Ku Rebut Kembali Karena Dia Miliku

Ku Rebut Kembali Karena Dia Miliku
Chapter 67


__ADS_3

Sampai sekarangpun, Mita belum sadarkan diri. Dahinya diperban, dan ada luka goresan yang lumayan banyak di tangan dan kakinya. Bagas dan Vey, bergantian menjaganya.


Ayah Mita sengaja tidak Bagas beri tahu mengenai kondisi Mita saat ini. Yang namanya orang tua pasti akan panik jika mendengar putrinya kecelakaan dan belum sadarkan diri hingga saat ini. Apa lagi beliau baru saja pulih dari sakit jantungnya.


Bagas tidak bisa terus-terusan menunggu Mita. Dia mondar mandir mencari tahu keberadaan orang yang telah menabrak calon istrinya. Dia akan bisa tenang setelah mendapatkan pelakunya.


Dari rekaman cctv, kejadian tabrak lari itu memang disengaja. Parahnya lagi setelah di cek, mobil yang digunakan si pelaku adalah mobil rental.


Saat ini bagas berada di ruang rawat Mita. kedua tangannya menggenggam tangan Mita yang masih lemas. Sesekali dia mencium punggung tangan Mita dan menatap wajah pucat dengan mata yang masih terpejam itu.


"Please, bangunlah!!" pinta Bagas.


Pintu ruang rawat terbuka, Vey baru saja tiba dengan Davin. Vey membawakan rantang makanan untuk makan siang kakaknya.


"Makanlah, kak. Aku sengaja memasakan makanan spesial untukmu hari ini. Ayo kemarilah, kau juga butuh makan!!"


Bagas bangkit dari duduknya berpindah ke sofa di pojok ruangan. Vey membuka rantang yang berisi makanan yang mampu menggugah selera.


Karena bagas sangat lapar serta sudah lama dia tidak memakan masakan adiknya. Tanpa berbasa basi dia langsung menyantap makanan yang terhidang di depannya.


"Apa orang-orangmu sudah memberimu kabar?" tanya Davin membuka obrolan. Bagas menggeleng seraya mengunyah makanannya.  Namun tak lama handphonenya bergetar, ada panggilan masuk dari salah satu orang suruhannya. Bagas segera menelan makannya, lalu menjawab telponnya.


"Ya, bagaimana? Ada kabar penting apa?"


"Hallo, bos. Kami telah menemukan identitas pelaku. Tapi kami masih mencari keberadaan pelaku. Orang yang menabrak nona Mita bernama Andien. Menurut info, dia adalah mantan karyawan dari Wings Corporation," ucapnya.


Setelah nama Wings Corporation disebut, pandangan mata Bagas terarah pada Vey dan Davin yang juga sedang memandangnya.


"Cari sampai ketemu!!" perintahnya, lalu menutup telponnya.

__ADS_1


"Apa di kantor kalian pernah ada karyawan bernama Andien?" tanya Bagas pada Vey dan juga Davin.


"Andien. Memangnya kenapa dia?" tanya Vey.


"Kami baru saja beberapa hari yang lalu memecatnya. Memangnya ada apa dengan wanita itu?" timpal Davin.


"Pantas saja, sepertinya dia sengaja ingin menabrak Vey waktu itu. Apa mungkin dia menaruh dendam pada kalian berdua?"


Davin dan Vey saling tatap, seolah apa yang sedang mereka pikirkan sama. Mereka berpikir, ada benarnya juga si Andien dendam pada mereka dan sengaja ingin mencelakai Vey.


Vey menutup mulutnya, kepalanya menggeleng pelan. Tidak menyangka pelaku tabrak lari itu, tak lain adalah Andien. Karyawan yang dipecatnya beberapa hari yang lalu karena berniat buruk padanya dan suaminya.


"Bisa jadi dia ingin menabrakku, menurut saksi mata pun juga berkata pelaku tabrak lari itu sepertinya ingin menabrakku tapi Mita segera menolongku, sehingga pelaku salah sasaran!!" ujar Vey.


"Bagaimana bisa kalian memecatnya? Ceritakan padaku!!"


Bagas ingin tahu kronologi tentang pemecatan Andien, sebelum menyelidiki lebih lanjut. Karena bagas sendiri belum tahu siapa Andien. Walaupun sebenarnya dia sudah pernah melihatnya. Hanya saja Bagas tidak tahu namanya.


"Brengsek, aku tidak akan membiarkan wanita itu bebas. Dia sudah bermain-main denganku, dan aku akan meladeni permainanya. Biar dia tahu, siapa Bagas sebenarnya."


Kalau menyangkut adik dan calon istrinya, Bagas tidak bisa tinggal diam. Wanita itu tidak akan dibiarkannya lolos.


"Tenanglah, kami akan membantu mencari keberadaan Andien. Kami akan melihat biodata dia, di sana tertera alamat rumahnya," ujar Davin.


Bagas mengangguk, bagaimanapun dia tidak mau menolak bantuan Davin. Meskipun dia dan orang suruhannya akan mampu menemukan keberadaan Andien.


Tak lama ponsel Davin berdering, namun dia terlambat mengangkatnya. Lalu satu menit kemudian, giliran ponsel Bagas yang berdering."


Kantor polisi, Bagas segera mengangkatnya, siapa tahu ada kabar penting.

__ADS_1


"Ya, hallo!!" jawab Bagas.


"Mohon maaf pak Bagas. Tahanan penjara yang bernama Renata kabur dari penjara. Kami sedang melakukan pencarian. Di mohon pak Bagas dan se keluarga lebih waspada. Karena wanita itu sangat membahayakan Vey.


Bagas mengangguk, meskipun dia terkejut tapi wajahnya tetap santai. Setelah menutup sambungan teleponnya, Bagas langsung memberitahu Vey dan Davin.


"Berhati-hatilah, Renata kabur dari penjara, polisi baru saja memberiku kabar!!"


"Apa?" tanya Vey dan Davin terkejut.


"Bagaimana bisa dia kabur, bagaimana penjagaannya, sehingga wanita itu bisa kabur?" tanya Davin.


Wajah Davin dan Vey sangat panik, terlebih Davin. Vey tiba-tiba pingsan, untung saja Davin berada di sisinya. Dengan sigap, Davin menangkap tubuh Vey yang limbung.


Bagas segera memanggil dokter, tak lama para perawat datang setelah mendengar teriakannya. Beberapa menit kemudian dokter pun tiba untuk mengecek kondisi Vey.


Setelah menunggu sekian menit, Dokter itu pun telah selesai mengecek kondisi Vey.


"Sepertinya nona Vey baik-baik saja, saya rasa istri anda sedang hamil. Untuk lebih akuratnya saya akan menyuruh dokter ahli kandungan untuk mengecek kondisi istri anda!!"


Mendengar jelasan dokter barusan, entah apa yang dirasakan Davin saat ini. Bahagia karena istrinya akhirnya bisa mengandung anak mereka kembali. Tapi di sisi lain, mendengar berita kaburnya Renata, membuat Davin merasa was-was. Sepertinya dia harus memperketat penjagaan pada istrinya kali ini. Dia tidak ingin Renata menghancurkan keluarga kecilnya lagi seperti dulu.


Setelah Vey di periksa dokter ahli kandungan, dan hasilnya memang Vey positif hamil. Davin sangat bersyukur, dia berjanji kali ini akan memperketat penjagaan istrinya.


Selama Vey belum sadarkan diri, Davin berbicara empat mata pada Bagas. Bagaimanapun situasi kali ini mereka tidak boleh lengah. Mereka harus memperketat penjagaan dan menyusun rencana.


"Sekarang ada dua wanita berbahaya yang sedang mengincar nyawa Vey. Kita harus menangkap keduanya, jangan biarkan dua wanita itu menyentuh Vey walaupun seujung kuku!!" ucap Davin pada Bagas.


"Kau jaga saja istrimu, kau juga harus waspada. Soal mencari tahu dan menangkap dua wanita itu serahkan saja pada anak buahku. Ingat Davin, kali ini jika kau sampai lengah dan tidak bisa menjaga adikku, maka kembalikan saja dia padaku!!" ucap Bagas seperti sebuah ancaman.

__ADS_1


Davin tidak marah ataupun tersinggung dengan ucapan Bagas. Dia sadar diri, di masa lalu dia memang terlalu lemah. Tapi ke depan, dia akan menjaga Vey dengan sebaik-baiknya dan tidak akan mengulang kejadian lama untuk kedua kalinya.


__ADS_2