Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 244 — Gejolak Kota Anshan


__ADS_3

Wu Yi melarikan diri dengan sekuat tenaganya saat ia berhasil lolos dari pertarungan Jian Chen, sesekali pria tua itu menengok ke belakang untuk memastikan Jian Chen tidak mengejar dirinya.


Sepanjang hidupnya, Wu Yi baru pertama kali menemukan pendekar kuat seperti Jian Chen.


Andai Jian Chen memiliki kekuatan puncak Alam Langit sekalipun seharusnya situasi tidak menyedihkan seperti itu, membuat kedelapan pendekar Alam Langit yang bekerja sama sampai kewalahan.


Wu Yi terus berlari hingga ia melewati perbatasan Kota Anshan, dia tidak berniat kabur begitu saja melainkan untuk melaporkan kejadian ini pada Dua Shio Pemburu.


Saat Wu Yi di sana, ia dikejutkan oleh pasukan aliansi organisasi yang sudah terkumpul, mereka sedang bersiap akan menyerang kota.


Kedatangan Wu Yi segera disambut oleh beberapa pendekar, meski Wu Yi adalah pendekar generasi lama namun Pendekar Kematian itu cukup disegani sampai sekarang.


Tanpa menunggu lagi, Wu Yi langsung menemui Dua Shio yang kini sedang sibuk dengan bawahan-bawahannya yang melaporkan situasi.


Shio Macan maupun Shio Kelinci berada di barisan paling depan, mereka harus menonjol dari yang lain sebagai pimpinan dari penyerangan ini.


"Ketua, sekitar tiga ratus pasukan sudah tiba dari Organisasi Laut Hitam, mereka sudah bersiap akan perang!"


"Ketua, dua ratus anggota organisasiku baru saja sampai, meski mereka agak kelelahan tetapi mereka sudah siap bertarung..."


Shio Macan mendengar itu dari laporan-laporan setiap para pemimpin organisasi. Setidaknya ada delapan organisasi dan anggotanya yang ikut bergabung dalam menyerang Kota Anshan.


Shio Macan menghela nafas, sebenarnya ia sedikit kerepotan dengan situasi ini, jika saja rekannya itu, Shio Kelinci langsung mengambil kitab itu tanpa harus berperang, mungkin dirinya akan tidur tenang sekarang.


Disisi lain Shio Kelinci tampak bersantai, gadis yang terlihat manis tersebut tengah melayang di udara sambil melihat pasukan Kekaisaran yang semakin bertambah.


Shio Kelinci kemudian mendarat di samping Shio Macan sambil tersenyum lebar. "Kau tau, sepertinya pesta malam ini akan berlangsung meriah?"

__ADS_1


Shio Macan mendengus, tidak menjawabnya melainkan memilih mendengarkan laporan-laporan lain, tindakan tersebut membuat Shio Kelinci cemberut.


"Kenapa kau mengabaikanku, kau membenciku?!" Kesalnya sambil mengembung pipi.


"Lalu harus kujawab apa, senang sampai membuatku melompat-lompat!" Shio Kelinci merapatkan giginya, tak kalah kesal.


Ekspresi Shio Kelinci semakin cemberut dibuatnya, apalagi rekannya ini bisa dibilang laki-laki yang dingin. "Kenapa kau selalu bersikap seperti itu pada gadis cantik sepertiku, seharusnya kau berkata lemah lembut atau kalau tidak, bersikap biasa saja."


"Aku akan bersikap biasa tetapi bantu aku mengatasi pasukan yang kau kumpulkan ini, aku kerepotan?!"


Shio Kelinci langsung menyeringai lebar dan mengedipkan matanya berulang kali dengan ekspresi manja. "Ayolah, kau adalah lelaki, kau harus jadi pemimpin disini. Lagi pula, aku tidak terlalu mengerti soal strategi atau peperangan."


Shio Macan hampir mengumpat, jika tidak mengerti kenapa harus melakukan peperangan.


Percakapan keduanya cukup membuat pendekar di sekitar mereka mendengarnya, biarpun terkesan seperti pertengkaran tidak ada yang berani menegur dua orang tersebut apalagi menyadari mereka adalah pendekar tingkat tinggi.


Shio Kelinci dikenal juga sebagai Ratu Kelelawar, hal ini diasumsikan seperti siluman kelelawar yang menghisap darah manusia.


Kebiasaan yang sama dilakukan Shio Kelinci yang selalu meminum darah wanita cantik, sebab itu julukan tersebut sangat cocok untuknya


Ketika persiapan masih sedang berlanjut, Wu Yi akhirnya bisa berbicara dengan keduanya. Wu Yi harus mengantri terlebih dulu menyampaikan laporan tersebut karena ada banyak laporan lain di belakangnya.


Wu Yi menjelaskan tentang sosok Jian Chen pada dua Shio tersebut, mengatakan bahwa ada seorang pendekar yang sangat kuat di dalam Kota Anshan, mengimbangi tiga belas lawannya bahkan membunuh sebagian mereka.


Wu Yi bahkan beranggapan bahwa enam pendekar yang ia tinggalkan tidak selamat lagi saat melawan Jian Chen.


Shio Macan dan Shio Kelinci saling berpandangan, meski sedikit terkejut dengan informasi tersebut namun keduanya tidak menunjukkan kekhawatiran seperti ekspresi Wu Yi.

__ADS_1


Kedua Shio itu memahami, tidak ada alasan Wu Yi berbohong apalagi setelah melihat penampilannya yang seperti sudah bertarung.


"Kekuatannya sekitar Alam Langit Tahap 7 atau Tahap 8, aku tidak yakin tapi dia dapat membunuh Alam Bumi dalam sekali tebasan..." Ucap Wu Yi melaporkan.


Shio Macan melirik Shio Kelinci, "Bagaimana menurutmu tentang ini, dia akan jadi lawan merepotkan bagi kita?"


"Hm, bukankah tujuan kita memang memancing orang seperti dia. Aku justru tidak sabar ingin menghadapinya." Shio Kelinci berkata antusias.


Shio Macan menghela nafas, memilih tidak bertanya lebih jauh. Ia kemudian menatap Wu Yi, meski kekuatannya berada di atasnya tetapi umur dia dan pria tua itu berada di bawahnya.


"Aku mengerti kekhawatiranmu Senior Wu, tenang saja, aku akan melawan dia jika sudah menyerang kota."


Shio Macan memperlihatkan pasukannya yang telah mencapai ribuan orang tersebut, belum lagi selain Wu Yi yang merupakan pendekar pensiunan, ada beberapa diantara mereka yang merupakan pendekar generasi lama.


Wu Yi menahan nafasnya, kepercayaan dirinya mulai terbangun kembali. Ia yakin dengan pasukan tersebut mereka bisa menghancurkan Kota Anshan sekaligus pendekar yang di lawannya sebelumnya.


Persiapan itu memerlukan sedikit waktu untuk siap sepenuhnya, Shio Macan kemudian menceritakan strategi penyerangan tersebut.


Dia menjelaskan bahwa pasukannya di bagi dua, pertama pasukan yang melawan para pendekar Kekaisaran sementara sisanya akan menerobos masuk ke dalam kota.


Pasukan yang melawan pendekar Kekaisaran diisi oleh para anggota asosiasi yang beraliansi, pasukan tersebut juga di pimpin oleh Shio Kelinci.


Sementara itu pasukan yang masuk ke dalam kota berisi pendekar tingkat tinggi seperti Alam Langit dan Alam Hampa, generasi lama juga akan menerobos ke dalam bersama Shio Macan bersamanya.


Setelah memastikan penjelasannya di mengerti para pasukannya Shio Macan memberi tanda pada salah satu pendekar.


Pendekar itu mengangguk, ia mengeluarkan sesuatu di cincin ruangnya berupa tabung kecil yang kemudian di arahkan ke atas langit.

__ADS_1


Tabung itu adalah kembang api, tidak lama setelah dinyalakan, sesuatu menembak ke atas dan meledak di ketinggian yang cukup. Bersamaan suara kembang api memenuhi udara langit malam, pasukan aliansi organisasi mulai bergerak menyerbu Kota Anshan.


__ADS_2