
Kematian Ketua organisasinya membuat anggota-anggota Menara Iblis langsung berlutut dan menyerah, sayangnya Jian Chen tidak peduli dengan penyerahan tersebut dan tetap membunuh mereka.
Jian Chen melanjutkan langkahnya memasuki markas para pembunuh itu, dia kemudian menemukan anggota-anggota Menara Iblis yang tersisa sedang menyandera para tahanan untuk bertahan hidup takut-takut Jian Chen bisa membunuh mereka.
Jian Chen tidak bergeming dan terus melangkah pelan.
Para penyandera meneguk ludah, ia mendekat pisaunya ke leher tahanannya lebih dekat. "Berhenti atau kubunuh mereka..."
Salah satu dari mereka mencoba mengancam Jian Chen namun sebelum ia menyelesaikan kalimatnya sebuah pisau kecil menancap di lehernya, membuatnya langsung tumbang ke tanah.
Sebelum para penyandera bereaksi ada pisau lainnya yang terbang dan kali ini lebih banyak, pisau-pisau itu segera menumbangkan mereka satu persatu.
Yang melempar pisau tersebut tentu saja adalah kelima gadis kembar yang bersamanya, kemampuan mereka dalam membunuh sudah tidak bisa diragukan lagi.
Jian Chen kemudian melepaskan sandera-sandera itu dan mengatakan mereka sudah bebas dan aman, dengan mengambil uang di markas para pembunuh Jian Chen lalu memberikan pada para tahanan itu. Mereka langsung berterimakasih pada Jian Chen dan mulai pergi dari markas.
Saat para tahanan itu hendak melewati gerbang, mata mereka menemukan sesuatu yang mengerikan yang belum pernah mereka lihat seumur hidup, ratusan jasad tergelatak di tanah dengan bau amis tercium menyengat memenuhi udara.
Mereka langsung menahan rasa mual yang mendadak muncul, selain tidak berani melihat pemandangan mengerikan itu mereka juga mencoba menahan nafasnya karena bau darah tercium pekat menusuk hidung.
Para tahanan itu tampak dilema sekaligus terkejut karena diselamatkan oleh sesosok yang berdarah dingin bahkan lebih kejam dari penculiknya sendiri, mereka buru-buru meninggalkan lokasi markas, bukan karena jasad tetapi karena takut Jian Chen melakukan sesuatu padanya.
Jian Chen menyaksikan aksi mereka dari atas benteng hanya menghela nafas pelan.
Pandangan Jian Chen kemudian jatuh pada ratusan jasad di tanah, perlahan-lahan ingatannya di kehidupan pertama bermunculan.
Dulu Jian Chen bukanlah orang yang seperti ini, dia tidak berani mencabut nyawa seseorang apalagi sampai terlihat membantai seperti sekarang.
Jangankan manusia, Jian Chen bahkan tidak tega membunuh hewan atau serangga, tidak berlebihan ia adalah pemuda yang penyayang.
__ADS_1
Sikap Jian Chen tidak berubah meski orang tua serta klannya telah tiada namun beda kasusnya jika yang meninggal itu adalah kekasihnya yang sangat Jian Chen cintai.
Jian Chen bisa dibilang sudah mempunyai kekasih di kehidupan pertama, dia dan kekasihnya saling mencintai sangat lama sampai di suatu waktu semua perasaan cintanya jadi berubah.
Kekasih Jian Chen meninggal untuk menyelamatkan nyawanya ketika keduanya di kepung orang jahat, dengan darah di bibirnya, Kekasih Jian Chen memberikan kata-kata terakhirnya agar ia pergi dan menjalankan hidupnya sendiri tanpa dirinya.
Kematian itulah yang membuat cinta Jian Chen berubah menjadi kebencian yang mendalam, tanpa disadarinya ia menghabisi semua orang jahat yang mengepungnya namun sayangnya kematian mereka pun tak bisa menghidupkan orang yang Jian Chen cintai.
Sejak itulah Jian Chen tidak pernah ragu membunuh mereka yang salah terutama para pembunuh seperti organisasi Menara Iblis. Jian Chen tidak mau kenangan masa lalunya dirasakan oleh orang lain apalagi sampai kehilangan orang yang dicintai.
Usai Jian Chen bertemu gurunya dan memperoleh kekuatan yang lebih tinggi, Jian Chen memanfaatkan kekuatannya itu untuk menghancurkan organisasi-organisasi jahat. Di saat itulah ia mulai terbiasa akan membunuh banyak orang.
Pedang Asura mungkin membuat Jian Chen terkesan menjadi pembunuh yang berdarah dingin namun sebenarnya tanpa pedang itupun Jian Chen dapat melakukan hal yang sama.
Pedang Dewa Asura yang dikatakan Lily mempunyai efek berbahaya seperti menjadikan seseorang haus darah sebenarnya tidak bisa mempengaruhi Jian Chen terutama karena dirinya sudah terbiasa akan pembunuhan itu sendiri.
Lan Qiaoqiao menghampiri Jian Chen dan ingin mengatakan hal yang penting tetapi perkataannya terhenti melihat Jian Chen menyeka sudut matanya yang sedikit berair.
Jian Chen memang secara tidak sadar mengeluarkan air matanya ketika mengingat kematian kekasihnya.
"Hm, Apa ada sesuatu?" Jian Chen bertanya membuat Lan Qiaoqiao segera tersadar dari menatapnya.
"Ah, maaf, aku hanya menyampaikan bahwa saudariku baru saja menemukan informasi terkait Organisasi Menara Iblis ini..."
Dahi Jian Chen berkerut, "Hm, mungkinkah ada dari mereka yang lolos atau kabur?"
Lan Qiaoqiao menggeleng pelan. "Bukan itu, tapi aku menemukan sebuah surat yang di tandatangani oleh seseorang yang penting di ruangan Ketua Menara Iblis..."
Ternyata sistem kerja Menara Iblis tidak sesederhana seperti menculik, membunuh, serta merampok saja, mereka juga ternyata telah bekerja sama dengan salah satu pemerintah kota.
__ADS_1
Dari surat tersebut para tahanan yang di bebaskan Jian Chen sebelumnya seharusnya akan di jual dan di jadikan budak, masalahnya yang menjalin transaksi penjualan budak itu adalah seorang pemerintahan dari kota.
Budak adalah hal tabu di Kekaisaran Naga dikarenakan dianggap sebagai penjualan manusia. Tentu saja pemerintah Kekaisaran melarangnya juga.
Walau begitu, kenyataannya di berbagai tempat masih banyak orang yang membeli atau menjual budak dari pihak lain, mirisnya yang di jadikan budak adalah dari tanah mereka sendiri.
Jian Chen menghela nafas, mendengar perbudakan di telinganya bukanlah hal pertama yang ia dengar, di kehidupannya yang lalu bahkan mendengar perbudakan bukanlah hal yang asing lagi.
Ia hanya berharap dengan menghancurkan organisasi seperti Menara Iblis ia dapat mengurangi kasus perbudakan itu sendiri.
Jian Chen memilih untuk melanjutkan perjalanannya sesudah kelima gadis itu beristirahat sejenak, setelah menghancurkan 8 markas organisasi mereka terlihat tampak agak kelelahan.
***
Kabar aksi Jian Chen bersama lima gadis kembarnya yang menghancurkan organisasi Menara Iblis segera menyebar luas ke berbagai wilayah.
Kabar aksi tersebut cukup menghebohkan dunia persilatan karena mereka menyadari Organisasi Menara Iblis merupakan organisasi yang kuat dan di takuti oleh orang-orang bahkan pendekar sekalipun.
Di waktu yang sama bersamaan dengan berita tersebut, sebuah selembaran tiba-tiba disebarkan luaskan oleh Pemimpin Provinsi Naga Angin.
Selembaran itu menjelaskan tentang seorang buronan yang telah mencelakai sang pangeran. Siapapun yang melihat dan memberitahu lokasinya pada pemerintah, ia akan diberi sepuluh koin emas.
Sementara jika bisa membunuhnya maka diberi hadiah sumber daya serta kekayaan yang melimpah.
Selembaran itu tidak memperlihatkan wajah sang pelaku namun memiliki ciri khusus yang dimiliki tubuhnya.
Tentang seorang pemuda yang memiliki mata merah atau emas, berusia belasan tahun namun memiliki kekuatan yang tinggi.
Selembaran itu hampir tersebar ke seluruh titik Provinsi Naga Angin sehingga hampir semua orang melihatnya, yang menerima beritanya pun cukup tergiur dengan hadiah yang di janjikan pemerintahan, tak terkecuali para perampok serta pembunuh bayaran yang ingin menangkap sang pelaku.
__ADS_1