
Jian Chen di kehidupan pertamanya memang pernah ke Provinsi Naga Angin hanya saja jalur ia kesini berbeda sehingga ia tidak terlalu mengenal kota kecil seperti Shanwei.
Jian Chen sudah diberitahukan sebelum kesini oleh Miou Lin tentang informasi kota tersebut, salah satunya adalah ada cabang Asosiasi klan Miou disini.
Sehingga ketika ia menginjakkan kakinya di sana hal pertama yang harus Jian Chen cari adalah toko Asosiasi.
Sembari berjalan di jalanan kota, Jian Chen melihat suasana kota Shanwei, kota kecil yang memang tidak terlalu ramai yang seharusnya dimiliki oleh sebuah kota.
Dari sekilas saja kota Shanwei merupakan kota yang di penuhi oleh jual beli, setiap Jian Chen berjalan terdapat banyak sekali para pedagang yang memenuhi bibir jalanan kota.
'Kuharap ekonomi kota ini akan kembali semula setelah aku menghancurkan bajak laut itu...'
Jian Chen menggeleng pelan, ia kemudian baru menyadari alasan para penumpang di kapal tadi memilih berdagang ke Provinsi lain. Jual beli di kota Shanwei memang tidak terlalu menguntungkan bagi para pedagang terutama sepinya pembeli dan pengunjung.
Tidak membutuhkan waktu lama Jian Chen menemukan toko Asosiasi yang dikatakan Miou Lin.
Tidak sulit mencarinya karena selain toko itu merupakan toko yang besar, ia juga sangat terkenal disini jadi Jian Chen dapat mudah ketika bertanya pada orang setempat.
Jian Chen mengerutkan dahinya ketika toko Asosiasi memiliki banyak pelanggan, sepertinya jual beli Toko Asosiasi masih memiliki banyak pembeli terutama pendekar terlepas dari sepinya kota Shanwei.
Jian Chen kemudian menujukkan liontin giok pada pemilik toko, dalam waktu singkat status Jian Chen berubah menjadi orang terpandang di sana.
Kepala Toko yang selaku laki-laki berusia 30 tahunan tersenyum ramah menyambut Jian Chen setelah mengenal identitasnya.
Alasan Jian Chen ke Asosiasi sederhana, ia ingin mencari tahu jalan pergi ke ibukota Provinsi Naga Angin yaitu kota Qianwei.
"Tuan Muda bisa ambil jalur selatan kota dan menulusuri jalan yang biasanya digunakan oleh para pedagang di kota ini. Dengan memakai kendaraan setidaknya Tuan Muda bisa sampai dua puluh hari kesana jika tidak ada halangan di jalan."
Jian Chen mengangguk mengerti, seandainya sekarang ada elang emas di Asosiasi mungkin ia bisa memangkas waktu perjalanannya tetapi apa boleh buat kalau Asosiasi toko ini tidak memilikinya.
Memang siluman elang emas sangat langka, selain itu membelinya pun tidak murah. Setidaknya seseorang harus mengeluarkan belasan juta koin emas untuk membeli satu elang emas tersebut dan Jian Chen yakin toko ini tidak memilikinya.
Jian Chen bermaksud untuk pergi ke Asosiasi pusat yang ada di ibukota Qianwei untuk meminjam elang emas tersebut supaya bisa lebih cepat menuju Provinsi Naga Bumi.
__ADS_1
Kemudian Kepala toko juga menjelaskan di sepanjang menuju ibukota, Jian Chen akan melewati berbagai desa, kota kecil, sedang sampai besar hingga sebuah klan tertentu.
Yang perlu dicatat adalah Jian Chen harus waspada terhadap siluman yang menyerang atau para perampok di sepanjang perjalanan karena belakang ini banyak kejadian yang tak mengenakan di Provinsi Naga Angin.
Sebab itulah Kepala Toko menyarankan Jian Chen untuk dikawal oleh para pendekar yang bekerja di Asosiasi.
"Untuk pengawalan aku tidak perlu membutuhkannya, dari pada itu aku lebih membutuhkan kendaraan untuk pergi ."
"Tapi Tuan Muda, anda harus..." Kepala Toko tampak keberatan karena perjalanan ke ibukota boleh jadi berbahaya.
Melihat Jian Chen masih muda, Kepala Toko menganggap kultivasi Jian Chen masih lemah.
"Tenang saja, aku bisa menjaga diriku sendiri, kamampuanku juga tidak terlalu buruk..." Jian Chen tersenyum mengangguk pelan. "Sekarang yang kubutuhkan adalah kendaraan, apakah toko ini punya?"
Kepala Toko mengangguk lalu kemudian menjelaskan ada kereta yang dimilikinya namun Jian Chen menolak hal itu, ia lebih memilih memakai kuda saja.
Pada akhirnya seekor kuda berwarna putih seputih susu dikeluarkan dari kandang, kuda itu terlihat gagah dan indah layaknya seperti kuda para bangsawan.
Jian Chen mengelus kepala kuda itu, "Berapa harganya, sepertinya ia sangat mahal."
Jian Chen menggeleng lalu melemparkan kantong kulit pada Kepala Toko. "Aku akan membeli kuda ini."
Kepala Toko melihat isi kantong kulit tersebut sebelum menahan nafas, jumlah uang yang diberikan Jian Chen lebih dari cukup membeli lima kuda putih itu.
Kuda yang diberikan pada Jian Chen adalah kuda mawar putih, salah satu jenis kuda yang mahal di Kekaisaran Naga ini. Selain terkenal karena warna mereka yang cantik, kuda tersebut juga memiliki stamina lebih kuat daripada kuda pada umumnya.
"Kuda jenis Mawar Putih, jadi ini kuda yang terkenal itu..." Jian Chen berdecak kagum setelah di beritahu Kepala Toko.
Jian Chen kemudian menunggangi kuda tersebut, ia mengucapkan selamat tinggal pada Kepala Toko sebelum memacu kudanya meninggalkan Kota Shanwei.
***
Dua jam berlalu Jian Chen meninggalkan Kota sembari menunggangi kudanya, ia tiba di salah satu hutan yang harus dilaluinya dalam perjalanannya.
__ADS_1
Hutan itu mempunyai pohon-pohon yang rindang diarea sisi jalan sehingga meski waktu masih siang jalan tersebut terlihat agak gelap.
'Pantas saja dia memintaku berhati-hati, jika hutan selebat ini maka tidak mengherankan hewan buas atau siluman akan muncul menghadang pejalan kaki."
Jian Chen kembali memacu kudanya kali ini hingga berlari cepat, selagi waktu masih siang dan matahari bersinar di atas, Jian Chen tidak mau istirahat di jalanan hutan ini apalagi sampai bermalam.
Jian Chen ingin terus membuat kudanya berlari namun ketika di tengah perjalanan, ia menemukan ada rombongan kereta yang berhenti tak jauh di depan jalannya.
Lima kereta itu terlihat mewah dan tidak seperti kereta yang biasanya digunakan para pedagang, Jian Chen menebak bahwa kereta yang menghalangi jalannya adalah kereta dari para bangsawan.
Pandangan Jian Chen beralih pada sesuatu yang membuat kereta itu berhenti, tepat di kereta paling depan ada sebuah pertarungan antara para pengawal dengan gerombolan siluman serigala.
"Nona, sebaiknya anda pergi dengan yang lain, kami tak bisa menahan serigala ini lebih lama lagi!" Kepala Pengawal yang mengikuti rombongan kereta tersebut, berteriak disela ia bertarung.
"Tapi, bagaimana dengan kalian, jika ditinggal disini kalian bisa dalam bahaya..." Seorang wanita yang ada di dalam kereta memucat ketika mendengarnya, ia jelas tak mau para pengawalnya mati disini.
"Nona masalah itu kami sebisa mungkin akan lari tetapi untuk sekarang Nona dan lainnya harus pergi." Kepala Pengawal mengigit bibirnya. "Kalaupun kami mati disini, itu sudah jadi tugas kami melindungi Nona."
Para pengawal yang lain sudah hampir kewalahan menghadang banyaknya serigala yang menghampirinya, masalahnya mereka tak bisa menahan serigala itu lebih lama lagi.
Bertarung sembari melindungi seseorang bukanlah perkara mudah, perhatian mereka akan selalu terpecah setiap waktu.
"Kau sepertinya akan membantu mereka, bukan? Mengingat karaktermu yang selalu ikut campur urusan orang lain?" Lily bertanya dari dalam.
"Mereka sedang membutuhkan pertolongan, apakah aku harus diam saja saat mampu membantunya?"
Lily mengangkat bahu, "Itu terserah kau, aku tidak peduli apa yang kau lakukan asal selagi itu tidak membahayakan nyawamu, aku tidak protes."
"Oh, kau mengkhawatirkanku?"
"Ih, amit-amit!" Lily menjulurkan lidah kecilnya sembari melipat tangan didada. "Aku hanya mementingkan diriku sendiri, kalau kau mati, aku juga mati! Awas saja kalau kau terbunuh, Tuan Puteri ini akan membuat perhitungan besar denganmu!"
Jian Chen tersenyum kecut, ia masih tidak terbiasa dikasari oleh seseorang apalagi orang itu adalah wanita tercantik yang pernah ia temui seperti Lily.
__ADS_1
Jian Chen menghela nafas sebelum melompat dari kudanya dengan tinggi lalu mendarat di tengah pengawal tersebut, membuat yang melihatnya terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba.