Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 176 — Sungai Es


__ADS_3

Kapten bajak laut Tengkorak Iblis tidak pernah menduga bisa bertemu kembali dengan Jian Chen, ia padahal sudah mewanti-wanti menjadi penjahat kecil seperti perompak sungai namun ternyata takdir berkehendak lain.


Kapten bajak laut Tengkorak Iblis sudah merasa lega setelah selamat dari Jian Chen yang menghancurkan kapal kebanggaannya di laut lepas.


Waktu itu, setelah kapal Jian Chen menjauh, ia secara diam-diam mengeluarkan sebuah tabung kembang api di cincin ruangnya sebelum di ledakan ke atas langit.


Kembang api itu berguna untuk memanggil anggota kapal Tengkorak Iblis yang lain karena dari awal kapten bajak laut itu sudah mempunyai dua kapal.


Kapten bajak laut akhirnya bisa selamat berapa menit kemudian sebelum tubuhnya menjadi santapan ikan. Anggotanya hanya menyisakan beberapa saja akibat Jian Chen telah membantainya.


Bertemu dengan Jian Chen adalah pukulan terbesar bagi Kapten bajak laut, meski sudah selamat ia masih mengalami trauma yang mendalam terutama ia melihat sendiri bagaimana kekejaman Jian Chen membantai anggota-anggotanya.


Pemuda itu membunuh orang-orang tanpa keraguan sedikitpun, tatapannya dingin dan tak menunjukan rasa bersalah. Seseorang yang mempunyai ciri demikian sudah di pastikan adalah orang yang berdarah dingin.


"M-mundur!" Kapten bajak laut tidak bisa diam saja walau ketakutan mulai merasuki tubuhnya. Ia memerintahkan anggotanya untuk menggerakkan kapal menjauh dari kapal Jian Chen.


"Tapi kapten, kita belum mendapatkan bayaran dari kapal ini?" celetuk Salah satu anggotanya.


"Kau tuli! Cepat mundur atau kupotong kepala kalian satu-satu!" Hardik kapten bajak laut.


Melihat tiba-tiba kaptennya jadi marah bahkan seperti ketakutan, anggota perompak tidak berani meragukan perintah kaptennya atau urusannya bisa panjang.


Anggota perompak itu memang tidak semuanya bertemu dengan Jian Chen namun Kapten bajak laut sudah, melawan pemuda itu tidak berbeda jauh dengan mengantarkan nyawa.


Jian Chen melihat kapal-kapal mereka yang perlahan menjauh sambil tertawa kecil, para mantan bajak laut itu sepertinya sudah mengetahui situasi yang bakal terjadi.


Pemilik kapal tampak kebingungan dengan situasi yang mendadak berubah tersebut. Jian Chen kemudian berjalan pelan lalu menepuk pundaknya.


"Apa mereka selalu membuat keributan seperti ini?" Tanya Jian Chen pada Pemilik kapal.


"Ah, Tuan Pendekar! Maaf sebelumnya karena perjalanannya jadi sedikit terganggu..." Pemilik kapal segera memberi hormat pada Jian Chen.

__ADS_1


Pemilik kapal memang lebih menghormati Jian Chen semenjak pertarungan sebelumnya, meski pemuda itu tidak bertarung namun melihat lima wanita bersamanya sangat menghormatinya menunjukkan bahwa kekuatannya boleh jadi di atas mereka.


"Tidak apa, jadi apa kelompok mereka selalu menganggu perjalananmu..."


Pemilik kapal mengangguk sebelum menjelaskan tentang para perompak itu, mereka ternyata banyak berulah di jalur perairan beberapa hari belakang ini, harus membayar tarif yang jelas adalah pungutan liar.


Kalau mereka tidak membayar, mereka akan mengambil paksa barang-barang di kapal korbannya, di kasus yang buruk, akan terjadi pembunuhan serta penculikan oleh mereka


Jian Chen menghela nafas mendengar itu semua sebelum menoleh kelima gadis kembarnya, mereka tampak memahami apa yang terjadi dan bersiap menyerang para perompak itu.


"Biar aku saja yang bergerak, aku sudah bersalah karena membiarkan mereka hidup sehingga mengakibatkan yang lain menderita..."


Tanpa berbicara lebih lanjut, Jian Chen langsung turun dari kapal usai berbicara demikian.


Jian Chen menciptakan serpihan es agar berdiri si atas sungai itu, ia melihat tiga kapal bajak laut itu yang perlahan menjauh sambil tersenyum sinis.


"Hm, aku ingin lihat seberapa besar kekuatan elemen ini jika di air...." Jian Chen meletakan telapak tangannya di atas air sungai sebelum mengalirkan tenaga dalam yang besar. Tak lama kemudian telapak tangan Jian Chen bersinar kebiruan.


"Elemental Es — Neraka Es Abadi!"


Pemilik kapal, lima Lan bersaudara serta penumpang yang lain merasakan dampak kedinginan dari teknik Jian Chen. Bahkan para bajak laut dari jauh juga tak terhindar dari suhu dingin tersebut.


Sebelum mereka mencerna apa yang terjadi, secara cepat, air sungai dibawahnya membeku dalam satu kedipan mata, membuat kapal-kapal menjadi berhenti bergerak termasuk kapal bajak laut yang sudah menjauh.


"Tidak mungkin kenapa sungainya jadi membeku?!"


"Apa ini sihir?"


Para anggota perompak itu tidak mengetahui bahwa hal itu disebabkan Jian Chen, lagi pula tidak ada pendekar yang selama ini mereka lihat bisa bertindak hal serupa.


Teknik Jian Chen merupakan teknik elemen es yang tinggi dan juga berasal dari teknik ratusan tahun silam, selain membutuhkan tenaga dalam yang cukup besar, menguasainya juga bukanlah perkara yang mudah.

__ADS_1


Mereka ingin menurunkan layar kapalnya berharap kapal itu bisa berjalan lebih cepat, namun jangankan untuk berlayar, bergerak saja kapal itu tidak bisa melakukannya.


Jian Chen tidak menunggu lama dan berlari ke salah satu kapal perompak itu. Kedatangan Jian Chen membuat lutut kapten bajak laut menjadi lemas.


Para perompak terdiam. Saat itulah mereka menyadari alasan kaptennya menyuruh berbalik karena adanya Jian Chen. Kaptennya itu bahkan seperti ketakutan hanya menatap pemuda itu.


"Tunggu apalagi, serang dia bersama-sama!" Suruh kapten bajak laut itu.


Anggota perompak langsung mengeluarkan senjata mereka, selain karena perintah kaptennya mereka tidak suka ada yang naik ke kapalnya tanpa izin.


Anggota perompak ini jelas masih tidak mengetahui kekuatan Jian Chen sebenarnya, mereka beranggapan bahwa jumlah adalah kekuatan yang paling tak tertandingi di dunia persilatan.


Jian Chen tersenyum tipis sebelum melangkah pelan dan menyambut serangan perompak yang datang silih berganti dengan ilmu tangan kosongnya.


Ia menggunakan kombinasi serangan pukulan dan tendangan yang di lapisi tenaga dalam, setiap serangannya sangat kuat dan cukup untuk membuat tulang lawannya retak atau patah.


Kekuatan dan teknik Jian Chen yang rumit serta sulit di tebak membuat lawan-lawannya kesulitan ingin menyerang balik. Disisi yang sama mereka tidak dapat menghindari serangan Jian Chen yang mengarah pada tubuhnya.


Jian Chen terus bergerak maju dan membuat lawan-lawannya terlempar satu persatu, sebagian dari mereka yang terkena serangannya langsung kehilangan kesadaran dan tidak sedikit yang langsung berhenti bernafas.


Tidak membutuhkan lama Jian Chen membuat lawan-lawannya terkapar, tidak ada dari mereka yang selamat tanpa mengalami patah tulang.


Jian Chen akhirnya berhenti di depan kapten bajak laut sembari tersenyum lebar.


"Jangan memohon apapun padaku, percayalah aku tetap membunuh kalian disini!" Jian Chen menggeleng pelan lalu menoleh ke kapten bajak laut yang sudah berlutut tak berdaya. "Alih-alih kau mengambil pelajaran setelah selamat dari kematian kau justru masih melakukan kesalahan yang lain..."


Kapten bajak laut berusaha mengatakan sesuatu. "A-aku sudah berubah, kali ini aku tidak membunuh orang-orang."


Jian Chen tersenyum mengejek. "Kau pikir aku tidak mendengar percakapanmu barusan, aku bisa mendengar kau tadi mengincar gadis-gadisku..."


Jian Chen mengeluarkan pedang Asuranya namun tidak langsung menebas lawannya.

__ADS_1


"Hm, ini sedikit menarik kurasa... Kau tahu, di manapun aku pergi aku selalu bertemu dengan masalah semacam kelompok kalian seperti ini. Seolah takdir menempatkanku untuk membasmi orang-orang seperti kalian!"


Jian Chen menyeringai lebar, tanpa berbicara lagi ia mengangkat pedangnya sebelum menghabisi kapten bajak laut itu dalam sekali tebasan.


__ADS_2