
Berbeda dengan situasi luar perbatasan yang di penuhi oleh pertarungan, dari dalam kota ada banyak sekali ledakan yang saling sahut menyahut.
Ledakan itu diakibatkan oleh pasukan musuh yang melemparkan bola peledak ke arah bangunan-bangunan kota. Ketika bola itu bersentuhan, maka ledakan api keluar dan membakar bangunan.
Seketika Kota Anshan di penuhi oleh banyaknya kebakaran, bukan hanya satu dua bangunan tetapi hampir setiap yang mereka lihat di bakar termasuk pohon sekalipun.
Pasukan organisasi sepertinya memang berniat menghancurkan kota secara keseluruhan, termasuk penduduk dan rumah-rumah yang ada.
Bangunan yang terletak tak jauh dari benteng kota adalah sasaran pertama serangan mereka, untungnya orang-orang di sana sudah mengungsi terlebih dulu jadi meski mereka menghancurkan rumah-rumah, tidak ada yang tewas.
Perlahan tapi pasti ledakan itu terus semakin bergerak maju, malam yang biasanya selalu gelap terlihat terang saat nyala api berkibar di Kota Anshan.
Para warga yang masih berlari menunjukkan kengerian saat melihat api tersebut, mereka kini mulai menyadari begitu seriusnya situasi kota.
Para warga hanya bisa menelan ludahnya saat harta benda mereka terbakar begitu saja, meski rata-rata yang mengungsi telah membawa sebagian hartanya namun tempat kediaman adalah harta yang paling besar.
Di saat mereka berpikir pasukan musuh akan membakar semua rumah tanpa hambatan, sekelompok pendekar yang tidak diketahui asalnya menghadang pasukan musuh tersebut.
Kelompok yang berpenampilan serba hitam dan berseragam itu adalah pendekar yang berasal dari Asosiasi.
Pengurus Yuan sudah memberitahukan pada cabang Asosiasi yang ada di kota Anshan untuk mengerahkan semua pendekar yang mereka miliki.
Hasilnya pendekar tersebut terkumpul lebih banyak, belum lagi ada pendekar pengelana yang ada di kota ikut membantu setelah melihat pasukan musuh sudah menerobos kota.
Para pendekar pengelana itu mungkin memang tidak mempunyai hubungan dengan Kota Anshan namun mereka tidak bisa membiarkan para kriminal itu bertindak sesukanya.
Pengurus Yuan selaku pemimpin kelompok tersebut mengarahkan semua pendekar yang di sewanya, ketika kembang api meledak ia sudah mengumpulkan kekuatan asosiasi secara penuh.
Jumlah pendekar Asosiasi mungkin tidak terlalu kuat dengan para pasukan musuh yang rata-rata di Alam Langit dan di Alam Hampa namun kekuatan mereka unggul dalam jumlah.
Meski mengetahui akan kalah namun tujuan mereka bukan untuk menang melainkan mengulur waktu. Setidaknya mereka harus menahan musuhnya selama lima menit sesuai perkataan Jian Chen.
__ADS_1
Jian Chen memang sudah memprediksi akan ada yang menerobos kota dan menghancurkannya dari dalam, sebab itu sekarang kelompok pendekar asosiasi sudah dalam keadaan siap ketika bertarung.
"Asosiasi ini memang tidak bisa di remehkan, setelah peperangan ini aku akan menceritakan semuanya pada Ketua Shio..."
Shio Macan berdiri di atap bangunan yang paling tinggi, ini bukan pertama kali dirinya bertemu dengan pasukan jubah hitam tersebut dan setahunya mereka adalah asosiasi yang berasal dari klan Miou.
Asosiasi klan Miou selain terkenal dengan pembuatan pilnya yang tinggi mereka juga disebut-sebut sebagai asosiasi yang memiliki kekuatan tersembunyi.
Organisasi Shio Pemburu mulai memperhitungkan kekuatan mereka namun Shio Macan yang melihatnya sekarang memaksanya harus berpikir dua kali dengan kekuatan asosiasi tersebut.
Bukan hanya merekrut banyak pendekar saja, asosiasi itu bahkan telah berhasil mempunyai pendekar tingkat tinggi di bawahnya. Shio Macan bahkan bisa melihat ada beberapa dari mereka adalah pendekar Alam Langit.
Jika kondisi ini dibiarkan terus berlanjut Asosiasi klan Miou bisa membahayakan organisasi Shio Pemburu di masa depan.
Shio Macan kemudian bergerak dan mendarat di arena pertarungan dengan cepat, kedatangannya segera membuat pertarungan itu menjadi terhenti terutama pendekar dari kelompok Asosiasi.
Shio Macan tidak segan-segan melepaskan aura pembunuhnya ke sekelilingnya, membuat lawan ataupun kawan merasakan ketakutan yang dalam.
Pengurus Yuan baru pertama kali bertemu langsung dengan salah satu dari mereka, setelah melihatnya dengan mata telanjang, Pengurus Yuan bisa merasakan kekuatan yang sangat besar darinya.
'Jadi ini organisasi Shio yang terkenal di seluruh provinsi itu, kriminal tingkat S. kekuatannya sungguh berbeda dengan kami...' Pengurus Yuan meneguk ludahnya sambil berkeringat dingin.
Shio Macan melihat kelompok asosiasi yang kini terdiam sambil menatapnya penuh dengan ketakutan.
"Kalian dari para asosiasi, seberapa besar kekuatan yang kalian simpan selama ini..." Shio Macan kemudian melepaskan tekniknya, membuat pundak orang di sekitarnya merasakan tekanan yang membebani.
Bukan hanya musuhnya, tetapi sekutunya juga merasakan hal yang sama.
Mereka para pendekar yang berada di Alam Kehidupan langsung jatuh pingsan setelah merasakan Teknik Shio Macan sementara Alam Bumi membuat mereka jatuh berlutut dan tak bisa bergerak.
Pendekar Alam Hampa dan Alam Langit masih bisa berdiri meski pergerakan mereka jadi melambat.
__ADS_1
Ketakutan terpancar dari pendekar di sekelilingnya terutama kelompok pendekar dari Asosiasi. Tekanan itu selain membuat mereka kesusahan bergerak juga membuat mereka ketakutan setengah mati.
Shio Macan menatap dingin pada pendekar Asosiasi, terlihat tidak peduli dengan ketakutan tersebut. "Jangan khawatir, aku akan memberikan kalian rasa sakit yang sedikit ketika mati..."
Ketika ia berucap demikian, suara tawa lantang terdengar menghiasi langit. Shio Macan maupun yang lainnya menoleh ke atas dan melihat seseorang sedang melayang.
"Tua bangka, kau seperti sudah berpengalaman mati. Bagaimana kau tahu kematian tidak terasa menyakitkan..." Seseorang itu kemudian mendarat di tengah pendekar Asosiasi.
Shio Macan menyipitkan matanya, dia berusaha meraba kultivasi orang tersebut tetapi tidak berhasil. Ketika ia menatap ke arah matanya, Shio Macan menemukan orang itu memiliki sepasang mata emas yang bersinar.
Shio Macan mengerutkan dahinya sebelum ia teringat sesuatu. "Aku mengerti, bukankah kau adalah orang yang diinformasikan oleh Pendekar Kematian itu, mengimbangi 13 lawan di ranah kultivasi yang tinggi?"
"Oh, kau mengenal pria tua itu, dimana dia? Setelah aku mengurusmu disini aku akan menanganinya selanjutnya."
Shio Macan menaikan satu alisnya, baru pertama kali ada seseorang yang berucap arogan di depannya. "Bukankah kau terlalu percaya diri anak muda?"
Jian Chen tersenyum lebar, "Kau boleh mencobanya dan kuyakin itu akan berakhir buruk..."
Shio Macan merapatkan giginya kesal. "Jangan menguji kesabaranku!"
Shio Macan melepaskan teknik tekanannya pada orang itu dengan kekuatan penuh tetapi tidak sesuai dugaannya, orang itu tidak terkena dampak dari tekniknya.
Ekspresi Shio Macan menegang seketika, ia bahkan hampir kehilangan ketenangannya.
"Kau baru pertama kali melihat seseorang bisa lepas dari teknikmu?!" Orang itu menggelengkan kepalanya pelan sebelum menatap Shio Macan dingin. "Aku bisa melakukannya lebih baik..."
Tidak lama kemudian sebuah teknik tekanan yang jauh lebih kuat dirasakan Shio Macan.
Shio Macan kehilangan ketenangannya saat tiba-tiba merasakan pundaknya seperti tertimpa benda berat puluhan kilogram. Nafas Shio Macan naik turun dengan cepat, ia merasakan orang di depannya adalah sosok yang mengancam nyawanya.
"Kau! Siapa kau sebenarnya?!" Jerit Shio Macan dengan tubuh gemetar.
__ADS_1