
Devano semakin histeris kala melihat mobil itu meledak. Begitupun dengan Vey menangis di dalam dekapan Davin.
Apakah ini akhir dari segalanya yang pernah terjadi di dalam hidupnya. Orang-orang yang ingin mencelakainya malah tewas di tempat secara mengenaskan.
Terjun dari ketinggian yang lumayan tinggi dan terjatuh di dalam jurang, adalah tragedi yang sangat menakutkan. Ditambah lagi dengan adanya ledakan susulan, yang suaranya mampu terdengar di penjuru wilayah.
Sudah dipastikan tubuh Renata dan Andien hancur di bawah sana. Devano semakin histeris menyesali perbuatannya. Walaupun dia tidak sepenuhnya menyesal karena perbuatan jahat Renata dan Andien tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Polisi tidak akan mengetahui bahwa semua itu adalah rencana yang setelah disusun oleh Devano. Awalnya Devano hanya ingin memberi pelajaran tapi tidak tahunya Renata dan Andien alami kecelakaan yang sangat tragis.
Awalnya Dia mengira Renata dan Andien mengalami kecelakaan yang mampu membuat mereka jera. Apakah ini artinya dendamnya sudah terbalaskan. Kenapa endingnya begitu menyakitkan bagi Devano.
Aku mencintaimu, Aku mencintaimu, Aku mencintaimu!!" kalimat terakhir yang diucapkan Renata terus terngiang-ngiang di dalam kepalanya.
"Aaaaaaaaa! Maafkan aku Renata, maaf!!" teriak Devano hingga suaranya menggema di sana.
Vey mengajak suaminya menghampiri Devano. Mereka tahu Devano sangat hancur saat itu. Oleh karena itu mereka menghampirinya. Siapa tahu mereka mampu menenangkan Devano.
"Sabar Pak, semua telah terjadi. Ikhlaskan dia pergi, mungkin ini memang takdirnya yang lebih baik!!" ucap Davin memegang bahu Devano.
Devano mendongakkan wajahnya melihat dua suami istri itu sedang memandangnya. Devano senyum meskipun air mata masih mengalir di matanya. Dia langsung menghapusnya lalu bangkit berdiri.
"Syukurlah kalian berdua selamat!!" Hanya itu kata-kata yang mampu Devano ucapkan kepada Davin dan Vey.
Dia sempat memegang bahu keduanya sebelum dia pergi meninggalkan lokasi kejadian kecelakaan Renata dan Andien. Sepertinya lelaki itu sangat menyesali perbuatannya. Andai saja Renata tidak mengatakan ungkapan cintanya sebelum dia meninggal, mungkin Devano tidak akan sesakit itu.
__ADS_1
Jujur saja Devano masih mencintai Mantan istrinya itu. Tapi dia tidak suka dengan perbuatan jahat Mantan istrinya.
Lelaki itu semakin melangkah jauh meninggalkan lokasi dengan membawa luka di hatinya yang sangat mendalam.
Mata Davin dan Vey tidak berkedip melihat kepergian Devano. Hingga Devano masuk ke sebuah mobil yang membawanya pergi dari lokasi itu.
Bisa dibayangkan Betapa sakit dan Hancurnya hati Devano saat itu. Dulu Renata dan Devano adalah pasangan yang sangat serasi dan saling mencintai. Cinta keduanya hanya bertahan satu tahun setelah pernikahan.
Pernikahan mereka hancur karena hasutan ibunya Renata. Bagaimana mungkin Devano tidak dendam pada keduanya, mereka membuang Devano setelah menguasai semua harta milik Devano. Di saat Devano masih mencintai Renata dan hatinya dihancurkan begitu saja.
Lama lelaki itu menghilang untuk merintis kembali karirnya dari nol hingga dia berhasil kembali menjadi orang yang sukses. Lalu dia dipertemukan kembali dengan Renata yang menjadi seorang pelakor. Pria yang ingin direbutnya tak lain adalah kolega bisnisnya yaitu Davin.
Kemarahan Devano saat itu memuncak dan bercampur. Bukan hanya dendamnya dia juga ingin melindungi Davin dan Vey.
Apakah Devano benar-benar menyesal saat ini? Dia tidak sepenuhnya menyesal. Dia hanya terluka setelah mengetahui fakta yang sebenarnya tentang perasaan Renata padanya, setelah dia mencelakai Renata.
"Sayang ayo kita pergi dari sini, kamu pasti sangat syok melihat semua kejadian ini. Kita ikhlaskan kematian Renata dan Andien semoga mereka diterima di sisi Tuhan."
Devi mengajak Vey, meninggalkan lokasi kejadian. Dia tidak ingin melihat istrinya terlalu bersedih sehingga mempengaruhi kehamilannya.
Sedangkan kasus kecelakaan itu mereka pasrahkan kepada pihak yang berwajib. Kepolisian tidak mungkin bisa mengetahui bahwa kecelakaan itu memang direncanakan oleh Devano. Karena tidak ada bukti bahkan bukti satu-satunya ikut hancur terbakar bersama dengan tubuh Renata dan Andien.
Kecuali Devano sendiri yang menyerahkan diri ke pihak Kepolisian. Meskipun itu semua tidak mungkin terjadi.
Berita kecelakaan itu masuk di berbagai berita di media sosial. Bagas yang masih berada di Singapura pun melihat berita itu. Dia terkejut setelah membaca nama-nama korban kecelakaan itu.
__ADS_1
"Cih, Takdir memang terlalu baik untuk keluargaku!!" dia merasa lega, karena ancaman terbesar adiknya telah mati.
Bagas bisa sedikit merasa lebih tenang di saat dia jauh dari keluarganya. Kini dia bisa berfokus pada kesembuhan calon istrinya. Beban di pikirannya telah berkurang, Seiring dengan berjalannya waktu.
Kata dokter di Singapura, kondisi Mita pun semakin membaik hanya butuh menunggu waktu hingga wanita itu sadar. Bagas tidak pernah jauh dari sisi Mita. Siang malam dia selalu menemani calon istrinya itu.
Berharap calon istrinya segera sadar dan mereka bisa kembali ke Indonesia. Bagas sudah tidak sabar ingin segera menikahi Mita. Membangun keluarga kecil yang harmonis dilengkapi dengan anak-anak yang akan membuat kehidupannya semakin sempurna.
Takdir Siapa yang tahu. Sesuatu yang telah kita pikirkan jauh-jauh hari nyatanya tidak akan sama dengan kejadian di masa depan. Dulu tidak terbayangkan bahkan tidak ada di kamusnya bahwa seorang Bagas akan mempunyai seorang istri.
Traumanya membuat dia takut untuk menjalin hubungan dengan seorang wanita. Tapi kehadiran Mita mampu menyembuhkan trauma nya selama ini.
Bagas menggenggam tangan Mita, lalu mengecupnya lembut. "Sayang, ayo bangunlah. Jangan tidur terus, kita gapai kebahagiaan kita. Lihatlah Davin dan Vey, sebentar lagi mereka akan mendapatkan kebahagiaan mereka. Kita pun akan bahagia seperti mereka. Aku akan menjadikanmu wanita yang paling spesial dan akan selalu membahagiakanmu. Aku janji setelah kamu sadar, aku akan membuang sifat dinginku dan merubahnya menjadi lebih hangat. Ayo, bangunlah sayang. Kau tahu aku sangat merindukanmu," ucap Bagas lirih seperti bisikan yang hanya mampu didengarnya dengan Mita.
Tiba-tiba Mita memberi respon melalui gerakan tangannya. Bagas pun menyadari pergerakan dari Mita. Dia langsung lari keluar memanggil dokter dan perawat.
Tak lama dia kembali lagi ke ruang rawat Mita dengan membawa dokter dan perawat yang akan menangani Mita.
Dokter pun tersenyum setelah memeriksa kondisi Mita. Lalu dokter itu memandang ke arah Bagas dan tersenyum.
"Syukurlah suatu keajaiban, nona ini telah melewati semua masa kritisnya. Iya telah sadar, tapi untuk saat ini dia masih pingsan, karena kondisi tubuhnya yang masih sangat lemah," ucap dokter membuat Bagas merasa lega.
"Syukurlah, Terima kasih Dokter atas bantuannya!!"
Dokter itu pun tersenyum lalu pergi bersama dua perawat, meninggalkan Bagas dan Mita di ruang rawat itu. Bagas sangat senang, dia merasa lega lalu mencium kening Mita.
__ADS_1
"Terima kasih sayang, akhirnya kau sembuh!!" bisik Bagas di telinga Mita, berharap Gadis itu mendengarnya.