
Naga hitam yang Jian Chen keluarkan mengejutkan semua orang yang melihatnya, mereka baru pertama kali melihat binatang yang menurutnya hanya ada di cerita-cerita.
Naga hitam Jian Chen lengkap dengan sisik sisiknya yang gelap, kumis panjang serta tanduk yang bercabang, disisi yang sama ukuran naga tersebut panjang dan besar.
Jian Chen menggerakkan tangannya yang membuat naga cahayanya menghabisi setiap pendekar yang berada di dekatnya.
Jian Chen memang sengaja melakukan demikian karena ruang geraknya semakin kecil.
Naga hitam itu terus melahap setiap orang yang ada di hadapannya tanpa peduli kultivasi mereka. Ketika mereka mencoba melukai naga cahaya Jian Chen, mereka akan menemukan begitu kerasnya sisik naga tersebut.
Naga hitam Jian Chen memang lebih kuat setidaknya sepuluh kali lipat dibanding naga cahaya emas yang ia biasa keluarkan. Tenaga dalam Yin adalah faktor utama kenapa naga tersebut menjadi kuat.
Dalam beberapa hitungan kedipan mata, Jian Chen sudah menghabisi ratusan lebih pasukan kekaisaran Qilin.
Pasukan itu terus berusaha ingin mendekati Jian Chen dari berbagai arah tanpa perduli teknik naga yang ia lepaskan, melihat pasukan kekaisaran begitu nafsu ingin membunuhnya membuat Jian Chen merasa ada yang janggal dari kejadian tersebut.
"Ada masalah apa dengan mereka? Apa mereka kerasukan?!"
Jian Chen mengerutkan dahinya, ia bisa melihat teknik naga cahayanya membuat lawannya ketakutan namun disisi yang sama tubuh mereka juga terus menyerang kearahnya tanpa peduli sudah ada lautan mayat di dekatnya.
Jian Chen yakin mereka sangat takut padanya tetapi pasukan kekaisaran itu terus bergerak maju.
"Jangan bilang ini... Mereka semua sedang dikendalikan..." Jian Chen terlambat menyadari saat pandangannya jatuh pada Kaisar Qilin tak jauh darinya bertarung.
Memang apa yang dikatakan Jian Chen benar, para pasukan kekaisaran sejak awal sudah tidak berani menyerang Jian Chen tetapi tubuh mereka tidak bisa menolak perintah Kaisar Qilin karena ada sebabnya.
Alasan rata-rata para prajurit kekaisaran berada di ranah Alam Hampa karena mereka menggunakan cara khusus untuk mendapatkan kekuatan tersebut.
Kaisar Qilin akan memberikan sebuah pil tertentu pada setiap prajurit yang bergabung pada pasukan kekaisaran, pil yang sama membuat mereka dapat mencapai Alam Hampa dengan mudah dalam waktu yang relatif singkat.
__ADS_1
Hal ini membuat banyak pendekar di kekaisarannya yang ingin bergabung menjadi prajurit, tanpa tahu pil yang diberikan pada mereka mempunyai efek samping mengerikan.
Pil tersebut memang membuat mereka memiliki kekuatan tinggi namun disisi lain umur hidup mereka akan semakin berkurang setiap mereka menggunakan kekuatannya.
Disisi lain, pil itu juga membuat mereka harus mematuhi perintah Kaisar Qilin secara mutlak, seperti sekarang, para pasukan kekaisaran itu terus menyerang Jian Chen walau hati mereka merasa enggan melakukannya.
Jian Chen berdecak kesal, jika dugaannya benar maka melawan pasukan kekaisaran tidak cukup hanya menunjukkan kekuatannya saja.
Pengepungan terus berlanjut, naga hitam Jian Chen perlahan memudar saat tenaga dalam Yin yang dialirkannya habis.
Jian Chen juga merasakan tenaga dalam yang diberikan Lily perlahan menipis, tidak menunggu lama hingga tenaga dalam tersebut hilang di gantikan tenaga dalam Jian Chen kembali.
Menghadapi ribuan pasukan kekaisaran yang mengepungnya tanpa henti membuat tenaga dalam Jian Chen terkuras cukup cepat.
Sementara itu Jian Chen telah berhasil menghabisi ribuan pasukan kekaisaran di sekitarnya, terdapat banyak sekali jasad yang tergeletak di pasir.
Perlahan tapi pasti tenaga dalam Jian Chen yang awalnya masih ribuan lingkaran tenaga dalam kini berubah menjadi ratusan lingkaran lagi.
Tidak ada cara lain, ia mengumpulkan tenaga yang besar ke mulutnya sebelum merubahnya menjadi energi.
"Elemental Air — Gelombang Ombak Air!"
Jian Chen menyemburkan jumlah air yang sangat besar di mulutnya hingga membentuk ombak yang tinggi, ombak besar itu langsung menyapu para pasukan kekaisaran di sekitarnya.
Air yang di lepaskan Jian Chen berhasil mendorong pasukan kekaisaran, tekanan air tersebut membuat mereka terpisah jarak cukup jauh dengan Jian Chen.
Kaisar Qilin melotot begitu juga dengan Tetuanya yang begitu terkejut dengan teknik tersebut. Jumlah air yang Jian Chen keluarkan sudah cukup untuk membuat danau yang besar dalam waktu singkat.
Jian Chen menyeka bibirnya, nafasnya memburu akibat menggunakan banyak sekali tenaga dalam. Setidaknya ia menghabiskan setengah dari jumlah tenaga dalamnya sekarang.
__ADS_1
Ketika ruang geraknya menjadi leluasa kembali, Jian Chen tidak punya waktu untuk beristirahat dari rasa lelahnya. Ia terbang dengan cepat tetapi tujuannya sekarang bukan pasukan kekaisaran.
Jian Chen bergerak seperti panah yang di tembak, ia menuju ke arah tempat Kaisar Qilin berada dengan pedang asura yang terhunus ke depan.
Menyadari Jian Chen mengincarnya apalagi dengan terbang, Kaisar Qilin menjadi panik, ia berteriak ke atas langit untuk meminta bantuan ayahnya, namun yang ia dapati justru sesuatu yang mengejutkan.
Yu Zhong sedang bertarung dengan seorang gadis bergaun merah, yang mengejutkannya adalah kondisi ayahnya yang sudah terluka parah oleh gadis itu.
Kaisar Qilin menjadi panik, ia melihat ke arah Jian Chen yang terus mengikis jarak antara keduanya dengan waktu yang relatif singkat.
Kaisar Qilin tak bisa menggunakan pasukannya seperti boneka lagi untuk menghalangi Jian Chen karena laki-laki itu bergerak terbang. Menyadari nyawanya terancam, tanpa pikir panjang Kaisar Qilin bangkit dari kudanya sebelum terbang menjauh dan melarikan diri dari Jian Chen.
Jian Chen mendengus, ia terus bergerak mengejarnya dengan sangat cepat.
Jarak antara Jian Chen dan Kaisar Qilin cukup jauh namun dalam waktu yang relatif singkat jarak antara keduanya mengendur.
Jian Chen terus mempercepat laju terbangnya, ketika jaraknya sudah berada dalam jangkauan serangannya. Jian Chen kemudian melakukan teknik pedang gerhana yang melepaskan energi pedang berwarna merah.
"Cakrawala Langit-!"
Energi pedang Jian Chen segera melesat ke arah Kaisar Qilin, kaisar tersebut terhenyak lalu buru-buru menghindari serangan energi tersebut yang terlihat bisa membunuhnya jika mengenainya.
Karena mempunyai jarak, ia bisa menghindari serangan Jian Chen namun belum sempat ia bernafas lega, Jian Chen sudah tak jauh darinya.
Jian Chen kembali melepaskan energi pedang berwarna merah tetapi kali ini lebih kuat dan cepat.
Kaisar Qilin tak bisa menghindari serangan tersebut seketika energi pedang melewati tubuhnya. Kaisar Qilin muntah darah dan ia merasakan rasa sakit yang hebat di sekujur tubuhnya, kaisar itu tak bisa lagi menyeimbangkan terbangnya dan mulai jatuh ke bawah.
Ketika mendarat di tanah, kaisar Qilin merasakan setiap selnya merasakan kesakitan. Energi pedang Jian Chen memang tidak melukainya dari luar saja tetapi dari dalam juga.
__ADS_1
Ia menatap Jian Chen dengan penuh kebencian namun ketika sepasang mata emas itu menatapnya balik, tubuhnya seketika merinding hebat karena mata Jian Chen terlihat dingin seperti dipenuhi kegelapan yang kelam.