Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 102 — Jian Chen Vs Tangan Besi


__ADS_3

Tangan Besi menyipitkan matanya, mencoba memeriksa kekuatan pria bertopeng itu lebih dalam tetapi dirinya tak bisa melihat kultivasinya.


Tangan Besi bersiap menggunakan siasat lainnya lagi untuk mengalahkan Jian Chen namun Jian Chen sudah menebaknya dan ia tak membiarkan itu terjadi.


Jian Chen langsung menghilang dan muncul di hadapannya sembari menggunakan teknik pedang rembulan yaitu dua cahaya bintang.


Kecepatan pedang Jian Chen bertambah beberapa kali lipat, menyerang Tangan Besi bertubi-bertubi.


Menyadari tak bisa mengikuti gerakan pedang Jian Chen, Tangan Besi memfokuskan pada pertahannya menggunakan tenaga dalam. Walau begitu tetap saja dia mengalami luka karena Jian Chen menggunakan serangannya sekuat tenaga.


Tangan Besi menciptakan gelombang api di sekujur tubuhnya yang membuat Jian Chen segera mengambil jarak darinya karena panas. Jian Chen tersenyum puas atas tebasan terakhir kerena melukai Tangan Besi hingga darah menetes dimana-mana.


Tangan Besi segera menghentikan pendarahannya menggunakan tenaga dalam.


“Sudah hampir setahun lebih kita tidak bertemu dan kekuatanmu hanya naik dua tahap saja, bukankah itu terlalu lambat untukmu Tua Bangka.” Jian Chen tersenyum mengejek.


Tangan Besi terkejut karena Jian Chen mengenalnya. “Kau, siapa kau sebenarnya?”


“Hm, kau tidak mengenaliku, tidak ingat… Kita pernah bertemu di kota Qianshan sebelumnya dan bertempur di sana.”


Tangan Besi menatap Jian Chen waspada, diam-diam ia mencoba mengingat pertemuannya dengan pria tersebut tetapi ia memang benar-benar tak bisa mengingatnya.


“Kau memang sudah tua, memang sepatutnya kau lupa…” Jian Chen menggelengkan kepala membuat Tangan Besi mengumpat kesal, Jian Chen lalu membuka sedikit topengnya, memperlihat mata emasnya yang bersinar.


“Kau… ” Tangan Besi menunjuk Jian Chen, terkejut ketika mengenalinya. “Kau adalah anak waktu itu…”


“Oh, akhirnya kau mengingatnya.”


Tangan Besi tak mungkin melupakan bocah yang membuatnya kesal hampir muntah darah, gara-gara Jian Chen kedudukannya di organisasi hampir goyah, kalau saja dirinya tak menaiki ranah Alam Bumi maka sudah dari dulu ia di lengserkan.


“Kau, bagaimana kau bisa sekuat ini dalam waktu singkat?”


Tangan Besi jelas mengingat kekuatan Jian Chen setahun yang lalu, jika bukan karena ada yang mengharuskannya lari mungkin ia sudah membunuh Jian Chen seperti membalikan telapak tangan.

__ADS_1


Kekuatan Jian Chen sudah meningkat drastis terlihat sekali dari auranya yang lebih kuat.


Jian Chen tersenyum tipis. “Kau ingat waktu ucapanku dulu, andai aku bertemu dengan kau lagi, bukan hanya kau tetapi organisasimu akan kuhancurkan.”


Nafas Tangan Besi memburu, emosinya sudah naik ke ubun-ubun. Satu yang diinginkannya sekarang adalah menangkap dan menyiksa Jian Chen sampai ia memohon untuk di bunuh.


“Kau tak bisa dibiarkan hidup!”


Tangan Besi bergerak maju, bersiap menggunakan serangannya namun tiba-tiba Jian Chen sudah menghilang dan muncul di dekatnya sambil mengayunkan tinju.


Tinju Jian Chen terlihat bercahaya keemasan, Tangan Besi membalas tinju Jian Chen dengan tinju lagi tetapi ketika kedua pukulan bertemu, daya kejut berdentum begitu keras.


Tangan Besi terlempar puluhan meter dari serangan tersebut sedangkan Jian Chen hanya mundur beberapa langkah. Jian Chen tidak berhenti di sana, dia menggunakan kecepatan cahayanya lalu muncul lagi di depan tangan besi namun kali ini pukulannya mengenai perutnya.


BOOM!!


Tangan Besi terlempar semakin jauh hingga seratus meter, Jian Chen terus melakukan itu hingga 5 kali sampai jaraknya dari tempat sebelumnya sudah tak terlihat.


Jian Chen sengaja menjauhkan Tangan Besi dari penduduk klan Jian atau Jian Ya yang sedang terluka, dia tidak ingin hal itu menjadi kesempatan Tangan Besi untuk mengungguli pertarungannya.


Tangan Besi akhirnya bisa menyeimbangkan tubuhnya setelah terlempar ratusan meter, dia menatap Jian Chen penuh kebencian.


Jika tidak ada tenaga dalam, Tangan Besi akan mengalami luka dalam yang tidak ringan akibat pukulan Jian Chen yang terus menerus itu.


Di sisi lain Jian Chen terlebih dulu meminum botol ramuan terakhirnya, mengisi tenaga dalam yang sudah habis akibat pukulan serta kecepatan cahaya tersebut.


“Ilmu apa yang kau pelajari? Tidak ada pukulan yang bisa menghasilkan ledakan seperti itu!?” Tangan Besi berseru.


Jian Chen menghela nafas panjang lalu kemudian mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya. “Hanya karena kau tidak mengetahuinya bukan berarti sesuatu itu tidak ada…Cukup tentangku, kita akhiri sampai disini!”


Jian Chen tiba-tiba sudah muncul di belakang Tangan Besi sambil mengayunkan pedangnya tetapi Tangan Besi ternyata sudah menebak gerakan arah Jian Chen.


Tangan Besi membuka telapak tangannya yang seketika dialiri elemen api yang panas, ia kemudian mengayunkan tangannya hingga beradu dengan pedang Jian Chen.

__ADS_1


Pedang taring putih seketika terpotong, merubahnya menjadi dua. Jian Chen buru-buru melompat mundur saat Tangan Besi memberikan serangan susulan.


“Aku ingin lihat seberapa percaya diri kau saat pedangmu patah, heh?” Tangan Besi tertawa mengejek melihat pedang Jian Chen hanya tersisa setengahnya.


Jian Chen tersenyum tipis, ia sudah menduga bahwa semua ini akan terjadi hanya saja tidak menyangka akan terjadi sekarang.


Pedang taring putih tidak lebih hanya pedang biasa yang di tempa dari besi belaka, kualitasnya kalah dengan pedang pusaka kelas manusia sekalipun. Jika bukan karena control tenaga dalam Jian Chen yang tinggi maka sudah dari dulu ia patah.


Jian Chen tidak punya pilihan lain selain memasukan pedang pemberian ayahnya itu pada cincin ruang.


“Harimau tanpa taring tidak akan pernah di takuti lagi, menyerahlah anak muda maka akan kubiarkan kau hidup!”


Mendengar itu Jian Chen tertawa, “Tua bangka, aku tidak sepolos itu hanya karena masih muda, dari sekilas saja aku mengetahui kau tidak berniat mengampuniku!”


Dahi pria tua itu berkerut, ia tidak menduga Jian Chen masih bisa percaya diri setelah senjata utamanya telah di hancurkan.


Jian Chen bisa menebak arah pikiran Tangan Besi. “Aku tidak harus menggunakan pedang untuk membunuhmu, ilmu tangan kosongku juga cukup untuk melakukannya.”


Siku sampai telapak tangan Jian Chen tiba-tiba bersinar terselimuti oleh cahaya emas, Jian Chen mengambil kuda-kuda untuk menyerang. “Bukankah kau hebat dalam pertarungan jarak dekat, aku ingin lihat sejauh apa kekuatanmu?”


“Hmph! Kau terlalu arogan…”


Tangan Besi mengalirkan tenaga dalam yang cukup banyak, membuat api di tangannya lebih panas lagi. Keduanya kemudian saling maju dan bertukar serangan cukup kuat.


Tangan Besi menemukan Jian Chen ternyata memang ahli dalam ilmu tangan kosong hanya saja yang membuatnya jengkel api yang panas di pusaka tangannya tidak berpengaruh pada Jian Chen. Sebaliknya ketika kedua tinju saling beradu justru Tangan Besi merasakan sensasi panas dari cahaya lawannya.


Tangan Besi hampir mengumpat, ia baru menyadari kalau cahaya itu adalah elemen Jian Chen sendiri yaitu elemen cahaya.


Keduanya terus bertukar jurus hingga di satu titik Jian Chen menggunakan teknik tangan kosong yang lebih rumit. Tendangan dan pukulan di lontarkan berirama menyerupai sebuah tarian hingga Tangan Besi tak bisa lagi menyamai gerakan Jian Chen.


Satu tendangan kuat akhirnya mengenai perut Tangan Besi membuatnya mundur beberapa langkah hingga memuntahkan darah segar.


Tangan Besi meringis menahan rasa sakit, ia menyeka darah dari bibirnya. Pandangannya jadi beringas diikuti nafsu membunuh yang kuat, Tangan Besi janji dirinya harus membunuh Jian Chen apapun caranya.

__ADS_1


...[Baca mulu... Likenya udah belum!? ]...


__ADS_2