Ku Rebut Kembali Karena Dia Miliku

Ku Rebut Kembali Karena Dia Miliku
Chapter 78


__ADS_3

Petugas melakukan evakuasi dan pengangkatan mobil serta jenazah Renata dan Andien yang dinyatakan hangus terbakar.


Terlihat dari video yang memperlihatkan kondisi mobil yang telah hangus terbakar.   Begitupun mayat Renata dan Andien, yang diangkat petugas pun sudah terbujur kaku dan hangus.


Apakah itu yang dinamakan karma? seorang yang sewaktu hidup berbuat jahat pada orang lain, maka di saat mereka meninggal, mereka akan meninggal secara tragis. Seperti contoh kematian Renata dan Andi.


Mereka berniat mencelakai Vey dan merusak rem mobilnya. Berharap mereka berdua kecelakaan dan akan segera mati. Nyatanya semuanya terbalik itulah yang dinamakan Senjata makan tuan.


Devano terus berada di lokasi kejadian selama proses evakuasi berlangsung. Bahkan tubuh Devano langsung lemas seketika setelah melihat wujud jenazah Renata setelah diangkat.


Kedua jenazah itu pun kemudian akan dibawa ke Rumah Sakit, untuk dilakukan visum dan identifikasi lanjutan.


"Tunggu, saya mengenal salah satu dari mereka, karena salah satu dari mereka adalah mantan istri saya. Saya akan bertanggung jawab dan memakamkan mereka secara layak. Jadi tidak perlu melakukan visum atau identifikasi lanjutan!!" ucap Devano.


Walaupun Devano adalah orang yang merencanakan kematian Renata, tapi dia tetap akan melakukan prosesi pemakaman Mantan istrinya itu dengan selayaknya.


Petugas yang melakukan evakuasi pada jenazah Renata dan Andien pun akhirnya menuruti perintah Devano. Devano mempunyai kuasa besar dengan uang dia bisa melakukan segalanya.


Hari itu pula jenazah Renata dan Andien akan dimakamkan. Davin dan bagus ikut hadir di pemakaman Renata dan Andien. Vey, tidak diperbolehkan ikut karena kondisi kehamilannya yang masih lemah.


Davin melihat Devano yang terlihat sangat hancur hari itu. Duka dan penyesalannya menjadi satu.


Meskipun Davin mengetahui rahasia terbesar Devano tapi Davin akan mencoba menutupi semuanya. Bagaimanapun Devano telah menolongnya dan juga Vey.


"Saya turut berduka cita. Bersabarlah Pak, ikhlaskan kepergian Renata!!" ucap Davin mencoba menenangkan Devano.


Saat itu Devano sedang menangis. Meskipun dirinya mencoba menutupi tangisnya, tapi getaran di tubuhnya tidak bisa dibohongi.


Setelah mengucapkan ucapan duka cita  kepada Devano. Davin mengajak mertuanya pergi meninggalkan lokasi pemakaman.


"Takdir memang tidak bisa kita ketahui.  Seperti kematian Renata, Ayah tidak menyangka Renata akan meninggal dengan cara seperti itu!!" ucap Bagus, ketika mereka berdua sudah berada di dalam mobil Davin.


"Benar, yah. Ada duka serta hikmah dibalik semua ini!!" jawab Davin.


Harta yang selama ini dikejar-kejar Renata dan diagung-agungkan Renata, nyatanya tidak dibawa mati. Hanya namanya yang buruk yang masih tertinggal di dunia. 

__ADS_1


Setelah manusia meninggal, yang ditinggal di dunia hanyalah Legacy (warisan). Dalam arti ini harta tidak bisa dibawa mati.


Setelah mengantarkan ayah mertuanya pulang, Davin kembali lagi ke rumah barunya yang ditempatinya dengan Vey.


Saat Davin sudah sampai di rumah barunya dan dia baru saja masuk ke dalam rumah. Davin melihat istrinya sibuk menonton televisi. Davin tersenyum melihat istrinya yang sibuk menonton televisi. Itu lebih baik daripada terpuruk memikirkan kematian Renata yang bisa berdampak buruk pada perkembangan janin yang dikandung istrinya.


"Selamat sore istrinya Davin. Selamat sore juga calon anak papa!!" Sapa Davin. Tangannya mengelus lembut perut Vey yang terlihat mulai membuncit.


"Selamat sore mas, kamu sudah pulang!!" 


Vey menarik tangan suaminya selalu memintanya duduk di sampingnya. Tiba-tiba dia bergelayut manja di lengan suaminya.


"Mas, aku lapar. Aku menunggumu dari tadi!!" ucap Vey manja. 


Dari tingkahnya yang manja, sepertinya bayi yang sedang dikandungnya berjenis kelamin perempuan. Bahkan Vey akhir-akhir ini semakin suka merias wajahnya. Konon katanya orang tua zaman dulu, jika seorang ibu mengandung  dan suka merias diri, maka yang bayi yang dilahirkannya kelak berjenis kelamin perempuan. 


"Astaga sayang, jadi kamu belum makan? Kenapa kamu belum makan? Kamu sengaja menungguku, ya?"


Vey menganggukkan kepalanya dengan ekspresi polos sembari tersenyum memandang suaminya yang semakin tampan. Apalagi saat ini Davin mengenakan kemeja hitam dan celana hitam dilengkapi sepatu hitam menambah kadar ketampanan pada dirinya.


"Memangnya kamu ingin makan apa sayang? mas, akan membelikannya untukmu!!"


"Laksa Singapore, asli dari Singapura!!"


"Hah, jadi maksudmu aku harus membelinya langsung dari Singapura? Aduh Sayang, beli di Jakarta sini aja ya, kan banyak. Kenapa harus ke Singapura sih?"


"Nggak mau! maunya pokoknya asli dari Singapura!!" ucap final. Davin langsung menggaruk kepalanya. Sepertinya kepalanya mendadak terasa gatal.


Detik berikutnya handphone milik V yang diletakkan di atas meja pun berdering. Ada panggilan video masuk dari Bagas. Seketika ada ide masuk di kepala Davin mengingat kakak iparnya saat ini berada di Singapura. Bibirnya menyeringai saat istrinya mengangkat panggilan video call dari Bagas.


"Halo adiknya kakak, Bagaimana kabarmu? Apakah kau baik-baik saja di sana? Kenapa wajahmu terlihat murung? Siapa yang membuatmu murung?" tanya Bagas.


Lama tidak melakukan panggilan video call dengan adiknya, tahu-tahu dia malah disuguhkan dengan pemandangan wajah murung adiknya yang tidak enak dipandang.


"Mas Davin nih, Kak. Aku ingin makan laksa singapura yang di beli langsung dari Singapura. Tapi kelihatannya dia tidak ingin membelikannya untukku!!" adu Vey pada Bagas.

__ADS_1


Bagas aja yang mendengar permintaan adiknya pun merasa ngeri apalagi Davin. Tapi menurutnya itu sangat lucu. Bahkan dia mencoba mengompori adiknya agar semakin marah dengan Davin.


"Wah parah kau Davin. Istrimu sedang ngidam tapi kau tidak mau menurutinya. Nanti kalau anakmu terlahir ileran baru tahu rasa kau. Jika aku jadi kamu, ke ujung dunia pun pasti akan aku belikan apapun kemauan istriku!!" ucap Bagas semakin mengompor-kompori.


"Eh, jangan malah ngompor-ngomporin dong. Awas aja ya nanti kalau sampai kamu sudah memiliki istri dan istrimu hamil. Sampai kamu tidak menuruti keinginannya baru tahu rasa!!" tahu Davin yang tidak terima.


Mita yang sedari tadi hanya menyimak obrolan mereka bertiga pun akhirnya mengambil alih handphone milik Bagas.


"Hai Vey, Bagaimana kabarmu? Apakah kau baik-baik saja disana? dengar-dengar kau sudah mengandung, ya? Selamat ya, semoga kamu dan bayimu selalu diberi kesehatan!!" ucap Mita mengalihkan perhatian Vey.


"Mita, Benarkah kau itu? Kau sudah sadar? syukurlah akhirnya kau sadar. Aku sangat mengkhawatirkanmu. Tapi syukurlah akhirnya kau sudah sadar, aku sangat bahagia melihatmu sehat kembali. Kapan kau akan kembali ke Indonesia? Aku sangat merindukanmu!!"


Bagas ikut bergabung dengan Mita. Bahkan Tangannya sudah merangkul bahu Mita.


"Ngapain nyuruh-nyuruh orang cepet pulang? kamu nggak tahu kita mau berbulan madu di Singapura dulu?" sahut Bagas, membuat Vey naik pitam.


"Kak jangan macam-macam ya kamu Awas aja kamu macam-macam Mita Ingat kalian belum menikah cepat pulang ke Indonesia nikahi Mita dulu baru kamu macam-macam dan kamu Mita Jangan mau di macam-macam in sama kakakku suruh dia nikahin kamu dulu awas aja kalian sampai macam-macam!!" 


Vey mengeluarkan ancamannya, membuat membuat Bagas terkekeh. Padahal Bagas hanya bercanda, tapi Vey menanggapinya dengan serius.


"Iya-iya, nikah dulu baru kawin. Nggak usah dijelaskan, kita sudah tahu kok!!" protes Bagas.


"Jadi kapan kalian akan pulang ke Indonesia?" tanya Vey lagi.


"Tunggu kondisi Mita benar-benar pulih 100% baru kita bisa pulang ke Indonesia. Emangnya kenapa sih buru-buru banget nyuruh orang pulang?" tanya Bagas heran.


"Nggak kenapa-kenapa sih. Mau nitip laksa asli Singapura, kok. Nggak jadi nyuruh suamiku Ke Singapura karena Kakak ada di Singapura. Jadi nanti kalau kalian pulang dari Singapura, kalian wajib membawakan ku oleh-oleh laksa asli Singapura!!" 


"Lhoh, kok kamu ngidamnya berpindah ke kami? Tadi kan kamu nyuruh suamimu!!" protes Bagas.


Davin terkekeh menertawai kakak iparnya. Itulah yang dinamakan Senjata makan tuan. Dia tadi yang mengompori dia sendiri yang kena batunya.


"Good job. Anak Papa memang pintar. Kalau ngidamnya yang aneh-aneh minta ke Uncle Bagas saja ya, Sayang. Kalau sama Papa minta yang ringan-ringan saja, yang ada di kota ini," ucap Davin menimpali sambil terkekeh.


  

__ADS_1


__ADS_2