Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 324 — Tujuh Buah Surgawi


__ADS_3

Jian Chen menghujamkan pedangnya pada kaisar tersebut yang membuatnya langsung menghembuskan nafas terakhir.


Sampai ia meninggal pun kaisar Qilin masih membelalakkan matanya, antara ketakutan serta tidak terima ia meninggal dalam keadaan seperti itu.


Aksi Jian Chen yang membunuh pemimpin mereka membuat pasukan kekaisaran bisa kembali mengendalikan tubuhnya, biarpun sekarang sudah bebas namun kondisi mereka tidak merasa senang terutama kini tatapan Jian Chen mengarah padanya.


"Ini adalah peringatan terakhirku, jika kalian ingin masih hidup maka pergilah dari sini sekarang sebelum aku membantai kalian!"


Jian Chen berkata dingin tetapi suaranya terdengar sampai pasukan paling belakang, tidak hanya itu Jian Chen melepaskan aura kematian yang cukup pekat.


Sesudah mengambil ribuan banyak nyawa, aura kematian Jian Chen semakin hitam kelam dan memiliki jangkauan sampai seukuran desa menengah.


Siapapun yang ada dalam jangkauannya akan merasakan kesulitan bernafas, jika mereka memiliki mental yang lemah maka akan kesulitan mempertahankan kesadaran.


Aura kematian Jian Chen berhasil membuat wajah para pasukan kekaisaran berekspresi pucat, baru pertama kali mereka melihat aura pembunuh sangat hitam seperti itu.


Jian Chen hanya melepaskan aura kematian selama beberapa menit saja sebelum menariknya kembali namun bagi para pasukan kekaisaran waktu tersebut terasa begitu panjang.


"Pergilah dari sini sebelum aku merubah pikiran kembali-!" Jian Chen kembali berkata lantang.


Tanpa menunggu ancaman kedua kalinya, pasukan yang masih puluhan ribu itu berbalik dan mulai melarikan diri.


Mereka sudah tidak memiliki semangat bertarung sesudah Jian Chen hampir membunuh setidaknya sepuluh ribu pasukan mereka sendirian.


Mereka tidak bisa melihat batas kekuatan Jian Chen apalagi sesudah melihat teknik elemen air dan apinya yang besar dan mengerikan.


Jian Chen melihat pasukan kekaisaran semakin menjauh darinya, ketika mereka sudah tidak terlihat barulah Jian Chen menjatuhkan pantatnya di padang basir.


Jian Chen hampir tidak sanggup lagi berdiri sesudah menguras banyak sekali tenaga dalamnya.

__ADS_1


Jika saja pasukan kekaisaran masih ingin melawannya Jian Chen tidak yakin bisa bertahan dari mereka lagi atau bahkan mempertahankan nyawanya.


"Kurasa urusanmu telah selesai bukan?" Lily tiba-tiba sudah berada di sampingnya sambil menatap ke arah pasukan kekaisaran yang sudah pergi jauh.


Jian Chen sedikit terkejut, ia yakin Lily tidak di sampingnya satu detik sebelumnya tetapi gadis itu muncul seperti berteleportasi dan tiba-tiba ada di sana.


"Bisakah kau tidak mengejutkanku, kau membuat jantungku berhenti saja..." Jian Chen mendengus kesal.


Lily hanya mengangkat bahunya, tanda ia tak peduli. Gadis itu kemudian mempertanyakan apa yang akan Jian Chen lakukan.


"Sebenarnya aku ingin memastikan mereka benar-benar pergi dari kekaisaran tetapi setelah di pikir lagi sepertinya itu bisa dilakukan nanti..." Pandangan Jian Chen lalu menyisir sekelilingnya. "Kita sebaiknya menguburkan setiap jasad ini, akan bahaya jika mereka dibiarkan terlalu lama, mayat ribuan itu akan menimbulkan wabah penyakit ke depannya."


Lily seketika langsung mendengus. "Kita? Sejak kapan aku bilang akan membantumu mengurusi mereka, itu semua adalah ulahmu, bukan aku!"


Jian Chen menyipitkan matanya, ia bisa melihat kekuatan Lily bertambah kuat sesudah mengurusi Yu Zhong. Meski masih berada di Alam Raja tetapi kekuatan gadis itu tidak jauh dari batas Alam Dewa.


Jian Chen mengatakan pada gadis itu ia membutuhkan tenaga dalam Yin lagi, meski sedikit mengomel Lily tidak pelit membagikan tenaga dalamnya.


"Akan lebih cepat jika aku mengubur mereka dengan cara seperti ini... Elemental Bumi — Gelombang Pembelah Bumi!"


Jian Chen menghentakkan kakinya dengan keras hingga area di sekitarnya bergetar kuat sampai tanah di pijaknya mengalami retakan sangat hebat.


Dari retakan besar tersebut, jasad-jasad mulai berjatuhan pada retakan yang Jian Chen hasilkan.


Ketika semuanya telah masuk ke dalam, Jian Chen mengayunkan tangannya seketika retakan itu merapat kembali dan dalam waktu hitungan menit, jasad-jasad itu sudah menghilang digantikan padang gurun seperti semula.


Jian Chen menghela nafas lega setelah semuanya berakhir, ia dan Lily kemudian kembali ke kota Yanghai lalu memasuki penginapan asosiasi.


Jian Chen ambruk di tempat tidurnya, bukan hanya fisik saja yang lelah tetapi mentalnya juga tergoyahkan setelah membunuh ribuan manusia.

__ADS_1


Bagaimana pun ia tak bisa menghiraukan begitu banyak nyawa yang telah ia ambil, Jian Chen tetaplah manusia yang memiliki sifat kemanusiaan sejak lahir, meski sudah terbiasa membunuh banyak orang namun dihadapkan dengan lautan mayat yang ia lakukan hal tersebut membuat mentalnya terganggu.


Jian Chen hampir tidur dua hari setelahnya, ia terbangun ketika waktu menjelang malam.


"Hm, apa yang terjadi padaku?"


Jian Chen merasakan tubuhnya tidak bisa digerakkan, di satu sisi hanya mata dan mulutnya yang bisa bergerak.


"Kau ternyata sudah terbangun, kupikir akan membutuhkan waktu lama untuk kau sadarkan diri..." Lily sudah berdiri tak jauh dari Jian Chen berbaring.


"Lily, apa yang terjadi pada tubuhku, kenapa aku tak bisa bergerak?"


"Hm, sebenarnya aku yang ingin bertanya terlebih dulu tetapi sepertinya kau tidak mengetahui jawabannya juga." Lily menghela nafas, "Sudah kuduga ini berkaitan dengan buah itu, kupikir itu hanya mimpi namun sepertinya itu adalah nyata..."


Jian Chen tidak mengerti apa yang di maksud Lily.


"Sebelum kau sadar, aku menemukan tubuhmu bercahaya terang di penginapan ini, awalnya kupikir kau sedang berkultivasi tetapi melihat kau masih tertidur aku menebak bahwa semua ini berkat buah surgawi yang telah kau makan."


Tujuh buah surgawi yang pernah Jian Chen ceritakan pada Lily adalah buah yang dimakan saat Jian Chen bermimpi di beri buah oleh seorang perempuan.


Lily memang pernah mengatakan bahwa tujuh buah itu memang benar adanya namun gadis itu tidak percaya Jian Chen memang benar-benar sudah memakan ketujuhnya lewat cara seperti mimpi.


"Kau ingat tentang tujuh buah surgawi yang aku katakan sebelumnya, buah kecerdasan, kebijaksanaan, kebenaran dan seterusnya. Buah itu tidak akan berfungsi langsung saat setelah tertelan, mereka membutuhkan waktu sangat lama di proses dalam tubuhmu sebelum kau merasakan khasiat darinya..."


Lily mengatakan bahwa ia pernah mendengar bahwa tujuh buah surgawi mempunyai tujuh fase sebelum si pemakan bisa merasakan manfaatnya.


Setidaknya setiap antar fase memiliki jarak waktu yang jauh dan ketika fase ketujuh dilalui, barulah si pemakan akan merasakan khasiat buah tersebut.


Buah kebijaksanaan yang membuat seseorang jadi bijaksana, buah kecerdasan yang membuat orang bodoh sekalipun akan menjadi orang pandai. Andai Jian Chen memakan semuanya maka laki-laki itu akan menjadi pendekar yang tak tertandingi apalagi ia telah memakan ketujuhnya sekaligus.

__ADS_1


__ADS_2