
Jian Chen bergerak cepat untuk melawan laba-laba itu, gerakannya yang seperti kilat tidak bisa diikuti oleh mata laba-laba tersebut.
"Bagaimana kulitnya bisa sekeras ini, apa kulitnya terbuat dari emas..." Jian Chen berdecak kesal, walupun dengan pedang asura ia hanya bisa membuat luka-luka kecil di sekujur tubuh laba-laba itu.
Laba-laba itu kembali mendesis keras, ia marah karena Jian Chen terus menerus melukainya
Merasa akan membutuhkan waktu lama, Jian Chen kembali muncul di atas kepala laba-laba, sebelum laba-laba tersebut berguling ia mengayunkan tinjunya dengan kuat, dentuman keras seketika terdengar, laba-laba emas itu mendesis kesakitan karena pukulan Jian Chen.
Menyadari serangannya efektif Jian Chen kembali melepaskan pukulan berdentum lainnya. Setiap ayunan tinjunya menimbulkan gelombang kejut, laba-laba itu tak berdaya ketika kulit kerasnya mengalami retakan.
Jian Chen melompat dengan tinggi sebelum turun kembali dengan tinju yang lebih kuat lagi. Pukulan berdentum terdengar lebih keras, laba-laba itu tidak bisa lagi bergerak saat hantaman kuat mengenai tubuhnya.
Terakhir Jian Chen menancapkan pedangnya pada kepala laba-laba itu untuk mengambil permata siluman, dengan tenaga dalam yang cukup besar akhirnya ia bisa menembus kulit kepalanya.
"Hm, ini bukan permata?" Jian Chen mengerutkan keningnya saat giok emas muncul dari laba-laba itu dan bukan sebuah permata siluman.
Giok emas itu tampak bersinar setelah Jian Chen memegangnya, bahkan sinar emasnya cukup menyinari daerah sekelilingnya.
"Itu adalah Giok Permata Siluman, kegunaannya tidak jauh berbeda dengan permata siluman pada umumnya, yang membedakan Giok Permata Siluman biasanya muncul di tubuh ratu atau raja siluman." Jelas Lily yang kini sudah melayang tak jauh dari Jian Chen.
"Aku belum pernah melihat giok semacam ini?"
"Tentu saja, karena di duniamu tidak ada ratu atau raja siluman, paling-paling siluman paling tua hanya berusia ribuan tahun, itupun sangat langka." Lily menjelaskan lalu pandangannya menatap sekitar. "Bisakah kau melayang sebentar?"
"Hm, untuk apa?" Jian Chen mulai terbang ke atas, setidaknya ketinggiannya sama dengan terbang Lily.
Lily tidak menjawab, dari kedua tangannya muncul api hitam. Lily segera mengarahkan tangannya pada lantai istana, segera api hitam di tangan gadis itu menembak cepat dan merambat keseluruhan ruangan.
Api yang Lily lepaskan jauh lebih panas dari api hitam yang digunakan Jian Chen.
__ADS_1
Api hitam Lily membakar jasad laba-laba yang berserakan dimana-mana, api yang sama juga membakar jasad pendekar-pendekar sebelumnya sekaligus melelehkan es yang Jian Chen buat.
Dalam waktu sekejap, lantai istana menjadi bersih tanpa sisa, api hitam Lily benar-benar membakar segalanya, bahkan debu pun hilang dari ruangan itu.
Jian Chen mendengus kesal, jika saja gadis itu membantunya sejak awal mungkin ia tidak akan kesulitan melawan laba-laba itu.
Jian Chen dan Lily kemudian mendarat kembali di lantai istana yang sudah kosong, ia menemukan ada gerbang lain yang menuju ruang istana selanjutnya. Jian Chen dan Lily mulai melangkah lebih dalam lagi.
"Laba-laba ini benar-benar bukan berasal dari duniamu, mereka di kirim dari dunia lain lewat portal otomatis yang ada di istana ini." Lily menjelaskan di saat keduanya berjalan di tengah lorong, gadis itu sedikit dibelakang punggung Jian Chen, takut ada laba-laba lain yang akan datang.
"Portal itu... Apa itu portal yang sama dengan guruku buat?"
Lily mengangguk, ia melirik Jian Chen sesaat, sepertinya dirinya harus menjelaskan panjang lebar pada pemuda itu tentang sistem portal, tapi sebelum ia berkata-kata, ruangan selanjutnya sudah sampai.
Berbeda dari dugaan Jian Chen, istana emas itu tidak memuat harta karun atau pusaka berharga di dalamnya. Sebaliknya istana itu menyimpan sesuatu yang berhubungan dengan dunia luar.
Di dalam ruangan aula utama istana yang megah, luas, dan menjulang tinggi. Jian Chen dan Lily menemukan sebuah formasi sihir yang besar.
Di sisi lingkaran terdapat pilar yang berdiri, tepatnya 8 pilar. Jian Chen melihat setiap pilar itu terdapat ukiran simbol yang berbeda-beda.
"Tidak mungkin, jangan bilang ini..." Lily sekejap menahan nafasnya.
"Apa kau mengenalnya?" Jian Chen baru pertama kali melihat gadis itu terkejut sampai seperti itu.
Lily mengangguk, "Tidak salah lagi, ini adalah formasi sihir antar dunia."
Lily kemudian menjelaskan panjang lebar mengenai formasi tersebut pada Jian Chen, gadis itu sepertinya memang berniat memberitahukan semuanya.
Secara lebih jelas, formasi sihir memiliki kerja yang sama dengan portal yaitu bisa membuat seseorang berpindah dunia namun formasi sihir ini bersifat lebih universal.
__ADS_1
Lily mengatakan, portal hanya bisa di pakai oleh satu individu saja dan hanya untuk satu dunia yang di laluinya sementara formasi sihir bisa membuat Jian Chen pergi ke manapun ia mau selama berada di jangkauan konstelasi bintang di sekitarnya.
"Konstelasi? Maksudmu bintang yang ada di langit?" Tanya Jian Chen, memotong ucapan gadis itu.
"Memang kau pikir duniaku ada dimana? Bintang-bintang yang sering kalian tatap ketika malam hari itu adalah dunia bagi kehidupan lain. Tentu saja di antara bintang itu ada tempat dimana duniaku tinggal..."
Jian Chen mengerutkan dahi, ia baru mengetahui hal tersebut. "Aku tidak menduga dunia akan sebanyak itu?"
"Tidak setiap bintang ada kehidupan, tapi aku tidak menyangkal kalau dunia ini memang memiliki banyak kehidupan."
Lily mengatakan dunia dibagi beberapa tingkatan dari yang terlemah sampai yang paling kuat.
Tempat dunia Jian Chen tinggal sekarang merupakan dunia yang lemah dan kecil menurut Lily, hal itu cukup di wajari karena rata-rata kekuatan orangnya sangat rendah apalagi dalam soal beladiri dan kemampuan.
Tempat dunia Lily berada cukup berbeda, kekuatan di sana bukan lagi selevel nalar manusia.
"Menghancurkan gunung, mengeringkan lautan dengan hanya jentikan jari... Mungkin kau tidak percaya tapi di sana bukanlah sesuatu hal yang tabu dilakukan..."
Lily melipat tangannya di dada, menatap Jian Chen dengan cara berbeda. "Kau menyadarinya bukan kalau kekuatanmu bukan sesuatu yang seharusnya dimiliki oleh dunia ini?"
Jian Chen mengangguk, ia mengerti maksud Lily. Sesaat ia teringat ketika menggunakan elemen waktu saat klan Jian di serang, tepat ketika tubuhnya di ambil alih oleh alam bawah sadarnya.
Kekuatan elemen waktu yang ia lepaskan benar-benar mengerikan dan di luar nalar, masa depan, masa lalu, dan masa sekarang bisa dikendalikan olehnya termasuk memecahkan sistem waktu itu sendiri.
Waktu tidak selamanya bergerak maju, berhenti, atau mundur, menurut Lily, kekuatan elemen waktu bisa mengendalikan waktu seutuhnya.
"Orang tuamu jelas bukan orang biasa, tentu saja fakta bahwa aku tersegel di dalam tubuhmu adalah bukti dari kekuatan ibumu, melawan ras peri adalah perkara berbeda, menyerang pemimpin mereka adalah cerita lain."
Lily tidak akan lupa bagaimana kekuatan ibu Jian Chen sebelum ia dikurung. Gadis itu mengerti, meski dirinya kuat tetapi dihadapkan dengan kekuatan ibunya Jian Chen ia masih lemah.
__ADS_1
Jian Chen menghela nafas, tatapannya tertuju ke langit-langit istana, mata emasnya bersinar beberapa saat ketika Lily menyinggung orang tuanya.
Meski tidak mengungkapkannya secara langsung, ada keinginan di dalam hati kecil Jian Chen untuk bertemu orang tua aslinya di masa depan.