
"Maap, sepertinya aku mengganggumu!"
Mu Yuan menyadari Jian Chen sedang berlatih saat tatapannya beralih ke permata siluman yang sedang di pegang pemuda itu.
Jian Chen berusaha untuk tersenyum. "Tidak mengganggu, apakah ada sesuatu yang Nona butuhkan?"
"Ah, itu... Aku hanya ingin mengajakmu makan, aku tadi menyuruh para dayang untuk memasak sesuatu dan kebetulan sekarang selesai. Kalau anda mau, anda bisa ikut gabung?"
Sebagai seseorang dari keluarga bangsawan, Mu Yuan dibekali barang-barang yang lengkap seperti di istana meski sedang dalam perjalanan. Alat memasak adalah salah satunya.
Jian Chen sebenarnya tidak sedang lapar tetapi untuk menghormati tawaran Mu Yuan ia akhirnya mengangguk.
Makan malam terlihat lebih hangat di rombongan mereka, selain Jian Chen dan Mu Yuan, para pengawal serta dayang ikut makan bersama keduanya.
Mu Yuan ternyata sering makan bersama bawahannya, tidak memandang rendah mereka bahkan bagi gadis itu menganggap para pengawal atau dayang adalah seperti temannya sendiri.
Hal tersebut menarik perhatian Jian Chen, sikap Mu Yuan jarang sekali dimiliki oleh para bangsawan pada umumnya yang biasanya orang bangsawan selalu ingin di spesial kan atau ditinggikan oleh orang lain.
Ketika makan malam berakhir, selain para pengawal yang bertugas bergantian saat semuanya tertidur, Jian Chen juga dalam keadaan terjaga namun memilih melanjutkan untuk berlatih.
Jian Chen menyerap permata siluman sambil menyandar di atas pohon namun setelah waktu mendekati tengah malam matanya terbuka ketika merasakan ada beberapa orang yang bergerak tak jauh darinya berlatih.
"Hm, sepertinya ada sesuatu yang tidak beres..."
Jian Chen kemudian menuju orang-orang tersebut, gerakannya tanpa bunyi sedikitpun sehingga para pengawal belum menyadari Jian Chen sudah menghilang dari tempatnya.
***
"Sudah kuduga mereka adalah rombongan keluarga Mu, cepat laporkan pada Ketua bahwa mereka ternyata masih hidup!"
Xin Yan menyuruh salah satu dari enam orang yang bersamanya untuk kembali ke perkemahan agar melaporkan apa yang dilihatnya.
Orang yang disuruh mengangguk sebelum membalik badan. Lima orang yang tersisa keheranan ketika Xin Yan masih terus bergerak walau sudah bertitah demikian.
"Tetua Xin, bukankah kita harus menunggu Ketua kesini sebelum kita bergerak lebih jauh?" Tanya salah satu dari kelimanya.
Xin Yan mendengus. "Itu akan lama, kita akan selesaikan misi ini segera sebelum Ketua datang."
__ADS_1
Xin Yan terus bergerak maju sementara lima bawahannya tidak punya pilihan selain mengikutinya.
"Tapi Tetua Xin, ini berbahaya, kita berenam tidak bisa mengalahkan pengawal rombongan itu yang jumlahnya lebih banyak dari kita."
"Aku tidak mengatakan akan mengalahkan semua para pengawal, tujuan kita hanya satu untuk misi ini yaitu membunuh gadis bangsawan itu. Setelah itu kita pergi..."
Xin Yan kemudian menjelaskan bahwa nanti kelimanya harus berusaha menyibukkan para pengawal, cukup 2 menit agar dirinya bisa membunuh Mu Yuan.
Mendengar itu wajah kelima bawahannya memburuk, meski terdengar sederhana namun melakukannya adalah hal berbeda.
Xin Yan menyadari ekspresi kelimanya sebelum tertawa mengejek, "Tenang saja, saat ini kekuatanku sudah bertambah lebih kuat dari sebelumnya. Kalian memang tidak bisa melihatnya tetapi asal kalian tahu, sekarang aku di ranah Alam Kehidupan."
Mendengar itu kelimanya terkejut, mereka baru mengetahui fakta tersebut.
Memang di kelompoknya saat ini tidak ada yang mengetahui bahwa Tetua organisasi itu telah menerobos ke Alam Kehidupan setelah sebelumnya berada di puncak Alam Jiwa.
"Tetua, selamat atas penerobosanmu..."
Kelima orang yang mengikutinya sekarang bisa lebih percaya diri menjalankan apa yang barusan di perintahkan Xin Yan.
Dengan kekuatan Xin Yan, maka tidak sulit menyelesaikan misi ini tanpa harus Ketua mereka ikut campur sekalipun.
"Kalau misi kita berhasil, maka kelompok organisasi pembunuh kita akan lebih terkenal di provinsi Naga Angin." Ujar Xin Yan kemudian.
"Benar Tetua Xin, apalagi yang menyuruh kelompok kita sekarang adalah para petinggi klan besar. Mereka pasti sudah memperhitungkan kekuatan Organisasi Gagak Besi di benak mereka."
Xin Yan mengangguk pelan mendengarnya, Organisasi Gagak Besi merupakan kelompok pembunuh bayaran yang beberapa bulan ini marak terdengar.
Organisasi tersebut dulunya hanyalah sekumpulan pembunuh yang terdiri beberapa orang saja, namun semenjak mereka beralih menjadi pembunuh bayaran nama kumpulan mereka terdengar.
Ketua dari kumpulan pembunuh itu akhirnya memutuskan membentuk sebuah organisasi yang dinamai Organisasi Gagak Besi.
Tidak berselang lama setelah banyak misi diselesaikan oleh mereka, organisasi tersebut semakin terkenal dan banyak orang yang ingin gabung ke dalam organisasinya.
Xin Yan tertawa kecil melihat bawahannya mengikuti saja perintahnya, alasan ia buru-buru bergerak sebelum Ketuanya datang agar dirinya dipandang lebih tinggi lagi oleh organisasinya.
Dengan menyelesaikan misi sendiri, Xin Yan berharap Ketua Organisasinya menaikan jabatannya atau diberi sumber daya tambahan lagi untuk Kultivasinya.
__ADS_1
Xin Yan dan bawahannya terus bergerak melompati dahan-dahan pohon, saat jarak mereka hampir dekat ia dikejutkan dengan seseorang tiba-tiba muncul di hadapannya membuat langkah mereka langsung terhenti.
Kedatangan orang itu seperti hantu yang muncul dari ketiadaan, baik Xin Yan maupun yang lain tidak menyadari keberadaan orang tersebut sebelum orang itu benar-benar muncul ke permukaan.
Orang tersebut kemudian membuka mata, terlihat dari kegelapan malam warna bola matanya tampak bersinar keemasan.
"Siapa kau?!" Tanya Xin Yan dengan kewaspadaan tertinggi.
"Tetua Xin, sepertinya dia adalah salah satu pengawal dari keluarga Mu itu, pasti dia tidak sengaja melihat keberadaan kita sejak tadi." Bisik salah satu bawahannya.
Xin Yan mengangguk dan mulai mengerti, tidak ada orang lain disekitar hutan sini kecuali orang tersebut memang berhubungan dengan rombongan Keluarga Mu.
Xin Yan menghapuskan kewaspadaannya, kali ini ia tidak lebih memandang remeh orang itu.
"Aku tidak menyangka ada orang yang bisa melihat gerakan kami di gelapnya malam seperti ini, sepertinya kau adalah kepala pengawal rombongan itu?" Tanya Xin Yan dengan tersenyum lebar.
Orang yang menghadang tersebut, Jian Chen, sudah mendengar percakapan mereka sejak tadi. Dia sudah mengetahui tujuan dan asal mereka.
Mendengar ke-enam orang itu adalah organisasi pembunuh dan ingin melukai Keluarga Mu, Jian Chen akhirnya memilih untuk terlibat.
"Apakah identitasku penting bagi seorang pembunuh bayaran seperti kalian?" Jian Chen tersenyum lebar.
"Oh, kau sepertinya cukup berani, aku ingin lihat seberapa besar kekuatanmu."
Tanpa basa-basi lagi, Xin Yan menyerang Jian Chen dengan tangan kosong, ingin melihat seberapa hebat kemampuan pemuda yang menghadangnya.
Jian Chen bisa melihat Xin Yan tidak menggunakan seluruh kekuatan aslinya, terlihat di tubuh pria itu ia mempunyai golok yang tersemat di pinggangnya.
Jian Chen mengindari setiap serangan Xin Yan dengan gerakan seminimal mungkin sebelum ia membalas dengan menggunakan lututnya yang mengenai perut lawannya.
Serangan Jian Chen membuat tubuh Xin Yan hampir mengeluarkan isi perutnya, ia bergerak mundur sambil meringis kesakitan.
"Lumayan, kemampuanmu ternyata tidak buruk..." Xin Yan mencoba tersenyum lebar, menyembunyikan kecemasan dihatinya.
Jian Chen terkekeh lalu menggerakkan jarinya agar Xin Yan bergerak maju kembali, alhasil pria itu tersulut emosi jadi dia langsung mengeluarkan goloknya yang tajam.
"Aku ingin lihat, seberapa percaya dirinya saat aku memenggal kepalamu!" Xin Yan mendengus sebelum mengayunkan serangan goloknya pada Jian Chen.
__ADS_1