Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 174 — Aura Kematian


__ADS_3

Jian Chen menyewa ruangan pribadi pada pengurus kapal setelah kejadian itu, kapal yang Jian Chen naiki memang bisa menyewa ruangan untuk istirahat para penumpangnya.


Awalnya ia memang tidak membutuhkan ruangan pribadi tersebut karena berpikir perjalanannya hanya sebentar saja.


"Kupikir kau akan membunuh mereka?" Lily melayang pelan di alam dantian saat Jian Chen sedang bersila di tempat tidurnya.


"Tidak ada gunanya aku melukai mereka, lagian aku tidak sejahat itu harus membunuh siapa yang tidak kusukai."


"Hm, sulit mempercayai ucapanmu saat tubuhmu kini mulai diselimuti aura kematian, pedang itu kau benar-benar memakainya."


"Apa itu akan jadi masalah?" Tanya Jian Chen ragu.


"Sebenarnya tidak juga tapi aku bisa melihat aura kematian dari pedang Asura perlahan mulai menyatu dengan tubuhmu..."


Jian Chen akui menggunakan pedang pusaka tingkat tinggi seperti Pedang Dewa Asura membuatnya ketagihan dan merasa jadi tak terkalahkan, tidak ada yang bertahan saat pedang itu terayun pada lawannya.


Pedang Asura telah mengambil nyawa ratusan orang di tangan Jian Chen, awalnya pedang itu di selimuti aura kematian yang pekat sampai ketika Jian Chen menjadi tuannya, aura kematian itu perlahan menipis hingga tersalur pada tubuh Jian Chen.


Jian Chen terkejut ketika Lily bisa menyinggung aura kematian di tubuhnya padahal ia tidak tahu hal tersebut.


"Aku mempunyai aura kematian?!" Jian Chen meneguk ludah. "Apakah aku akan mati?"


Lily menaikan alisnya, sedikit tidak mengerti ocehan Jian Chen. "Apa maksudmu, kau mengigau?"


"Kau bilang aku punya aura kematian, bukankah itu berarti aku akan mati!"


Lily berdecak kesal, ia baru menyadari Jian Chen tidak mengetahui tentang aura kematian itu sendiri. Tentu saja Lily dengan cepat memakluminya mengingat dunia Jian Chen yang kecil serta di bawah ini.


"Aura kematian bukankah tanda seseorang akan meninggal, persisnya itu seperti aura seseorang pada umumnya, karismatik, ketenangan, kewibawaan... Aura kematian juga salah satu diantaranya namun yang membedakan aura itu bisa di dapatkan oleh seseorang."


Lily menjelaskan ada aura lagi yang disebut dengan aura pembunuh, dimana aura itu didapatkan dengan cara membunuh banyak orang, setidaknya seseorang minimal harus bisa membunuh seribu orang dan baru mendapatkannya, itupun auranya sangat tipis.


Aura kematian adalah tingkatan selanjutnya dari aura pembunuh, aura kematian dapat di peroleh jika seorang pendekar telah membunuh seratus ribu orang.


Kasus Jian Chen bisa dibilang cukup unik karena tanpa harus melewati aura pembunuh ia langsung mencapai aura kematian berkat dari pedangnya.


Tentu saja membunuh banyak orang bukanlah sebuah prestasi, mereka yang memiliki aura pembunuh apalagi aura kematian di cap sebagai orang berbahaya bahkan bisa jadi menjadi buronan di banyak tempat.


Aura pembunuh atau aura kematian memiliki dampak negatif bagi orang yang memilikinya, contohnya mereka akan di takuti atau dijauhi orang-orang sekitarnya dan siapa yang memandangnya, akan terkesan terlihat seperti sosok menyeramkan.


Alasan Jian Chen tidak mengetahuinya karena di dunianya tidak ada seseorang yang memiliki aura kematian, aura pembunuh saja mungkin hal yang sangat langka.

__ADS_1


Tidak ada yang cukup gila membunuh seseorang sampai berjumlah seribu orang, kalaupun ada mereka pasti orang yang memiliki kemampuan tinggi dan maniak akan pembunuhan.


"Bukankah itu seperti kutukan?" Tanya Jian Chen setelah mendengar penjelasan Lily.


Jian Chen tidak mau jika nanti pulang kerumahnya, ibunya akan memandangnya dengan tatapan ketakutan. Jelas ia tidak mau itu terjadi.


Lily menghela nafas, "Itu sebabnya aku tidak menyarankan kau menggunakan pedang itu tapi aku juga tidak bisa menyalahkanmu seutuhnya, buat apa punya pusaka tinggi namun jarang digunakan?" Lily mengangkat bahu.


"Apakah tidak ada solusi untuk masalah ini?"


"Tentu saja ada, selama kau belajar teknik menguasai aura, maka aura kematianmu bisa kau sembunyikan sampai tidak terlihat."


Jian menggaruk kepalanya, "Tapi aku tidak mengetahui teknik itu."


"Kau memang tidak tetapi Tuan Puteri ini bisa melakukannya..." Lily tersenyum penuh kebanggaan.


"Lalu tunggu apalagi, ajarkan aku?"


"Enak saja, aku bisa mengajari teknik itu tapi dengan satu syarat?"


Jian Chen menyipitkan matanya, "Kau tidak mencoba memerasku dengan syarat itu bukan?"


"Begini saja, jika kau mengajariku teknik penyembunyian aura maka aku tidak akan memasukanmu ke dalam kristal hijau itu, kau tidak mau itu terjadi bukan?" Jian Chen tersenyum lebar.


"Hei, kenapa kau jadi mengancamku! Kau yang membutuhkanku seharusnya aku yang mengancam seperti itu!"


"Tidak juga, disini aku tetap diposisi yang menguntungkan. Kau mau menuruti ku atau dimasukan ke dalam kristal ini?" Jian Chen menyeringai lebar.


"Dasar pengecut, tidak tahu malu! Apa kau benar seorang laki-laki!"


Jian Chen tertawa kecil, Lily adalah satu-satunya wanita yang bisa Jian Chen candai.


"Baik-baik, aku akan turuti kemauanmu..."


Lily mendengus kesal. "Aku hanya meminta hal yang sederhana saja, aku ingin meminjam tubuhmu lagi."


Jian Chen mengerutkan dahinya, sedikit terkejut dengan permintaan Lily. Jian Chen berpikir beberapa saat sebelum akhirnya menyetujuinya.


Ia yakin Lily tidak akan membahayakan dirinya, kalaupun iya, Jian Chen dapat mengambil paksa tubuhnya dengan meringkus tubuh Lily.


Setelah terjalin kesepakatan, Lily kemudian memberitahu cara-cara dari penyembunyian aura, bukan hanya itu Lily bahkan mengajarkan Jian Chen cara memanfaatkan aura tersebut.

__ADS_1


Yang membedakan aura pembunuh dan aura kematian adalah warnanya, aura pembunuh memiliki warna merah kehitaman di tubuh seseorang sementara aura kematian berwarna hitam yang pekat.


Lily menjelaskan bahwa aura bisa digunakan dalam pertarungan, aura pembunuh atau aura kematian dapat menyerang mental lawannya seperti merasa ketakutan, sesak nafas, hingga bisa membuat lawannya tak sadarkan diri.


Jian Chen terkejut mendengar itu, ini berarti Lily sedang mengajarinya sebuah teknik yang tinggi mengingat ia baru pertama kali mendengarnya.


Jian Chen langsung mencoba apa yang Lily ajarkan, ia bersila dan memejamkan mata perlahan.


Aura kematian Jian Chen sudah mulai terbentuk namun hanya soal waktu jika menggunakan pedang asura secara terus menerus aura itu semakin membesar dan terlihat.


Teknik aura ini juga bisa membuat Jian Chen bisa lebih leluasa menggunakan pedang asura tanpa menghiraukan pedang itu menyalurkan aura kematian padanya.


"Hm, bakatmu ternyata tidak buruk juga..." Lily berdecak kagum saat melihat Jian Chen bisa melakukan teknik yang diajarkannya dalam sekali coba.


Aura kehitaman yang ada di tubuh Jian Chen perlahan menyusut hingga akhirnya menjadi tidak terlihat.


Jian Chen membuka matanya, kini mata emas serta wajah Jian Chen terlihat lebih menawan seperti awalnya, tidak dingin lagi seperti setelah membunuh para organisasi.


"Aku tidak mengerti tetapi tubuhku sekarang terasa lebih ringan..." Ucap Jian Chen sesudah berhasil melakukan teknik Lily.


"Tentu saja, teknik yang aku ajarkan adalah teknik tinggi dari bangsa peri, bahkan para peri pun tidak semua mengetahuinya!" Lily mendengus pelan. "Sekarang tinggal giliranku!"


"Hm, apa maksudmu, aku tidak mengerti..."


"Jangan pura-pura lupa atau bodoh, kita sudah bersepakat sebelumnya!" Lily berdecak kesal.


Jian Chen nyengir lebar, meski ia tidak melihat gadis itu tapi dirinya yakin wajah Lily yang marah terlihat lucu dan imut seperti biasanya.


Tubuh Jian Chen seketika di selimuti kabut hitam diikuti perubahan matanya yang menjadi merah, tak lama kemudian Lily sudah mengendalikan tubuh Jian Chen.


"Aku hanya ingin memastikan sesuatu dengan gadis lima kembarmu itu, kurasa latar belakang mereka tidak sesederhana yang diceritakannya." Lily memberitahu niat sebenarnya pada Jian Chen.


Jian Chen teringat bahwa sebelum Lily tak sadarkan diri, ia melakukan sesuatu pada Lan Qiaoqiao dengan meletakan tangannya pada kening gadis itu.


Jian Chen tidak mempertanyakan karena Lan Qiaoqiao juga tidak menceritakan hal tersebut di depannya. Jian Chen mulai menyadari Lily benar-benar tertarik pada lima gadis itu.


Sederhananya Lily ingin menerawang pikiran Lan Qiaoqiao lebih jauh, gadis itu menemukan sesuatu yang unik dari kelimanya dan sekarang ia ingin memastikan kebenaran dari dugaannya.


***


*Mau Tanya karena penasaran, bosan gak baca novel ini?

__ADS_1


__ADS_2