Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 291 — Aliran Tenaga Dalam


__ADS_3

"Ayah, bagaimana menurutmu soal pendekar di Kekaisaran itu, bisa melawan tiga Alam Raja bersama sekaligus jelas bukan pendekar sembarangan..."


Kaisar Qilin tidak menyembunyikan kecemasannya, alasan ia masih tetap ingin menyerang Kekaisaran Naga karena perintah dari ayahnya juga.


Yu Zhong, ayah dari Kaisar Qilin dari generasi sebelumnya tampak masih tenang setelah mendengar laporan tersebut, meski ia akui kabar tentang pendekar misterius itu sedikit membuatnya terkejut.


"Tidak harus dipikirkan, mungkin ia memang kuat sampai bisa melawan tiga Alam Raja sekaligus tetapi itu tidak akan cukup untuk menghadapi kita semua. Aku juga akan turun tangan saat peperangan nanti..."


Yu Zhong mengatakan bahwa kejadian tentang pendekar itu tidak harus dipermasalahkan karena dialah yang akan bertindak kalau pendekar misterius itu muncul.


Lagi pula, entah dari segi rata-rata kekuatan dan jumlah pendekar yang dimiliki, Kekaisaran Qilin lebih unggul dari Kekaisaran Naga.


Melihat kepercayaan diri ayahnya, Kaisar Qilin merasa lega, ia tentu mengetahui Kekuatan ayahnya yang sebenarnya, Kekaisaran Feniks saja akan segan jika ingin melawannya.


***


Untuk pergi ke Kota Donghu, sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh apalagi Jian Chen dan Jian Ya pergi ke sana dengan terbang namun ada satu hal yang membuat gerakan keduanya lambat.


Jian Ya mungkin bisa terbang namun jumlah tenaga dalam yang dimilikinya masih relatif sedikit untuk seorang pendekar Alam Hampa sehingga dalam waktu dua jam saja Jian Ya akan meminta berisitirahat terlebih dulu.


Jian Chen tidak mempermasalahkan hal tersebut karena ia juga tidak terlalu buru-buru ke tujuannya namun Jian Ya tetap saja meminta maaf padanya karena merasa jadi penghambat dalam perjalanan.


"Tidak harus merasa bersalah, bukankah lebih baik kita menikmati perjalannya, ini juga terlihat mengagumkan..." Jian Chen tersenyum lembut sebelum menoleh ke arah air terjun di depannya.


Jian Chen dan Jian Ya kali ini turun di tepi sungai tepat di tengah hutan berada, tidak jauh dari mereka mendarat ada sebuah air terjun yang menjulang tinggi. Jian Chen berkata agar Jian Ya tidak perlu buru-buru mengumpulkan tenaga dalamnya yang terkuras, ia tidak mau gadis itu merasa terdesak.


Sembari menunggu Jian Ya mengisi tenaga dalamnya, Jian Chen mencoba berlatih mengumpulkan tenaga dalam Yin.

__ADS_1


"Hm, kupikir kau akan menyerah soal tenaga dalam Yin itu tetapi sepertinya kau tetap mempelajari tekniknya?" Lily bertanya keheranan.


"Aku hanya ingin melatihnya, siapa tahu dimasa depan akan penting..."


Jian Chen tentu saja mengerti tubuhnya tak bisa menyimpan tenaga dalam Yin tetapi setidaknya ia mengasah teknik tersebut lebih dalam lagi. Lagi pula, walau hanya bisa menggunakan lima menit saja, itu lebih dari cukup untuk ia merasakan tenaga dalam Yin.


Tenaga dalam Yin memang sangat berbeda dan mungkin membuat Jian Chen ketagihan untuk merasakannya.


"Kenapa harus repot-repot berlatih, bukankah gadis itu adalah jawaban yang kau cari. Mengingat dia menyukaimu juga kenapa kau tidak-... Maksudku langsung melakukannya seperti itu, kau tau maksudku, itu loh..."


Jian Chen mendengus kesal, Lily jelas terlalu meremehkan keadaannya.


"Hei, aku hanya memberi saran padamu jadi tidak usah marah. Apa jangan-jangan kau tidak berniat menikahinya, bukankah itu terlalu jahat mengingat kau juga mempunyai perasaan padanya."


Jian Chen berdecak kesal, "Bisakah kau diam, aku sedang butuh konsentrasi untuk menyerap tenaga dalam Yin, kau membuatku sedikit terganggu..."


"Dan untuk pernikahan..." Jian Chen membuka matanya. "Aku akan bertanggung jawab untuk setiap perasaan yang aku buat, jika aku tidak berniat menikahinya maka aku tidak akan mendekatinya sejak awal..."


Lily tersenyum mendengar jawaban tersebut, ia mengetahui Jian Chen mempunyai cara tersendiri dalam mengungkapkan perasaannya.


Lily kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Jian Ya yang tak jauh dari Jian Chen duduk, gadis itu sedang bersila sambil memulihkan tenaga dalamnya.


Sejak awal bertemu, Lily menyadari tubuh gadis itu sangat istimewa dan langka ditemui.


Jian Ya sekarang sedang menyerap esensi alam untuk mendapatkan tenaga dalam Yang padahal menurut Lily, gadis itu juga dapat menyerap tenaga dalam Yin di dalam tubuhnya.


Tanpa harus di tanya, Lily kemudian menjelaskan keistimewaan tubuh Jian Ya pada Jian Chen yang seketika membuat pemuda itu bereaksi.

__ADS_1


"Apa kau bilang, dia bisa menyimpan tenaga dalam Yin dan Yang secara bersamaan?!" Jian Chen terkejut usai Lily memberitahunya. "Eh? Bukankah kau juga demikian?"


Lily menggeleng pelan. "Kau salah, kebalikan dari dirimu aku tidak bisa menyimpan esensi alam ke dalam tubuhku begitu juga dengan para peri yang lain, dantianku sudah di desain sejak lahir untuk menyerap esensi langit..."


Alasan ras manusia seperti Jian Chen tidak dapat menyimpan tenaga dalam Yin ditubuhnya karena dantian Jian Chen diperuntukkan untuk menyerap esensi alam, sementara Lily di kondisi sebaliknya dimana ia tak dapat menyerap tenaga Yang ke dalam tubuhnya.


Kasus Jian Ya adalah hal berbeda, ia dapat menyimpan tenaga dalam Yin dan Yang secara bersamaan di dalam dantiannya.


Ini berarti Jian Ya bisa menggabungkan tenaga dalam Yin dan Yang ketika ia bertarung atau menggunakan jurus.


"Ketika tenaga dalam Yin dan Yang digunakan secara berbarengan maka setiap kekuatan yang ia lepaskan memiliki efek yang luar biasa, tidak berlebihan di masa depan dia akan menjadi penguasa yang tak tertandingi di alam semesta ini..."


Jian Chen menggaruk kepala, ia merasa di bagian ini penjelasan Lily terlalu dilebih-lebihkan tetapi ia juga tidak berkomentar apapun dan memilih mendengarkannya sampai akhir.


Ada banyak faktor untuk menilai kemampuan seorang pendekar, tenaga dalam hanyalah salah satunya sementara teknik dan pengalaman bertarung juga sama pentingnya untuk dinilai.


"Jadi itu alasan kau mendesakku melakukan demikian supaya aku bisa menggunakan tenaga dalam Yin dan Yang bersamaan?" Jian Chen kemudian bertanya.


"Menggunakan tenaga dalam Yin dan Yang secara bersamaan juga mempunyai resiko yang besar untuk melakukannya, setidaknya kau mempunyai kontrol yang tinggi dalam mengendalikan tenaga dalam."


"Bagaimana denganku? Bukankah aku sudah ahli dalam menggunakan tenaga dalam?"


"Kau? Dengan kemampuanmu..." Lily berdecak pelan diikuti gelengan kepala. "Kuakui kau memang ahli dalam mengontrol tenaga dalam namun dipandangku, kau tidak lebih dari anak kecil yang baru berjalan."


Jian Chen tersenyum kecut, ia tidak menyangka kemampuannya dengan gadis itu terlalu beda jauh padahal ia amat percaya diri dengan kemampuan pengendalian tenaga dalamnya.


Lily berkata agar sebaiknya Jian Chen melupakan soal mengendalikan dua aliran tenaga dalam Yin dan Yang sekaligus, untuk sekarang lebih baik ia mendapatkan tenaga dalam Yin terlebih dahulu atau meningkatkan kultivasinya.

__ADS_1


Seperti yang dikatakan Jian Chen, tenaga dalam bukan satu-satunya yang di perhitungkan dalam dunia persilatan.


__ADS_2