
Jian Chen memang tidak bisa melihat isi kitab itu namun beda ceritanya kalau ia mengaktifkan mata langitnya.
Walau hanya sesaat Jian Chen dapat melihat huruf di lembaran Kitab Dewa Langit Surgawi, sepertinya kitab itu tidak dapat dibaca kecuali menggunakan mata langit Jian Chen.
Jian Chen tidak berbicara lebih jauh saat Lun Zhi bertanya padanya, hal itu akan membawa sesuatu yang tidak perlu. Meski Jian Chen akui dirinya penasaran dengan kitab yang ada di tangan Lun Zhi tetapi kitab itu bukan miliknya.
Pertemuan dengan Walikota tidak berangsur lama, Lun Zhi menawarkan Jian Chen untuk menginap di kediaman walikota tetapi Jian Chen menolaknya halus.
Jian Chen mengatakan bahwa ia sudah memesan kamar di penginapan sebelumnya, belum lagi ia sekarang bersama dua gadisnya.
Lun Zhi mengigit bibirnya, ia menyadari bertemu Jian Chen bisa dibilang hanya sebuah kebetulan dan bisa pisah kapan saja namun ia juga mempunyai alasan kenapa membawa Jian Chen kesini.
"Pendekar Jian, sebenarnya aku ingin meminta bantuanmu..." Kata-kata itu akhirnya keluar dari Lun Zhi.
Jian Chen mengerutkan dahi, secara terang-terangan Lun Zhi mengatakan bahwa ia membutuhkan pertolongannnya untuk melindungi Kota Anshan.
Situasi tidak sesederhana yang dikatakan Walikota, sebagai orang berpengalaman Lun Zhi dapat lebih memahami situasinya.
Melihat Lun Zhi, seorang jagoan nomor 8 di Kekaisaran Naga meminta bantuan pada anak muda didepannya membuat Walikota mengerti bahwa Jian Chen memiliki kekuatan yang sama tingginya.
"Pendekar Jian, bisakah anda membantuku untuk bergabung melawan penyerang kota? Jika dibiarkan terus Kota Anshan dalam bahaya." Lun Zhi mengatakan niatnya dengan menggebu-gebu.
Tentu saja Lun Zhi juga meminta bantuan Jian Chen tidak secara gratis, ia dan mungkin Walikota akan memberikan bayaran memuaskan padanya andai Jian Chen membantu.
Walikota kemudian menganggukkan kepalanya, ia tidak keberatan memberikan hadiah besar pada Jian Chen jika ikut berpartisipasi.
Jian Chen menggaruk kepalanya, diminta atau tidak sebenarnya ia akan melakukannya, lagi pula jika semua ini ada kaitannya dengan Organisasi Shio Pemburu maka ia tidak bisa tinggal diam saja.
Jian Chen akhirnya menyetujui akan menolong kota sekuat yang ia bisa, setelah itu ia berpamitan pergi karena dirasa tidak ada informasi yang harus di gali lagi.
__ADS_1
"Penyerangan ya..." Jian Chen tersenyum tipis dalam perjalanan keluar.
Lun Zhi akan berdiam di kediaman Walikota, jika ada sesuatu Jian Chen bisa pergi ke sana lagi.
Saat pulang, Jian Chen tidak langsung kembali ke penginapan, sesuai yang di harapkan dari kota besar seperti kota Anshan, ada cabang Asosiasi klan Miou di terapkan disini.
Jian Chen memasuki Asosiasi tersebut, dengan tanda pengenalnya dari Miou Fan tidak sulit ia menjadi orang terpandang di Asosiasi.
Asosiasi di Kota Anshan di pimpin oleh Pengurus Yuan, seorang pria berusia empat puluh tahun yang memiliki kekuatan Alam Hampa.
Pengurus Yuan menyambut Jian Chen dan memberikannya satu ruangan, alasan Jian Chen kesini karena ingin mendapatkan informasi dari sudut pandang Asosiasi serta mengetahui keadaan kota lebih jauh.
"Bagaimana dengan pemerintah Kekaisaran, apa mereka tidak bertindak terhadap Kota Anshan yang hendak diserang?" Jian Chen bertanya, memotong penjelasan Pengurus Yuan.
"Mereka sudah melakukannya Tuan Muda, Sebenarnya Yang Mulia Kaisar sudah mengerahkan pasukannya menuju ke kota Anshan sejak dua hari lalu, dengan alasan yang tidak diketahui mereka belum sampai."
Jian Chen mengelus dagunya. "Bagaimana dengan informasi musuh, seberapa banyak jumlah mereka?"
Jian Chen mengerutkan dahi. "Apakah kekuatan mereka cukup membuat kota ini rata?"
Pengurus Yuan batuk pelan ketika Jian Chen bertanya demikian. "Tuan Muda, Kota Anshan adalah kota yang besar, selain wilayahnya yang luas, ada banyak pendekar kuat yang berdiam disini."
Jian Chen tidak setuju dengan pendapat Pengurus Yuan tetapi ia tidak membantahnya.
Jian Chen mengetahui selama seseorang mempunyai kekuatan yang besar seperti kekuatan dari Anggota Shio Pemburu, maka tidak mustahil sebuah kota bisa dihancurkan.
Di dunia persilatan, jumlah bukanlah salah faktor kemenangan, jika seseorang mempunyai kekuatan yang sangat tinggi, mereka dapat merubah situasi seperti yang diinginkannya.
Jian Chen kemudian bertanya tentang kekuatan Asosiasi di kota Anshan, ternyata ada 6 cabang toko disini yang terletak di berbagai titik kota.
__ADS_1
"Jika dihitung secara keseluruhan, kami sudah menyewa beberapa pendekar kuat Tuan Muda, ada 2 Alam Langit yang kami kerjakan serta 7 Alam Hampa, belum lagi ada belasan Alam Bumi dan Alam Kehidupan juga lebih banyak pendekar di bawahnya untuk menjaga Asosiasi..."
Jian Chen sedikit terkejut ketika mendengarnya, ia tidak menyangka Asosiasi cukup kaya hingga bisa membayar seorang pendekar yang ada di Alam Langit.
Klan Miou tidak memiliki pendekar kuat di dalam klannya sehingga kekuatan mereka cenderung lemah namun dengan kekayaan yang mereka miliki, klan Miou dapat memperkerjakan pendekar bayaran di bawah kaki mereka.
Setiap kekuatan pendekar di ranah tertentu mempunyai bayaran berbeda dan setahu Jian Chen, memperkejakan Alam Langit mengeluarkan puluhan ribu keping emas.
Setelah beberapa urusan lain di Asosiasi, Jian Chen akhirnya kembali ke penginapan. Ketika ia sampai, Ye Ziyun dan Meily sudah menunggunya.
"Kenapa kalian tidak berisitirahat? Kupikir kalian sudah tertidur?" Jian Chen tersenyum lembut melihat Meily dan Ziyun malah sudah berdandan cantik.
"Kami tidak bisa tidur Saudara Jian." Meily mengucapkan itu sebelum berpaling dari pandangan Jian Chen.
"Benarkah, atau kalian berdua memang tidak berniat tidur?" Jian Chen terkekeh pelan, Meily jelas tipikal gadis yang tidak pandai dalam berbohong.
Menyaksikan itu Ziyun tertawa kecil, ia tidak membantah ucapan Jian Chen karena memang seperti itulah keadaannya. "Saudara Jian, bulan begitu indah malam ini, sayang sekali kalau di lewatkan bukan?"
Jian Chen tersenyum canggung, tentu saja ia memahami itu hanya kiasan belaka. Maksud niat Ziyun sebenarnya adalah ia ingin Jian Chen mengajaknya jalan-jalan malam ini.
Jian Chen tidak keberatan jika itu dilain kota atau di waktu tertentu tetapi kalau sekarang situasi kota tidak stabil.
Tentu saja menolak keduanya juga sulit, tetapi setelah dipikir kembali meski kota dalam gejolak namun kondisinya masih terbilang aman.
Jian Chen akhirnya mengajak keduanya jalan-jalan sebentar, meski sudah malam kota masih terbilang hidup dengan banyaknya penduduk beraktivitas serta toko-toko sekitar masih dibuka.
Terlepas dari luasnya, Kota Anshan merupakan kota yang maju, dipenuhi tempat-tempat yang indah dan juga monumen untuk menarik perhatian pengunjung.
Jian Chen tidak membawa Meily dan Ziyun ke tempat jauh, cukup melihat sekitar area jalan kota yang ramai.
__ADS_1
Keberadaan rombongan Jian Chen cukup jadi perhatian banyak orang terutama dua gadis manis yang bersamanya, menanggapi tatapan itu Jian Chen hanya bisa tersenyum canggung, ia tak bisa mengelak karena paras Ziyun dan Meily cukup membuat banyak orang terbius menatapnya.
Jatuh cinta pada lirikan pertama bukan lah hal yang aneh ketika melihat paras Ziyun dan Meily, keduanya memang memiliki kecantikan di level berbeda dari rata-rata perempuan pada umumnya.