
"Kurasa ini adalah yang terakhir..." Jian Chen mencekik salah satu pasukan Kekaisaran Qilin di tangannya sampai ia mengembuskan nafas terakhirnya.
Selepas dirinya membunuh tiga Tetua pilar Kekaisaran, pasukan Qilin yang tersisa mencoba angkat kaki dari klan Miou untuk menyelamatkan diri mereka dari Jian Chen.
Jian Chen tentu saja tak tinggal diam, ia menghadang dan menghabisi mereka yang tersisa.
Sebenarnya Jian Chen tidak yakin membunuh semua pasukan Kekaisaran Qilin seluruhnya karena jumlah mereka yang relatif banyak tetapi ia juga tidak terlalu peduli pada hal tersebut.
Kalaupun ada pasukan yang berhasil kabur, itu adalah hal baik karena pasukan tersebut akan memberitahukan keberadaan sosok dirinya ke pemerintahan Kekaisaran Qilin.
Jian Chen yakin dengan kekuatan yang ditunjukkannya pada mereka, pemerintahan Kekaisaran Qilin akan berpikir dua kali untuk berperang melawan Kekaisaran Naga.
Tentu saja Jian Chen tidak berharap peperangan bisa diberhentikan begitu saja tetapi setidaknya Kekaisaran Naga mempunyai waktu untuk persiapan ke depannya.
Setahu Jian Chen, yang mulai memicu peperangan disini adalah Kekaisaran Qilin.
Jian Chen berharap keberadaannya disini akan di perhitungkan oleh mereka.
Jian Chen kembali terbang ke klan Miou sesudah ia mengejar para pasukan Qilin yang sudah kabur ke luar perbatasan klan. Setidaknya ia sudah pergi satu jam untuk menghabisi pasukan Kekaisaran Qilin yang berlari ke berbagai arah.
Keberadaannya ke sana membuat sebagian petugas klan Miou ketakutan apalagi para warga yang berpikir Jian Chen berniat jahat pada klannya tanpa tahu apa yang terjadi sebenarnya.
Di tengah perjalanan terbangnya, ia mendapati ada kehebohan yang terjadi di tengah pemukiman penduduk klan Miou.
Jian Chen mengerutkan dahi ketika ada seorang pria yang sudah tua berteriak lantang pada petugas klan yang kini telah mengelilinginya.
Pria tua itu mengancam akan membunuh wanita yang di sanderanya jika para petugas berani maju.
Setelah beberapa saat mengamati di atas langit, Jian Chen kemudian memahami apa yang terjadi.
__ADS_1
Pria tua itu adalah Tetua klan Miou yang berkhianat sebelumnya, Miou Xian, Jian Chen pernah mendengar dari Miou Lin bahwa sebab muasal klan Miou di kudeta karena ada campur tangan dari pemerintah klan Miou itu sendiri.
Miou Xian sekarang hendak di tangkap oleh petugas klan atas ulahnya, pria tua itu hanya memiliki kekuatan di ranah Alam Kehidupan, menangkapnya bukan hal sulit bagi petugas klan Miou sekalipun.
Para penduduk di sekitarnya tampak tidak mengerti dengan situasi yang terjadi namun satu hal, mereka takut wanita yang disandera Miou Xian terbunuh.
"Tetua Xian, menyerahlah, kejahatanmu sudah tak bisa dimaafkan lagi, jika kau berbuat sesuatu pada perempuan itu maka nyawamu akan melayang sekarang juga!" Pemimpin petugas itu yang berada di ranah Alam Bumi berseru lantang, dulu ia amat menghormati Miou Xian namun sekarang sikapnya berubah, ia sangat membenci pria tua itu.
Jika bukan karena perintah dari Miou Fan, Ketua klannya sudah dari tadi ia mencabut senjatanya dan membunuh Miou Xian.
"Apa kalian tidak peduli pada wanita ini, aku akan membunuhnya jika kau berani maju..."
Miou Xian merapatkan giginya, jelas ia tidak menyangka situasinya bakal seperti ini. Bukan hanya ia kehilangan jabatannya, Miou Xian justru jadi buronan klan.
Selepas Jian Chen berhasil membunuh tiga pendekar kuat dari Kekaisaran Qilin, Miou Xian tidak punya pilihan lain selain ikut kabur bersama pasukan Qilin, namun baru berselang lama ia berlari, keberadaannya sudah diincar oleh petugas klan yang sudah mengamatinya sejak lama.
Tak punya jalan keluar, akhirnya Miou Xian menangkap salah satu perempuan di tengah jalan umum lalu mencoba menyanderanya.
Miou Xian menjadi panik, ia merasa perempuan yang di sanderanya tidak berpengaruh pada petugas itu bahkan merasa tidak peduli, sepertinya mereka sudah sangat murka pada kejahatannya.
Miou Xian mulai berpikir berbagai cara untuk lolos dari situasi tersebut namun belum sempat ia bersiasat, Jian Chen sudah turun di belakangnya.
Ekspresi Miou Xian berubah pucat saat melihat wajah Jian Chen, tanpa harus menunggu reaksinya, Jian Chen memukul tengkuk leher pria tua itu hingga tak sadarkan diri.
Seketika Miou Xian pingsan di detik itu juga, perempuan yang di sanderanya buru-buru menjauh karena takut akan di tangkap lagi.
Melihat yang membantunya adalah pendekar yang menyelamatkan klan mereka, para petugas itu langsung memberikan hormat pada Jian Chen.
"Terimakasih Tuan pendekar, dia adalah penghianat yang telah membuat klan Miou dalam keadaan seperti ini..." Pemimpin petugas itu membungkukkan badannya.
__ADS_1
Jian Chen mengangguk pelan tanpa sepatah kata pun, ia kemudian melanjutkan terbangnya ke arah pemerintahan klan Miou untuk bertemu Miou Lin di sana.
Melihat Jian Chen pergi membuat petugas tersebut bernafas lega, entah kenapa ia merasa sedikit ketakutan saat di dekat Jian Chen.
***
Lily meminta Jian Chen untuk menyerap kultivasi tiga alam raja yang dibunuhnya, hal itu membuat ia sedikit lambat menuju kawasan pemerintahan.
"Bagaimana, apa kekuatanmu sudah meningkat?" Jian Chen bertanya sesudah menyerap kultivasi Yang Tian.
"Walau hanya bertambah sedikit tetapi ini lebih baik dari pada tidak sama sekali..." Lily mengangguk pelan. "Terimakasih."
Jian Chen batuk pelan dan menghentikan laju terbangnya. "Apa yang kau bilang tadi, Terimakasih?"
Jian Chen mengorek telinganya, takut bermasalah atau sejenisnya, selama ini baru pertama kali gadis itu mengucapkan terimakasih dengan inisiatifnya sendiri.
"Hm, apa ada yang salah ketika aku mengucapkan demikian?" Lily menyipitkan matanya.
"Tidak, bukan begitu maksudku tetapi ini sedikit aneh, kau tahu, dulu kau selalu memandang tinggi dirimu, sombong, berucap terimakasih saja seolah menurunkan harga dirimu yang selangit itu..."
"Apa kau bilang! Siapa yang kau bilang sombong, aku tidak sombong? Waktu itu aku hanya berbicara fakta, bagaimanapun aku ini Tuan Putri sementara kau adalah manusia biasa, sudah sewajarnya aku bertindak demikian." Lily mendengus keras.
"Jadi apa yang membuatmu sekarang harus berubah?" Jian Chen menaikan satu alisnya.
"Hm, anggap saja kau sudah diakui Tuan Putri ini sebagai bawahan yang setia, sebab itu aku berterimakasih sekarang."
Jian Chen mengumpat, ia menarik kata-katanya saat bertanya pada gadis itu, Jian Chen tidak melanjutkan bicaranya melainkan melanjutkan terbang sementara Lily tertawa kecil melihat reaksi tersebut, jelas ia hanya becanda berbicara demikian.
Hubungan Jian Chen dan Lily memang sudah berubah dibandingkan sejak awal keduanya bertemu, Lily bahkan sudah tidak protes lagi disebut "Lily" oleh Jian Chen padahal dulu gadis itu amat marah di panggil demikian.
__ADS_1
Tentu saja Jian Chen juga menyadari hal tersebut, Lily sudah berulang kali menyelamatkan nyawanya, bisa dibilang ia juga percaya pada gadis itu sepenuhnya.
Kalau Lily memang benar-benar berniat jahat padanya Jian Chen yakin gadis itu sudah dari dulu melakukannya, dengan kekuatannya tidak sulit bagi Lily mengalahkan Jian Chen. Kenyataannya gadis itu sampai sekarang tidak bertindak demikian, justru ia malah membantunya.