Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 187 — Klan Liu Menyerang III


__ADS_3

Jumlah pasukan klan Liu yang lebih banyak dan siap membuat mereka lebih mendominasi pertempuran di klan Jian dalam waktu singkat.


Hal ini membuat para pendekar klan Jian tidak bisa menahan lebih banyak, akhirnya beberapa pasukan klan Liu mulai menyerang warga-warga setempat karena mereka tidak punya incaran untuk di serang.


Memang tidak semua yang bersekutu dengan klan Liu adalah dari pihak klan, sebagian kecil mereka ada yang berasal dari organisasi jahat.


"Apa kalian tidak punya rasa malu melawan mereka yang tidak menguasai beladiri?!"


Jian Ya berkata dingin, awalnya gadis itu masih ragu membunuh orang namun melihat banyak warganya di serang kemarahannya mulai terbentuk.


Jian Ya saat ini sedang menolong salah satu warganya yang hampir di bunuh oleh pasukan musuh. Disisi yang sama ia juga telah di kepung lawannya.


"Nona cantik, kalau soal membunuh tenang saja kami tak akan membunuhmu selama kau menyerah dengan cara baik-baik..." Salah satu pasukan klan Liu tersenyum lebar melihat gadis cantik di depannya yang membuat matanya terpesona.


Jika bukan karena melihat langsung bagaimana paras manis Jian Ya mungkin sudah dari tadi mereka menyerang gadis itu.


Jian Ya menyipitkan matanya lalu menoleh ke orang yang di tolongnya yaitu seorang wanita paruh baya. "Apa anda bisa berdiri? Aku akan menahan mereka, anda pergilah secepat yang anda bisa."


Wanita paruh baya itu mengangguk, ia tidak berkomentar lebih banyak lagi dan langsung berlari sekuat tenaga.


Jian Ya menoleh lagi pada lawannya kali ini bersiap dan sudah menghunuskan pedang.


"Nona, jangan paksa kami menggunakan jalan kekerasan, kulit mulusmu tidak bisa kami lukai begitu saja..." Pendekar klan Liu itu berdecak kesal.


Jian Ya tidak peduli, ia memilih menyerang terlebih dulu melawan delapan orang di depannya.


Kedelapan pasukan klan Liu itu berpikir Jian Ya adalah gadis yang lemah namun setelah menggunakan teknik jurusnya, mereka tidak menyangka kekuatan gadis itu lebih dari perkiraan mereka.


Pasukan klan Liu tak diam begitu saja dan mencoba melawan balik bersama-sama hanya saja meski melakukan perlawanan ternyata Jian Ya tetap mengungguli lawannya.

__ADS_1


Jian Ya mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya lalu mengubahnya menjadi sebuah energi, ia membuat pedang itu di balut api yang panas.


Dalam waktu beberapa jurus Jian Ya terus mendesak lawan yang mengepungnya, tidak membutuhkan waktu lama hingga salah satu dari mereka akhirnya terbunuh.


"Sial! Gadis ini terlalu kuat!"


"Kita bukan tandingannya, lari!"


Tujuh orang yang tersisa kemudian menyadari mereka bukan lawan Jian Ya sehingga langsung kabur, Jian Ya ingin mengejar mereka namun prioritasnya saat ini adalah menolong para warga.


Gadis itu kemudian loncat ke atas genting untuk melihat sekitarnya lebih jauh, penyerangan klan Liu sudah terjadi dimana-mana dan hampir di setiap sudut ada pertarungan.


Jian Ya juga melihat kakeknya Jian Mo sedang melawan puluhan orang sekaligus, ia mengigit bibirnya, tidak kuasa melihat kakeknya di serang dari berbagai arah.


Di sisi lain gadis itu melihat para warga yang ada di medan pertempuran mulai berkurang sedikit demi sedikit. Para warga yang melarikan diri setidaknya akan di kawal sampai di luar area peperangan.


Jian Ya tak bisa diam begitu saja atau mengambil keputusan terlalu lama, ada beberapa pendekar klan Jian yang di kepung musuh, ia langsung bergerak cepat dan membantunya.


Jian Ya terus berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dengan kekuatannya yang ada di ranah Alam Bumi ia dapat lebih leluasa bergerak.


Meski jumlah mereka sangat banyak namun rata-rata kekuatannya hanya berada di Alam Jiwa dan Alam kehidupan, bagi Jian Ya yang sudah mencapai Alam Bumi tidak sulit melawan mereka.


Aksi Jian Ya nyatanya perlahan-lahan mulai di lirik oleh pendekar Alam Langit yang menonton di atas langit sejak tadi.


Salah satu dari tiga pendekar itu bernama Liu Zhi, Tetua tertinggi klan Liu sekaligus orang nomor dua dari klan Liu selain Liu Zhong yang sangat di hormati.


Melihat bagaimana kekuatan Jian Ya terus menerus membuat ia berdecak kagum apalagi melihat teknik-teknik yang di keluarkan wanita itu cukup unik tetapi kuat.


"Hm, aku baru melihat ada gadis muda yang seberbakat ini di provinsi kita, dari kecepatan serta kekuatan yang di keluarkannya setidaknya ia telah mencapai Alam Bumi namun usianya terlihat baru menginjak 20-tahunan..." Liu Zhi mengelus janggutnya sambil melihat Jian Ya yang baru membantu warganya dan juga mengalahkan satu persatu pasukan musuhnya.

__ADS_1


"Dari pada itu, aku lebih berpikir ke yang lain, apa kita akan membiarkan para warga klan Jian kabur begitu saja?" Salah satu Pendekar Alam Langit yang ada di dekatnya justru berpikir ke yang lain.


"Membunuh mereka tidak akan berdampak apapun pada kekalahan atau kemenangan penyerangan ini, biarkan saja mereka pergi lagian tujuan kita kesini hanya memastikan semuanya terkendali "


"Tapi kita tak bisa tinggal diam seperti ini, pihak kita akan banyak yang terbunuh jika kita masih berdiam diri." Orang terakhir dari ketiga orang itu mulai menyadari kekuatan pendekar klan Jian yang sedikit lebih kuat dari rata-rata para pasukannya.


Liu Zhi tertawa sinis, "Aku tidak peduli dengan mereka sejak awal, tujuan kita adalah kemenangan dan mendapatkan tambang emas, setelah itu kita pergi dari sini."


Ketiga orang itu merupakan petinggi klan, selain Liu Zhi yang berasal dari klan Liu, dua di antaranya adalah pemimpin klan besar.


***


Jian Ya memastikan semua warganya sudah meninggalkan lokasi pertempuran, ia memasuki rumah satu-persatu warganya takut ada yang ketinggalan atau bersembunyi.


"Sepertinya semuanya sudah mengungsi..." Meski para warga sudah selamat tidak membuat Jian Ya lega karena penyerangan ini belum berakhir.


Entah kenapa Jian Ya memikirkan tentang seseorang ketika penyerangan ini, dia berharap orang itu ada lagi dan membantu klan Jian dalam situasi genting seperti ini.


Di saat memikirkan orang yang di maksud Jian Ya teringat dengan orangtuanya yaitu Jian Wu dan Jian Ran, ia lupa bahwa kediaman keluarga itu berada jauh dari keramaian klan Jian.


Tanpa menunggu lagi Jian Ya berlari sekuat tenaga ke rumah Jian Wu dan berharap kedatangannya tidak terlambat.


Benar saja, ketika di sana ia melihat Jian Wu sedang bertarung dengan dengan beberapa pendekar klan Liu sementara Jian Ran berada di belakangnya sambil menggendong bayinya.


"Ran'er, cepat pergi Rou'er dari sini. Aku tidak bisa menahan mereka terlalu lama!"


Jian Wu sudah mengalami luka sayatan di tubuhnya, perhatiannya selalu teralihkan pada istrinya membuat ia tidak fokus dalam bertarung.


Jian Ran ingin berlari dan menyelamatkan putrinya namun baru ia melangkah ada 3 orang yang menghadang jalannya.

__ADS_1


__ADS_2