Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 227 — Provinsi Naga Api


__ADS_3

"Akhirnya sampai juga..."


Jian Chen akhirnya sampai di ujung daratan setelah terbang beberapa jam melewati lautan yang luas.


Daratan tersebut juga menandakan bahwa Jian Chen telah memasuki daerah Provinsi Naga Api, Jian Chen terus melesat hingga ia akhirnya menemukan sebuah kota tak jauh dari lautan tersebut.


Jian Chen memilih mendarat karena tidak mau jadi perhatian banyak orang, di Kekaisaran Naga, Provinsi Naga Api adalah provinsi terkuat dari provinsi lainnya.


Alam Langit bukanlah hal yang asing disini sehingga akan sering melihat orang yang terbang di setiap harinya, belum lagi karena pengaruh sumber daya dari pil asosiasi sehingga di kehidupan kedua ini pendekar Alam Langit jadi jauh lebih banyak yang bermunculan.


Jian Chen mendarat tak jauh dari gerbang kota berada, ia kemudian memperlihatkan tanda pengenalnya pada dua petugas kota yang mengerutkan alis saat melihat penampilan Jian Chen.


Jian Chen mengerti tatapan itu, ia menyadari penampilannya sekarang terbilang seperti pengemis dengan pakaian berlubang dan compang-camping. Alasan Jian Chen ke kota ini adalah karena ingin membeli pakaian baru juga.


Di tengah perjalanannya saat di lautan, Jian Chen menemukan sebuah kapal yang terbakar entah apa penyebabnya.


Jian Chen harus menyelamatkan mereka yang ada di dalam kapal terlebih dulu sebelum akhirnya bisa memadamkan apinya dengan elemen air.


Akibat menyelamatkan tersebut pakaian Jian Chen jadi berlubang serta robek, padahal itu adalah pakaian terakhirnya.


Penjaga itu menatap Jian Chen dengan pandangan yang terkesan menghina namun setelah pandangannya jatuh pada tanda pengenal berwarna emas raut penjaga itu berubah. Jian Chen langsung di persilahkan memasuki kota.


"Hm, penjaga yang ada di ranah Alam Kehidupan, benar-benar menarik..." Jian Chen mengabaikan sikap penjaga itu karena perhatiannya tertuju pada yang lain.


Dari sini saja sudah terlihat bagaimana rata-rata kekuatan Provinsi Naga Api dengan Provinsi Naga Petir sangat berbeda jauh. Dua tahun lalu di provinsinya, Alam Kehidupan sangatlah di hormati namun di sini hanya petugas kota saja sudah memiliki kekuatan di ranah tersebut.


Jian Chen melanjutkan langkahnya menelusuri kota, ia mencari asosiasi klan Miou berada.


"Ah, sudah kuduga, dia ada disini..." Jian Chen berantusias melihat asosiasi klan miou ada di samping jalanan kota.

__ADS_1


Sudah dua tahun berlalu Jian Chen tidak pernah mampir ke cabang asosiasi lagi, tanpa menunggu lebih lama ia langsung memasuki toko Asosiasi itu.


"Selamat siang, Tuan muda, apa bisa saya bantu..."


Seorang gadis muda langsung menghampiri Jian Chen. Karena toko itu sedang sepi sehingga kedatangan Jian Chen terlihat menonjol apalagi pakaian Jian Chen yang terlihat jelek.


Jian Chen tertawa kecil. "Aku kesini ingin menemui seseorang."


Gadis itu terlihat kebingungan tetapi tetap mempertahankan senyumannya. "Bertemu seseorang, apakah Tuan Muda ingin menemui salah satu teman pegawai kami?"


Jian Chen menggeleng sebelum kemudian menjelaskan bahwa ia ingin bertemu atasannya.


"Ehm! Tuan muda, apakah anda sudah memiliki janji dengan Manajer kami?"


"Tidak, aku kesini hanya ingin meminta bantuannya sebentar untuk mengirim surat ke seseorang."


Alis kiri gadis itu sedikit bergetar, "Tuan muda, anda tidak bisa bertemu langsung dengan manajer kami jika tanpa janji terlebih dulu."


"Tunjukkan pada manajermu, dia akan lebih mengetahuinya."


Gadis pelayan itu menatap liontin yang ada di tangannya sesaat sebelum kemudian menyerahkannya kembali pada Jian Chen.


"Tuan muda, aku tidak bisa melakukannya, manajer tidak punya waktu melihat benda seperti ini." Gadis pelayan itu menganggap Juan Chen adalah orang sok penting.


"Kau serahkan terlebih dulu liontin ini, dia akan lebih memahaminya." Jian Chen menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Percakapan Jian Chen akhirnya terdengar oleh pelayan lain, pelayan yang paling senior langsung menghampiri Jian Chen dan meminta penjelasan apa yang terjadi, setelah mendengarnya ia menatap Jian Chen dari bawah sampai atas.


"Tuan muda, tolong memahaminya, manajer kami tidak bisa bertemu dengan sembarangan orang."

__ADS_1


Jian Chen hampir mengumpat, ia mengetahui pakaiannya lusuh dan compang-camping, alasan yang sama ia kesini juga ingin membeli pakaian baru.


Persediaan pakaian Jian Chen sebenarnya sangat banyak namun semenjak bersama gurunya selama dua tahun terakhir pakaian Jian Chen hampir habis tidak tersisa.


Jian Chen memang sedikit menyesal tidak membeli pakaian saat bersama Yue Lian, lagi pula ia tidak berpikir dirinya harus menyelamatkan kebakaran di tengah lautan.


Pada akhirnya Jian Chen mengeluarkan koin emas lalu membeli pakaian di toko Asosiasi tersebut. Melihat Jian Chen dengan mudah mengeluarkan koin emas membuat pandangan para pelayan itu berubah.


Penampilan Jian Chen memang terlihat miskin mengecualikan wajahnya yang rupawan, di provinsi Naga Api memang selain kekuatan, kekayaan adalah daya tarik utama, gaya hidup di provinsi ini sangat tinggi sehingga rakyat miskin sering di diskriminasi.


Jian Chen bukan hanya membeli satu pakaian melainkan hampir seluruh pakaian di toko tersebut, membuat pelayan yang berbicara dengannya hampir kehilangan kata-kata dengan mulut terbuka.


Pelayan gadis muda itu kini mengetahui identitas Jian Chen memang tak biasa, bisa mengeluarkan koin emas serta memborong pakaian mewah menunjukkan pemuda itu mempunyai latar belakang yang tinggi.


Jian Chen membeli semua pakaian mewah yang di rasanya cocok, pelayang gadis itu jadi salah tingkah, tidak menduga Jian Chen bakal sekaya ini.


"Tuan muda, bisakah anda mengeluarkan liontin sebelumnya, aku akan memberikan cincin itu pada manajer kami..." Pelayan paling senior tersenyum hormat pada Jian Chen, setelah melihat semuanya ia berpikir Jian Chen memang mempunyai hubungan dengan atasannya.


Jian Chen tersenyum tipis sebelum menyerahkan liontinnya, pelayan paling senior itu kemudian membawanya pergi.


Tak lama kemudian seorang perempuan berumur 30-an tergesa-gesa menghampiri Jian Chen bersama pelayan senior sebelumnya, wajahnya pucat sambil membawa liontin Jian Chen.


"Tuan muda maafkan kelalaianku yang tidak mengetahui kedatangan anda, jika aku mengetahuinya aku sudah menyambutmu di depan toko..." Perempuan itu membungkuk hormat dengan perasaan sedikit bersalah.


Jian Chen melambaikan tangannya, "Tidak masalah, aku juga memang mendadak datang kesini. Aku hanya ingin membeli pakaian di toko ini dan juga... Aku butuh bantuanmu, kuharap kau bisa menolongku."


"Tentu Tuan muda, aku akan berusaha memenuhi semua bantuan anda."


Perempuan itu kemudian membawa Jian Chen ke ruangannya, manajer yang biasanya selalu dingin pada bawahannya itu kini menunduk patuh pada sosok pemuda yang terlihat belasan tahun.

__ADS_1


Manajer itu memberi isyarat pada para pegawainya agar mempersiapkan jamuan terbaiknya pada Jian Chen segera. Ia juga memberitahu bahwa Jian Chen adalah tamu penting asosiasi.


Setelah sampai di ruangannya, Jian Chen memberi tahu bahwa ia ingin mengirim surat pada Miou Lin. Manajer perempuan itu segera mempersiapkan kertas dan kuasnya segera.


__ADS_2