
Mulut semua orang yang di sana terbuka lebar sekaligus terpana, sosok Jian Chen sekarang seperti sebuah Dewa yang datang dari langit.
Lily atau Jian Chen tersenyum sinis dengan reaksi tersebut, seolah hal itu sudah biasa untuknya.
"Aku sebenarnya tidak punya urusan dengan kalian tetapi sikap kalian sedikit mengusikku terutama kau..." Lily menunjuk Longxia. "Aku paling tidak suka dengan seseorang yang menggunakan kekuasaan sebagai kekuatan!"
Lily menyarungkan pedang Dewa Asura kembali lalu memasukkannya ke dalam cincin ruang. Gadis itu tidak berniat untuk memakainya terutama karena dirinya bukan seorang ahli pedang.
"Siapa kau? Sebutkan asalmu kalau kau berani?!" Tangan Setan sudah memulihkan kondisinya, ia menunjuk Jian Chen yang melayang.
Tangan Setan jelas menyadari ada perubahan pada diri Jian Chen, aura tubuh pemuda itu kini terselimuti aura hitam yang terpancar.
Lily mendengus, melipat tangannya di dada. "Kalian manusia rendahan ingin mengetahui nama Tuan Puteri ini, sampai menangis darah pun kau tidak pantas untuk mendengar namaku..." Lily tersenyum mengejek.
Pandangan Lily tertuju pada Longxia dan para pengawalnya yang kini sedikit tegang melihatnya melayang, mereka tampak dilema dan menyangka Jian Chen sudah berada di Alam Langit.
"Hm, sudah terlalu lama kekuatanku ini tidak di latih, kalian adalah target yang cocok untuk di coba..."
Lily kembali mendaratkan tubuhnya ke tanah, ia mengalirkan tenaga dalam pada kakinya cukup besar.
"Elemental Kematian — Jiwa-jiwa Kematian!"
Lily menghentakkan kakinya ke tanah, seketika tanah yang di pijaknya bergetar pelan seperti terjadi sebuah gempa kecil.
Tak lama kemudian sesuatu yang mengejutkan terjadi, dari dalam tanah tersebut tiba-tiba ada tengkorak yang bermunculan keluar.
Jumlah tengkorak yang muncul bukan hanya satu melainkan lebih dari itu, jumlah mereka terus bertambah hingga menjadi puluhan dan bahkan jadi pasukan tengkorak Lily.
__ADS_1
Para pengawal serta prajurit Longxia menahan nafasnya sekaligus meneguk ludah, mereka tidak pernah berpikir akan ada fenomena menyeramkan seperti ini. Tubuh mereka mulai berkeringat dingin.
Lily tak menunggu reaksi mereka lebih lama melainkan langsung menjentikkan jarinya, membuat tengkorak-tengkorak itu mulai bergerak dan menyerang lawan yang di depannya.
Para prajurit dari walikota yang mengepung tidak mau mengambil resiko sehingga mereka langsung berlari berlari ke berbagai arah meninggalkan Pangeran Longxia dan pengawalnya.
Lily tidak berniat menyerang mereka lebih jauh karena dari awal para prajurit itu hanya menjalankan tugasnya, ia lalu mengerahkan tengkorak itu pada pengawal Longxia.
Longxia terdiam, ia tak bisa bergerak atau lari karena tengkorak itu mulai bermunculan di belakangnya untuk menghadangnya kabur.
Meski agak didesak Longxia masih bisa berhasil menenangkan dirinya dan berpikir jernih, ia mengeluarkan senjatanya lalu mencoba menyerang tengkorak-tengkorak itu.
Hasilnya Longxia bisa melawan tengkorak itu dan menghancurkannya dengan tenaga dalam yang cukup.
Menyadari serangan fisik berhasil para pengawal lainnya juga melawan tengkorak-tengkorak itu. Ternyata tengkorak tersebut tidak sekuat dalam pikiran mereka bahkan bisa dikatakan mudah dihadapi.
Kedua lawan beradu dengan rombongan Longxia yang berada di atas angin
Pedang Setan dan dua pendekar Alam Hampa juga tidak jauh berbeda dengan mereka, ketiganya sudah di kepung belasan tengkorak dalam satu waktu.
Kekuatan ketiganya yang tinggi membuat mereka bisa dengan mudah menghancurkan tengkorak-tengkorak itu. Dalam waktu singkat sudah ada puluhan tengkorak yang di kalahkan mereka.
Pedang Setan menyadari tidak bisa terus di posisi seperti ini sehingga ketika jumlah tengkorak di sekitarnya sedikit ia langsung bergerak ke arah Lily.
Lily yang menyadari Pedang Setan sudah ada di dekatnya hanya menghindari setiap tebasan pria sepuh tersebut. Sayap lebar di punggungnya seolah tak berpengaruh pada kelincahannya menghindari serangannya.
"Apa hanya sampai ini kemampuan pedangmu? Di duniaku, seorang koki masak bahkan bisa lebih ahli dalam memainkan pedang sepertimu..."
__ADS_1
Tangan Setan merapatkan giginya mendengar provokasi Lily, ia lalu menghujani Lily menggunakan teknik-teknik pedang terbaiknya namun hasilnya cukup mengejutkan, Lily benar-benar berhasil menghindari setiap ayunan pedangnya.
"Tidak mungkin-! Kau bagaimana bisa..."
Pedang Setan tidak habis pikir, Lily seolah bisa membaca beberapa detik kedepan, setiap kali ia menggunakan teknik pedangnya Lily dapat dengan mudah menghindari serangan itu dengan sempurna.
Lily menguap lebar, ia bahkan seperti bisa menutup mata sembari menghindari tebasan-tebasan tersebut.
Tak lama kemudian dua pendekar Alam Hampa datang dan membantu menyerang Lily lebih jauh tetapi hasilnya tidak ada yang berbeda, Lily dapat menghindari semua serangan itu.
Tidak peduli ketiganya menggunakan teknik mematikan atau bekerjasama, tubuh Lily dapat dengan lincah menghindarinya.
Tidak habis akal, ketiganya kemudian mengambil jarak sebelum Pedang Setan dan dua pendekar Alam Hampa itu serentak mengeluarkan energi pedang ke arah Lily.
Lily mendengus, "Jika hanya segini kemampuan kalian maka kita akhiri saja sampai sini..." Lily kembali mengalirkan tenaga dalam ke tangannya.
"Elemental Malam — Ruang Kegelapan Malam!
Lily mengarahkan telapak tangannya pada energi pedang tersebut, dari telapak tangan Lily muncul bola hitam yang segera menghisap energi pedang tersebut ke dalamnya.
Pedang Setan langsung terkejut begitu juga dengan dua rekannya, mereka belum pernah melihat teknik seperti itu di sepanjang hidup mereka.
Ketiganya tidak berniat melawan Lily lagi setelah menyaksikan dia bisa membaca serangan mereka dan mengeluarkan teknik aneh yang tinggi.
Ketiganya ingin lari tetapi Lily tidak membiarkan itu terjadi.
"Elemental Kegelapan — Rantai Kegelapan!"
__ADS_1
Sebuah rantai muncul dari dalam tanah lalu mengikat Pedang Setan dan dua rekannya, rantai itu segera meringkus cepat tubuh mereka hingga ketiganya tak bisa bergerak.
Mereka mencoba berusaha lolos dari rantai itu namun tubuh mereka jadi lemas seperti tenaganya terhisap oleh rantai kegelapan tersebut. Disisi yang sama Lily merobek ruang lalu muncul di hadapan mereka, ia menggunakan elemen ruang untuk berpindah tempat dengan singkat.