
Miou Lin adalah salah satu tokoh penting di klan Jian berkat jasa-jasanya, karena dari dia lah klan Jian mendapatkan informasi tentang penyerangan ini serta cara menyusun strategi untuk melawan mereka.
Meski korban tak dapat dihindari setidaknya dengan strategi tersebut membuat klan Jian bisa meminimalisir jumlah korban di pihaknya.
Setelah peperangan dinyatakan selesai, Miou Lin terlebih dahulu melihat situasi yang terjadi pada klan Jian, memastikan bahwa semua penduduknya selamat.
Mendengar tidak ada yang terbunuh bahkan tak ada yang terluka membuat Miou Lin bernafas lega. Dia sempat khawatir karena strateginya kurang berjalan sempurna sehingga persembunyian penduduk klan Jian diketahui dan dalam bahaya.
Selepas urusan-urusannya telah selesai Miou Lin terlihat kelelahan sehingga ia berencana untuk beristirahat sebentar di cabang asosiasi yang ada di klan Jian.
Tanpa Miou Lin duga di cabang itu sudah ada orang penting yang tinggal terlebih dahulu, orang penting tersebut yang tak lain adalah Jian Chen.
“Tuan Muda Jian anda disini?” Miou Lin bersama pengawalnya begitu terkejut ketika mendapati Jian Chen tinggal di tempat yang sama.
“Nona Miou juga ada disini!” Jian Chen sama terkejutnya, ia berencana untuk mencari Miou Lin beberapa hari ke depan tetapi tidak menyangka akan bertemu secepat ini.
Miou Lin dan Jian Chen bertemu di salah satu penginapan Asosiasi yang besar dan berlantai empat. Saat ini Jian Chen sedang makan di lantai pertama.
Tidak ada pengunjung disana karena memang penginapan ini sempat tutup ketika mendengar penyerangan dan baru buka beberapa jam lalu.
Miou Lin duduk di meja Jian Chen setelah pemuda itu mempersilahkannya, gadis itu tampak heran dengan keberadaan Jian Chen yang bisa berada di klan Jian.
“Mungkin Nona Miou heran tetapi sejak penyerangan terjadi aku sudah disini…” Jian Chen tersenyum sebelum mengeluarkan topeng dari cincin ruang.
“Jadi, Pendekar bertopeng itu adalah Tuan Muda Jian!?” Miou Lin jelas mengenal topeng itu sehingga membuatnya terkejut.
Jian Chen mengangguk. “Saat itu aku tak bisa membocorkan identitasku pada Nona Miou karena banyak orang di sana…”
Jian Chen tidak keberatan jika identitasnya diketahui Miou Lin tetapi berbeda kasusnya jika yang mengetahui adalah orang klannya sendiri.
“Nona Miou sebenarnya aku juga ingin menemuimu untuk berbicara beberapa hal tetapi sepertinya waktunya tidak tepat, anda terlihat kelelahan...”
Miou Lin tersenyum tipis, dia tidak menutupi semua itu, “Tapi jika Tuan Muda ingin berbicara sekarang aku tidak keberatan menemanimu.”
“Tidak usah, jika kita berada di penginapan yang sama maka besok-besok kita bisa bertemu dan berbicara, lagian aku juga membutuhkan istirahat malam ini...” Jian Chen menggeleng pelan.
Kemudian selama beberapa hari ke depan Jian Chen dan Miou Lin bertukar informasi tentang segalanya terutama peperangan klan Jian ini.
Dari Miou Lin, Jian Chen mendapatkan informasi bahwa tidak ada korban penduduk klan Jian yang meninggal tetapi setidaknya ada ratusan pendekar klan Jian yang gugur dari peperangan tersebut.
Jian Chen terkejut setelah mengetahui bahwa bukan hanya asosiasi dan klan Niu saja yang membantu tetapi klan Chu juga.
__ADS_1
“Sebenarnya klan Chu hanya berniat memberantas organisasi-organisasi itu, meski tidak berniat menolong klan Jian tetapi mereka juga secara tidak sadar telah membantu pihak kita.” jelas Miou Lin.
Jian Chen mengangguk mengerti, dia akan mengingat jasa klan Chu kedepannya dan jika mendapatkan kesempatan mungkin Jian Chen dapat membalas kebaikan mereka.
Bercerita lebih lanjut, Jian Chen baru mengetahui kalau posisi ketua klan telah di ganti dari Jian Ya menjadi Jian Fengxa, ayahnya.
Jian Fengxa mungkin akan terus menjadi Ketua klan dalam beberapa tahun ke depan sampai situasinya stabil karena Jian Ya masih belum cukup berpengalaman apalagi soal klan yang berada di situasi bahaya.
Dengan kepemimpinannya Jian Fengxa telah mengambil banyak keputusan terutama keputusan yang membuat Jian Chen terkejut.
“Ketua Fengxa berniat membagi hasil tambang emas klan Jian!?”
“Ya, Tuan Muda, tapi Ketua Fengxa bertindak demikian karena beberapa alasan dan salah satu alasan tersebut adalah untuk mengikat kita agar hubungan baik ini terus berlanjut…”
Jian Fengxa membagi hasil tambang emas pada klan Niu, klan Chu, dan klan Miou dengan masing-masing 10 persen hasil perbulannya, dengan pemberian tersebut Jian Fengxa berharap ketiga klan mempunyai tanggung jawab untuk melindungi klan Jian di masa depan takut-takut ada serangan yang menyusul.
Jian Chen mengelus dagunya, “aku tidak bisa mengomentari setiap keputusan Ketua klan karena beliau pasti punya cara tersendiri untuk menyelamatkan kami. Lalu bagaimana dengan situasi klan Jian sekarang?”
“Aku mendapatkan informasi bahwa semuanya sudah stabil, penduduk klan Jian bisa beraktivitas normal meski ada beberapa perbaikan di bangunan tertentu serta mengubur jasad yang masih tersembunyi.”
Jian Chen mengangguk puas dengan informasi dari Miou Lin, dia kemudian memberikan 5 kertas padanya yang merupakan resep pil untuk pelatihan bagi pendekar.
Sama dengan yang dulu-dulu, pil tersebut mempunyai khasiat 30% ke atas.
“Nona Miou ini adalah imbalanku pada Asosiasi, jasa kalian sangat besar jadi tidak perlu sungkan menerimanya…” Jian Chen tersenyum pada gadis itu yang begitu gemetaran memegang kertas resep tersebut.
“Tuan Muda Jian, ini…”
“Tidak usah di pikirkan, kuharap dengan resep ini aku bisa membalas budi jasa kalian.” Jian Chen tertawa kecil sebelum pergi ke kamarnya.
Miou Lin meneguk ludah sambil memandang punggung pemuda itu yang telah hilang di belokan tangga, lima resep ini sudah cukup membuat asosiasi klan Miou melejit banjir harta di masa depan.
***
Setelah masuk ke kamar, Jian Chen langsung duduk bersila di atas tempat tidurnya sambil memikirkan informasi Miou Lin barusan, setidaknya ia bisa bernafas lega sementara waktu meski ketua-ketua organisasi itu bisa kabur.
Dengan kekuatannya yang bisa diraih di masa depan ada kemungkinan Jian Chen akan berperan sama dengan kehidupan sebelumnya yaitu memberantas organisasi-organisasi tersebut.
Hanya karena telah berhasil menyelamatkan klannya sekarang bukan berarti bahaya sudah terlarut, Jian Chen kembali berlatih untuk memperkuat kekuatannya.
Awalnya Jian Chen ingin melakukan penyerapan cahaya seperti biasa untuk meningkatkan 8 meridiannya setelah menerobos ke alam Dewa Cahaya Kristal. Jian Chen mulai menutup mata dan berkosentrasi saat tiba-tiba ada rasa dingin yang hebat menusuk tulangnya.
__ADS_1
Rasa dingin tersebut hanya 2 detik saja tetapi sudah cukup membuat Jian Chen hampir mati kedinginan, ketika Jian Chen membuka matanya ia dikejutkan dengan lingkungan sekelilingnya yang sudah berbeda.
Jian Chen kini tidak lagi diposisi duduk bersila melainkan sedang melayang di udara, sementara itu tempat Jian Chen sekarang bukan lagi di kamar melainkan seperti di sebuah ruangan tanpa batas.
Ruangan tersebut sangat gelap seperti berada di luar angkasa, di sekelilingnya terdapat bintik-bintik putih yang bercahaya layaknya bintang-bintang di langit malam.
Tubuh Jian Chen menegang awalnya bahkan sedikit takut namun setelah beberapa menit disana Jian Chen bisa melihat situasinya.
Meski baru pertama kali melihat ruangan ini Jian Chen mempunyai gambaran dimana dia berada, Jian Chen menebak sekarang dirinya berada di alam dantiannya.
Menurut Ye Mo alam dantian seperti berada di luar angkasa yang gelap dan dipenuhi bintang-bintang, alasan itulah Jian Chen yakin dirinya sedang berada di alam dantian.
Jian Chen masih melihat sekelilingnya saat perhatiannya tertuju pada cahaya hijau yang menyilaukan, ia sedikit menutup matanya saking terangnya cahaya tersebut.
Ketika cahaya itu perlahan meredup Jian Chen kemudian bisa melihat sesuatu yang bersinar itu, mata Jian Chen seketika melebar di penuhi keterkejutan.
“Tidak mungkin? Kristal ini, kenapa dia ada disini?”
Jian Chen tidak mungkin melupakan kristal hijau itu saat di detik-detik kematiannya, karena sebab kristal hijau itulah dirinya mati sekaligus bisa hidup kembali. Ya, kristal di depan Jian Chen yang tak lain adalah kristal Penembus Waktu.
Jian Chen sudah berusaha mencari kristal hijau itu di kehidupan kedua ini dengan berbagai usaha namun selalu nihil seolah kristal hijau itu tidak pernah ada di dunia.
Dia kemudian teringat sebelum dirinya mati kristal hijau itu masuk ke dalam tubuhnya, Jian Chen tidak menyangka kristal yang dicarinya berada didalam dirinya.
Kristal hijau itu kini lebih besar ukurannya seukuran tubuh manusia dewasa, memancarkan cahaya kehijauan meski tak semenyilaukan seperti sebelumnya.
“Aku sudah menunggu puluhan tahun dan kau baru bisa membebaskanku?”
Suara yang merdu dan indah terdengar dari kristal tersebut tetapi suara itu nampak kesal bercampur marah.
Jian Chen menjadi waspada ketika dirinya disini tidak sendiri. “Siapa kau!”
Di dekat kristal hijau itu tiba-tiba ada retakan dimensi bagai cermin yang pecah, retakan tersebut kian membesar dan membesar hingga melebar sampai terhenti ketika seukuran manusia. Setelah itu keluarlah seorang wanita dari retakan dimensi tersebut.
Wanita itu memakai gaun merah menyala yang indah, bergerak lembut mengikuti lekuk tubuhnya yang ramping.
Kulitnya begitu putih seputih salju dikala musim dingin, dari bagian gaunnya yang terbuka Jian Chen bisa merasakan kulit itu sangat halus bagai giok yang dipoles dengan lembut.
Jian Chen meneguk ludah dengan mata yang terbius sempurna, dia tidak menduga dari dalam kristal hijau itu ada seorang gadis yang berparas sangat manis dan cantik.
Kecantikan gadis itu sangat indah, memiliki bulu mata yang lentik serta bola mata berwarna merah yang sama dengan gaunnya. Jika Meily adalah wanita cantik yang sulit ditemui maka di banding gadis ini kecantikannya di tingkat yang berbeda.
__ADS_1
Jian Chen bahkan baru mengetahui ada wanita yang secantik ini di dunia ini.