Ku Rebut Kembali Karena Dia Miliku

Ku Rebut Kembali Karena Dia Miliku
Chapter 73


__ADS_3

Pukul 12.00 malam Devano baru saja kembali ke rumahnya. Niat hati ingin menghindar dari Renata Ternyata wanita itu sedang menunggu kepulangannya.


Baru saja dia menutup pintu, terdengar suara Renata langsung menyapanya. "Kau baru pulang? Apakah pekerjaanmu sangat banyak?"


"Ya, pekerjaanku sangat banyak dan lumayan menyita banyak waktu. Kenapa kau belum tidur? Apakah engkau sedang menunggu ku dari tadi?"tanya Devano memandang ke arah Renata yang masih memandangnya.


"Ya, aku mengkhawatirkan mu, meskipun rasa khawatir ini tidak pantas lagi ku ucapkan untukmu. Aku tadi ingin menghubungimu mengingat aku tidak mempunyai ponsel jadi yang bisa kulakukan hanyalah menunggu mu disini. Untung saja kau sudah kembali aku sudah bisa merasa lega."


"Jadi kau tidak mempunyai handphone? Oh ya, aku lupa kau baru saja kabur dari penjara!!" ucap Devano.


Ternyata itu hanyalah trik Renata agar Devano membelikannya handphone. Renata masih menunggu respon Devano. Dia berharap Devano akan berkata bahwa dia akan memberikannya handphone.


"Besok aku akan membelikan handphone  untukmu. Sekarang beristirahatlah, ini sudah terlalu malam. Selamat beristirahat, sampai ketemu besok!!" ucap Devano sebelum dia masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya.


"Yes aku berhasil. Apa kubilang, dia pasti menuruti semua keinginanku!!" ucap Renata girang.


Dan benar saja besok siangnya seseorang mengirimkan tas kecil yang berisi handphone untuk Renata. Orang itu berkata bahwa barang itu adalah pemberian Devano.


Renata terlihat sangat girang dan langsung menerimanya. Setelah dia membukanya ternyata handphone itu sudah menyala. Ada chat WhatsApp masuk dari seseorang, Renata langsung membukanya. Ternyata chat itu dari Devano terlihat jelas dari namanya.


"Kau sudah menerima handphonenya? Apakah kau menyukainya? handphone itu adalah keluaran terbaru kuharap kau menyukainya!!" isi chat WhatsApp dari Devano.


"Terima kasih Devano. Aku sudah menerimanya dan aku sangat menyukainya!!" isi balasan chat dari Renata untuk Devano.


Mumpung situasi rumah masih sepi dan Devano masih di kantornya. Renata segera menggunakan kesempatan itu untuk menelpon Andien.

__ADS_1


Tanpa dia ketahui, Devano sudah memasang CCTV di setiap sudut ruangan. CCTV itu sangat canggih sehingga bisa merekam suara seseorang sekecil apapun.


Bahkan meskipun saat ini Devano berada di kantornya, Devano bisa melihat jelas apa yang dilakukan Renata dan apa saja yang diucapkan Renata termasuk perbincangannya dengan Andien.


"Halo Andien, ini aku Renata Sorry aku baru bisa menghubungimu!!"


Renata sedang video call dengan Andien dan semua gerak-geriknya tak luput dari pengawasan Devano.


"Oh, dasar kacang lupa dengan kulitnya, sudah menemukan yang lebih nyaman, jadi kau lupa denganku. Di tempat laki-laki itu apakah lebih nyaman?" sindiran Andien yang merasa iri dan kesal.


"hahaha, apakah kau iri denganku? Sudahlah jangan iri. Takdir kita memang berbeda sudah sepantasnya takdirku selalu bergelimang harta dan dikelilingi kemewahan. Laki-laki kemarin adalah mantan suamiku dan dia masih mencintaiku. Jadi apa salahnya jika aku ikut tinggal bersamanya. Tapi saat ini bukan waktunya untuk membahas tentang ini. Ada pembahasan yang lebih penting yaitu Bagaimana rencana kita Untuk mencelakai Vey?"


Devano masih menyimak dia mendengar jelas setiap ucapan Renata. Bahkan semua rencana buruk yang telah wanita itu rencanakan bersama Andien untuk mencelakai Vey.


"Dasar wanita-wanita licik. Jangan kira rencana kalian akan berhasil, tak semudah itu!!" ucap Devano matanya berfokus pada layar ponselnya yang menampilkan video Renata yang masih video call-an dengan Andien.


"Aku belum bisa menemuimu. Nanti kalau aku sudah bisa menemuimu, aku akan menghubungimu. Tapi aku harap kau tetap mengawasi Vey. Kapan wanita itu keluar dari rumahnya dan jangan lupa kabari aku.


"Cih, enak saja kau menyuruhku sedangkan kamu enak-enak di sana. Kok bisa makan enak dan tidur nyenyak di sana sedangkan aku?" ucap Andin yang masih merasa iri pada Renata.


"Bukankah kemarin Devano sudah memberimu uang berjumlah satu juta? Apakah uang itu kurang? atau uang itu sudah habis?" tanya Renata.


"Uang segitu cukup untuk apa? untuk bayar kos dan makan saja kurang!!" jawab Andien sewot.


Renata hanya tertawa menertawai nasib Andien yang kurang beruntung dibanding dengannya.

__ADS_1


Renata mengakhiri panggilan video call-nya dengan Andien. Untuk selanjutnya dia akan menunggu kabar dari Andien. Dia belum bisa keluar dari rumah Devano. Karena ancaman Devano, sekali dia keluar maka Devano tidak akan menerimanya kembali ke dalam rumahnya.


Dia ingin terlihat seperti mematuhi semua perintah Devano. Berdiam diri di dalam rumah dan menunggu kepulangan Devano. Untuk sementara waktu hanya itu yang bisa dia lakukan saat ini.


"Jadi kalian berdua masih mengincar Vey... Baiklah aku akan ikuti permainan kalian!!" gumam Devano pelan, Setelah dia selesai mendengarkan semua rencana Renata dengan Andien.


Devano mencari nama kontak Davin. dia ingin memberitahu semua rencana Renata dan Andien kepada Vey. Panggilan telepon terhubung, tak lama terdengar suara Devin di seberang sana menjawab panggilannya.


"Pak Devin Anda harus berhati-hati, karena istri Anda saat ini menjadi incaran Renata dan Andien. Ada cukup menjaga istri anda, Saya akan membantu anda dari belakang!!" ucap Devano secara tiba-tiba sehingga membuat Davin bingung.


"Halo, maksud ucapan anda apa ya Pak Dev?" tanya Davin karena Devano terlalu to the point.


"Saya tahu Anda dan istri Anda saat ini sedang mengkhawatirkan tentang kaburnya Renata dari penjara. Anda dan istri anda tidak perlu khawatir karena Renata saat ini sudah masuk ke dalam perangkat saya. Bahkan saya sudah mengetahui semua rencana Renata dan juga Andien untuk mencelakai istri anda."


Davin baru memahami ucapan Devano. Ternyata kolega bisnisnya itu ingin membantunya dan juga.


"Apakah wanita itu bersama Anda saat ini?" tanya Davin.


"Ya, saat ini dia tinggal di rumah saya. Tapi anda tenang saja, saya tidak menolongnya. Saya hanya  menggunakan trik halus agar dia tidak curiga dengan rencana saya. Dan sepertinya rencana saya berhasil. Dia telah masuk dalam perangkap saya. Dia mengira saya masih mencintainya sehingga dia menaruh harapan besar kepada saya. Anda cukup menjaga nona Vey. Untuk info selanjutnya saya akan mengabari anda," ujar Devano panjang lebar menjelaskan pada Davin.


"Saya sangat berterima kasih atas bantuan anda, tuan Devano!!" ucap Davin.


Devano tersenyum, karena tidak sepenuhnya dia membantu Davin dan Vey. Ibaratnya, dia ingin menyelam sambil minum susu. Membantu Davin dan juga Vey, sekaligus membalas dendamnya selama ini pada Renata.


Dendam Devano kepada Renata sangat besar. Bahkan rasa cinta yang dulu pernah ada telah menghilang dan berubah menjadi kebencian. Apakah dia akan berhasil membalas dendamnya pada Renata? waktu yang akan menjawabnya.

__ADS_1


Devano bukanlah lelaki yang bodoh dan tidak bertindak secara gegabah. Permainannya sangat halus sehingga lawan tidak akan tahu bahwa dia sedang menyerangnya secara diam-diam.


__ADS_2