
Ketua Naga Ombak meneguk ludah setelah melihat serangan Jian Chen yang begitu dahsyat, ia yakin dirinya tidak bisa melakukan hal yang sama dan mungkin di Kekaisaran Qilin pun tidak banyak yang dapat melakukannya.
Kekuatan gelombang angin Jian Chen setidaknya memerlukan tenaga dalam yang cukup besar untuk melakukannya.
Ketua Naga Ombak kemudian menyadari bahwa Jian Chen adalah seorang pendekar ahli tenaga dalam.
"Dari kekuatan yang dia lepaskan setidaknya ia memiliki tiga ribu lingkaran, ini benar-benar tidak bagus..." Ketua Naga Ombak mempunyai firasat buruk jika terus melawan Jian Chen, dirinya saja yang sebagai pendekar ahli tenaga dalam hanya memiliki sebesar dua ribu lingkaran tenaga dalam saja.
Ketua Naga Ombak berniat akan memberikan serangan terakhirnya sebelum ia kabur, Jian Chen tersenyum sinis saat melihat sorot mata Ketua Naga Ombak itu yang tidak lagi memiliki niat bertarung dengannya.
"Kau ingin kabur, sebaiknya kau lupakan itu karena aku tidak akan membiarkan kalian semua lolos..."
Jantung Ketua Naga Ombak berhenti sejenak ketika Jian Chen membaca isi pikirannya dengan tepat. 'Hmph! Memang kenapa, kau tidak akan bisa menahanku disini...'
Dengan memainkan tongkat trisulanya bersamaan dengan tarian, Ketua Naga Ombak membuat ombak laut yang tinggi.
Jian Chen mengerutkan dahi, ombak laut setinggi itu cukup untuk membuat sebuah desa tersapu bersih.
Jian Chen ingin melakukan sesuatu tetapi Ketua Naga Ombak mengayunkan trisulanya kembali, seketika ombak tingginya mulai menerjang ke arahnya dan kapal Asosiasi sementara Ketua itu melarikan diri ke arah sebaliknya.
"Sial-!"
Jian Chen berdecak kesal, dengan ombak setinggi dan sebesar itu ia juga tidak bisa menerobosnya dengan mudah.
"Aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini di tengah laut tetapi kau justru memaksaku..." Jian Chen melepaskan hawa dingin di tubuhnya, ia menggunakan teknik elemen es tingkat tinggi yang seketika membuat air laut disekitarnya membeku.
Bukan hanya itu, Tsunami yang di buat Ketua Naga Ombak langsung berhenti alias membeku di tempat. Jian Chen menciptakan air laut di sekelilingnya menjadi dataran es.
Ketua Naga Ombak terkejut ketika Jian Chen melakukan demikian, ia mempercepat larinya tetapi pemuda itu sudah bergerak ke arahnya dengan kecepatan yang tinggi.
__ADS_1
Dalam waktu singkat Jian Chen sudah berada di dekatnya, Ketua Naga Ombak mengigit bibir sebelum berbalik dan menyerang Jian Chen dengan tongkat trisula.
Keduanya beradu jurus, Ketua Naga Ombak yang sejak awal kalah dalam pertarungan jarak dekat tidak bisa menandingi kecepatan pedang Jian Chen, akhirnya dalam beberapa pertukaran serangan ia terlempar sebelum memuntahkan darah segara.
Ketua Naga Ombak memegang luka sayatan pedang yang Jian Chen ukir, amarahnya semakin membara, sudah lama sekali ada seseorang yang membuatnya sampai terluka seperti ini.
"Tunggu apa lagi, bantu aku melawannya!" Ketua Naga Ombak berteriak pada ratusan bawahannya yang semenjak tadi malah menonton.
Bawahannya itu seketika tersadar, mereka sebenarnya merasa enggan melawan Jian Chen apalagi setelah melihat kekuatannya namun di banding melawan Ketua mereka, bawahannya itu tidak berani membantah.
Jian Chen tersenyum sinis ketika Ketua Naga Ombak malah berlari ke arah kapalnya saat ratusan bawahannya menyibukkan dirinya.
"Sudah kubilang, kau tidak akan bisa lari dariku..."
Jian Chen tiba-tiba menghilang dari penglihatan lawannya, membuat anggota Naga Ombak yang mengepungnya jadi kebingungan. Ketika Jian Chen muncul kembali, ia sudah berada di dekat Ketua Naga Ombak sambil mengayunkan senjatanya.
"Apa! Bagaimana bi-..."
Jian Chen menangkap trisula yang di pegang Ketua kelompok tersebut sebelum memasukkannya ke dalam cincin ruang. Kini yang tersisa hanya bawahan Ketua Naga Ombak yang sedang menatapnya dengan wajah pucat.
Mereka sama sekali tidak pernah menduga, Ketuanya yang paling terkenal di lautan Kekaisaran Qilin bisa terbunuh dengan demikian mudahnya.
Ketua Naga Ombak cukup disegani bahkan oleh Kaisar Qilin sekalipun, tidak ada yang menyangka, pendekar yang telah menyebabkan teror puluhan tahun di lautan itu kini terbunuh di Kekaisaran kecil yang selalu mereka remehkan.
Tatapan anggota Kelompok Naga Ombak menjadi penuh ketakutan saat melihat Jian Chen, seolah mereka memandangnya seperti melihat hantu.
Tidak perlu teknik khusus untuk melihat kekuatan asli Jian Chen, mereka sudah menebak bahwa pemuda itu berada di ranah yang lebih tinggi dari Alam Langit.
Jian Chen tidak menunggu ketakutan mereka melainkan langsung bergerak maju, dengan dua pedang di tangan ia dengan cepat menghabisi para anggota kelompok Naga Ombak yang tersisa.
__ADS_1
Tidak lupa Jian Chen melepaskan hawa dingin di tubuhnya membuat mereka kesusahan untuk bergerak.
Melihat Jian Chen dengan mudah menghabisi rekannya, para anggota kelompok Naga Ombak tidak berani melawan melainkan langsung melarikan diri menuju kapal.
"Kalian ingin pergi kemana?" Jian Chen mendengus dingin saat beberapa dari lawannya sudah berada di atas kapal dan siap berlayar kembali.
Jian Chen mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya lalu mengayunkan pada kapal tersebut, gelombang angin kuat tercipta dan menghantam kapal mereka menjadi dua.
Jian Chen mengayunkan pedangnya kembali pada dua kapal tersisa, ia menghancurkan kapal-kapal mereka sampai berubah menjadi puing-puing.
Tentu saja para anggota Naga Ombak sudah turun dari kapal saat melihat gelombang angin kuat Jian Chen.
Meski mereka bisa berdiri di atas air namun hal tersebut harus mengeluarkan tenaga dalam. Jika tenaga dalamnya habis maka mereka tidak bisa lagi berdiri di atas air, hal tersebut membuat situasi mereka memburuk.
Nyatanya Jian Chen tidak berhenti sampai kapal Kelompok Naga Ombak hancur, dia berlari ke arah mereka dan mengayunkan pedangnya, menghabisi anggota yang tersisa.
Para anggota Naga Ombak sudah tidak memiliki niat bertarung, mereka hendak berlutut dan menyerah namun sesaat, mereka mengurungkan niatnya saat melihat Jian Chen membunuhnya rekannya tanpa ampun.
"Sudah kubilang tidak ada akan yang lolos dari kalian disini..." Jian Chen tertawa lebar sambil menghabisi lawannya satu persatu.
Para anggota Naga Ombak akhirnya melakukan perlawan terakhir mereka, berharap dengan jumlah bisa menekan Jian Chen tetapi kenyataannya Jian Chen lah yang menekan mereka.
Miou Lin dan lainnya yang sedang berada di atas kapal sampai kesulitan berkata-kata menyaksikan pembantaian yang dilakukan Jian Chen, beberapa pelayan bahkan tidak kuat untuk melihat hal tersebut, rasanya isi perut mereka ingin keluar.
Jian Chen terus membunuh lawannya satu persatu lalu menyisakan pendekar yang terakhir, biarpun mengetahui bahwa mereka kriminal yang berasal dari luar Kekaisaran tetapi Jian Chen ingin memastikan informasinya.
Tidak sulit mendapatkan jawaban yang ia inginkan, setelah mengetahui bahwa mereka adalah kelompok bajak laut dari Kekaisaran Qilin yang di bayar untuk membunuh Miou Lin, Jian Chen sudah mendapatkan gambaran situasinya.
"Mengetahui Nona Lin ada di ibukota hanya segelintir orang saja di klan Miou, ini berarti ada sesuatu yang terjadi di dana..." Gumam Jian Chen mendengar penjelasan pendekar tersebut.
__ADS_1
Jian Chen memberikan kematian yang cepat pada orang terakhir, ia tidak bisa membiarkan mereka hidup atau akan ada banyak korban nantinya.
Air laut yang berwarna biru itu sudah berwarna merah saat Jian Chen menghabisi semua Kelompok Naga Ombak yang terakhir. Ia kemudian berlari menuju kapal Asosiasi kembali.