
Sesudah Jian Chen membersihkan tubuhnya, ia melihat kelima gadis kembar itu sudah menyantap ayam panggangnya dan kemudian membersihkan diri.
"Aku mungkin akan pergi ke Kota besar lainnya namun bukan ibukota Provinsi Naga Angin, setidaknya kota itu berada di sebelah barat..." Jian Chen menjawab setelah Lan Qiaoqiao bertanya padanya mengenai tujuannya.
"Kalau begitu tujuan kita sama, kami juga akan pergi ke Kota Meishan..."
Kota Meishan adalah kota besar di sebelah barat yang tak jauh dari ibukota provinsi, Kota Meishan merupakan kota yang memiliki perdagangan besar kedua di Provinsi Naga Angin.
Lan Qiaoqiao kemudian mengajak Jian Chen untuk pergi bersama sementara Jian Chen tidak punya alasan untuk menolak ajakannya.
Jian Chen awalnya memang ingin ke Ibukota namun setelah berurusan pada pangeran provinsi ini, ia harus memikirkan ulang rencananya.
Sebab itu Jian Chen pergi ke kota berbeda, lagian Jian Chen ke kota hanya ingin menjumpai asosiasi dan memastikan mereka mempunyai siluman elang emas. Selain itu dia tidak tertarik.
Sudah dua asosiasi Jian Chen jumpai namun mereka tidak mempunyai siluman elang emas itu, Jian Chen berharap di tempat asosiasi selanjutnya ia dapat menemukannya karena itu bisa membuat perjalannya lebih singkat untuk bertemu gurunya.
Jian Chen kemudian pergi terlebih dahulu ke tempat ia mengikat kudanya, setelah satu hari di tinggalkan, kuda itu masih sehat, ia tengah memakan rumput disekitarnya.
"Kau sepertinya lebih senang disini..."
Jian Chen tertawa kecil melihat kuda putihnya itu, ia melepaskan talinya lalu menaikinya pelan. Kuda itu bergerak cepat ketika Jian Chen mulai memacunya.
Ketika kembali ke tempat semula, Kelima gadis itu sudah menaiki kuda. Jian Chen sedikit keheranan bagaimana mereka mendapatkan kuda tersebut.
"Kuda ini adalah milik kami yang bernama Kuda Pegasus. Persis yang aku ceritakan sebelumnya ia bisa berlari di udara dan terbang dengan sayapnya. Sekali kami bersiul kuda ini akan bergerak ke pemiliknya walau jaraknya sangat jauh, ia dapat mendeteksi keberadaan tuannya berada..." Lan Qiaoqiao menjelaskan pada Jian Chen perihal ia mendapatkan kuda-kudanya.
Jian Chen menaikan alisnya, jelas sekali kuda putih di depannya tidak memiliki sayap dan keistimewaan yang dimaksud, kuda itu bahkan terlihat biasa mengecualikan warna putihnya yang indah.
Lan Qiaoqiao mengerti kemana arah pikiran Jian Chen. "Sebenarnya kami juga tidak mengerti kenapa kuda kami jadi biasa seperti ini. Setelah membawa kami dari Benua Daratan Tengah semua kekuatan kuda ini seolah menghilang beserta sayap di punggungnya."
"Jadi dia tidak bisa terbang?"
Lan Qiaoqiao menggeleng pelan. "Bukan hanya sayapnya menghilang tetapi kekuatan kuda pegasus juga turut menghilang, ia hanya bisa berlari seperti layaknya kuda pada umumnya."
__ADS_1
Mendengar itu Jian Chen entah kenapa sedikit kecewa, padahal ia berharap bisa terbang dengan kuda mereka.
Jian Chen akhirnya melanjutkan perjalanan bersama Lima gadis kembar tersebut dan meninggal kota Daiji sembari memacu kudanya cepat.
***
Semenjak asosiasi Klan Miou memproduksi pil sumber daya yang tinggi bagi para pendekar, kekuatan Provinsi Naga Petir mengalami kemajuan yang pesat.
Di sana sudah tak terhitung para pendekar yang telah menerobos, ranah Alam Kehidupan yang dulunya sulit digapai oleh sebagian pendekar kini bisa diraih dengan mudah oleh pil sumber daya tersebut.
Alam Bumi juga tidak jauh berbeda, meski masih butuh perjuangan untuk menerobosnya namun perlahan-lahan pendekar di ranah tersebut mulai bermunculan di Provinsi Naga Petir.
Klan kecil, menengah dan klan besar juga merasakan dampak yang demikian sehingga mereka kini mulai menyuplai ke Asosiasi klan Miou setiap bulannya.
Klan Liu yang merupakan klan Besar kedua setelah klan Chu adalah salah satunya, bisa dibilang mereka memborong banyak sumberdaya pil tersebut selama beberapa bulan belakangan ini.
Usai cadangan pil mereka mencukupi untuk waktu kedepannya akhirnya klan Liu menutupi dirinya dari orang luar termasuk para pedagang sekalipun.
Klan Liu menutup dirinya karena berbagai alasan namun yang paling utama adalah agar bisa merencanakan penyerangan ke Klan Chu dengan aman.
Meski sudah merencanakan ini dari lama namun melakukannya adalah hal berbeda, klan Chu masih kuat untuk klan Liu hadapi hingga sampai kini.
Mereka telah melakukan banyak hal untuk menjatuhkan pemerintahan klan Chu tersebut secara perlahan tetapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda kekuatan Klan Chu melemah, sebaliknya pondasinya kini jadi menguat.
Sebab itu klan Liu menggunakan cara lain yaitu membuat klan-klan lainnya bekerja sama dengannya. Klan Liu menjanjikan pada mereka andai nanti klannya telah menjadi pemimpin Provinsi, klan-klan yang bekerja sama dengannya akan diberikan kompensasi yang besar.
Kompensasi itu berupa jaminan terhadap klan mereka di masa depan, klan-klan itu akan diberi sumber daya serta uang berjumlah besar setiap bulannya.
Mendengar tawaran tersebut, sebagian klan langsung berpihak pada klan Liu, bukan hanya klan besar saja yang terhasut, klan menengah dan klan kecil juga ikut bergabung bersamanya. Bahkan organisasi-organisasi jahat juga tak terhindar dari tawaran tersebut.
Kini di kediaman klan Liu, sudah ada banyak orang yang berkumpul di suatu ruangan besar. Orang-orang itu bukanlah orang biasa melainkan para pemimpin klan yang sedang melakukan rapat.
Rapat itu bukan pertama kali mereka melakukannya, tujuan rapat tersebut tidak lepas dari tujuan utamanya yaitu untuk berdiskusi tentang penyerangan pada klan Chu.
__ADS_1
Liu Zhong, Ketua Klan Liu yang masih menjabat adalah pemimpin dari rapat tersebut.
"Ketua Zhong, untuk merencanakan perang terhadap klan Chu berjalan dengan maksimal, sebaiknya kita membutuhkan perlengkapan senjata yang memiliki kualitas baik untuk penyerangan tersebut..." Ujar salah satu pemimpin klan pada rapat itu.
"Benar apa yang di katakannya Ketua Zhong, andai kita menyerang dengan perlengkapan seadanya saja, aku khawatir akan ada banyak korban di pihak klan kecil atau menengah. Kemungkinan terburuknya pihak kita juga tidak bisa menggunakan kekuatan terbaiknya..." Ucap pemimpin klan lain.
Liu Zhong mengangguk pelan mendengar usulan mereka, hal ini sebenarnya sudah ia perkirakan akan di bahas dalam rapat.
Bagaimanapun peperangan membutuhkan sebuah dana yang besar dalam melakukannya, uang bisa membeli perlengkapan senjata yang digunakan oleh para pendekar ketika berperang tersebut.
Klan Liu jelas tidak mempunyai uang sebanyak itu namun mereka sudah mempersiapkan cara lain untuk mendapatkan uang.
"Tuan-tuan, untuk mendapatkan uang ini aku sudah memikirkan sejak lama dan aku yakin uang tersebut cukup membiayai peperangan kita bahkan bisa digunakan sebagai tabungan klan selama tiga tahun kedepan..."
Ruang rapat seketika dipenuhi bisik-bisik, mereka mempertanyakan uang sebanyak apa yang di maksud Liu Zhong.
Liu Zhong memberi isyarat agar mereka diam dulu, ia kemudian melanjutkan ucapannya. "Apa Tuan-tuan sudah mendengar tentang tambang emas besar yang ditemukan di klan Jian?"
Para pemimpin klan itu saling pandang, mereka baru pertama kali mendengar kabar tersebut.
Liu Zhong mengangguk pelan. "Belakangnya ini mungkin kalian mendengar klan Jian di serang oleh sebuah organisasi besar dan akhirnya gagal. Pihak kami kemudian mencoba menyelidikinya sebab serangan tersebut lalu kami menemukan fakta yang mengejutkan, klan Jian ternyata memiliki sebuah tambang emas yang besar di dalamnya..."
Liu Zhong juga mengetahui bahwa hasil tambang emas itu di berikan pada klan Miou serta klan Chu karena telah membantu menyelamatkan klan Jian.
"Jadi apa yang sebenarnya ingin anda katakan, Ketua Zhong?"
"Klan Chu telah memiliki sumber daya uang dari klan Jian tersebut, jadi selain kita harus menghancurkannya kita dapat merebut tambang emas itu dari mereka."
"Maksud anda kita akan menyerang klan Jian?" Tanya pemimpin klan yang lain.
"Benar, kita akan menyerang klan itu terlebih dulu untuk mendapatkan emas yang banyak. Klan Jian adalah batu loncatan kita untuk menjatuhkan pemerintahan klan Chu!" Ucap Liu Zhong menggebu-gebu.
Orang-orang di rapat itu terdiam beberapa saat sebelum mulai menyetujui rencana Liu Zhong, klan Jian adalah sasaran empuk mereka sebelum peperangan asli bersama klan Chu di mulai.
__ADS_1