
Renata terlihat sangat menyukai Perumahan milik Devano .bisa dilihat dari cara dia melihat seluruh isi ruangan di milik Devano .bahkan matanya tidak bisa berkedip 1 detik pun .
"Bagaimana Apakah kau menyukai rumah ini apa bisa membuatmu lebih nyaman daripada kos-kosan Mu tadi?"
"Ya aku sangat menyukainya terima kasih!!" ucapnya tersenyum.
"Syukurlah, kalau kau menyukainya, kau bisa istirahat di kamar, kamar ini adalah kamarku, sedangkan kamarmu ada di sebelahnya, jika kau lapar, kau bisa ambil sendiri, karena di rumah ini tidak ada pembantu, jadi apapun kau harus melakukannya sendiri!!" ujar Devano sebelum masuk ke dalam kamarnya.
Renata memasuki kamar yang ditunjuk Devano. Dia merasa kamar ini lebih layak daripada kos-kosan milik Andien. Dia berpikir Devano benar-benar belum bisa melupakannya sehingga dia membawanya kemari.
Wanita itu menelusuri setiap ruangan di dalam kamarnya. Bahkan dia membuka lemari sudah berisi lengkap pakaian-pakaian yang pas dengan ukuran tubuhnya.
"Apakah dia yang menyiapkan semua ini? ternyata dia masih mengingat ukuranku."
"Akhirnya aku bisa keluar dari kos-kosan itu dan tidak jadi menjadi gembel. Aku tidak bisa membayangkan, bagaimana jika aku menjadi gembel dan kekurangan makan, oh tidak!!"
Renata masuk ke dalam kamar mandi yang sudah lengkap dengan bathtub dan sabun beraroma wangi sehingga dia ingin segera memanjakan tubuhnya yang bau keringat dari tadi. Bahkan berapa hari ini dia tidak bisa mandi di kos-kosan Andien, karena dia tidak terbiasa mandi di tempat umum apalagi harus antri.
"Duh senangnya akhirnya aku bisa merasakan ini kembali, Setelah beberapa lama dikurung di dalam sel penjara. Belum lagi setelah kabur harus tinggal di dalam kos-kosan milik Andien yang membuatku tidak betah."
Renata terus menikmati berendamnya di dalam bathup. Tanpa dia sadari di luar sana Devano mendengarkan semua ucapannya tadi. Devano menyeringai, "Berbahagialah karena sebentar lagi kau akan mendapatkan pembalasan atas semua perlakuanmu padaku, dulu."
Devano keluar dari kamar Renata. Tadinya dia ingin mengajak Renata makan bersama tidak tahunya dia malah mendengar ucapan Renata seperti itu membuatnya mengurungkan niatnya dan menunggu Renata keluar sendiri dari kamarnya.
Renata terus memanjakan tubuhnya di dalam kamar mandi tanpa terasa dia sudah memakan waktu selama 1 jam lamanya.
__ADS_1
Wanita itu mengenakan salah satu pakaian rumahan yang telah disiapkan Devano di dalam lemari dan dia keluar dari kamarnya dan mendapati Devano yang telah menunggunya di meja makan.
"Udah selesai? kemarilah kita makan bersama. Kau pasti lapar, Aku sengaja memesankan makanan di luar karena aku malas masak. Kamu pasti lelah setelah selesai makan semua ini kau bisa istirahat!!" ucap Devano singkat.
Renata tersenyum dia langsung duduk di samping Devano dan menyiapkan piring untuknya dan Devano. Dia akan mencoba bersikap baik untuk mengambil hati Devano.
"Ternyata kau masih mengingat makanan kesukaanku. Aku tidak menyangka, Aku sangat senang hari ini dan rasanya aku sudah sangat lama tidak memakan makanan seperti!!"
"Aku tahu, makanlah yang banyak. Pasti selama ini di dalam penjara makananmu Tak seenak ini!!" ucap Devano.
"Ya, kau benar aku sangat menderita di dalam sana. Apalagi semenjak meninggalnya Ibuku rasanya aku sangat kesepian. Oh ya, Devano Apakah kau benar-benar sudah memaafkanku atas semua kesalahanku dulu padamu. Aku takutnya kamu ingin membalas dendam padaku!!"
"Tenanglah aku tidak mungkin seperti itu. Jika aku ingin membalas dendam padamu, pasti sudah kulakukan sejak dulu!!" ucap Devano tersenyum palsu pada Renata.
Dalam hati mereka mempunyai rencana masing-masing. Devano pada rencananya kita Renata juga pada rencananya. Mereka memiliki rencana masing-masing.
Renata memanfaatkan kebaikan Devano untuk numpang hidup sekaligus membalas dendamnya pada Vey. Dalam pikirannya Devano Pasti sangat mencintainya dan gagal move on sehingga dia mau menolongnya.
Devano melirik ke arah Renata yang sedang menikmati makanannya dalam hatinya dia membiarkan wanita itu menikmati sisa-sisa hidupnya.
"Sepertinya kau sangat menyukai makanan ini. Ternyata Dari dulu hingga sekarang seleramu tetap sama!!" ucap Devano.
Renata tersenyum memandang ke arah Devano, lalu berucap, "Ya, kau betul dan hanya kau yang tahu Seleraku selama ini."
"Cepat selesaikan makananmu setelah ini aku akan keluar sebentar karena ada suatu pekerjaan yang harus aku selesaikan malam ini juga. Jangan keluar dari rumah ini jika kau sampai keluar maka aku tidak akan menerimamu lagi di rumah ini."
__ADS_1
Renata menganggukkan kepalanya lalu berucap, "Baiklah aku akan patuh dengan semua perintahmu."
"Baiklah aku akan keluar sekarang. Tolong bereskan ini semua setelah kau selesai makan!!"
Devano langsung menyambar kunci mobilnya, tak lupa dia mengunci kamarnya. Dia harus waspada, karena bisa saja Renata masuk ke dalam kamarnya. Renata terus memperhatikan, hingga Devano menghilang dari balik pintu.
Devano berbohong, sebenarnya dia tidak ada pekerjaan malam ini yang harus dia selesaikan. Dia hanya tidak ingin serumah berdua dengan wanita yang sangat dia benci.
Dia memilih keluar dan mencari udara segar di luar sana. Dia akan kembali sekitaran tengah malam nanti. Yang terpenting dia tidak terus-terusan bertemu dengan Renata.
Iya keluar sambil memikirkan rencana yang akan disusunnya ke depan. Melihat mangsanya sudah masuk perangkap dia akan menjalankan semua rancangannya yang telah disusun sebelumnya.
Renata bisa tidur nyenyak malam ini, tanpa gigitan nyamuk, tanpa kepanasan. karena di kamar yang telah disiapkan Devano, sudah dilengkapi dengan fasilitas seperti AC, dan lainnya. Sehingga membuat tidurnya sangat nyaman. Berbeda ketika dia tidur di kos-kosannya Andien.
Renata ingin menghubungi Andien tapi dia tidak memiliki handphone. Rencananya dia akan meminta pada Devano besok untuk membelikan dia handphone.
"Kira-kira berkesan ngelunjak nggak ya? jika besok aku mau minta Devano untuk membelikanku handphone. Ah, dia pasti mau memberikan handphone untukku. Dia kan masih mencintaiku. Jangankan sebuah handphone, semuanya pasti akan diberikannya untukku."
Renata sangat percaya diri dan berpatokan pada Devano yang masih mencintainya maka dia dengan mudah akan mendapatkan semua yang dia inginkan melalui Devano.
"Jika dulu aku tidak menuruti kemauan Mamaku, pasti aku sudah bahagia dengan Devano.Jujur sebenarnya aku masih Mencintainya. Melihat Devano masih mencintaiku aku sangat bahagia!!"
Renata membaringkan tubuhnya dan matanya memandang ke arah langit-langit kamarnya. Dia membayangkan wajah Devano sangat berbeda dengan Devano yang dulu. Devano yang sekarang jauh lebih tampan dibanding Devano yang dulu.
Sepertinya Renata sudah jatuh hati kembali pada mantan suaminya. Itu berarti, rencana Devano akan berhasil. Mangsanya telah terperangkap oleh jebakannya, dan Devano tinggal menjalankan rencananya selanjutnya. Dia akan membalaskan dendamnya pada mantan istrinya yang tak lain adalah Renata. Sekaligus mengakhiri kejahatan-kejahatan yang akan terus dia lakukan kepada Vey termasuk niat buruknya yang akan telah direncanakannya bersama Andien.
__ADS_1