Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 93 — Elemen Es


__ADS_3

Pusaka di ketahui mempunyai beberapa tingkatan di dunia persilatan. Pertama ada sebuah pusaka kelas tiga yang paling bawah, dimana kekuatannya lebih kuat dari sekedar senjata biasa.


Lalu seterusnya pusaka kelas Dua, pusaka kelas satu, pusaka kelas bumi dan terakhir pusaka kelas langit.


Setahu Jian Chen pusaka paling kuat yang pernah ia temui di Kekaisaran Naga adalah pusaka kelas langit, Jian Chen tidak pernah menemukan pusaka lebih kuat dari itu atau ke atasnya.


Belakangan Jian Chen mengetahui ada pusaka lain yang sama kuatnya dengan pusaka kelas langit yaitu pusaka kuno, sebenarnya Jian Chen tidak mengetahui dari kedua itu mana yang lebih kuat karena dirinya saja tidak pernah melihat pusaka kelas lagenda.


Jian Chen menyimpan Pedang Dewa Es pada cincin ruangnya. Ia akan memikirkan tindakan apa yang akan dilakukan pada pedang ini nanti.


“Karena dua barangku sudah aku serahkan padamu maka tidak ada alasan lain aku tetap berada disini…” Ye Ao kemudian teringat sesuatu. Ia mendekatkan jari telunjuknya pada kening Jian Chen.


Jian Chen tidak sempat bereaksi karena Ye Ao bertindak secara tiba-tiba, sesaat ketika jari Ye Ao menyentuhnya, Jian Chen merasakan sakit kepala yang hebat.


Jian Chen ingin mengumpat dan menganggap kalau Ye Ao sedang berniat jahat padanya, kata-kata itu tersangkut di tenggorokan ketika pikiran Jian Chen terasa dimasukkan sesuatu.


Ratusan pengetahuan masuk ke dalam pikiran Jian Chen, ternyata Ye Ao ingin memberikan suatu teknik padanya lewat transfer pikiran.


Transfer pikiran adalah teknik dimana pikiran, pengetahuan, serta pengalaman seseorang bisa dibagikan ke orang lain tanpa harus repot-repot bercerita panjang lebar.


Sebenarnya teknik transfer pikiran merupakan sesuatu yang asing di Kekaisaran Naga sekalipun, alasan Jian Chen tidak terkejut dengan apa yang di lakukan Ye Ao karena dirinya pernah merasakan hal yang sama oleh gurunya dulu.


Ye Ao kemudian melepaskan jarinya dari kening Jian Chen setelah merasa semua teknik dan jurusnya telah diwariskan pada anak muda tersebut.


“Senior, aku tidak mengerti, kenapa anda mengirim begitu banyak teknik ber’elemen es?” Jian Chen bertanya bingung.


Jian Chen jelas keheranan, Ye Ao seharusnya sudah mengetahui bahwa dirinya adalah pengguna elemen cahaya bukan es.


Di dunia persilatan setiap pendekar hanya memiliki satu elemen, tidak ada dua atau bahkan lebih. Meski seseorang mempelajari teknik berbeda dari elemen ditubuhnya, mereka tetap tak bisa mengeluarkan kekuatan dari teknik tersebut.


Jian Chen mengetahui bahwa klan Ye terkenal dengan kemampuan elemen esnya yang terkuat di Provinsi Naga Petir, tidak ada pengendali es yang sehebat mereka menurut Jian Chen.

__ADS_1


“Mutiara biru yang kau telan barusan dinamai mutiara elemen, seseorang tak bisa menelannya seperti yang kau lakukan atau mereka akan mati…” Ye Ao menunjuk ratusan jasad di lantai yang membeku. “Mutiara elemen hanya bisa di telan oleh mereka yang di pilih sang takdir dan takdir itu kini adalah kau, Jian Chen.”


Jian Chen menggaruk pipinya, merasa jawaban Ye Ao tidak sesuai dengan pertanyaannya.


Ye Ao tertawa melihat tampang Jian Chen yang kebingungan. “Mutiara elemen yang ada di tubuhmu merupakan mutiara es, siapa yang berhasil menelannya mereka akan menjadi pendekar berelemen es…”


“Maksud Senior, aku bisa menggunakan dua elemen?” Jian Chen terkejut.


Ye Ao mengangguk. “Ya, dan sebab itu aku mengirimkan banyak teknik elemen es kepadamu.”


Nafas Jian Chen memburu, dia benar-benar kaget mendengar berita ini. Jian Chen belum pernah mendengar kabar seorang pendekar bisa menambah elemen di tubuhnya seperti dirinya.


Ingatannya kembali saat dia hendak meninggal di kehidupan pertama, Jian Chen punya mutiara merah saat itu dan ia yakin mutiara merah tersebut adalah mutiara yang sama dengan mutiara di telannya.


‘Jangan-jangan 12 Shio Pemburu sudah mengetahui berita ini dan tujuan mereka adalah mungumpulkan mutiara-mutiara yang ada…’


Ada beberapa pertanyaan di benak Jian Chen, menurut Ye Ao jelas sekali mutiara elemen ini tak bisa digunakan oleh sembarang orang atau mereka akan mati. Jian Chen menebak ada kegunaan lain dari mutiara elemen yang tidak diketahui.


Jian Chen kemudian ingin mencoba sesuatu yang baru, ia memejamkan mata lalu mengalirkan tenaga dalam ke tangan kanannya.


Tak lama kemudian, sebuah debu biru dingin terkumpul di telapak tangan Jian Chen lalu memadat dan membentuk sebuah pedang, Jian Chen membuat pedang dari elemen esnya.


“Ini benar-benar keren…” Jian Chen seolah tak percaya apa yang dilihatnya, tak terpikir dalam mimpinya sekalipun dirinya bisa menggunakan elemen lain.


Ye Ao tertawa melihat keantusiasan Jian Chen, “Kau cepat memahami tekniknya anak muda, sepertinya kau memang bukan anak sembarang…” Ye Ao tidak melanjutkan ucapannya melainkan dengan gelengan kepala. “Tidak, kau memang bukan manusia biasa, kau adalah orang yang dipilih takdir, aku saja tak bisa melihat kultivasimu…”


Jian Chen tersenyum canggung, ia masih belum terbiasa dengan sebutan ‘Yang di pilih takdir’. Menurut Jian Chen, dirinya tidak lebih dari seorang pendekar biasa.


“Senior, terimakasih telah memberikan teknik-teknikmu kepadaku.” Jian Chen berdiri dan membungkuk hormat.


Teknik yang diberikan Ye Ao bukanlah teknik biasa melainkan teknik es tingkat tinggi. Jian Chen harus berlatih terlebih dahulu, meski sudah menghapal dan memahami dipikirannya, mempraktekannya adalah hal berbeda.

__ADS_1


“Tidak perlu berterimakasih, kuharap kau menggunakan teknik itu untuk kebaikan atau setidaknya tidak untuk melukai orang lain.”


“Tidak perlu khawatir Senior, aku akan berusaha menggunakannya untuk menolong orang lain.”


Ye Ao tersenyum tipis, ia tidak terlalu berharap banyak dengan perkataan Jian Chen. Bisa saja kelak anak muda di depannya menjadi jahat atau sebagainya.


“Kalau begitu kita berpisah disini, nak, senang bisa bertemu denganmu…” Ye Ao tersenyum hangat pada Jian Chen, perlahan tubuhnya berubah jadi butiran cahaya sampai akhirnya menghilang.


Jian Chen menyadari tugas Ye Ao sudah terselesaikan dengan adanya dirinya, dengan begitu Ye Ao bisa tenang setelah amanahnya sudah terpenuhi.


Berbarengan dengan hilangnya tubuh Ye Ao, tiba-tiba istana es perlahan bergetar kuat, pilar-pilar yang menyangga atap mulai retak bersamaan dengan dindingnya.


Jian Chen langsung bergegas pergi dari gua tersebut ketika melihat istana es akan roboh. Dia juga melanjutkan langkahnya sampai keluar dari hutan sunyi, tak lama Jian Chen tiba di kediamannya.


“Tuan muda, akhirnya anda kembali…”


Zhou Mei langsung bergegas menghampiri Jian Chen saat tubuh majikannya masuk ke dalam halaman rumah. Wajah Zhou Mei terlihat khawatir. “Tuan muda, kupikir ada sesuatu yang terjadi padamu...”


Jian Chen mengerutkan dahi. “Apakah ada sesuatu yang terjadi?”


Zhou Mei menggeleng, dia kemudian menjelaskan beberapa bulan ini Miou Lin mencari Jian Chen namun tidak menemukannya. Miou Lin kemudian menitipkan pesan pada Jian Chen saat nanti sudah kembali.


“Beberapa bulan? Bukankah aku ke hutan hanya satu hari?” tanya Jian Chen heran.


“Ehm! Tuan muda, anda sudah tidak pulang selama tiga bulan, wajar saja mereka mengkhawatirkan mu.”


“Ti-tiga bulan!” Nafas Jian Chen tertahan, ia kemudian teringat dengan penyerapan cahaya dari mutiara es sebelumnya yang membuatnya lupa akan waktu.


Jian Chen buru-buru membuka surat dari Miou Lin, ia mempunyai firasat yang buruk terutama ketika mengingat klannya. Benar saja, isi surat tersebut mengabarkan kondisi tentang klan Jian.


“Gawat, aku benar-benar harus kembali…”

__ADS_1


__ADS_2