Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 294 — Markas Penyamun


__ADS_3

Jian Chen mengatakan bahwa ia akan pergi esok hari, berpikir bahwa ini adalah perpisahan keduanya namun Jian Ya ternyata ingin ikut bersamanya.


"Ini adalah misi berbahaya, aku tak bisa mencegahmu untuk pergi bersamaku tetapi kuharap kau mengerti konsekuensinya jika ikut melawan mereka..."


"Aku mengerti Chen'er, tapi aku juga tak bisa diam saja saat mendengar kejahatan mereka yang semakin semena-mena. Jika dibiarkan begitu saja maka akan banyak korban seperti para pengungsi sebelumnya."


Jian Chen bisa melihat emosi Jian Ya pada organisasi kriminal tersebut, mengingat ia telah menghadapi mereka saat penyerangan klan Jian dulu tidak mengherankan jika gadis itu mempunyai kebencian terhadap organisasi tersebut.


***


Jian Chen dan Jian Ya berangkat dari kota Donghu menuju markas para kriminal, yang pertama kali mereka incar adalah markas yang paling dekat dengan jarak lokasi keduanya.


Sebuah sarang penyamun dibangun ditengah hutan, Jian Chen dan Jian Ya segera mendarat tak jauh dari markas tersebut lalu melanjutkan dengan berjalan kaki.


Jian Chen mengeluarkan pedang asura lalu disematkan di pinggangnya, Jian Ya juga ikut melakukan hal tersebut.


Dua petugas penjaga mengawasi benteng penyamun, melihat Jian Chen dan Jian Ya berjalan ke arah mereka membuat dua penjaga itu menjadi waspada.


"Berhenti, sebutkan siapa kalian?"


Jian Chen mendengus, tanpa basa-basi ia sudah bergerak saat tiba-tiba muncul di dekatnya, pedang asura terlepas dari sarung dan mengambil nyawa petugas penyamun tersebut dengan cepat.


Saat Jian Chen berhasil membunuh, Jian Ya juga telah melakukan hal serupa pada petugas yang tersisa.


Jian Chen menyaksikan Jian Ya sudah tidak memiliki keraguan lagi dalam membunuh para kriminal itu, Jian Ya benar-benar sudah membulatkan tekadnya untuk tidak membiarkan mereka hidup.


Keduanya kemudian melanjutkan memasuki wilayah penyamun lebih dalam, kedatangan Jian Chen dan Jian Ya yang tidak memakai seragam membuat semua perhatian langsung tertuju padanya.


Para penyamun mulai mengeluarkan senjata dan pusaka mereka saat Jian Chen dan Jian Ya datang dengan pedang yang meneteskan darah.

__ADS_1


Jian Chen tersenyum sinis, tanpa berkata-kata apapun lagi ia menghabisi salah satu dari mereka, hal tersebut menandakan bahwa keduanya adalah musuh penyamun tersebut.


Pemimpin penyamun yang merupakan seorang pendekar Alam Kehidupan terkejut, ia lalu memberi instruksi pada bawahannya untuk menyerang keduanya bersama-sama.


Pemimpin penyamun dapat merasakan ancaman yang berbahaya dari kedua orang itu.


Dalam waktu seketika, para penyamun yang jumlahnya puluhan langsung bergerak dan menyerbu Jian Chen dari berbagai sisi.


Jian Chen menarik nafas yang dalam sebelum melepaskan hawa dingin yang hebat di tubuhnya ketika jarak antara ia dan para penyamun itu sudah dekat.


Para penyamun terkejut dengan hawa dingin yang muncul tiba-tiba, sesaat tubuh mereka tak bisa bergerak dan hanya bisa mematung di tempat. Kulit dan rambut mereka mulai terselimuti serpihan es.


Jian Chen tidak menunggu lama lagi, ia mulai mengayunkan pedang Asuranya yang langsung menghabisi mereka dalam sekali serangan.


Setiap tebasan satu kali nyawa melayang, Jian Chen tanpa menunjukkan belas kasihan membunuh para penyamun itu sementara Jian Ya tak kalah berbeda, permainan pedangnya yang lincah berhasil mengambil banyak nyawa.


Tidak membutuhkan waktu lama hingga Jian Chen berhasil membunuh semua para penyamun di markas tersebut. Jian Chen juga menemukan di dalam markas mereka ada beberapa tawanan yang berhasil mereka culik termasuk para wanita.


Kondisi perempuan itu tampak memprihatinkan, di tahanan selnya saja mereka tidak memakai busana.


Jian Ya yang paling merasa sedih melihat kondisi para wanita tersebut, dadanya merasa tersayat-sayat ketika sebagian mereka sudah tak memiliki semangat untuk melanjutkan hidup.


Jian Chen menghela nafas, ia tak bisa berbuat apa-apa mengenai ini. Jian Chen segera melepaskan tahanan-tahanan tersebut dari belenggu dan sel penjaranya.


Setelah memberi mereka uang untuk biaya kembali ke keluarganya atau menjalani kehidupan baru, Jian Chen meninggalkan tawanan itu sebelum melesat ke markas selanjutnya.


Dibandingkan dengan kelompok organsiasi-organisasi, jumlah markas para penyamun umumnya jauh lebih banyak.


Jian Chen dan Jian Ya menghancurkan markas-markas tersebut satu persatu, pemburuan penyamun itu akhirnya terdengar oleh penyamun yang lain yang membuat sebagian penyamun ketakutan dan mulai menghentikan kejahatan mereka.

__ADS_1


Masalahnya Jian Chen tidak perduli dengan itu walaupun para penyamun itu berhenti beroperasi, dengan ingatan dari kehidupan pertama ia mulai menghancurkan markas mereka tanpa ampun.


Jian Chen lebih mengetahui resiko mereka jika dibiarkan begitu lama, Provinsi Naga Petir benar-benar kacau saat itu, desa dan bahkan kota di serang oleh para penyamun tanpa ampun dan banyak korban berjatuhan dimana-mana.


Entah berapa nyawa Jian Chen ambil dengan pedang asura saat menghabisi kriminal tersebut, yang pasti aura kematian yang ia sembunyikan di tubuhnya mulai tak tertahan dan merembes keluar.


Pedang asura juga semakin bersinar setiap kali ia membunuh, Jian Chen tidak yakin namun ia merasa pedang itu memintanya untuk terus membunuh lebih banyak lagi.


Jian Chen mengerti begitu berbahayanya pedang asura jika jatuh ke tangan orang lain, mereka yang menggunakannya pasti akan menjadi seorang pembunuh maniak tanpa peduli lawan ataupun kawan, apalagi pedang itu akan membuat si penggunanya merasakan sensasi gairah setiap kali membunuh.


Kini 4 hari telah berlalu usai keduanya menghabisi markas para penyamun, Jian Chen dan Jian Ya sedang istirahat di tengah hutan dengan api unggun berada diantara keduanya.


Jian Chen baru menyadari bahwa setelah membunuh sekian banyak orang, sorot mata Jian Ya masih terlihat jernih. Gadis itu benar-benar tidak terpengaruh oleh aura pembunuh yang mulai terbentuk di tubuhnya.


"Ya'er, biar aku memasak hari ini, kau tampak kelelahan..."


"Aku baik-baik saja, biarkan aku yang melakukannya, sebagai kekasihmu aku tak bisa membiarkan laki-laki memasak untukku..." Jian Ya tersenyum lembut.


Selama empat hari keduanya bersama, hubungan Jian Chen dan Jian Ya juga sudah berubah. Jian Ya tidak lagi menutupi perasaannya pada Jian Chen setelah ia diselamatkan beberapa kali oleh pemuda itu.


"Ini enak, aku tidak menduga kau sangat ahli dalam memasak..." Jian Chen mencicip sup yang dibuat gadis itu, masakannya bahkan melebihi kemampuannya.


"Benarkah, aku senang jika kamu menyukainya. Besok-besok aku akan memasak lagi untukmu..." Jian Ya tersipu, ia bahagia ketika Jian Chen memuji masakannya.


Usai keduanya makan, Jian Chen mulai membuka lagi peta benuanya. Karena Jian Chen dan Jian Ya telah menghancurkan markas para penyamun terlebih dulu maka yang tersisa kini tinggal markas para organisasi.


Dibandingkan para penyamun, kelompok organisasi kriminal jauh lebih berbahaya. Kekuatan dan jumlah mereka tidak bisa disandingkan dengan para penyamun yang mayoritas hanya pendekar rendahan.


Jian Ya memahami bahwa tujuan mereka selanjutnya tidak akan mudah lagi seperti keduanya melawan para penyamun. Dirinya harus bersiap dan lebih berhati-hati lagi.

__ADS_1


__ADS_2