuatu pada adiknya.


"Kak, cepatlah kesini, aku sedang berada di rumah sakit kasih bunda, Mita mengalami kecelakaan, kak!!" ucap Vey.


Bagas terkejut, dia yang awalnya panik karena mendengar tangisan Vey, kini bertambah panik setelah mendengar calon istrinya mengalami kecelakaan dan sedang ditangani dokter.


Bagas segera menyambar kunci mobilnya dan berlari memasuki lift. Sesampainya di lantai bawah, Bagas berpapasan dengan sekretarisnya.


"Batalkan rapat hari ini!!" teriaknya sambil berlari dan terlihat sangat panik.


Dia langsung menuju ke tempat mobilnya terparkir, dan segera memasukinya. Dengan laju yang sangat tinggi, Bagas segera menuju ke rumah sakit.


"Bagaimana semua ini bisa terjadi? Please Mita, kamu harus kuat, aku segera datang!!" ucapnya sambil menyetir mobilnya.


Jarak kantornya ke rumah sakit kasih bunda lumayan jauh. Tapi sejauh apapun tidak akan membuat Bagas mengurungkan niatnya kesana.


Davin yang telah mendengar kabar dari istrinya pun juga sedang menuju ke rumah sakit kasih bunda.


Vey mondar mandir di depan pintu ruang unit gawat darurat (UGD), menunggu dokter yang sedang menangani Mita keluar. Dia menangis tanpa henti, takut terjadi sesuatu yang buruk pada Mita.


Tak lama Bagas datang, dia langsung memeluk Vey. "Katakan, bagaimana Mita bisa kecelakaan?" 


Bertepatan dengan kedatangan Davin yang langsung memeluk istrinya yang terlihat ketakutan.


Vey menceritakan kejadian menurut saksi yang melihat. Karena dirinya sendiri tidak tahu awal kejadian itu terjadi.


"Menurut saksi mata di lokasi, tadi ada mobil melaju sangat kencang mengarah ke arahku saat aku sedang menghentikan taxi yang lewat. Mita berteriak lalu dia menolongku, dan akhirnya malah dia yang tertabrak karena menyelamatkanku, kak. Ini semua gara-gara aku, seharusnya aku yang berada di ruangan ini!!" ucap Vey merasa bersalah, Davin segera menutup mulut istrinya.

__ADS_1


Vey berkata demikian tanpa memikirkan perasaan suaminya. Tentu saja Davin tidak ingin istrinya yang tertabrak.


"Sepertinya kejadian ini memang disengaja!!" ujar Davin berpendapat.


Bagas menoleh ke arah Davin, ucapan Davin masuk akal baginya. Dia segera memerintahkan orang-orangnya untuk mencari tahu.


"Tolong selidiki, kalau perlu minta rekaman cctv di setiap lokasi terdekat dan cari tahu pelakunya, seret dia ke hadapanku!!" perintah Bagas pada orang-orang suruhannya.


Bagas tidak akan melepaskan siapapun orang yang berniat mencelakai adik dan juga calon istrinya. Sama saja orang itu menantang dan memancing kemarahan Bagas.


Davin menyuruh Vey dan Bagas, duduk sambil menunggu dokter yang menangani Mita keluar. Terlihat sangat jelas, Bagas begitu hancur membayangkan calon istrinya. Davin pernah di posisinya, dia bisa merasakan apa yang dirasakan Bagas saat ini.


Lelaki itu menahan kemarahan tapi disisi lain dia tak berdaya berharap Mita bisa terselamatkan. Kedua tangannya terkepal, rasanya dia ingin memukuli tembok di sampingnya.


"Mita, aku mohon bertahanlah!!" gumamnya lirih.


Sedangkan Vey ikut hancur melihat kesedihan pada kakaknya. Davin memeluk Vey, memintanya untuk berhenti menangis. Vey tetap saja merasa bersalah karena gara-gara dia, Mita jadi kritis.


Di lain tempat, wanita yang telah menabrak Mita sedang marah-marah sendiri. Dia marah karena salah sasaran. Dia marah karena Mita yang dia tabrak, bukan Vey.


Setelah mengembalikan mobil rental nya, wanita itu segera pergi dengan menutupi wajahnya agar tidak ada yang mengenalinya.


Wanita itu bisa menebak, setelah kejadian itu, pasti banyak orang yang akan mencarinya. Apa lagi rekaman cctv di berbagai tempat pasti ada.


Wanita itu berlari menghentikan taxi yang lewat. Dia bergegas masuk sambil memperhatikan situasi kanan dan kiri.


"Ku harap tidak ada orang yang menemukanku. Sialan, seharusnya kau yang mati, Vey!!" ucapnya.


Tapi sepintar-pintar wanita itu bersembunyi, tetap saja jejaknya tercium oleh orang-orang Bagas. Apalagi mobil yang digunakan untuk menabrak tadi adalah mobil sewa. Orang-orang suruhan Bagas pasti bisa melacaknya, karena masih ada data KTP yang tertinggal di dalam layar monitor si pemilik rental mobil.

__ADS_1


"Segera beri tahu pak Bagas, dan kita berpencar mencari tempat tinggal wanita itu saat ini!!"


__ADS_2