
Jian Chen tidak peduli melihat reaksi orang yang melihatnya, baginya di perang seperti mengalahkan lawan harus berbagai cara termasuk seperti yang dilakukannya.
Setelah melihat Jian Chen dapat membunuh rekannya dengan mudah, pasukan klan Liu tidak ada lagi yang mengejar atau menghadangnya, mereka tidak cukup gila menyadarinya, melawan Jian Chen tidak berbeda jauh dengan mengantarkan nyawa.
Jian Chen terus melanjutkan langkahnya saat perhatiannya tiba-tiba tertuju pada salah satu pertarungan yang mencolok dari pertarungan yang lain.
Sekitar ada satu orang pendekar yang bertarung oleh tiga pendekar Alam Hampa serta lima pendekar Alam Bumi.
Jian Chen menyipitkan matanya untuk melihat orang yang di kepung itu, butuh beberapa detik hingga ia menyadari orang yang di maksud adalah Jian Mo, Ketua klan sebelum Jian Fengxa.
Kondisi Jian Mo tidak terlalu baik, terlihat dari nafasnya yang mulai tidak beraturan serta ada beberapa luka di tubuhnya, berbeda dengan kondisinya, orang yang di lawannya masih bisa dikatakan prima.
Jian Mo sudah berada di puncak Alam Hampa, mungkin ia masih bisa bertahan andai melawan tiga pendekar Alam Hampa yang di tahap 3 dan 4 itu namun beda kasusnya jika di tambah lima pendekar Alam Bumi.
Hanya soal waktu Jian Mo terpojok dan kalah dalam pertarungan, Jian Chen mengigit bibirnya sebelum akhirnya memutuskan untuk membantu sesepuh klan Jian itu.
"Menyerahlah Ketua Mo, percayalah kami akan memberikan kematian yang cepat padamu." Salah satu Pendekar Alam Hampa menghunus pedangnya pada Jian Mo.
Jian Mo tersenyum pahit, ia tidak menyangka akan melawan orang yang dikenalinya selama ini.
Tiga pendekar Alam Hampa di depannya adalah sesepuh dari Klan menengah sepertinya, Jian Mo tidak menduga mereka akan bekerja sama dengan klan Liu dalam menyerang klan Jian.
"Aku lebih baik mati sebagai seorang pendekar daripada menyerah, atau yang paling bagus aku bisa membunuh salah satu dari kalian untuk menemaniku di alam baka!"
Jian Mo berniat memilih menyerang terlebih dahulu tetapi sebelum ia melakukannya seseorang tiba-tiba muncul di depannya dengan posisi memunggunginya.
"Ketua klan Guan, Ketua klan Shi dan Ketua klan Zhao, jadi begitu aku mulai memahaminya sekarang. Klan Liu benar-benar bersekutu dengan banyak klan..."
Orang itu, Jian Chen, mengenal ketiga orang di depannya karena mereka berasal dari klan menengah seperti klan Jian.
__ADS_1
Jian Chen tidak menyangka selain klan Liu membuat beberapa klan besar bergabung bersamanya, klan kecil dan menengah juga demikian.
Lima Pendekar Alam Bumi itu berasal dari klan-klan kecil, Jian Chen dapat mengetahuinya berkat pengetahuannya di kehidupan lalu.
"Siapa kau?" Salah satu pendekar Alam Bumi bertanya penuh waspada pada Jian Chen, kedatangan Jian Chen terlalu tiba-tiba karena mereka tidak menyadari keberadaan Jian Chen sebelum pemuda itu menampakkan wujudnya.
"Apakah itu penting, tidak akan mengubah kalian telah menyerang klanku?" Jian Chen kemudian menoleh pada Jian Mo. "Ketua Mo, anda bisa fokuskan menyembuhkan luka terlebih dulu, aku akan mengurusi mereka sementara waktu."
Ekspresi delapan pendekar lawannya memburuk, mereka sudah melukai Jian Mo sampai sejauh ini, membiarkannya pulih kembali sama saja dengan kebohongan.
Jian Mo disisi lain sangat terkejut, bukan karena datangnya Jian Chen yang tiba-tiba melainkan pemuda itu terlihat begitu muda.
Saat ini Jian Chen memang tidak memakai topeng sehingga Jian Mo bisa melihat wajah Jian Chen yang begitu muda dan berusia belasan tahun.
Jian Chen tidak menunggu lawannya melainkan langsung menyerang terlebih dulu.
Ia menggunakan teknik pedang yang di padukan dengan teknik tendangan, di sisi yang sama Jian Chen juga melepas hawa dingin serta aura kematiannya.
Jian Chen mungkin bisa melawan ketiganya sekaligus namun beda ceritanya kalau di bantu Alam Bumi.
Benar saja, dalam beberapa pertukaran saja Jian Chen langsung berada di posisi bertahan, kedelapan lawannya menyerang secara bersamaan dan dari berbagai arah, tidak membiarkan Jian Chen memberi jeda atau menarik nafas.
Saat Jian Chen diposisi bertahan raut wajah lawannya semakin buruk melihat kekuatan Jian Chen tidak jauh berbeda dari kekuatan Jian Mo.
Meski aura kekuatan Jian Chen lebih lemah dari Jian Mo namun pengalamannya dalam bertarung sangat tinggi. Mereka memang bisa membuat Jian Chen terdesak diposisi bertahan namun sampai sekarang tidak ada serangan yang mengenai tubuhnya.
Serangan demi serangan Jian Chen tangkis dengan pedangnya sampai Ketua Mo akhirnya pulih dan membantu Jian Chen.
Jian Chen mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar pada pedangnya sebelum mengayunkannya dengan kuat yang menghasilkan gelombang pedang yang dahsyat.
__ADS_1
Gelombang tenaga dalam itu membuat yang menahannya terpukul mundur hingga belasan meter. Jian Chen sengaja memukul mundur mereka agar memberi jeda karena ia ingin berbicara pada Jian Mo.
"Ketua Mo, kita tidak bisa seperti ini terus. Aku punya rencana untuk memghadapi mereka sekaligus membunuh semuanya."
"Hah!? Apa kau yakin?" Tanya Jian Mo tidak percaya.
Jian Chen mengangguk lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Jian Mo lalu menjelaskan rencananya.
Rencana Jian Chen sederhana, ia meminta Jian Mo menahan tiga pendekar Alam Hampa sementara waktu lalu dirinya akan menghabisi 5 pendekar Alam Bumi.
Jian Mo merasa rencana Jian Chen bagus meski ia tidak yakin pemuda itu bisa menghabisi lima Alam Bumi sendiri dengan cepat.
Mereka tidak bisa berdiskusi terlalu lama saat delapan lawannya langsung bergerak, Jian Mo mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya lalu maju menghadang 3 pendekar Alam Hampa sekaligus.
Sementara itu Jian Chen melawan lima orang Alam Bumi, ia menarik nafas yang dalam lalu mengeluarkannya dari mulut, seketika uap putih muncul di sudut bibirnya.
Jian Chen menggunakan teknik pedang pernafasan dari klan Niu sebelum melawan mereka semua.
Dalam waktu singkat Jian Chen langsung mendominasi pertarungan, 5 Alam Bumi itu terkejut saat mengenali teknik yang Jian Chen gunakan.
"Tidak salah lagi ini adalah teknik pernapasan dari teknik Pedang Rembulan!"
"Klan Niu? Tidak mungkin! Kau, siapa kau sebenarnya?!"
Jian Mo mendengar percakapan itu sedikit terkejut, ia pikir Jian Chen berasal dari klannya namun setelah melihat pemuda itu menggunakan teknik pedang rembulan, tidak salah lagi anak muda itu memang berasal dari klan Niu.
Jian Chen tersenyum tipis tetapi tidak menjawabnya. Kedua sudut bibirnya mengeluarkan uap putih sebelum ia menggunakan teknik pedang rembulan lainnya.
"Teknik Pedang Bulan Separuh — Cerminan Tetesan Hujan!"
__ADS_1
*Udah bacanya? Sekarang tinggal kasih like..