
Teknik Pedang Gerhana sebenarnya adalah teknik penyempurna dari Teknik Pedang Matahari dan Teknik Pedang Rembulan.
Setelah di beri beberapa penjelasan gurunya Jian Chen jadi lebih memahami alasan ia harus menguasai dua teknik terlebih dulu sebelum ke Teknik Pedang Gerhana.
Sederhananya, di Teknik Pedang Gerhana Jian Chen harus menggabungkan dua teknik Matahari dan Rembulan menjadi satu.
Kesulitan mulai terlihat meski Jian Chen sudah menggunakan mata langitnya, ia memahami mempelajari Teknik Pedang Gerhana jauh lebih sulit dan memahaminya boleh jadi membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Meski mengetahui hal tersebut Jian Chen tetap mencoba dan melatihnya, bagaimanapun sesulit apapun sebuah teknik tidak akan bisa jika tidak memulai.
Teknik Pedang Gerhana hanya memiliki satu bentuk dan terdapat dua puluh tiga teknik di dalamnya. Meski jauh lebih sedikit dari teknik cabangnya namun setiap serangannya lebih mematikan.
Jian Chen yakin, ia yang bukan seorang pendekar pedang awalnya kini menjadi ahli pedang yang sesungguhnya. Boleh jadi seperti gurunya, kemampuan pedangnya jadi nomor satu di Kekaisaran Naga.
Ada satu syarat lainnya lagi untuk bisa mempelajari Teknik Pedang Gerhana yaitu harus dibarengi dengan pusaka kelas tinggi. Teknik itu dapat membuat pedang penggunanya meleleh karena gesekan udara sebab itu harus mempunyai pusaka kelas tinggi yang kuat serta kokoh.
Jian Chen mempunyai nasib beruntung karena telah mempunyai pedang Dewa Asura yang kualitasnya lebih kuat dari pusaka kelas langit sekalipun.
Pada akhirnya ia menggunakan pedang itu ketika saat berlatih, Jian Chen merasakan ketika memegang gagangnya saja tenaga dalamnya langsung di serap oleh pedang itu secara paksa.
"Hm, aku baru menyadari ini tapi setiap kapasitas tenaga dalamku bertambah hisapan pedang ini juga ikut bertambah?" Jian Chen mengerutkan dahinya.
Saat pertama kali Jian Chen memegang pedang Asura, tenaga dalamnya masih di angka ratusan dan saat itu pedang asura hanya menyerap dua lingkaran tenaga dalam per detiknya.
Sekarang ketika tenaga dalam Jian Chen mencapai ribuan, hampir lima lingkaran tenaga dalam di habiskan oleh pedang Asura setiap detiknya.
Jian Chen meneguk ludah, harus ia akui pedang di tangannya merupakan pusaka yang tidak biasa, andai ia tidak cukup mempunyai tenaga dalam saat menggunakannya mungkin energi kehidupannya akan di ambil oleh pedang itu.
Meski Pedang Asura mengambil tenaga dalam lebih besar dari sebelumnya kekuatan serta ketajaman pedang itu juga ikut bertambah.
Jian Chen percaya Pusaka kelas satu atau pusaka menengah kebawah tidak akan kuat menahan ayunan pedang Asura.
Beberapa waktu berikutnya Jian Chen menghabiskan waktunya untuk belajar pedang lebih dalam, semakin ia menguasai satu teknik dari teknik lainnya pemahaman pedangnya semakin bertambah.
__ADS_1
Bukan itu saja, sesekali Jian Chen meminta pada gurunya untuk melatih elemen cahayanya, alhasil ia dapat pencerahan baru.
"Kekuatan elemenmu sudah mencapai bentuk kehidupan Chen'er hanya saja kau kurang meminimalkan tenaga dalam yang keluar. Saranku jangan terlalu boros mengeluarkan tenaga dalam..."
Jian Chen saat ini telah menciptakan naga cahaya, seperti yang di katakan gurunya ia terlalu boros menggunakan tenaga dalam ketika melakukan perubahan jenis.
Jian Chen mengangguk, ia mengerti hal itu karena sampai sekarang dirinya masih belum menguasai untuk meminimalkan tenaga dalam.
Tidak sampai di sana Jian Chen juga melatih elemen yang lain, angin dan es, gurunya akan memberitahu setiap kekurangan yang di keluarkan pemuda itu.
Kemampuan dua elemen yaitu angin dan es bisa dibilang masih rendah namun setidaknya Jian Chen bisa menggunakannya berkat pemahamannya dalam menguasai elemen cahaya.
Guru Jian Chen juga tidak terlalu terkejut ketika muridnya mempunyai lebih dari satu elemen, hal ini membuat Jian Chen semakin yakin bahwa gurunya bukan berasal dari dunianya.
"Chen'er, sudah cukup, jangan memaksakan dirimu..."
Nafas Jian Chen sudah terputus-putus karena menggunakan tiga elemen sekaligus secara terus menerus, alhasil tenaga dalamnya terkuras sangat banyak.
"Chen'er, berkat pemahaman dirimu menguasai elemen cahaya kau bisa menggunakan elemen lain yang kau dapat, kau sepertinya lebih jenius dari yang guru kira..."
Jian Chen tersenyum canggung, menurutnya perkataan gurunya terlalu berlebihan. Ia sudah melihat bakat yang mengerikan dari pada dirinya sendiri seperti Meily, Jian Ya Ziyun, belum lagi ada lima Lan bersaudara yang lebih jenius.
Kalau bukan dirinya berasal dari masa lalu Jian Chen tidak pantas walau disandingkan dengan mereka.
Guru Jian Chen kemudian mengeluarkan sesuatu dari cincin ruang berupa 4 bola segenggam tangan.
Nafas Jian Chen seketika tertahan, ia mengenali bola kecil itu sebagai mutiara elemen.
Guru Jian Chen tertawa kecil melihat reaksi muridnya itu. "Bukankah kau sudah menelan dua bola ini Chen'er?"
"Guru, bagaimana anda bisa memilikinya?"
"Oh, ini hanya kebetulan, aku tidak sengaja menemukannya di beberapa tempat Kekaisaranmu."
__ADS_1
"Kebetulan?"
Jian Chen menggaruk kepala, iya yakin gurunya berbohong karena saat ini bisa dibilang mutiara elemen sedang di cari oleh kelompok terkuat di Kekaisaran Naga yaitu Organisasi 12 Shio Pemburu.
"Kau tidak mempercayai Guru, sayangnya itulah yang terjadi sebenarnya."
"Guru, sebenarnya benda apa itu, kenapa bisa ada di Kekaisaran Naga?"
Jian Chen tentu masih ingat, sebab mutiara itulah ia jadi terbunuh, hanya saja ia masih tidak memahami bagaimana mutiara yang memiliki kemampuan menambahkan elemen dapat ada di kekaisaran atau di dunianya sedangkan menurut Lily benda itu merupakan pusaka yang melegenda di dunia lain.
"Ah, sepertinya gadis itu telah banyak menceritakan tentang dunia luar, kau pasti memahaminya bukan kalau mutiara ini bukan berasal dari duniamu?"
Jian Chen mengangguk, ia sudah menduganya namun tidak menyangka hal itu memang benar.
"Mutiara Elemen sebenarnya sudah di cari ratusan tahun yang lalu di berbagai dunia berkat kemampuannya, hanya saja gara-gara benda ini banyak pertumpahan darah yang terjadi..."
Guru Jian Chen kemudian menjelaskan bahwa zaman dulu ada seseorang yang pernah memiliki 25 mutiara elemen di tubuhnya yang kemudian menjadi penguasa diantara dunia.
Tidak ada yang berani melawan orang itu, kerajaan serta kedudukannya sangat kuat dan kokoh, membuatnya menjadi eksistensi tak tertandingi.
Namun tetap saja sang waktu dapat mengalahkannya, orang itu akhirnya menua dan ketika di akhir hayatnya, dia melemparkan 25 mutiara di tubuhnya hingga pergi ke berbagai penjuru dunia.
"Itu sudah sangat lama bahkan mungkin ratusan atau jutaan tahun yang lalu. Tidak pernah guru sangka mutiara-mutiara elemen ini bisa ditemukan di duniamu Chen'er. Sepertinya ada beberapa pecahan yang masih berceceran di dunia yang lain juga."
Guru Jian Chen menatap muridnya sambil tersenyum penuh makna, "Chen'er, aku serahkan mutiara elemen ini padamu?"
"Eh, Guru? Bukankah pusaka ini sudah di cari oleh banyak orang, kenapa diberikan padaku? Kenapa guru tidak memakainya?"
"Benda ini mungkin berharga bagi sebagian yang lain namun tidak bagiku, selain itu kau juga pantas menerimanya." Guru Jian Chen menghela nafas sejenak. "Aku juga ingin memberikan tugas padamu terkait mutiara elemen ini, bisakah kau mengumpulkan semua mutiara yang ada di Kekaisaran ini agar tidak jatuh pada orang yang salah?"
Guru Jian Chen memberikan 4 mutiara elemen di telapak tangan muridnya membuat mata Jian Chen berbinar antusias.
"Guru, andai Guru tidak memerintahkan tugas ini pun aku akan melakukannya..." Jian Chen tersenyum lebar karena terlalu senang menerima mutiara elemen itu.
__ADS_1