Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 130 — Bajak Laut Tengkorak Iblis


__ADS_3

Kapal bajak laut menghimpit paksa kapalnya hingga kedua kapal berbenturan, guncangan keras segera terjadi membuat sebagian penumpang kehilangan keseimbangan dan jatuh terduduk.


Para awak bajak laut melemparkan tali kapal untuk memastikan kapal keduanya benar-benar merekat, tak lama kemudian mereka loncat dan mendarat di kapal para penumpang.


Jumlah awak kapal bajak laut jauh lebih banyak, berjumlah ratusan dan masing-masing semuanya adalah seorang pendekar.


Salah satu dari mereka mendarat namun terlihat memiliki penampilan yang berbeda dari anggota bajak laut kebanyakan, orang itu memiliki jenggot serta topi besar dikepalanya yang bergambar tengkorak.


Mereka yang melihat sekilas saja akan mengetahui bahwa dia adalah kaptennya, apalagi kekuatan orang itu berada di Alam Kehidupan berbeda dengan yang lainnya yang rata-rata masih di Alam Jiwa.


Sebelum kapten bajak laut berbicara, Pemilik kapal sudah buru-buru menghampirinya sembari membawa kantong kulit.


"Tuan Bajak Laut, namaku Bai Li, pemilik kapal ini. Aku sering melewati jalur laut ini setiap harinya kuharap Tuan Bajak Laut bermurah hati dan membiarkan kami lolos. Aku punya sejumlah koin emas untuk dihadiahkan pada Tuan Bajak Laut dan semuanya..."


Kapten bajak laut melihat koin emas pemilik kapal di kantong itu sebelum ia membantingnya ke lantai. "Apa kau gila, hanya uang segini dan kau berharap bisa lewat dariku? Kau sengaja merendahkanku, Hah?!"


"Ampun Tuan Bajak Laut, hamba tidak berani! Hanya itu keuangan yang kami dapat hari ini, belakangan ini kami hanya mendapat sedikit penumpang karena mereka cenderung takut menaiki kapal karena-... "


Pemilik Kapal buru-buru menutup mulut dan tak bisa melanjutkan ucapannya lagi karena gara-gara adanya mereka lah para penumpang menjadi sepi.


Kapten Bajak Laut tertawa, "kau ingin mengatakan bahwa kamilah penyebab penumpangmu menjadi sepi, itukan yang kau mau katakan?!"


"Maapkan aku, maapkan aku! Hamba tidak berani menyinggungmu." Pemilik Kapal mulai ketakutan.


Kapten bajak laut tertawa mengejek melihat tingkah Pemilik kapal tersebut, anak buahnya sama tertawanya seperti bosnya.


"Kalian berpikir mungkin aku adalah bajak laut yang bermurah hati yang hanya diberi uang kalian bisa lolos dariku seperti bajak laut kebanyakan. Tapi sayangnya kelompok bajak lautku berbeda!" Kapten Bajak Laut melihat ke para penumpang yang menanamkan ketakutan pada yang melihatnya.

__ADS_1


Kapten Bajak Laut tertawa. "Aku adalah bajak laut Tengkorak Iblis, siapapun mangsaku tidak pernah kubiarkan hidup!"


Pemilik Kapal dan para penumpang lainnya ketakutan saat mendengar nama itu, jelas mereka mengenali bajak laut Tengkorak Iblis.


Tengkorak Iblis merupakan salah satu bajak laut yang tersohor karena kekejamannya, mereka banyak melakukan kejahatan pada kapal lain, menculik para penumpangnya atau yang paling buruk mereka bisa membunuh semua orang-orang di kapal itu.


Sudah tak terhitung banyak kapal jatuh ke tangannya, menghancurkan dan menenggelamkannya tanpa sisa sedikitpun. Tidak ada yang berhasil selamat saat berjumpa dengan bajak laut Tengkorak Iblis sampai sekarang.


Semua yang ada di atas kapal ketakutan termasuk para pengurus kapal sekalipun, tidak berpikir sekalipun hari ini mereka berlayar akan bertemu bajak laut yang terkenal tersebut.


Kapten Bajak Laut tertawa keras bersama anak buahnya seolah sedang menikmati ketakutan mereka sebelum tawa itu terhenti ketika ada seseorang yang berbicara padanya.


"Aku tidak menyangka akan bertemu dengan kalian secepat ini, sejujurnya aku tidak berencana mencari kalian tetapi takdir ternyata sungguh baik mempertemukan kita dengan cepat..." Seorang pemuda yang tak lain adalah Juan Chen tersenyum pada para bajak laut itu sambil berjalan pelan ke arahnya.


Kapten Bajak Laut menyipitkan matanya, dia bisa melihat anak muda itu tidak takut dengan nama besarnya belum lagi ia terlihat membawa pedang.


Kapten bajak laut percaya bahwa saat ini Jian Chen tak dapat melihat kultivasinya yang berada di Alam Kehidupan Tahap 5.


Jian Chen tersenyum mengejek. "Aku? Tidak bisa melihat kultivasimu? Akan kutanya balik, apakah kau bisa melihat kultivasiku juga?"


Kapten bajak laut kemudian baru menyadari bahwa anak muda didepannya tidak dapat diterawang kultivasinya namun walau begitu ia tidak percaya karena tidak mungkin seorang anak remaja bisa melampaui kultivasi orang dewasa.


Jian Chen terus berjalan hingga berdiri didekat Pemilik Kapal, ia berbisik pelan padanya dan memberitahukan dia untuk mundur karena Jian Chen akan melawan mereka sendiri.


Kapten bajak laut tentu langsung menyadari siasat Jian Chen, "Kau pikir bisa bertingkah seenaknya di hadapanku, tidak ada yang bisa lari dari bajak laut Tengkorak Iblis!"


Kapten Bajak Laut menarik goloknya lalu mengayunkannya pada Jian Chen.

__ADS_1


Jian Chen tersenyum sinis, tanpa menoleh pada ayunan pedang itu ia menangkap ayunan golok tersebut dengan kedua jarinya.


Wajah Kapten Bajak laut menjadi tegang lalu buru-buru menarik goloknya cepat, ia seolah tak percaya menyaksikan hal tersebut padahal lawannya tidak sedang melihat serangannya.


Kapten Bajak Laut mendengus lalu kembali menebas golok lagi kali ini menggunakan tenaga dalam yang hebat pada senjatanya, ia yakin Jian Chen tidak akan kuat menahan serangannya tetapi ternyata lawannya masih bisa menahan serangan itu dan sekarang Jian Chen menangkap goloknya dengan genggaman tangan yang sudah menjadi tangan es.


Jian Chen mengeraskan genggaman tangannya membuat golok bajak laut itu pecah berkeping-keping.


Golok tersebut memang bukan pusaka jadi hanya dengan tenaga dalam yang cukup Jian Chen bisa menghancurkannya.


Semua begitu tiba-tiba, sebelum bajak laut mengambil jarak Jian Chen sudah terlebih dahulu memberikan pukulan kuat pada perutnya membuat pria berjenggot itu terlempar ke belakang mengenai anak buahnya dengan tulang rusuk yang patah.


Pemilik Kapal yang awalnya enggan menuruti Jian Chen tapi setelah melihat kekuatannya langsung menuruti perintahnya. Jian Chen memerintah Pemilik kapal itu untuk membawa para penumpang masuk kedalam lambung kapal.


Jian Chen tidak langsung bergerak maju karena menunggu para penumpang bersembunyi sementara kapten bajak laut dibantu para anggotanya menyembuhkan luka dalamnya menggunakan tenaga dalam.


Sedikit membutuhkan waktu agar semua penumpang masuk kedalam lambung kapal sehingga kondisi kapten bajak laut sudah stabil ketika semua penumpang telah selesai.


Kapten bajak laut bisa melihat anak buahnya ketakutan melihat kaptennya kalah dalam sekali serangan. "Kalian takut terhadap seorang anak muda sepertinya, jangan diam saja, serang dia bersamaan!"


Puluhan anak buah itu sebenarnya enggan melawan Jian Chen tetapi mereka lebih takut dengan kaptennya yang galak. Mereka tidak punya pilihan selain menyerbu Jian Chen.


Jian Chen tersenyum sinis, dia bisa melihat kapten bajak laut itu berniat mengorbankan anak buahnya untuk melarikan diri karena tidak percaya menang melawan dirinya.


Benar saja, ketika anggota-anggotanya maju bersamaan kapten bajak laut itu meloncat ke kapalnya kembali.


Dalam sekali pertukaran serangan saja Kapten bajak laut mengetahui situasinya bahwa mereka semua melawan Jian Chen sekalipun tidak akan bisa menang melawannya kecuali hanya untuk mengantarkan nyawa.

__ADS_1


Jian Chen tertawa melihat tindakan kapten bajak laut yang menurutnya tidak tahu malu, ia mengeluarkan pedang dari sarungnya sebelum membunuh anggota-anggota bajak laut yang menyerangnya.


__ADS_2