
Jian Chen menulis sebuah surat, isinya cukup sederhana ia ingin mendengar informasi tentang klan Jian serta kondisi provinsinya sekarang.
Sementara dirinya sedang menulis, manajer perempuan yang duduk di depannya hanya terdiam menunduk, tak berani bersuara, bahkan bernafas pun ia harus hati-hati di depan Jian Chen.
"Aku baru mendatangi provinsi Kekaisaran, bisakah kau memberitahu sesuatu yang harus kuketahui disini..." Jian Chen bertanya pada manajer itu.
Jian Chen memang pernah ke Provinsi Naga Api di kehidupan sebelumnya namun itu hanya berangsur beberapa bulan saja. Di kehidupan kedua ini mungkin akan banyak yang berubah termasuk takdir serta situasinya.
Manajer toko kemudian menjelaskan informasi yang bersifat umum sementara Jian Chen mendengarkan semuanya sembari ia terus melanjutkan menulis.
Penjelasannya tidak ada yang baru selain situasi Provinsi Kekaisaran Naga mengalami kenaikan rata-rata kekuatan yang signifikan berkat sumber daya pil yang di sediakan asosiasi klan Miou.
Salah satu yang membuat Jian Chen tertarik mendengarnya adalah mengenai Yang Mulia Kaisar yang mencoba menerobos ke Alam selanjutnya setelah Alam Langit.
Setidaknya Yang Mulia Kaisar akan membutuhkan waktu lama untuk melakukan latihan tertutupnya bahkan sampai bertahun-tahun.
Kabar tersebut merupakan kabar yang bahagia bagi Kekaisaran Naga karena dengan begitu kekaisaran memiliki kekuatan yang cukup untuk menghadapi Kekaisaran lain yang hendak berniat menguasai wilayah Kekaisaran Naga.
Disisi lain ada dampak baik bagi asosiasi berkat latihan Yang Mulia Kaisar yaitu klan Miou kini di akui oleh 12 provinsi dengan pengaruh terbesar berkat bisnisnya, selain itu Kaisar akan melindungi klan Miou dengan pemerintahannya secara langsung.
Jian Chen tidak terlalu terkejut mendengar hal tersebut karena ia sudah memperkirakannya sejak awal, bisa dibilang resep-resep pil yang di buatnya terlalu berharga di kekaisaran ini.
Manajer Asosiasi kemudian menceritakan yang lain yang berhubungan dengan asosiasi, berkat pil-pil yang di produksinya, selain meningkatkan kekuatan para pendekar juga membuat pendekar-pendekar lainnya dapat menyembuhkan cedera yang di alaminya.
Memang menyampingkan pil-pil sumber daya, Jian Chen juga menulis beberapa pil penyembuh yang cukup tinggi, meski harganya cenderung mahal namun tidak sulit bagi pendekar terutama untuk para pendekar tinggi mendapatkannya.
Hal tersebut membawa ke situasi yang lain dimana generasi lama yang sudah pensiun kini mulai bermunculan kembali di dunia persilatan karena luka dalam mereka dapat disembuhkan.
Jian Chen menghela nafas, entah kabar ini baik atau buruk bagi kedepannya karena bukan hanya pendekar yang baik saja dapat kembali pendekar-pendekar jahat juga akan mengalami demikian.
'Kuharap situasinya akan tetap dalam kendaliku...'
Meski Jian Chen mempunyai kekuatan yang tinggi bahkan nomor satu di kekaisarannya namun melakukan sesuatu seorang diri tetap ada batasnya.
__ADS_1
Jian Chen akhirnya selesai menulis suratnya sebelum di serahkan pada Manajer perempuan itu, butuh dua hari hingga Jian Chen mendapatkan balasan dari Miou Lin.
Jian Chen membaca surat Miou Lin yang terkesan panjang sampai ke bawah, gadis itu terlihat bahagia setelah mengetahui keberadaan Jian Chen yang dua tahun ini bisa di bilang telah menghilang tanpa kabar sedikitpun.
Miou Lin juga sangat terkejut ketika Jian Chen ternyata ada di Provinsi Kekaisaran, dikiranya selama ini Jian Chen berada di Provinsi Naga Bumi.
Tentang situasi klan Jian, usai penyerangan klan Liu yang mengalami kekalahan yang menggemparkan kini klan Jian telah pulih kembali dan bahkan menjadi sedikit lebih kuat.
Cepat atau lambat klan Jian akan berubah dari klan menengah menjadi klan besar, apalagi berkat tambang emas serta kerjasamanya dengan asosiasi klan Miou, klan tersebut mempunyai masa depan yang terang.
Di samping itu, tidak ada yang berani menyinggung klan Jian setelah mengetahui ada pendekar misterius yang bisa mengalahkan semua pasukan klan Liu seorang diri.
Meski kabar itu sulit diterima oleh akal, namun realita tak dapat dihindari karena ada banyak saksi di sana.
Jian Chen mengerti maksud pendekar misterius itu karena dia adalah dirinya yang tidak dalam keadaan tak sadar.
Beralih ke yang lain, klan Liu yang telah mengalami kerugian besar akibat ulah serangan mereka kini bukan lagi bagian dari 10 klan terkuat di Provinsi Naga Petir, sebaliknya klan Miou lah yang mengganti posisinya.
"Hm, setidaknya saat ini situasi Klan Jian sangat aman sekarang..." Jian Chen mengangguk pelan lalu menutup surat itu.
Karena yang di perlukannya telah selesai Jian Chen tidak punya alasan lain tetap berada di kota ini.
Jian Chen berterimakasih pada toko asosiasi karena telah memberikannya pelayanan serta tempat untuk berteduh selama ia disini.
Jian Chen tidak mempermasalahkan kejadian para pelayan sebelumnya karena mereka dalam kondisi tidak mengetahuinya, meski begitu dua pelayan itu tetap mendatangi Jian Chen dan meminta maaf padanya berulang kali sambil menangis, berharap mereka tidak di pecat dari pekerjaannya.
Setelah meninggal perbatasan kota dan tidak ada keramaian di sekitarnya, Jian Chen melanjutkan perjalanannya dengan terbang.
Hari awalnya masih cerah dengan matahari bersinar terik di atasnya namun situasi berubah ketika menjelang sore, malam datang begitu cepat ketika awan mendung mulai berkumpul.
Tak lama kemudian hujan mengguyur membasahi bumi, pakaian Jian Chen seketika mulai basah serta jarak pandang jadi berkurang.
Jian Chen berusaha menemukan sebuah bangunan atau tempat untuk berteduh hingga akhirnya ia melihat sebuah penginapan di samping jalan besar.
__ADS_1
Penginapan itu adalah satu-satunya bangunan di sana, biasanya penginapan itu dibuat untuk peristirahatan para pedagang yang biasanya sedang melakukan perjalanan bisnis.
Jian Chen mendarat di dekat penginapan itu sebelum melanjutkannya dengan berjalan kaki, dua pelayan menyambut Jian Chen sembari memberikan handuk kering.
Tidak ada seorangpun yang ada di sana, sepertinya Jian Chen adalah pengunjung pertama di penginapan itu.
"Aku memesan makanan dan teh yang hangat, harga bukan masalah..." Bukan hanya sebagai tempat penginap, mereka juga menyediakan tempat makan.
Pelayan itu terlihat berantusias saat Jian Chen memberikannya sebuah koin emas. "Tuan muda, tolong tunggu sebentar, koki kami akan menghidangkan makanan yang enak untukmu..."
Jian Chen duduk di salah satu meja yang ada didekat jendela dengan pandangan tak lepas dari hujan yang semakin deras. Sepertinya ia akan menginap di sini mengingat tidak ada tanda-tanda hujan akan berhenti.
Tak lama kemudian hidangan yang di pesannya datang. Sebuah sup dari makanan ikan daging laut.
"Kalian memang benar-benar tahu selera makanku..." Jian Chen tersenyum lebar sebelum mulai mengangkat sumpitnya.
Di saat Jian Chen sedang makan, ada dua pengunjung yang baru masuk ke penginapan.
Dua orang itu memakai sebuah jubah hitam dengan tudung yang menutupi wajahnya dengan pakaian yang sudah basah kuyup.
Segera pelayan datang menghampiri mereka dan memberikan handuk kering.
"Aku hanya mempunyai lima keping perunggu, bisakah kami tetap disini sampai hujan reda?" Salah satu dari dua orang itu berbicara pada pelayan.
Lima koin perunggu itu sebenarnya hanya cukup untuk membeli satu roti saja, mengingat penginapan ini di bangun jauh dari kawasan penduduk biasanya setiap harganya relatif mahal.
Pelayan itu tampak kesulitan mengiyakan namun karena saat ini hujan masih turun serta penginapan masih sepi, akhirnya ia membolehkan keduanya tetap di sana.
Pelayan itu juga menyadari sesuatu setelah mendengar suaranya yang terdengar merdu dan halus, tidak perlu sampai melihat wajahnya bahwa keduanya adalah seorang perempuan.
"Mei’er, maaf membuatmu harus seperti ini..." Salah satu dari mereka sedikit bersalah kepada orang yang bersamanya.
"Kak Ziyun, kita akan selalu bersama. Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri..."
__ADS_1