
Bertepatan dengan Jian Chen pergi ke kota lainnya, salah satu anggota dari Organisasi 12 Shio Pemburu mendatangi sebuah markas, ia bernama Xin Tian yang memiliki tato kuda di tubuhnya.
Xin Tian mendatangi markas Organisasi Pedang Darah yang berada di Provinsi Naga Tanah.
"Aku sedikit tersanjung karena bisa bertemu orang seperti anda..." Patriark dari Organisasi Pedang Darah, Yun Luo, menyambut hangat kedatangan Xin Tian saat ia memasuki markasnya.
Xin Tian hanya mengangguk pelan, matanya masih berputar ke sekeliling tempat markas organisasi itu. Setelah cukup lama akhirnya ia menatap Yun Luo lagi dimana Patriark organisasi itu sedikit memiliki tampilan unik, sebelah matanya di tutupi oleh penutup mata.
"Hm, Aku tidak menyangka ada seseorang yang membangun markas di tengah rawa seperti ini?"
Patriark Pedang Darah tertawa, tidak menjawabnya melainkan menuntun Xin Tian ke salah ruangan pribadinya.
"Aku sudah banyak mendengar nama besar kalian, dengan kekuatan kalian seperti ini seharusnya tidak sulit menaklukkan sebuah kota bukan?"
Xin Tian melihat begitu banyak anggota Organisasi Pedang darah yang ada di markas tersebut, jumlahnya kemungkinan ribuan.
"Tidak juga, meski dapat melakukannya namun melaksanakannya jelas berbeda, kemungkinan anggotaku akan habis setengahnya kalau melakukannya..." Yun Luo menggeleng pelan.
Perhatian Xin Tian kemudian beralih pada empat orang di belakang Yun Luo yang sedang bertekuk lutut, dari sekilas saja Xin Tian menyadari bahwa mereka adalah bawahannya.
Yun Luo tertawa melihat arah pandangan tamunya itu. "Mereka berempat adalah para petinggi organisasiku, saat aku mengetahui kedatanganmu, aku menyuruh mereka untuk berkumpul. Perkenalkan mereka..."
Empat petinggi yang ada di belakang Yun Luo di sebut juga dengan sebutan petinggi empat elemen, dari namanya keempatnya memiliki elemen yang berbeda.
Xin Tian bisa melihat keempatnya memiliki kekuatan di ranah Alam Hampa, satu gadis dan tiga laki-laki.
Yun Luo tidak keberatan menjelaskan tujuan organisasinya pada Xin Tian, sederhananya ia ingin menguasai provinsi Naga Tanah di telapak tangannya hanya saja dengan kekuatannya yang sekarang, Organisasi Pedang Darah masih belum mempunyai cukup kekuatan.
Untuk menguasai sebuah provinsi tentu saja harus menyerang pemerintahan secara langsung yang ada di Ibukota.
Karena itu sekarang organisasinya masih di tahap perkembangan, selain merekrut anggota baru untuk menambah kekuatan organisasi, Yun Luo juga harus menyediakan sumberdaya untuk penguatan anggotanya.
Untuk saat ini Organisasi Pedang Darah sudah bergerak menguasai beberapa kota kecil atau menengah namun itu masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Selain itu, ia juga sedang melakukan penculikan besar-besaran di berbagai wilayah yang berbeda-beda sebelum akhirnya nanti di kumpulkan disini.
__ADS_1
Xin Tian tidak menyela penjelasan Yun Luo sampai pria itu menyelasaikan pembicaraannya.
"Aku tidak mengerti, kenapa kau melakukan penculikan ke para warga biasa?"
Xin Tian tidak akan heran jika Yun Luo melakukan penculikan itu pada para bangsawan atau orang-orang penting namun menculik orang miskin jelas tidak ada gunanya.
"Ah, untuk itu kami mempunyai rencana sendiri namun yang pasti penculikan tersebut berhubungan dengan cara kami ingin menguasai provinsi ini."
Xin Tian mengelus dagunya. "Menarik, aku suka dengan cara kerja kalian. Sepertinya kau sudah tahu alasanku datang kemari untuk melakukan apa?"
"Hm, bukankah untuk membantu organisasiku?" Yun Luo menaikan alisnya.
Xin Tian tertawa, "Kau benar, aku adalah salah satu organisasi 12 Shio Pemburu akan membantumu menguasai provinsi ini..."
Patriark Pedang Darah tentu saja bahagia mendengarnya namun ada hal yang mengganjal ketika Xin Tian berkata demikian, yang pasti mereka tidak bekerja secara gratis.
"Tentu saja aku juga menginginkan imbalan atas uluran tanganku?" Xin Tian seolah mengerti arah pikiran Yun Luo.
"Tidak masalah, imbalan apapun itu selama kau membantuku menguasai provinsi ini aku dan organisasiku akan berusaha melakukannya."
Yun Luo bisa merasakan kekuatan Xin Tian berada di atasnya meski berada di ranah yang sama, jika keduanya bertarung maka Xin Tian akan mengalahkannya dalam waktu hitungan menit.
Kedatangan Xin Tian dapat memajukan rencana Yun Luo dalam penyerangan organisasi Pedang Darah ke ibukota.
Jika semuanya berjalan dengan rencananya, tidak membutuhkan waktu lama organisasi Pedang Darah akan bergerak.
***
"Apa ini kota besar yang kau maksud?" Jian Chen kini bisa melihat sebuah kota tak jauh dari keretanya berjalan.
Jian Chen sedikit kebingungan, ia berpikir kota besar yang di maksud memiliki wilayah yang luas serta mempunyai infrastruktur yang memadai namun kota yang ada di depannya tidak berbeda jauh dengan kota menengah biasa.
"Sejujurnya aku baru pertama kali kesini jadi tidak mengetahui konsep kota besar bagi penduduk lokal." Yue Lian menjawab sambil tersenyum canggung.
Sudah dua hari berlalu mereka menaiki kereta pedagang, untungnya tidak ada halangan atau kejahatan yang menghampiri.
__ADS_1
Disisi lain hubungan Jian Chen dan Yue Lian semakin akrab, berbeda dengan sebelumnya dimana Yue Lian selalu waspada padanya namun kali ini gadis itu sedikit terbuka berbicara dengan Jian Chen.
Kereta pedagang akhirnya tiba di gerbang kota, terdapat empat petugas yang berjaga dan mereka langsung menghentikan rombongan Jian Chen untuk di periksa.
Alis Jian Chen terangkat melihat para petugas tersebut, selain karena mereka tidak berseragam dan terkesan seperti pendekar liar, cara mereka bekerja juga tidak biasa.
Empat petugas itu mulai memeriksa setiap apa yang dibawa rombongan pedagang, bahkan mereka tidak segan-segan mengacak-acak barang yang dibawa membuat pedagang sedikit keberatan melihatnya.
Tidak habis di sana, bahkan para pengawal pedagang itu di periksa, beberapa dari mereka yang memiliki cincin ruang harus di lepas dan dikeluarkan semua isinya.
"Bukankah tindakan mereka terlalu berlebihan." Yue Lian mengerutkan dahinya.
Jian Chen setuju dengan pernyataan Yue Lian, membuka cincin ruang seseorang bisa dibilang tabu dilakukan meski seorang petugas sekalipun.
Para petugas kota kemudian berjalan ke arah Jian Chen dan Yue Lian, wajah mereka terlihat tidak bersahabat dan terkesan arogan.
"Lepas cincin ruangmu?" Salah satu petugas meminta cincin ruang pada Jian Chen dengan mengulurkan salah satu tangannya.
Jian Chen tersenyum tipis, "Bagaimana jika aku menolak?"
"Kau berani melawan petugas?!" petugas itu melotot dan langsung mengeluarkan tombaknya yang di arahkan pada Jian Chen.
Tak lama kemudian tiga petugas lain menghampiri Jian Chen, wajah mereka kurang lebih sama yaitu terkesan marah atas penolakannya.
"Hm, kalian ingin melakukan kekerasan padaku? Apa ini cara kalian bekerja?" Jian Chen masih tetap tenang duduk di tempatnya meski ada tombak yang mengarah padanya.
"Kau berani membantah kami, jika kau mau masuk ke kota maka keluarkan semua barang-barangmu!"
"Bukannya aku tidak mau tapi aku tidak bisa melakukannya, selain itu..." Jian Chen mengibaskan tangannya seketika empat tombak para petugas patah menjadi dua. "Aku tidak suka tombak kalian mengarah padaku!"
Aksi tersebut mengejutkan semua yang melihat, membuat empat petugas menciut dan ketakutan.
Jian Chen tersenyum lebar. "Jadi apakah aku boleh masuk sekarang?"
Petugas kota meneguk ludah sebelum mengangguk pelan, insting mereka mengatakan untuk tidak berurusan dengan Jian Chen terlalu jauh.
__ADS_1
Yue Lian menyaksikan itu sedikit terpana dan tak bisa berkata apa-apa termasuk para rombongan pedagang yang bersamanya. Mereka baru menyadari kekuatan Jian Chen memang tak biasa.
Alasan Jian Chen menolak di periksa cukup sederhana, ada banyak barang di dalam cincinnya termasuk gunungan emas. Andai mereka memeriksa membutuhkan waktu seharian untuk mengeluarkannya.