
“Jadi kau yang mengatakan faksi kami akan berakhir, heh?” Seorang pria kekar bertubuh besar mendekati Jian Chen. Saking besar tubuhnya ia harus menundukkan kepala untuk melihat lawannya. “Bagaimana mungkin tubuh mungilmu bisa meratakan kami semua?”
Jian Chen tidak terlebih dahulu menjawab, ia melihat area sekelilingnya. Dibelakang orang kekar itu sudah banyak anggota faksi Naga Emas yang bermunculan dari gerbang, Jian Chen bisa melihat belasan darinya berdiri diatas dahan pohon sambil memegang senjata busur panah.
Sepertinya penjaga gerbang barusan cukup menarik perhatian sehingga sudah banyak yang datang menghampirinya.
“Kau masih bisa melihat ke yang lain saat menghadapiku? Bagus! Bagus!” Pria kekar mengangkat tangannya, bersiap memberikan tinju kuatnya.
Jauh sebelum tinju itu mendarat, sebuah tinju yang lain bergerak cepat mengarah ke perut si pria kekar. Semua yang menonton tidak melihat kecepatan tangan Jian Chen saat tiba-tiba pria kekar sudah bertekuk lutut dihadapannya.
Pria kekar ingin berdiri tetapi tidak bisa, pukulan Jian Chen terlalu keras untuknya.
Jian Chen tak membiarkan jeda pada si pria kekar, dia mengayunkan kakinya sekali lagi. Tendangan yang terlihat pelan dan tak bertenaga itu membuat pria kekar terlempar cukup jauh hingga menabrak pohon.
Semua yang menonton hening sesaat, bahkan suara jarum yang jatuh akan terdengar jelas saat itu. Mereka semua terlalu terkejut kalau Jian Chen bisa mengalahkan pria kekar itu dengan singkat.
Pria kekar tadi sangat disegani di faksi Naga Emas, berada di ranah alam Jiwa Tahap 1 namun Jian Chen bisa mengalahkannya dalam sekali serangan seperti sebuah kebohongan.
Kini semua tatapan beralih lagi melihat Jian Chen yang tersenyum lebar pada semuanya. Beberapa meneguk ludah, beberapa ada yang sedikit takut, sedangkan sebagian lainnya masih ingin menyerang.
Seruan kembali terdengar dari faksi Naga Emas pada perkemahan, menyuruh semuanya untuk keluar dinding dan menghadapi Jian Chen. Mereka sadar Jian Chen bukanlah lawan yang biasa.
Tindakan itu adalah rencana Jian Chen sejak awal, ia berniat menghabisi faksi Naga Emas seutuhnya tanpa ada yang kabur seorang pun.
Beberapa menit kemudian faksi Naga Emas sudah keluar dari benteng, jumlahnya 100 lebih dan boleh jadi hampir 200 orang.
Jian Chen tersenyum tipis, ‘Ini akan membutuhkan waktu lama dari yang kukira…’
Jian Chen melihat sekeliling sebelum mengalirkan tenaga dalam yang besar pada kedua tangannya, sekilas ada secercah cahaya kegelapan yang muncul diarea telapak tangannya.
__ADS_1
“Baiklah kita mulai…” Tatapan Jian Chen seketika berubah menjadi dingin, dia mengangkat kedua tangannya. “Elemental Cahaya ~ Dunia Tanpa Cahaya!”
Dalam radius 200 meter, Jian Chen menyerap seluruh cahaya disekelilingnya pada kedua tangannya hingga area itu menjadi gelap gulita.
Diwaktu kegelapan menyelimuti, Jian Chen langsung bergerak menghabisi lawan-lawannya. Berbeda dengan musuhnya yang kebingungan dan bertanya-tanya tentang apa yang terjadi, Jian Chen bisa melihat di kegelapan itu.
Tak ada yang sadar atau menyadari serangan Jian Chen saat tiba-tiba sepasang mata emas menghampiri mereka dan memberikan serangan.
Jian Chen menggunakan tendangan serta pukulan yang cukup membuat yang mengenainya tak sadarkan diri, Dalam waktu 10 detik Jian Chen sudah melumpuhkan 20 orang yang ada didekatnya.
Kegelapan itu perlahan menghilang diikuti keadaan sekeliling yang mulai kembali terlihat. Anggota faksi Naga Emas akhirnya bisa melihat kembali namun yang mengejutkan saat pertama mereka melihat adalah Jian Chen sudah berada ditengah mereka dan mengalahkan sebagian rekannya.
Anggota faksi Naga Emas menggertakan gigi, tidak menyangka akan diserang seperti itu. Salah satu dari mereka berseru untuk menyerang Jian Chen secara bersamaan.
“Habisi dia-! Jangan biarkan dia hidup!”
Seruan itu cukup membuat yang lainnya bergerak maju, Jian Chen berdecak kesal karena tidak menyangka tekniknya hanya berlangsung 10 detik saja.
Jian Chen mengalirkan tenaga dalam pada kedua tangan dan kakinya sebelum mengeluarkan jurus tangan kosongnya.
“Ingin mengepungku dengan jumlah, tak semudah itu!” Gerakan Jian Chen tiba-tiba menjadi lebih rumit serta meningkat cepat. “Tarian Langit Malam!”
Jian Chen mengubah pola gerakannya, jika sebelumnya serangannya nampak tajam serta kuat kini jurusnya tidak beda jauh seperti sebuah tarian. Kelenturan tubuh Jian Chen terlihat begitu memukau apalagi gerakannya yang menjadi halus.
Dengan tekniknya Jian Chen memukul mundur kepungan tersebut sekaligus melumpuhkan sebagian dari mereka.
Faksi Naga Emas jadi kewalahan atas jurus Jian Chen, meski mereka melawan satu orang namun Jian Chen seperti menyudutkan semuanya.
Pemanah yang ada diatas pohon juga dalam kebingungan untuk menyerang karena gerakan Jian Chen terlalu sulit untuk di bidik. Andai mereka menembakkan anak panah pun alih-alih akan membantu justru dapat mengenai rekannya. Kondisi ini membuat para pemanah jadi bimbang.
__ADS_1
Yang paling menganggu para anggota faksi Naga Emas adalah sarung pedang yang ada dipinggang Jian Chen. Mereka merasa kalau Jian Chen belum menggunakan seluruh kekuatannya jika tidak menggunakan pedang itu.
Sayangnya mereka tidak tahu bahwa Jian Chen sebenarnya pengguna tangan kosong dibanding pengguna pedang.
Menit terus berlanjut dan selama itu juga Jian Chen mendominasi pertarungan, faksi Naga Emas mulai menyadari bahwa mereka bukan lawan Jian Chen saat rekan-rekannya tinggal beberapa lagi.
Anggota faksi Naga Emas yang ada didekat Jian Chen hendak bergerak mundur tetapi Jian Chen tak membiarkan hal itu.
Jian Chen mengalirkan tenaga dalam pada tangannya lalu diayunkan dengan cepat, ayunan tangan Jian Chen menimbulkan pisau udara tipis yang bergerak cepat mengenai punggung lawannya.
Pisau udara itu memang tidak setajam yang dikeluarkan oleh ayunan pedang sehingga tidak membelah atau membunuh targetnya. Namun pisau udara yang dikeluarkan Jian Chen cukup membuat lawannya terluka parah serta tak sadarkan diri.
Jian Chen terus mengeluarkan pisau udara berulang-ulang mengenai lawannya yang kabur. Menyaksikan hal demikian para pemanah yang menonton sejak tadi mengucur keringat dingin, mereka mulai berbalik hendak melarikan diri.
Sayangnya tindakan itu cepat disadari Jian Chen. “Mau kabur, tidak segampang itu…Elemental Cahaya ~ Langkah Cahaya!”
Jian Chen bergerak cepat seperti berteleportasi saat tiba-tiba muncul disalah satu pemanah dan memberikan pukulan yang membuat mereka terlempar cukup jauh.
Jian Chen menghilang lagi dan tiba di pemanah yang lain sambil memberikan pukulan kuat. Dalam kurun beberapa detika saja Jian Chen sudah melumpuhkan para pemanah itu hingga tidak ada yang tersisa.
Rasa puas menyelimuti hatinya saat lawan-lawannya tergelatak berserakan, Jian Chen amat menikmati pertarungan itu sampai tidak menyadari ada serangan.
Sebuah tebasan angin yang kencang menujunya dengan begitu cepat, Jian Chen sendiri hampir terlambat menyadarinya tetapi untungnya ia bisa menghindari serangan itu didetik terakhir.
Jian Chen mendarat ditanah dengan sempurna, pandangannya tertuju pada pohon yang dihingapi sebelumnya. Gara-gara tebasan angin tersebut pohonnya telah terpotong menjadi dua.
Jian Chen mengalihkan pandangan ke arah lain lalu ia melihat tiga orang sedang berada diatas pohon sambil mengamatinya,
Diantara tiga orang itu ada yang sedang memegang pedang dan kebetulan Jian Chen mengenalnya, orang itu adalah pemimpin faksi Naga Emas di kompetisi ini, Liu Zhan.
__ADS_1
Jian Chen tersenyum lebar, akhirnya orang yang ditunggunya sudah datang.