
Jian Chen tidak langsung menyerang mereka karena ingin melihat situasi terlebih dahulu, sejujurnya ia masih ragu tentang 12 Taring Pembunuh ini, apakah ia berasal dari klan Liu atau dari kelompok pembunuh yang menyamar.
Sebenarnya dimana pun mereka berasal tidak menutupi mereka akan melakukan rencana pembunuhan malam ini dan Jian Chen jelas tak akan membiarkan itu terjadi.
Pandangan Jian Chen mengamati sekitar sebelum tertuju kembali pada mereka, ia melihat 12 orang di depannya mempunyai kekuatan Puncak Alam Kehidupan.
“Membunuh murid-murid akademi lalu memfitnah klan Chu sebagai dalangnya, apakah itu yang ingin kalian lakukan?” tanya Jian Chen.
Dua Belas Taring Pembunuh terkejut, mereka tidak menyangka Jian Chen langsung mengetahui rencana di balik misi ini padahal kalau dia mengikuti rombongannya sejak lama, mereka tidak pernah membahas rencana Ketua klan Liu itu.
Salah satu dari mereka bersuara dengan tatapan sinis, “Anak muda, seharusnya kau diam dan lebih baik bersembunyi karena setelah mengetahuinya, kami tidak punya pilihan lain selain membunuhmu!”
“Benar, kalau seperti ini kami akan mengincarmu terlebih dahulu sebelum menyerang yang lain…”
Awalnya 12 Taring Pembunuh waspada pada seseorang di depannya namun melihat orang itu masih muda bahkan terlihat remaja kewaspadaan mereka terasa berlebihan.
Hanya Ketua mereka yang masih mempertahankan kewaspadaan tersebut, menyaksikan Jian Chen berani muncul didepan kelompok pembunuh pasti pria didepannya bukan orang biasa.
“Aku tidak tahu apa yang kau cari tetapi aku datang seorang diri kesini.” Jian Chen berkata pada Ketua mereka yang terlihat memantau sekeliling Jian Chen.
Ketua 12 Taring Pembunuh memang sedang memahami situasinya, takut ada pendekar yang kuat bersembunyi di belakang Jian Chen.
“Ketua tidak perlu khawatir, biar aku saja yang membunuhnya anak itu.” bawahannya justru meremehkan Jian Chen.
Sebelum mendapat persetujuan dari yang lain, satu orang itu langsung bergerak maju dan menyerang Jian Chen menggunakan pisau-pisau yang pendek.
Jian Chen tersenyum tipis sebelum menghadapinya dengan tangan kosong, gerakannya sangat cepat sampai sulit dilihat musuhnya, dalam beberapa jurus saja orang itu langsung di posisi bertahan.
“Anak ini…” orang itu mengumpat keras, tidak menyangka Jian Chen mempunyai ilmu tangan kosong yang hebat.
Dalam beberapa tarikan napas saja kondisi anggota itu semakin terpojok hingga akhirnya Jian Chen berhasil mendaratkan pukulan kuat ke tubuhnya.
__ADS_1
Anggota itu mundur beberapa langkah sambil memegang dadanya, wajahnya meringis menahan rasa sakit.
“Ketua, anak itu sehebat ini?” tanya salah satu anggota yang menonton sejak tadi.
“Aku mengerti, jika tidak ada orang di belakangnya seperti yang dikatakannya, kita langsung habisi dia sekarang.…”
Lima orang lagi kemudian maju menghadapi Jian Chen sementara satu orang sebelumnya juga ikut membantu sehingga mereka berenam menyerang Jian Chen bersamaan.
Jian Chen tersenyum sinis pada mereka sebelum mengubah pola serangannya membentuk sebuah tarian, meski melawan enam orang, perlahan-lahan Jian Chen bisa mengungguli lawannya bahkan membuatnya terpojok.
Pukulan serta tendangan membuat musuhnya sulit membaca gerakan Jian Chen, bukan hanya itu bahkan Jian Chen sudah mendaratkan serangan ke tubuh mereka sedangkan mereka tak bisa menyerang balik.
Ketua 12 Taring Pembunuh terkejut, tidak menyangka anak muda di depannya bisa mengungguli keenamnya sekaligus. Belum sempat ia memerintahkan anggota lainnya untuk membantu, Jian Chen tiba-tiba sudah melakukan sesuatu.
Jian Chen menendang salah satu tangan musuhnya membuat pisau yang di pegangnya terlepas, jauh sebelum pisau itu mendarat di tanah Jian Chen menangkapnya lalu melempar pisau itu ke arah lawannya.
Orang itu terkejut dan sama sekali belum siap alhasil pisau tersebut dengan telak menancap di lehernya. Orang itu jatuh ke tanah dengan mata yang masih terbuka.
“Kau!” Ketua kelompok pembunuh memandang Jian Chen penuh kebencian, kehilangan rekannya adalah pukulan keras bagi pria itu. “Kita lumpuhkan dia disini, siksa dia sampai orang ini berharap untuk mati!”
Berbeda dengan sebelumnya, kini 11 orang yang tersisa bergerak menyerang Jian Chen dengan teknik membunuhnya.
Jian Chen menerima belasan serangan dalam waktu singkat membuatnya tak dapat menyerang balik dan diposisi bertahan, Jian Chen mengalirkan tenaga dalam pada tubuhnya lalu melakukan perubahan jenis.
“Elemental Es ~ Aura Dewa Es!”
Jian Chen melepaskan hawa dingin di tubuhnya membuat gerakan lawan-lawannya terganggu akibat penurunan suhu yang drastis tersebut.
Suhu yang dikeluarkan Jian Chen sangat dingin hingga terasa menusuk tulang, meski tak memunculkan serpihan es tapi itu cukup membuat gerakan mereka melambat.
Jian Chen mengambil kesempatan tersebut untuk melawan balik, dengan gerakan pukulan serta tendangan yang lebih rumit membuat situasinya jadi berimbang bahkan perlahan-lahan mengunggulinya.
__ADS_1
“Sial-! Pantas saja anak ini percaya diri menghadapi kita ternyata kekuatannya sehebat ini!” Ketua pembunuh mengumpat kesal.
“Ketua bagaimana ini, kita harus membunuhnya atau dia akan membocorkan identitas kita pada orang lain.”
“Aku tahu, kita gunakan formasi pembunuh padanya, dia adalah lawan yang tangguh!”
Satu persatu Dua belas Taring Pembunuh memisahkan diri dari Jian Chen sebelum mereka berlari memutari posisi Jian Chen berulang-ulang.
“Apa yang mereka lakukan, apa mereka sedang bermain?” Jian Chen mengerutkan dahinya, tidak terlalu mengerti. “Oh, tidak, ini sebuah formasi...”
Jian Chen tidak mengerti rencana apa yang mereka lakukan dengan berlari memutari dirinya terus menerus namun ia yakin itu bukan hal bagus untuknya. Jian Chen mengepalkan tangannya lalu meninju tanah yang di pijaknya dengan kuat.
“Elemental Es ~ Dunia Es Tanpa Batas!”
Jian Chen mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar pada tangannya yang seketika tanah yang di tinjunya membeku sebelum meluas dengan cepat hingga radius 300 meter.
Kini tanah hutan tersebut terlihat seperti kaca yang mengkilap, tak peduli musuh-musuhnya berlari secepat apa, ketika tanahnya menjadi es, seketika mereka terpeleset dan jatuh ke lantai.
Sebelas pembunuh itu memegangi punggungnya sambil meringis kesakitan, mereka tidak menyangka Jian Chen bisa membuat hutan sekelilingnya menjadi dunia es secepat kilat.
Ketua pembunuh itu kemudian menyadari bahwa Jian Chen ternyata memiliki kekuatan di atas mereka semuanya, meski tidak bisa merabanya, ia yakin Jian Chen berada di ranah Alam Bumi.
Disisi lain, Jian Chen justru berdecak kagum atas teknik es yang di perbuatnya itu. Teknik es yang digunakan Jian Chen sekarang belum ia kuasai sepenuhnya tetapi kekuatannya sudah sehebat ini sehingga pemuda itu tak henti-hentinya untuk terkagum-kagum.
Sebelas pembunuh buru-buru berdiri, mereka tidak lagi berminat untuk bertarung dengan Jian Chen melainkan bersiap melarikan diri jika ada celah.
Jian Chen tersenyum sinis, tentu saja ia menyadari niat terselubung itu. Jian Chen mengalirkan tenaga dalam pada tangannya seketika serbuk es perlahan bermunculan.
Serbuk-serbuk es itu berkumpul di telapak tangan Jian Chen sebelum memadat lalu membentuk sebuah pedang. Jian Chen menggunakan elemen esnya untuk membuat pedang es.
Sebelas pembunuh itu mematung, bukan karena pedang es yang membuat mereka terkejut melainkan pedang itu sebagai tanda bahwa Jian Chen akan bergerak membunuhnya di detik selanjutnya.
__ADS_1
Jian Chen tersenyum lebar lalu menghunuskan pedang esnya pada salah satu dari mereka “Baik, mari kita bertarung serius sekarang…”