Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 226 — Tempat Berikutnya


__ADS_3

Baru satu hari setelah Jian Chen membunuh Xin Tian, Shio kuda dari Organisasi 12 Shio Pemburu, kabar itu langsung tersebar luas ke seluruh wilayah Provinsi Naga Tanah.


Beberapa organisasi jahat jelas mengenal organisasi tersebut yang merupakan organisasi paling kuat dari semua organisasi di Kekaisaran Naga. Tidak pernah terpikirkan salah satu anggota Shio dapat terbunuh.


Kebanyakan organisasi-organisasi jahat berpikir tidak ada yang akan berani menyinggung Organisasi 12 Shio Pemburu apalagi sampai melawannya, karena mereka tahu organisasi tersebut sangat perhitungan, membuat masalah dengan 12 orang itu sama aja dengan mengantarkan nyawa.


Masalahnya kabar itu datang bersamaan dengan hancurnya organisasi Pedang Darah yang merupakan organisasi kelas tinggi di Provinsi Naga Tanah.


Hal tersebut membuat organisasi-organisasi lainnya menjadi ketakutan untuk beroperasi kembali apalagi setelah mendengar bahwa yang mengalahkan mereka hanya satu orang saja.


Kabar ini sulit di terima oleh semua orang bahkan di anggap cerita kosong belaka, beberapa ada yang mempercayainya sementara yang lain berpikir itu adalah cara pemerintahan untuk menekan para organisasi.


Terlepas dari bohong atau benarnya cerita tersebut kenyataannya Xin Tian tetap terbunuh di sana, kabar pertama yang mengetahui hal itu adalah Organisasi Shio Pemburu itu sendiri.


"Siapa yang cukup gila ada seseorang yang berani melawan kelompok kita?"


Seorang pria yang sedang duduk di dekat api unggun menghela nafasnya berulang kali, pria itu adalah salah satu anggota Shio yang lain yaitu Shio Macan.


Shio Macan membaca surat itu beberapa kali namun ia masih tidak percaya dengan kabar di dalamnya. Surat tersebut berasal dari Pemimpin dari 12 Shio Pemburu.


Sebelumnya Shio Naga yang selaku pemimpin organisasi telah menyebar luaskan surat tersebut pada setiap anggotanya yang berada di segala penjuru Kekaisaran Naga.


Dalam surat tersebut juga, selain tentang kabar kematian Xin Tian, Shio Naga ingin anggotanya yang lain mencari tahu siapa pembunuhnya, karena kematian salah satu anggota dari mereka adalah penghinaan bagi 12 Shio Pemburu.


Shio Pemburu selalu di takuti lawan maupun kawan hanya dengan mendengar namanya saja, kematian Xin Tian akan memperburuk citra Organisasi Shio Pemburu kecuali jika mereka berhasil membunuh dalang dari kematian Xin Tian.


"Bukankah itu kabar yang menarik, itu berarti ada lawan yang tangguh untuk kita kalahkan?"


Di dekat Shio Macan duduk, ada seseorang yang lain yang kini berekspresi antusias setelah mendengar kabar tersebut, dari suaranya yang merdu seseorang akan mengetahui bahwa dia adalah seorang perempuan.


Shio Macan mendengus kesal, tidak terlalu senang dengan tanggapan perempuan yang bersamanya, padahal mereka sama-sama dalam satu kelompok.

__ADS_1


Perempuan itu juga adalah anggota dari Shio Pemburu yang berlambang tato Kelinci di tubuhnya, salah satu dari dua perempuan yang bergabung dengan 12 Shio Pemburu.


"Apa ini waktunya untuk bahagia? Kau sudah mendengarnya, lihatlah, bukan hanya Shio kuda mati bahkan pemimpin organisasi yang bersamanya juga ikut tewas. Kekuatannya kemungkinan ada di Alam Langit seperti kita."


"Itu justru terdengar bagus, setidaknya kita mempunyai lawan yang tangguh untuk di hadapi, bukan para ikan teri. Aku terlalu malas untuk membunuhnya..." Sang perempuan memasang wajah cemberut.


Shio Macan menghela nafas panjang, ia bisa dibilang telah mengenal Xin Tian dan kekuatannya sementara perempuan yang bersamanya belum pernah.


Xin Tian memiliki kekuatan yang tinggi apalagi kemampuan berpedangnya, belum lagi ia dianugerahi sebuah pusaka yang mempunyai kekuatan unik. Jika Shio macan beradu jurus melawan Xin Tian, ia tidak yakin akan keluar jadi pemenang.


"Jadi apa yang harus kita lakukan setelahnya, mencari pembunuh Shio Kuda atau melanjutkan misi kita?" Tanya sang perempuan.


"Kita akan tetap melanjutkan misi kita lebih dulu, lagian kasus kematian Shio Kuda berada di provinsi yang berbeda, setelah misi mencari kitab itu telah selesai baru kita menyelidiki kematiannya."


Shio Macan maupun Shio Kelinci sedang melaksanakan tugas yang lain sebelum menerima kabar kematian Xin Tian. Mereka sudah tak jauh dari misinya jadi tidak bisa berputar balik begitu saja.


Kematian Xin Tian adalah pukulan keras bagi Organisasi 12 Shio Pemburu, tidak ada yang menduga bahwa salah satu Shio akan mati di sana.


Cepat atau lambat, mereka harus mencari orang yang membunuhnya, itung-itung sebagai peringatan bagi yang lain agar tidak berani-berani melawan organisasi Shio Pemburu.


Jian Chen sedang duduk bersila di salah satu batu sungai, matanya terpejam damai dengan deru nafas yang halus.


Usai menghancurkan sebuah organisasi dan melawan dua pendekar Alam Langit, Jian Chen langsung terbang dari sana selama dua hari dua malam hingga akhirnya ia mendarat di tepi sungai tersebut untuk memulihkan tenaga dalamnya yang sudah terkuras banyak.


Tenaga dalam Jian Chen yang telah mencapai sepuluh ribu lingkaran tidak bisa di pulihkan dengan waktu yang cepat, mungkin membutuhkan waktu seharian jika mengumpulkannya secara normal.


Sebab itulah sekarang Jian Chen menggunakan permata siluman agar lebih cepat memulihkan seluruh tenaga dalamnya, meski begitu ia tetap menghabiskan waktu berjam-jam agar seluruh tenaga dalamnya terisi semula.


"Kurasa ini sudah cukup..." Jian Chen membuka matanya tepat ketika matahari muncul di ujung cakrawala.


Ia menggerakkan tubuhnya yang sedikit kaku akibat bersila terlalu lama, Jian Chen juga membersihkan tubuhnya di sungai tersebut yang kini terasa sejuk.

__ADS_1


Di saat sedang mandi Jian Chen baru terpikirkan sesuatu yang selama ini ia abaikan, walaupun ia mandi di sana sendiri tetapi dalam kasat mata Jian Chen sedang bersama seseorang.


"Lily, apa kau ada di sana?" Jian Chen mencoba berkomunikasi dengan gadis tersebut.


"Apa?" Lily menjawabnya dengan nada datar.


"Aku hanya bertanya karena penasaran..." Jian Chen menggaruk kepalanya dengan canggung. "Bukankah kau selalu melihat apa yang aku lihat?"


"Terus?"


Jian Chen batuk pelan. "Kalau begitu bukankah sekarang kau sedang melihatku telanjang?"


"Hah! Apa maksudmu? Kau mengatakan bahwa aku mengintipmu mandi?!"


"Eh?" Jian Chen menggaruk kepala yang tidak gatal. "Aku hanya bertanya, karena kau selalu bersamaku sejak kecil bukankah artinya kau mengetahui seluruh inci tubuhku, termasuk yang ada di bagian baw-..."


"Kau boleh melanjutkan ucapanmu dan kuyakin kau akan menerima sesuatu yang tidak pernah kau pikirkan selama hidupmu!" Lily berkata dingin yang berhasil membuat Jian Chen meneguk ludah.


"Maaf..." Jian Chen tersenyum canggung.


Lily menghela nafas panjang, mencoba menenangkan dirinya yang hampir meledak marah.


"Walaupun aku melihat setiap yang kau lihat, aku juga bisa menutup mata untuk sebagian yang lain." Jelas Lily membuang wajahnya terhadap sesuatu.


Jian Chen hanya ber'oh, tentu saja Lily bisa menutup mata untuk sesuatu yang bersifat privasi.


Lily membuka matanya sesudah Jian Chen menyelesaikan mandinya dan berganti pakaian. Ia bertanya kemana arah Jian Chen selanjutnya.


"Aku berencana pergi ke provinsiku untuk menyelesaikan masalah-masalah di sana, hanya saja untuk ke sana aku harus ke tempat asosiasi terlebih dulu..."


Setelah selesai urusannya dengan asosiasi barulah Jian Chen menuju Provinsi Naga Petir hanya saja untuk sampai ke provinsinya ia harus melewati Provinsi Naga Api yang merupakan tempat Kekaisaran Naga berada.

__ADS_1


Tidak ada pilihan selain ia harus singgah di provinsi tersebut karena jalan tercepat untuk ke provinsinya adalah melewati Provinsi Naga Api.


Jian Chen kemudian teringat Meily dan Ziyun juga ada di sana, mungkin selagi singgah ia akan mendatangi kedua gadisnya.


__ADS_2