Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 256 — Meninggalkan Kota


__ADS_3

"Kitab ini..."


Jian Chen sampai sulit berkata-kata setelah membaca beberapa halaman atas Kitab Dewa Langit Surgawi.


Kitab Dewa Langit Surgawi merupakan kitab yang berisi teknik-teknik beladiri yang tinggi, unik serta fleksibel. Andai seseorang bisa membacanya Jian Chen yakin mereka akan jadi jagoan nomor satu.


Satu hal yang Jian Chen ketahui, mata langitnya ada hubungannya dengan Kitab Dewa Langit Surgawi, untuk membacanya seseorang harus mempunyai teknik ini atau mereka hanya akan menemukan kitab ini tidak lebih dari buku kosong biasa.


"Apa guru juga belajar mata langit dari Kitab Dewa Langit Surgawi?" Jian Chen menggaruk kepalanya, sesudah membaca beberapa bagian ia menemukan ada cara membuka mata langit persis seperti yang Gurunya ajarkan padanya.


Saat berlatih dua tahun bersama gurunya, Jian Chen sempat ingin meningkatkan mata langitnya ke tahap selanjutnya namun gurunya mengatakan bahwa peningkatan mata langit akan bisa meningkat jika terus digunakan dan terbiasa akan mata itu.


Sudah hampir 4 tahun semenjak Jian Chen membangkitkan teknik mata langit, memang di awal pertama dan sampai sekarang mata langitnya telah meningkat ke tahap tertentu.


Mata langit dapat melihat ilusi ringan, melihat gerakan lawan, mengetahui jebakan formasi serta lainnya lagi. Mata langit juga bisa menyimpan tenaga dalam si penggunanya sebesar 20 persen dari total tenaga dalam di dantian.


Bisa dibilang saat ini Jian Chen telah menyimpan dua belas ribu tenaga dalam ditubuhnya jika dijumlahkan keseluruhan.


Jian Chen mengetahui dari gurunya jika di tahap tertentu, mata langit dapat menciptakan sebuah ilusi yang mematikan bahkan memenjarakan lawannya dalam ilusi tersebut.


Ilusi mata langit sangat tinggi, menurut penjelasan gurunya, dengan ilusi tersebut mereka bisa membuat lawannya mematuhi perintahnya, menggali informasi darinya, serta dapat dibuat membocorkan rahasia terdalam mereka.


Sebab itu Jian Chen ingin meningkatkan mata langitnya ke tahap yang tinggi tetapi sejauh ini perkembangan matanya masih dibilang lambat.


"Mungkin akan membutuhkan waktu yang lama untuk membangkitkannya..." Jian Chen menghela nafas pelan, menolak memikirkan ini lebih jauh.


Jian Chen kembali membuka lembaran selanjutnya dan kali ini ada beberapa teknik beladiri, teknik itu belum Jian Chen ketahui namun sangat berguna.


Jian Chen bisa saja membacanya sekarang tetapi ia lebih baik menutupnya dan mengurusi yang lebih penting terutama soal perjalanan Jian Chen yang ingin ke ibukota Kekaisaran.


Perjalanan mereka tidak bisa di tunda terlalu lama, Jian Chen, Meily dan Ziyun bisa dibilang telah tiga hari di Kota Anshan dan rencananya sekarang mereka akan pergi.


Jian Chen tidak berpamitan pada Lun Zhi atau Walikota karena ia pikir mereka tidak harus tahu lebih dalam soal identitasnya.

__ADS_1


Lun Zhi hanya beranggapan bahwa Jian Chen merupakan Pendekar yang dimiliki Asosiasi.


Tentu saja kabar ini secara terang benderang telah diketahui khalayak ramai bahkan bisa jadi keseluruhan Kekaisaran Naga. Kekuatan Asosiasi Klan Miou mungkin mulai diperhitungkan oleh dunia persilatan setelah aksinya di Kota Anshan.


Pengurus Yuan memberikan kereta kuda pada Jian Chen setelah mendengar kabar Tuan mudanya akan pergi.


"Berapa harga untuk kereta ini?" Jian Chen mengelus kuda di depan keretanya.


"Tidak perlu Tuan muda, kami memberikan ini gratis untukmu..."


Pengurus Yuan berniat untuk menyewa kusir namun Jian Chen menolaknya beralasan ia juga dapat melakukannya.


"Terimakasih karena telah mengulurkan tangan membantu menyelamatkan kota, dan juga membiarkan kami menginap beberapa hari disini." Bisa dibilang kelompok asosiasi juga adalah peran penting dalam menyelamatkan kota.


"Tuan muda, sudah kewajibanku melakukan demikian..."


Jian Chen mengangguk, berpamitan terakhir kali sebelum memacu tali pelananya, Ziyun dan Meily sudah berada di dalam kereta semenjak tadi. Ketiganya akhirnya meninggal Kota Anshan.


***


Jian Chen membiarkan kudanya memakan rumput sekitar sementara ia menyalakan api unggun didekat kereta tersebut.


Meily dan Ziyun tak lama kemudian keluar dari keretanya.


"Saudara Jian, apa anda mau memasak?" Ziyun bertanya saat Jian Chen sedang mengambil beberapa ranting pohon yang jatuh.


Jian Chen mengangguk, ia memang akan memasak karena perutnya mulai lapar.


"Jika begitu maka biarkan kami yang melakukannya, kami juga bisa memasak sebagai perempuan..."


Jian Chen batuk pelan, ia ingin berkata sesuatu tetapi perkataan Ziyun selanjutnya membuat ia tak bisa menolaknya.


"Kami juga ingin memperlihatkan sisi perempuan kami padamu, kuharap Saudara Jian berkenan?" Ziyun berkata demikian dengan wajah memerah, sepertinya keduanya sudah merencanakan ini sejak awal.

__ADS_1


Ziyun dan Meily memang ingin menunjukkan sisi feminimnya sebagai seorang perempuan dengan memasak ini, setidaknya mereka ingin menarik perhatian orang yang disukainya.


Lagi pula keduanya tidak merasa enak jika Jian Chen terus yang memasak meski harus diakuinya bahwa masakannya memang enak.


Jian Chen pada akhirnya membiarkan mereka memasak menu malam ini, ia hanya menyalakan api unggun sebelum akhirnya duduk di dekatnya sementara dua gadis itu mulai mengolah makanan yang sudah disiapkan di dalam cincin ruang.


Sembari menunggu masakan matang, Jian Chen kembali mengeluarkan kitab langitnya dan melanjutkan membaca, ia kemudian dihadapkan dengan satu halaman.


"Sisik Naga Langit, membuat tubuh sekeras baja dan meningkatkan tenaga fisik sebesar sepuluh kali lipat..." Jian Chen bergumam sambil membaca lembaran itu.


Jika seseorang mempelajari Sisik Naga Langit, pusaka tertentu tidak bisa menembusnya. Jian Chen mungkin tidak membutuhkan bagian yang ini tetapi ia memerlukan tenaga fisik yang kuat.


Tanpa harus menggunakan tenaga dalam yang besar, satu pukulan bisa menghancurkan batu besar, di kasus manusia, mungkin bisa mematahkan tulangnya dan boleh jadi dapat membunuhnya dalam sekali serangan.


Jian Chen menahan nafasnya, tidak menyangka ada teknik penguatan fisik sehebat ini.


Jian Chen memang dapat melakukan penguatan fisiknya menggunakan tenaga dalam namun itu membutuhkan banyak sekali lingkaran tenaga dalam dan terkesan pemborosan.


Dengan teknik ini, selain fisiknya menjadi lebih kuat Jian Chen juga dapat meminimalisir jumlah tenaga dalam yang dikeluarkan.


Jian Chen membaca beberapa paragraf lagi sebelum mencoba berlatih sesuai petunjuk di kitab tersebut.


Jian Chen memejamkan matanya, mulai berkosentrasi, tak lama kemudian dari kulitnya muncul sisik cahaya berwarna perak berkilauan di bagian dada dan tangannya.


Sisik perak itu hanya terlihat sesaat sebelum meredup lagi, Jian Chen mencobanya kembali dan sisik cahaya itu terlihat lagi sebelum akhirnya meredup dan menghilang.


Jian Chen memang belum menguasainya tetapi ia sudah memahami cara kerja teknik tersebut. Butuh beberapa menit kemudian sebelum ia bisa mempertahankan teknik Sisik Naga Langit lebih lama.


Jian Chen bangkit dan melangkah mendekati sebuah pohon di dekatnya, dengan teknik yang sama ia mengayunkan tinjunya dengan tenaga yang ringan.


Pukulan itu membuat pohon tersebut berlubang, bahkan tak lama kemudian dahannya patah dan berdebam menghantam tanah.


Ziyun dan Meily yang sedang memasak meloncat kaget, suara keras itu hampir membuat masakan keduanya tumpah.

__ADS_1


Jian Chen tersenyum canggung. "Maaf, aku tidak sengaja..."


Jian Chen sama kagetnya dengan kedua gadisnya, tidak menduga bakal sedahsyat itu akibat teknik tersebut.


__ADS_2