Ku Rebut Kembali Karena Dia Miliku

Ku Rebut Kembali Karena Dia Miliku
Chapter 81


__ADS_3

Rumah tangga yang masih bertahan padahal telah diserang badai itu istimewa loh. Kita akan lebih menghargai waktu kebersamaan dengan pasangan. Kita pernah kehilangan dan kedepannya kita akan saling menjaga.


Saat kita terpisahkan di saat itu kita merasakan rasanya kehilangan. Perasaan kita kepada pasangan kita akan semakin dalam dan besar. Kita akan lebih berhati-hati menjalani setiap langkah ke depannya terlebih akan lebih waspada kepada setiap orang terutama orang baru.


Hari ini adalah hari spesial bagi Bagas. Karena hari ini Bagas dan Mita akan melangsungkan pernikahan mereka. 


Prosesi Ijab Kabul diselenggarakan di rumah Mita. Itu atas permintaan dari Mita sendiri, Bagas pun hanya menuruti kemauan calon istrinya. Sedangkan untuk resepsinya akan diselenggarakan di sebuah hotel mewah yang berada di kawasan Jakarta Pusat.


Sore itu Vey terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya mewah khusus ibu hamil. Begitupun Davin terlihat sangat tampan dengan balutan kemeja batik mewah yang membuatnya tampak fresh dan terlihat jauh lebih tampan dari biasanya.


Busana yang dipakai Vey dan Davin merupakan busana khusus bagi keluarganya untuk resepsi pernikahan Bagas dan Mita hari ini. 


Semua keluarganya baik keluarga Bagas maupun keluarga Mita kompak mengenakan busana yang sama.


Acara ijab kabul akan dilaksanakan pukul 02.00 siang, sedangkan resepsi akan diselenggarakan pukul 07.00 malam.


Penampilan kedua mempelai tak kalah memukau dari Davin dan Vey. Bagas dengan tuxedo hitamnya dan Mita dengan kebaya putih gadingnya.


Mitha terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya putih gading, rancangan dari desain ternama pilihan Bagas. Saking cantiknya membuat tetangga Mita menatap Iri kepada dirinya.


Mita termasuk gadis yang paling beruntung di kalangan lingkungan tempat tinggalnya. Tak banyak tetangganya menjulukinya ketiban emas. Nasibnya berubah drastis semenjak bertemu dengan Bagas.

__ADS_1


Meskipun dalam kondisi hamil, Vey tetap ngeyel ingin mendampingi Mita saat ijab kabul dimulai. Vey masuk ke dalam kamar Mita dan melihat gadis itu siap dengan penampilan yang sangat cantik dan bikin pangling.


"Ya ampun Ini beneran kamu, Mita? kok aku pangling sih? kok kamu cantik banget sih, Mita? pantesan kakakku sampai tergila-gila denganmu dan ngebet ingin menikahi kamu. Dia benar-benar tepat memilih istri dan tak salah lagi!!" puji Vey yang dianggap Mita terlalu berlebihan.


"Ah kamu terlalu berlebihan. Kemarilah duduk di dekatku. Aduh ibu hamil Kenapa sih kamu Kok jalan sendiri aku tuh ngeliatin kamu takut sendiri, loh. Kamu tahu nggak sih, aku tuh sekarang lagi nervous kamu jalan sendiri tambah takut aku!!" omel Mita mengkhawatirkan Vey.


"Udah deh nggak usah bawel, kamu tuh kayak suamiku aja tau nggak. Kamu sudah lihat belum, calon suamimu? dia hari ini kelihatan sangat tampan banget. Tadi aku lihat Kak Bagas udah duduk di depan penghulu, sepertinya dia gugup!!" ucap memberitahu Mita.


Mita menggeleng, dia belum bertemu dengan calon suaminya. Mendengar berita dadakan tentang pernikahannya membuat Ayah Mita menyuruh putrinya segera pulang ke rumah untuk dipingit.


Ayah Mita masih menganut adat lama di mana seorang pengantin harus dipingit sebelum di nikahkan. Oleh karena itu selama beberapa hari ini Mita dan Bagas tidak boleh bertemu.


"Tenang saja, nanti setelah ijab qobul dan kalian sudah sah menjadi suami istri. Udah deh, kamu pantengin terus itu mukanya kakakku sampai kamu bosan!!" Vey sengaja terus mengajak Mita bercanda, Agar calon kakak iparnya itu tidak terlihat gugup.


"Ayo Mit, aku temani kamu keluar!!" ajak Vey terlalu bersemangat.


Dengan langkah pelan, Vey berjalan menemani Mita keluar dari kamarnya menuju tempat di mana Bagas sedang menunggunya di depan penghulu.


Tatapan semua orang yang hadir di sana tertuju pada wajah Mita yang sangat cantik bahkan mereka sampai tidak mengenalinya. Bekas berbinar memandang kecantikan calon istrinya. Dia menjadi bertambah bersemangat untuk segera mengucapkan ijab qobul di depan penghulu.


Bagas berdiri yang mengulurkan tangannya pada mempelai wanita untuk duduk di sampingnya. Keduanya benar-benar dilanda kegugupan saat itu juga.

__ADS_1


Dari seluruh orang yang hadir di sana, Vey adalah orang yang paling bahagia melihat kakaknya akhirnya menikah. 


"Akhirnya Mas, kakakku menikah, aku jadi sedikit lega. Apalagi dia mendapatkan jodoh seperti Mita. Pokoknya Hari ini aku sangat bahagia banget!!" ucap Vey, bersandar di bahu suaminya saat matanya melihat kakaknya sedang mengucapkan Ijab qobulnya  di depan penghulu.


Dia semakin bahagia, bahkan senyumnya terlihat sangat Tulus ketika semua orang di sana serempak mengucapkan kata "sah" yang berarti Bagas dan Mita telah resmi menjadi sepasang suami istri.


"Kalau lihat yang beginian seperti teringat kembali saat kita pertama kali menikah, sayang!!" ucap Davin di saat dirinya melihat Bagas mencium kening Mita pun Mita mencium punggung tangan Bagas.  


Vey dan Davin sama-sama mengingat momen-momen saat mereka pertama kali menikah. Davin dan Vey saling menggenggam erat kedua tangan mereka. Dua pasangan itu tak kalah mesranya dibanding dua mempelai pengantin.


Setelah sah menjadi suami istri, Bagas dan Mita memohon restu kepada orang tua masing-masing. Karena Ibu keduanya telah tiada, mereka hanya bisa memohon restu kepada kedua ayah mereka.


Momen itu lebih mengharukan, ketika ayah Mita meneteskan air matanya di saat momen pelepasan Putri semata wayangnya. Beliau menyerahkan tanggung jawabnya atas putrinya kepada Bagas. Beliau juga meminta kepada Bagas untuk menjaga putrinya, selalu mencintai putrinya lahir dan batin dan tidak akan menyakiti putrinya baik hati maupun fisiknya.


"Ayah serahkan Putri semata wayang Ayah kepadamu nak Bagas. Tanggung jawab ayah, ayah limpahkan kepadamu. Cintai istrimu bahagiakan istrimu. Jangan pernah kau sakiti istrimu baik hatinya maupun fisiknya. Doa Ayah menyertai rumah tangga kalian selalu diberi kebahagiaan, harmonis, dilindungi Tuhan sampai maut memisahkan!!" ucap ayahnya Mita, Seraya membendung air matanya.


"Saya akan selalu mengingat dan menjalankan semua amanah ayah. Ayah tidak perlu khawatir, saya akan selalu menjaga dan membahagiakan Putri ayah segenap jiwa dan raga saya!!" ucap Bagas membuat Mita Tak Tahan ingin meneteskan air matanya karena terharu. Begitupun Vey, dia menangis dari tadi, dia bangga dengan kakaknya.


Setelah memohon restu kepada ayah Mita, Bagas dan Mita memohon restu kepada Bagus selaku orang tua Bagas.


Bagus tersenyum beliau sangat bahagia melihat putranya menikah dengan Mita. 

__ADS_1


"Ayah tidak tahu harus berkata apa, Yang jelas Ayah sangat bahagia melihat kalian berdua telah resmi menjadi suami istri. Doa Ayah yang terbaik selalu menyertai kalian berdua. Semoga rumah tangga kalian berdua selalu dilindungi oleh Tuhan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah!!" ucap bagus menepuk kedua bahu Mita dan Bagas.


Setelah selesai Acara ijab kabul mereka berdua beristirahat di dalam kamar sambil menunggu waktu resepsi tiba.     


__ADS_2